MK PILIHAN
KODE MA SEM K T P TOTAL
KIM 412 VII 2 0 0 2 SKS
Tujuan
Kuliah Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa akan dapat menjelaskan tentang cara kerja dan pemakaian untuk terapi dari obat-obat anorganik.
Diskripsi
Kuliah Mata kuliah ini menyajikan materi berisi obat-obat Anorganik yang berpengaruh terhadap keasaman (pH) fisiologis tubuh; Golongan gas dan uap untuk pemakaian inhalasi; Golongan elektrolit dan untuk pemakaian sistemik; untuk pemakaian setempat; dan golongan lain-lain.
Pustaka
1. Block JH et.al., 1974, Inorganic Medicinal and Pharmaceutical Chemistry, Lea and Febiger. 2. Discher AC, 1964, Modern Inorganic Pharmaceutical Chemistry, John Wiley and Sons. 3. Anonim, 1977, Martindale Extra Pharmacopoeia, The Pharmaceutical Press.
4. Sulistia Gan dkk, 1980, Farmakologi dan Terapi, Universitas Indonesia, Jakarta.
PENGEMBANGAN OBAT BARU (DRUG DESIGN)
MK PILIHAN
KODE MA SEM K T P TOTAL
KIM 434 VII 0 1 0 2 SKS
Tujuan
Kuliah Setelah mengikuti mata kuliah ini diharapkan mahasiswa dapat menjelaskan langkah-langkah dalam pengembangan obat, modifikasi struktur dalam pengembangan obat dan hubungan struktur-aktivitas dalam pengembangan obat, serta menggunakannya dalam penelitian dan pengembangan senyawa aktif.
Diskripsi
Kuliah Pengantar pengembangan obat baru; Aktivitas biologis dalam pengembangan obat; Hubungan struktur dan aktivitas obat; Langkah langkah dalam pengembangan obat; Modifikasi struktur dalam pengembangan obat; Konsep hubungan kuantitatif struktur-aktivitas dalam pengembangan obat; Metode optimalisasi senyawa induk; Hubungan struktur dan metabolisme dalam pengembangan obat.
Prasyarat Kimia Medisinal (KIM411)
Pustaka
1. Siswandono dan Bambang Soekardjo, Eds. 1998, Prinsip-Prinsip Rancangan Obat. Surabaya: Airlangga University Press.
2. Ariens EJ. Ed. 1971, Drug Design. Vol. I. New York: Academic Press.
3. Siswandono dan Bambang Soekardjo, Eds., 2000, Kimia Medisinal I. Surabaya.: Airlangga University Press.
4. Foye WO. 2002, Principles of Medisinal Chemistry, 5 th ed., Philadelphia, London.
2. MATA AJARAN DI DEPARTEMEN FARMAKOGNOSI DAN FITOKIMIA
BOTANI FARMASI - 1
Kode MA SEM K T P TOTALBIF 231 II 1 0 1 2 SKS
Tujuan
Kuliah Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa memahami morfologi (bentuk luar) dan anatomi (struktur secara mikroskopik) organ-organ tumbuhan sebagai dasar mempelajari tanaman obat dalam ilmu kefarmasian.
Praktikum Setelah mengikuti praktikum ini, mahasiswa dapat menjelaskan morfologi (bentuk luar) dan anatomi (struktur secara mikroskopik) organ-organ tumbuhan sebagai dasar mempelajari tanaman obat dalam ilmu kefarmasian.
Diskripsi
Kuliah Morfologi organ tumbuhan, yaitu daun, batang, akar, bunga, buah, biji dan organ homolog dari akar-batang-daun, serta habitus tumbuhan. Penerapan morfologi dalam identifikasi tumbuhan. Anatomi tumbuhan, yaitu sel dan jaringan tumbuhan, batang
Gymnospermae-Pteridophyta), akar (Dicotyl-Monocotyl), daun (Dicotyl-Monocotyl-Gymnospermae), rimpang, bunga dan akar.
Praktikum Mikroskopi organ-organ tumbuhan, mahasiswa belajar baik secara teknis pembuatan maupun untuk tujuan identifikasi sel dan jaringan tumbuhan.
Pustaka
1. IGP Santa, Morfologi Tumbuhan, Diktat Kuliah, Laboratorium Botani Farmasi – Farmakognosi Fakultas Farmasi Unair.
2. Gembong Tjitrosoepomo, 1990, Morfologi Tumbuhan, Gadjah Mada University Press.
3. IGP Santa, Anatomi Tumbuhan, Diktat Kuliah, Laboratorium Botani Farmasi – Farmakognosi Fakultas Farmasi Unair.
4. Fahn A., 1992, Anatomi Tumbuhan, Edisi ke tiga, Gadjah Mada University Press. 5. Essau, K., 1968, Plant Anatomy, Lea & Fabiger.
