• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kiat Hidup di Jerman

Dalam dokumen SEKOLAH DI JERMAN BUAT ORANG LUGU (Halaman 52-67)

Selanjutnya pada saat kita sedang sekolah di Jerman dan kemudian keluarga menyusul ke Jerman juga. Maka kadang kala ada suatu keinginan untuk mendapatkan keturunan di Jerman pula. Hal ini tidak dapat dihindarkan bila kita belum mempunyai keturunan. Namun hal ini juga bukan menjadi halangan bagi kita bila kita memang menginginkan, walau bila dilihat dari beasiswa yang kita terima untuk mengasuh bayi di Jerman tidaklah dapat dikatakan cukup layak. Namun ada kiat khusus untuk membantu memecahkan masalah ini. Biasanya anak yang lahir di Jerman akan mendapatkan santunan biaya asuh dari Stadt dimana kita tinggal. Besarnya biaya tergantung dari Stadt tersebut, misalnya di Berlin akan mendapatkan bantuan sebesar 2.500 DM untuk sekali kelahiran. Sedangkan untuk biaya persalinan akan ditanggung semuanya oleh asuransi yang kita punyai. Namun bila asuransi kita tidak menanggung biaya persalinan ini atau biaya selama kehamilan, banyak sumber-sumber dana yang bisa digali, misalnya dari Yayasan atau dari Gereja.

Untuk mendapatkan bantuan dana ekstra ini biasanya akan lebih tepat bila saat pemeriksaan rutin ke dokter kan-dungan, masalah ini dapat dikemukan. Bila kita bernasip baik, maka bantuan akan datang dengan sendirinya. Ada sebuah kasus yang pernah terjadi di Halle (salah satu kota terbesar di bekas Jerman Timur). Rekan penulis saat mela-kukan pemeriksaan kehamilan bagi istrinya ke dokter kandungan mengemukakan keluhan besarnya biaya pemeriksaan selama kehamilan istrinya. Oleh dokter kemudian dibantu dicarikan bantuan biaya ekstra. Dia diminta pergi ke suatu yayasan yang telah ditunjukkan oleh dokter dan disana diminta mengisi beberapa formulir tentang data pribadinya. Se-telah enam (6) mingguan dari pengisian formulir tersebut datanglah bantuan tersebut berupa uang sebesar 1.300-1.400 DM selama kehamilan istrinya. Dan sejak pengisian formulir tersebut, biaya pemeriksaan menjadi gratis (kostenlos) dengan pelayanan yang memuaskan. Selain itu sebelum anak lahir telah siap seperangkat permainan anak-anak kom-plit dirumah yang merupakan hadiah dari yayasan yang membantunya (hasil komunikasi pribadi dengan Muhamad Amin).

Selain itu guna memenuhi perlengkapan hidup seperti pakaian, barang-barang rumah tangga, dll. bila hal ini dibeli di toko-toko dalam kondisi baru maka dengan berbekal beasiswa yang kita punyai akan tidak cukup. Namun barang-barang tersebut masih dapat kita peroleh dengan kondisi yang tak kalah bagus dengan barang baru dari toko. Barang tersebut dapat kita beli di Flohmark. Karena ada kalanya barang-barang yang dijualbelikan di Flohmark bukan melulu barang yang bekas pakai, melainkan banyak juga barang-barang baru. Seperti jaket dan sepatu untuk musim dingin dapat kita peroleh dengan harga yang miring di Flohmark. Namun berdasarkan pengamatan penulis di Flohmark Bremen, kalau kita membeli barang tidak disarankan membeli pada penjual yang berasal bukan dari Jerman (misal Turki, Polandia, Rusia, dll). Karena biasanya mereka menjual barang sudah mengarah ke profit. Mereka berjualan untuk mendapat keuntungan guna menopang biaya hidupnya. Sedangkan kalau si penjualnya orang Jerman mereka menjual barang sekedar untuk membuang barang yang ada di Keller (gudang) mereka. Sehingga harga jauh lebih murah dan kualitas cukup bagus. Apabila tidak terpaksa sekali barang-barang seperti radio, televisi, tape recorder, dll (serba elektornik) lebih baik tidak dibeli di Flohmark, kecuali kita tahu betul akan barang tersebut. Karena berdasarkan pengalaman penulis juga, bila barang elektronik dibeli dari Flohmark, apalagi penjualnya bukan orang Jerman, maka kualitas barang sangat diragukan. Lebih baik membeli di toko sekalian. Namun apabila kita ingin mengkoleksi suatu barang yang bersifat antik, maka Flohmark adalah tempatnya. Sering banyak barang-barang yang mempunyai nilai keantikannya tinggi dijual orang dengan harga yang murah sekali. Satu hal yang penting lagi bila kita berbelanja di Flohmark adalah harus pandai-pandai menawar. Karena kalau tidak ditawar maka harga akan sama dengan di

toko-ABe, Made, Adang, Anthi Sekolah di Jerman Buat Orang Lugu

toko (barang baru). Barang-barang seperti sepatu dan jaket untuk musim dingin, pakaian, dll dapat dibeli di Flohmark dengan tujuan bertahan hidup di Jerman. Bagi seseorang yang ingin menikmati hidup di Jerman tidak disarankan membeli barang tersebut di Flohmark, karena kualitasnya tidak memadai.

Selain Flohmark kita juga bisa mendapatkan barang murah dengan kualitas bagus untuk kehidupan sehari-hari adalah dengan membeli barang tersebut pada saat WSV atau SSV berlangsung. Barang yang dijual biasanya akan lebih cocok untuk kebutuhan musim panas atau dingin di tahun yang akan datang. Hal ini terjadi karena barang tersebut dijual pada saat musim panas atau dingin sudah berakhir, sehingga barang yang dibeli tidak dapat langsung dipakai. Namun itu untuk barang jenis pakaian, bila barangnya berupa barang kelontong (seperti pecah belah, elektronik, aksesoris, celana jeans, dll) tentu saja dapat langsung dinikmati. Karena harga murah, maka jangan heran pada saat WSV dan SSV banyak orang Jerman yang berbondong-bondong ke toko atau supermarket. Atau kalau tidak pasang telinga tinggi-tinggi dan baca selebaran yang ada, biasanya pada toko atau supermarket yang baru dibuka, sering menyediakan diskon khusus. Biasanya orang Turki sering kali lebih dulu mengetahui berita ini.

Apabila kita membutuhkan bahan-bahan untuk keperluan sehari-hari seperti beras, gula, tempe, tahu, minyak goreng dll, bahan ini banyak dijual di toko-toko asia yang banyak di kota dimana kita tinggal. Sebuah tip dan trik, bahan tersebut kalau dibeli dalam jumlah yang besar harganya akan jauh lebih murah. Misalnya membeli beras dalam 5 kg-an, harga per kg akan lebih mahal kalau kita membeli beras sekaligus 25 kg. Perbedaan harganya cukup signifikan, sehingga bila kita hanya sendirian sedangkan kita ingin harga yang murah, maka mebelinya harus patungan dengan beberapa teman. Atau apabila kita tinggal dekat dengan Belanda, biasanya kalau kita berbelanja kebutuhan bahan untuk sehari-harian harga di Belanda jauh lebih murah dari pada di Jerman. Misalnya berbelanja di Gröningen (di sebelah utara Bremen). Perbedaan harganya cukup signifikan juga. Oleh karena itu bila ada kesempatan atau ada seseorang yang pergi ke Gröningen atau ke Amsterdam, lebih baik nitip bahan-bahan tersebut.