BOTANI FARMASI - 2
Kode MA SEM K T P TOTALBIF 232 III 2 0 0 2 SKS
Tujuan
Kuliah Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa memahami dan mampu menjelaskan sistematika tumbuhan sebagai dasar mempelajari dan mengembangkan tanaman obat dari aspek validasi botani (determinasi).
Diskripsi
Kuliah Klasifikasi dan tatanama tumbuhan; Simplisia; Kemotaksonomi; Determinasi tumbuhan; Sistematika Spermatophyta, Gymnospermeae, Dicotyl, Monocotyl, Bakteri, Ganggang, Jamur, Lichenes, Pteridophyta.
Pustaka
1. J.I.G.P. Santa, 1990, Taksonomi Tumbuhan, Lab. Botani Farmasi-Farmakognosi. Fakultas Farmasi Unair 2. J.I.G.P. Santa, 1994, Tanaman Obat & Simplisia Indonesia, Lab. Botani Farmasi-Farmakognosi. Fakultas
Farmasi Unair
3. G.H. Lawrence, 1951, Taxonomy of Vascular Plants, The Mac Millan Company 4. Gembong Tjitrosoepomo, 1991, Taxonomi Tumbuhan, Gadjah Mada University Press 5. Samuel B. Bone & Arlene E. Luchsinger, 1987, Plants Systematics. Mc Graw Hill.
FARMAKOGNOSI
Kode MA SEM K T P TOTALBIF 233 IV 2 0 1 3 SKS
Tujuan
Kuliah Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa memahami dan mampu menjelaskan tentang
simplisia nabati (juga hewani dan mineral), tentang nutrisi bahan alam, dalam hal identifikasi (organoleptik, morfologis, mikroskopi), kegunaan tradisional serta kandungan bahan aktifnya Praktikum Setelah mengikuti praktikum ini, mahasiswa dapat mengidentifikasi simplisia melalui praktikum
mikoskopi, histokimia dan kromatografi lapis tipis sesuai buku Materia Medika Indonesia. Diskripsi
Kuliah Penjelasan farmakognosi, etnofarmasi dan pengembangannya; simplisia nabati tentang klasifikasi sesuai bahan aktif dan contohnya, klasifikasi sesuai bagian tumbuhan dan contohnya, pembuatan, pengelolaan, penggunaan dan keamanan serta analisisnya. Nutrisi bahan alam ( pengertian, manfaat, keamanan dan contohnya)
Praktikum Analisis simplisia menurut buku Materia Medika Indonesia dan bubu-buku standar lainnya, yaitu tentang identifikasi (spesifikasi) simplisia penting secara makroskopi, mikroskopi, histokimia dan kromatografi lapis tipis.
Pustaka
1. Anonim, WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, WHO, Geneva, 1999. 2. Anonim, Materia Medika Indonesia, Dep Kes RI, Jilid I-VI.
3. Heyne, K., Tumbuhan Berguna Indonesia, Yayasan Sarana Warna Jaya, Jakarta, 1987. 4. List, P.H. and Schmidt, P.C., Phytopharmaceutical Technology, CRC Press, Boca Raton, 1984.
5. Robbers, J.E., et.al., Pharmacognosy and Pharmacobiotechnology, Williams and Wilkins, Baltimore, 1996.
BIOTEKNOLOGI FARMASI
Kode MA SEM K T P TOTALBIT 331 VI 2 0 0 2 SKS
Tujuan
Kuliah Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa memahami dan mampu menjelaskan bioteknologi (tanaman, mikroba dan mamalia) yang terkait dengan kefarmasian (secara konsep, metoda dan produk).
Diskripsi
Kuliah Ruang lingkup ilmu bioteknologi; Dasar metabolisme dalam bioteknologi; Rekayasa genetik; Bioteknologi Mikroba; Bioteknologi Tanaman; Kultur sel mamalia; Fusi Sel (teknik dan antibodi monoklonal); Teknologi Enzim; Bioteknologi Lingkungan.
Pustaka
1. MD Trevan, S. Boffey, KH Goulding and P. Standbury, Biotechnologie: Die Biologischen Grundlagen, Springer Verlag, 1993.