Masih tentang belanja untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mentega, minyak goreng, gula, dll maka barang ter-sebut dapat dibeli di supermarket seperti ALDI dan PENNY MARK dan dapat ditemukan dengan harga yang lebih murah, harga tersebut bila dibandingkan dengan tempat lain seperti EXTRA, EUROSPAR, WAHL MARK, dll. Na-mun kadang kala PLUS dan LyDil juga menawarkan barang-barang yang menarik pada waktu tertentu (misal hari Ibu, natal, dll). Apabila untuk memenuhi kebutuhan keperluan bahan-bahan kimia seperti shampoo, sabun mandi, parfum tertentu, cuci+cetak film, dll; maka jangan lewatkan penawaran di ROSSMANN. Harganya sangat menarik dibandingkan di toko-toko lainnya.

Bagi mahasiswa Indonesia, selama tinggal di Jerman kebanyakan waktunya tidak habis untuk belajar dan kuliah saja. Diantara 24 jam x 7 hari waktu yang tersedia masih terdapat beberapa jam yang dapat digunakan untuk melakuk-an aktifitas lainnya. Aktifitas tersebut sering kali dapat mendatmelakuk-angkmelakuk-an tambahmelakuk-an finmelakuk-ansial, misalnya dengmelakuk-an melakukmelakuk-an kerja sambilan. Peraturan di Jerman, bagi seorang mahasiswa yang akan bekerja diberikan ijin sebanyak 12 jam per minggu dengan honor yang bebas pajak maksimum 630 DM. Jenis pekerjaan yang bisa diambil untuk memenuhi per-aturan tersebut sebenarnya bermacam-mcam, misalnya menjadi Hiwi. petugas cleaning service (Putzfrau), pegawai McDOnald, mengantar oma+opa ke belanja+apothek+bank, dll. Dari beberapa jenis pekerjaan tersebut, yang menarik adalah menjadi Hiwi. Hal ini disebabkan selain mendapatkan tambahan finansial, juga akan besar kemungkinan men-dapatkan kesempatan untuk promosi. Syarat utamanya adalah pandai-pandai berkomunikasi dan mendekati Profesor yang memberikan pekerjaan. Sedangkan bagi mahasiswa Indonesia yang sedang mengambil Diplom, bisanya mem-buat kelompok-kelompok tertentu dan mereka saling kontak di seluruh Jerman. Karena pada musim panas misalnya, banyak kesempatan kerja di pabrik-pabrik (BMW, Siemens, Mercy; VW, dll) di luar kota dimana dia tinggal. Dengan jaringan seperti itu, ada kalanya pada musim panas seseorang dari Bremen (misalnya) bekerja di Frankfrut terus me-nerus sepanjang 30 hari. Finansial yang diperoleh digunakan untuk biaya hidup untuk tahun yang akan datang. Oleh karena itu pertemenan adalah kunci utama disini, karena informasi pekerjaan, sewa kamar murah, dll akan datang dari hasil pertemenan.

Selanjutnya selama kita belajar di Jerman, sisa waktu diantara waktu belajar dan bekerja, sebaiknya dimanfaatkan untuk mengunjungi pameran-pameran sesuai dengan bidang yang kita minati. Misalnya CEBIT di Hannover yang dilaksankan setiap tahun. Pada saat mengunjungi pameran tersebut paling tidak, tahu perkembangan bidang ilmu yang kita pelajari (bila belajar masalah komputer). Kadang kala kita juga dapat berkenalan dengan sebuah perusahaan (Firma) dimana perkenalan tersebut tidak berhenti pada saat pameran itu saja. Namun dilajutkan dengan kontak-kontak pribadi dan hal ini sangat membantu kalau kita telah balik ke Indonesia. Tidak sedikit mahasiswa Indonesia, yang selama belajar di Jerman melakukan kontak pribadi dengan beberapa perusahaan Jerman, begitu balik menjadi agen atau distributor salah satu produk dari perusahaan tersebut. Perkenalan dengan perwakilan perusahaan di Jerman tidak hanya dapat dilakukan dengan mengunjungi pameran saja. Namun apabila ada tawaran untuk menghadiri Stamtisch (semacam pertemuan) dari sebuah organisasi, atau Kloen-Cafe dari CDG, dll bila tidak terpaksa sekali janganlah dilewatkan begitu saja. Karena pada pertemuan tersebut biasanya dihadiri orang-orang tertentu yang mempunyai posisi

bagus di sebuah partai, pemerintahan, perusahaan, organisasi, dll. Dari situlah kadang kalau lowongan pekerjaan, sumber-sumber dana untuk penelitian, dll dapat kita peroleh informasinya.

Bagi seorang muslim yang mendapat kesempatan untuk sekolah dan hidup di Jerman, sudah selayaknya apabi-la harus berhati-hati daapabi-lam mengkonsumsi beberapa jenis makanan, terutama makanan-makanan yang mengandung emulgator tertentu. Dimana emulgator tersebut dipastikan atau diragukan mengandung lemak hewani yang berasal dari babi. Untuk mengatasi hal tersebut maka penulis menyajikan daftar emulgator yang dinyatakan untuk dihindari karena mengandung lemak hewani atau diragukan kandungannya bila tidak ada keterangan lebih lanjut.

Emulgator Kandungan Emulgator Kandungan

E 120 Karmin, Cochenille E 491 Sorbitanmonostearat

E 140 Chlorophyl E 492 Sorbitantristearat

E 141 Chlorophyl-kupferverbindungen E 494 Sorbitanmono-Oleat

E 153 Carbo medicinalis E 542 Knochenphosphate

E 160a Alpha/Betha/Gamma-Carotin E 570 Stearinsäure

E 161a Flavoxanthin E 572 Magnesiumstearat

E 161b Lutein E 631 Natriuminosinat

E 161g Cantaxantin E 632 Kaliuminosinat

E 252 Kaliumnitrat, Salpeter E 635 Natrium-5’-ribonucleotid

E 422 Glycerin E 913 Wollfet, Lanolin

E 430 Polyoxiethylen (B) Stearat E 920 L-Cystein, L-Hydrochlorid

E 432-436 Polysorbate E 921 L-Cystin

E 470-478 Salze, Mono+Digliceride, Ester d.Spesefettsäuren

Tabel 4.1: Daftar Emulgator dalam makanan yang perlu dihindari bagi seorang moslim (sumber dari Fitrah Online (http://www.fithrah.de/)

Apabila pada makanan terdapat keterangan emulgator seperti pada daftar dibawah ini dan tidak terdapat keterangan lainnya tentang Emulgator, Gesmackverstärker, Mono-dan Digliceride, Stabilisator, tierische Fette, Trennmittel dan Würzmittel, maka lebih baik berhati-hati (dihindari).

E100 E102 E103 E110 E111 E123 E124 E125 E126 E127 E128 E142 E152 E210 E213 E214 E226 E234 E270 E280 E325 E326 E327 E334 E335 E336 E337 E420 E442 E480 E481 E482 E483 E488 E489 E493 E495 E550 E591 E633

Khusus untuk mahasiswa muslim yang tinggal di Bremen, ada beberapa kemungkinan untuk mendapatkan bahan makanan seperti daging yang halal, misalnya toko Turki Huzur. Untuk meraih lokasi ini dapat dengan Strassenbahn Linie 3, 2 dan 10 lalu turun di Haltestelle am St.Jurgen-Krankenhause. Setelah turun dan jalan kaki sekitar 50 m ke arah Domsheide, Toko Huzur ada di sebelah kiri jalan. Selain itu ada lagi toko Turki di daerah Gropilingen, Bazaar. Pada kedua toko tersebut harga daging relatif murah. Untuk lebih lengkapnya silakan kunjungi URL http://www.forum-indojerman.de/.