2. HJ Rehm and G Reed, Biotechnology, VCH, 1993.
3. SH Mantell, JA Matthews, RA McKee, Principle of plant biotechnology, Blackwell Scientific Publication, 1985.
4. OL Gamborg, GC Philips, Plant Cell, Tissue and Organ Culture, Springer, 1995.
5. G. Indrayanto, Pidato Penerimaan Jabatan Guru Besar, Universitas Airlangga Surabaya, 1999.
FITOKIMIA
Kode MA SEM K T P TOTALBIF 332 VI 2 0 1 2 SKS
Tujuan
Kuliah Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa memahami dan mampu menjelaskan aspek kimia dalam tumbuhan, khususnya tentang metabolit sekunder dan analisis metabolit sekunder, sebagai dasar keilmuan kimia dalam fitofarmasi.
Praktikum Setelah mengikuti praktikum, mahasiswa mampu menerapkan teori-teori dalam kuliah di atas, termasuk menggunakan alat-alat, mengukur, menyajikan, mengolah dan menginterpretasikan data hasil praktikum, serta menyusun laporan praktikum.
Diskripsi
Kuliah Metabolit sekunder (isolasi, struktur dan biosintesis) dan analisis metabolit sekunder (skrining, deteksi, identifikasi dan penentuan kadar).
Praktikum Dalam praktikum mahasiswa melakukan percobaan isolasi suatu metabolit sekunder (ekstraksi, fraksinasi, kromatografi kolom dan lapis tipis preparatip) dan melakukan analisis kandungan kimia (skrining dan deteksi) ekstrak. Dilakukan paralel integrasi dengan praktikum fitofarmasi.
Pustaka
1. Harbone, 1973, Phytochemical Methods, A Guide to Modern Technique of Plants Analysis, Chapman and Hill, London, Topan Comp. Ltd, Tokyo, Japan.
2. Harry HS Fong, 1978, Phytochemical Screening, Chicago College of Pharmacy, University of Illionin at Medical Centre.
3. Pengembangan dan Pemanfaatan Obat Bahan Alam 1991, Penapisan Farmakologi, Pengujian Fitokimia
dan Pengujian Klinik, Kelompok Kerja Ilmiah Phyto Medica.
4. Kelompok Kerja Ilmiah Yayasan Pengembangan Obat Bahan Alam Phyto Medica, 1991, Pedoman
Pengujian dan Pengembangan Fitofarmaka, Penapisan Farmakologi, Pengujian Fitokimia dan Pengujian Klinik, Pengembangan dan Pemanfaatan Obat Bahan Alam.
FITOFARMASI
Kode MA SEM K T P TOTALBIF 331 IV 2 0 1 2 SKS
Tujuan
Kuliah Setelah mengikuti kuliah, mahasiswa memahami dan mampu menjelaskan tentang produk obat dari bahan alam terutama dari ekstrak tanaman obat, mulai dari bahan baku, ekstraksi, formulasi dan pembuatan sediaan fitofarmasijadi yang terstandar.
Praktikum Setelah mengikuti praktikum, mahasiswa mampu menerapkan teori-teori dalam kuliah di atas, termasuk menggunakan alat-alat, mengukur, menyajikan, mengolah dan menginterpretasikan data hasil praktikum, serta menyusun laporan praktikum.
Diskripsi
Kuliah Metoda ekstraksi dan contoh ekstrak; Metoda dan terapan standarisasi simplisia, ekstrak dan produk; Metoda formulasi dan produksi sediaan jadi fitofarmasi.
Praktikum Dalam praktikum mahasiswa belajar melakukan ekstraksi, standarisasi ekstrak (spesifikasi umum, sidik jari kromatogram dan penentuan kadar) dan pembuatan sediaan fitofarmasi bentuk likuid dan bentuk padat ( kapsul, tablet). Dilakukan paralel integrasi dengan praktikum fitokimia.
Pustaka
1. Harbone, 1973, Phytochemical Methods, A Guide to Modern Technique of Plants Analysis, Chapman and Hill, London, Topan Comp. Ltd, Tokyo, Japan.
2. Harry HS Fong, 1978, Phytochemical Screening, Chicago College of Pharmacy, University of Illionin at Medical Centre.
3. Trease GE and Evans W.C, 1978, Pharmacognosy, XI th Edition, Bailliare, Tyndall, London.
4. Mabry T.J., Markham K.R. & Thomas M.B., 1970, The Systematic Identification of Flavonoids, Springer-Verlag, New York, Heidelberg, Berlin.