Untuk menghilangkan suatu kebosanan atau kejenuhan dengan berbagai kegiatan di kampus, maka sering kali kita di rumah menghabiskan waktu atau mencari hiburan di televisi yang kita punyai. Dari televisi tersebut sering kali kita menerima berbagai informasi yang kita butuhkan untuk menunjang pengetahuan yang kita milik. Namun disisi lain kita juga mendapat suatu konsekuensinya, yakni diwajibkan membayar iuran televisi tiap bulan. Selain televisi, kalau kita mempunyai radio, di Jerman juga dikenakan kewajiban membayar iuran bulanan. Penarikan iuran bulanan ini dilakukan tiap enam (6) bulan sekali. Untuk kota-kota tertentu biasanya kita bisa mendapatkan suatu potongan harga berkaitan dengan biaya langganan televisi dan radio ini. Seperti di Bremen dengan menunjukkan Stipendienzusage (daftar penghasilan kita), Mietvertrag dan Immatrikulasi (bukti kita sebagai mahasiswa), maka kita sebagai mahasiswa bisa mendapatkan keringan pembayaran hingga sama sekali tidak ditarik iuran bulanan ini. Syaratnya adalah bila penghasilan kita kurang dari batas minimum standart hidup di Bremen, maka pembebasan pembayaran iuran tersebut dapat kita peroleh. Surat keterangan pembebasan iuran televisi dan radio ini bila kita bawa ke Deutche Telkom

ABe, Made, Adang, Anthi Sekolah di Jerman Buat Orang Lugu

(kantor telefon Jerman), kita juga bisa mendapatkan keringan biaya abonemen telefon kita di rumah. Di Jerman biaya abonemen telefon di rumah sebesar 25 DM perbulan, maka bila kita mengajukan keringan hanya dikenakan biaya sebesar 10 DM perbulannya.

Akhir pekan yakni Sabtu dan Minggu adalah hari-hari yang ditunggu-tunggu oleh orang Jerman. Karena pada akhir pekan semua aktifitas formal untuk sementara dihentikan alias istirahat. Bagi kita sebagai mahasiswa, apabila tidak ada pekerjaan yang mendesak di laboratorium, maka jalan-jalan untuk mengunjungi kota-kota di Jerman adalah kegiatan yang mengasyikkan. Bagi penulis setiap bulan paling tidak 1-2 kali melakukan perjalanan dalam group atau kelompok untuk mengunjungi kota-kota yang mempunyai keistimewaan tertentu. Dari keistimewaan tersebut kita dapat belajar banyak tentang budaya, sejarah, tata ruang kota, museum, dll. Kegiatan jalan-jalan ini tidaklah banyak membutuhkan dana, karena di Jerman ada fasilitas yang mendukungnya. Fasilitas tersebut adalah bepergian dengan menggunakan Wochenende Ticket. Kadang kala pada saat berpergian juga diselingi suatu pertemuan dengan rekan seprofesi untuk membicarakan sebuah rencana, misalnya penulisan buku ini. Rencana penulisan buku ini merupakan hasil sampingan jalan-jalan penulis saat bertemu di Kassel sambil melihat panaroma keindahan Istana Kassel (di puncaknya terdapat patung Herkules yang amat megah). Dilihat dari segi finansial memang sepintas memboroskan, karena membuang uang. Namun dari sisi lain bisa bertemu teman, ngobrol, merencanakan sesuatu, dll merupakan cara menghilang kepenatan kegiatan di kampus dan laboratorium. Harga tiket murah 40 DM untuk satu hari dan dapat digunakan untuk 5 orang dewasa. Namun bagi orang yang punya BahnCard dapat menggunakan saranya kereta seperti ICE, IC, IR, SE, RE dan RB dengan mendapat potongan 50 %. Kadang kala untuk jarak tertentu bepergian dengan BahnCard biayanya lebih murah kalau menggunakan Wochenende Ticket. Yang jelas keuntungan terbesar dari hasil jalan-jalan ini adalah mendapatkan ide-ide segar dari hasil melihat keunikan dan keindahan suatu kota ynag dikunjungi serta bertemu dengan teman. Dari hasil pertemuan itulah informasi yang berkaitan dengan problem sekolah dan kadang dibutuhkan dapat diperoleh dengan komplit dan jelas. Sehingga problem-problem yang dihadapi dapat dipecahkan. Ujung-ujungnya mempercepat kelancaran sekolah kita.

Gambar 4.1: Jenis kereta ICE (Inter City Express) merupakan sarana mobilitas di Jerman

Selama kita di Jerman sering kali kita juga ingin pulang berlibur ke Indonesia. Untuk keperluan ini tentu saja dibutuhkan ticket pesawat terbang. Di setiap kota telah banyak Reisebüro (biro perjalanan) yang menawarkan ticket murah ke luar negeri. Namun kadang kala tawaran (Angebote) tersebut untuk level mahasiswa atau orang Jerman. Kita bisa mendapatkan ticket murah melalui maskapi penerbangan kita sendiri seperti Garuda. Namun resikonya kita masih menambah biaya dari kota dimana kita tinggal ke Frankfrut. Biaya tambahan ini bervariasi sekitar 100-185 DM tergantung jenis kereta yang kita gunakan. Adapun alamat biro perjalanan yang menjual ticket Garuda di Frankfrut adalah sebagai berikut :

INDOGERMA TRANS GLOBAL GmbH

Stiftstrs. 2 - Ecke Zeil 96 60313 Frankfrut Am Main, Germany Tel.: (069) 294540 atau 232662 Fax.: (069) 295952

Kontak person mbak Ratna

Keistimewaan kalau kita beli ticket Garuda disini adalah kita bisa beli untuk tujuan Indonesia-Frankfrut pulang pergi. Oleh karena itu hal ini bermanfaat bagi mahasiswa DAAD yang akan membawa keluarga. Biasanya akan lebih meng-untungkan sekali kalau penerbangan dari Jakarta jatuh hari Jum’at dan tiba di Frankfrut hari Sabtu. Biasanya pagi hari

sekitar jam 07.00-09.00 tiba di Flughaven. Setelah urusan imigrasi, dll keluar sekitar jam 11.00. Sehingga kita bisa langsung ke Frankfrut (main) Hbf untuk melanjutkan perjalanan dengan Gutenabend Ticket. Harga ticket ini hanya se-kitar 79 DM dewasa, anak-anak hingga umur 16 tahun 50 % saja (dibawah 2 tahun ada potinganskhusus) untuk segala jurusan di seluruh Jerman. Dan Gutenabend Ticket ini berlaku mulai jam 14.00 (khusus hari Sabtu dan Senin-Jum’at biasanya mulai jam 19.00). Semua jenis kereta bisa digunakan dengan memakai ticket ini. Ticket Garuda yang dibeli di Indogerma ini bisa dikirimkan ke Indonesia (bila perlu) dengan tambahan biaya ekstra. Tetapi ticket tsb tidak bisa di-issue-kan di Jakarta.

Selain ticket Garuda, kadang kala Indogerma menawarkan juga ticket dari Malaysia Airline atau Emirat Airlaine yang kadang kala dapat di-issue-kan di Jakarta dengan harga yang terjangkau sekali untuk kelas mahasiswa. Fluktuasi harga ticket biasanya tergantung dari musim turis. Pembelian ticket dimusim panas atau 2 minggu menjelang dan 1 minggu setelah Tahun Baru, sebaiknya dihindari. Harga ticket yang ditawarkan melambung tinggi. Waktu terbaik untuk membeli ticket adalah pada musim gugur atau semi, harga biasanya relatif murah. Pada awal musim dingin akan lebih menarik lagi, namun resikonya adalah pada saat keluarga tiba di Jerman langsung disambut hawa dingin dan turunnya salju. Berdasarkan pengamatan penulis pada musim apapun juga bila membeli ticket di Indogerma harganya lebih menarik bila dibandingkan kalau membeli ticket di Jakarta. Walaupun pada musim tertentu (bukan peak season) mereka menawarkan ticket murah dan harganya lebih murah dari yang ditawarkan di Indogerma. Tip

dan trik : bagi yang senang bepergian keluar negeri untuk keperluan liburan (Urlaub), penawaran ticket Last Minute

(menit-menit terakhir) dari berbagai Reisebüro sangat menawan sekali, sayang kalau homepage mereka dilupakan begitu saja. Selain itu pada saat beli ticket kita juga bisa menambah biaya sekitar 50-100 DM untuk jaga-jaga apabila pada saat mau terbang balik, tiba-tiba ada tertentu, dimana mengharuskan kita tetap tinggal barang 1-3 hari. Dengan kata lain kita menunda jadual penerbangan kita. Dengan tambahan biaya tersebut kita bisa memanfaatkan fasilitas penundaan jadual penerbangan selama 2-4 minggu dan hanya sekali saja. Kalau tidak membayar biaya tambahan ini, lalu menunda penerbangan, kita akan kena biaya pembatan ynag cukup besar sekali sekitar 150 $ US. Tetapi kalau kita sudah membayar ektra biaya tsb, lalu tidak melakukan penundaan penerbangan, maka biaya tersebut akan hangus.

Selama kita tinggal di Jerman dalam waktu yang lama, biasanya akibat pergantian waktu sering kali kita sendiri atau anggota keluarga mendapatkan akibatnya. Hal itu berupa sakit influenza, batuk, alergi sinar matahari atau benang sari. Terutama pada anak-anak influenza sering datang. Akibat hal ini maka kita sering menggunakan asuransi kese-hatan. Bagi mahasiswa penerima beasiswa DAAD yang telah berumur di atas 30 tahun mempunyai asuransi kesehatan dari Continental. Asuransi kesehatan ini merupakan asuransi privat. Hal itu berarti kita harus mengeluarkan biaya un-tuk pembelian obat-obatan terlebih dahulu, setelah itu kuitansi dikirimkan ke pihak asuransi unun-tuk mendapatkan ganti rugi. Untuk biaya pemeriksaan dokter kita akan mendapatkan kuitansi dari dokter. Setelah itu kuitansi tersebut harus dikirim ke asuransi dan akan diganti asuransi melalui transfer. Kalau tidak terpaksa sekali jangan membayar cash, ka-rena besar sekali biayanya. Semua kuitansi pemeriksaan dokter dan biaya pembelian obat dapat langsung dikirimkan ke alamat :

Continentale Krankenversicherung a.G.

Direktion

Abt. Sonderverträge Ruhrallee 92-94 44139 Dortmund

Semua kuitansi yang dikirim ke alamat ini dalam waktu 1-2 minggu segera diganti semuanya. Sebuah kerugian kalau kita mengikuti asuransi Continentale ini adalah biaya pembelian obat kita dikenakan pemotongan sebesar 8 DM untuk setiap bungkus dari setiap jenis obat. Maksudnya misal obat batuk dalam bentuk tablet kita mendapatkan 20 biji terdiri dari 2 pak (Packung), semua itu dari satu jenis. Maka seandainya harganya 10 DM per pak, maka kita hanya mendapat ganti rugi dari asuransi sebesar (2 x 10 DM) - (2 x 8 DM) = 4 DM saja. Kasus ini bagi keluarga yang sering pergi ke dokter, maka beasiswa dari DAAD sebagian habis untuk menanggung pembelian obat ini. Sebetulnya hal ini dapat diatasi dengan keluar dari asuransi Continentale. Namun DAAD sepertinya telah secara otomatis bila seseorang telah berumur diatas 30 wajib memilih asuransi ini. Oleh karena itu bagi keluarga penerima beasiswa DAAD yang

Dalam dokumen SEKOLAH DI JERMAN BUAT ORANG LUGU (Halaman 52-67)

Dokumen terkait