• Tidak ada hasil yang ditemukan

KINERJA ANggARAN 1. Realisasi Anggaran

Realisasi Pendapatan untuk periode yang berakhir pada 31 desember 2016 adalah sebesar Rp3.849.675.874,00 atau mencapai 187,70 persen dari estimasi pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp2.051.025.000,00 Keseluruhan Pendapatan Negara dan hibah lingkup Eselon I Sekretariat Jenderal adalah merupakan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Rincian estimasi pendapatan dan realisasinya masing-masing satuan kerja unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (uAKPA) pada Eselon I Sekretariat Jenderal TA 2016 adalah sebagai berikut :

Tabel 15 rinCian esTimasi pendapaTandan realisasi pnbp Ta 2016

NO SATUAN KERJA PENDAPATANESTIMASI REALISASI PERSENTASE (%)

1 Sekretariat Jenderal 2.051.025.000,00 3.818.124.434,00 186,16% 3 Sekretariat Dewan Pers 0,00 1.717.257,00 0,00%

4 Sekretariat KPI 0,00 24.216.316,00 0,00%

5 Sekretariat KIP 0,00 5.617.867,00 0,00%

Jumlah 2.051.025.000,00 3.849.675.874,00 187,70%

Perbandingan realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak Tahun 2016 dan Tahun 2015 pada Eselon I Sekretariat Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika disajikan dalam tabel di bawah ini :

Tabel 16 perbandingan realisasi pnbp Ta 2016 dan Ta 2015

NO URAIAN TA 2016 TA 2015 KENAIKAN / (PENURUNAN)

Rp %

1 Pendapatan dari Pengelolaan BMN 488.173.406,00 345.731.708,00 142.441.698,00 41,20% 2 Pendapatan Jasa 2.012.500.000,00 0,00 2.012.500.000,00 0,00% 3 Pendapatan Iuran dan Denda 83.773.468,00 71.773.500,00 11.999.968,00 16,72% 4 Pendapatan Lain-Lain 1.265.229.000,00 895.912.957,00 369.316.043,00 41,22% Jumlah 3.849.675.874,00 1.313.418.165,00 2.536.257.709,00 193,10%

Realisasi PNBP pada Tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar Rp2.536.257.709,00 atau 193,10 persen dibandingkan TA 2015 yang disebabkan oleh:

1. Adanya kenaikan realisasi Pendapatan dari Pengelolaan BMN sebesar 41,20 persen jika dibandingkan TA 2015.

2. Adanya realisasi pendapatan jasa yang sangat signifikan di TA 2016 yang berasal dari pendapatan jasa tenaga, pekerjaan, informasi. pelatihan dan teknologi.

3. Adanya kenaikan pendapatan yang berasal dari iuran dan denda serta pendapatan lain-lain masing-masing sebesar 16,72 persen dan 41,22 persen dibandingkan dengan TA 2015.

Ringkasan

EksEkutif PEndahuluan PEREncanaankinERja akuntabilitas kinERja PEnutuP

31

Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal 2016 Pendapatan iuran dan denda tersebut

merupakan pendapatan denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan pemerintah dan pendapatan lain-lain terdiri dari:

a. Pendapatan penyelesaian tuntutan ganti rugi non bendahara

b. Pendapatan penyelesaian tuntutan perbendaharaan

c. Penerimaan kembali belanja pegawai tahun anggaran yang lalu

d. Penerimaan kembali belanja barang tahun anggaran yang lalu

e. Penerimaan kembali persekot/uang muka gaji

2. Belanja Negara

Realisasi Belanja lingkup Eselon I Sekretariat Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Tahun 2016 adalah sebesar Rp250.702.400.290,00 atau sebesar 83,20 persen dari anggarannya setelah dikurangi dengan pengembalian belanja. Sedangkan Anggaran Belanja lingkup Eselon I Sekretariat Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Tahun 2016 adalah sebesar Rp301.308.594.000,00

Anggaran dan Realisasi Belanja Tahun Anggaran 2016 disajikan dalam tabel di bawah ini.

Tabel 17 rinCian anggarandan realisasi belanja Ta 2016

KODE JENIS

BELANJA URAIAN JENIS BELANJA ANGGARAN REALISASI BELANJA PERSENTASE (%)

51 Belanja Pegawai 69.191.347.000,00 58.250.444.051,00 84,19% 52 Belanja Barang 224.815.689.000,00 187.089.417.283,00 83,22% 53 Belanja Modal 7.301.558.000,00 5.915.387.414,00 81,02% Total Belanja Kotor 301.308.594.000,00 251.255.248.748,00 83,39%

Pengembalian Belanja - (552.848.458,00) 0,00%

Jumlah 301.308.594.000,00 250.702.400.290,00 83,20%

Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja per kegiatan adalah berikut ini :

Tabel 18 rinCian anggarandan realisasi belanjaperKegiaTan Ta 2016

KODE

KEG URAIAN KEGIATAN ANGGARAN BELANJA (NETTO)REALISASI

% REALISASI TERHADAP ANGGARAN

3011 Koordinasi Perumusan Peraturan Perundang-undangan dan bantuan hukum Kementerian Komunikasi dan Informatika

5.112.130.000,00 4.213.025.851,00 82,41%

3012 Koordinasi Pembinaan Kepegawaian dan Penataan Organisasi Kementerian Komunikasi dan Informatika

10.905.662.000,00 10.231.975.941,00 93,82% 3013 Koordinasi Pembinaan dan Pengelolaan

Keuangan dan Penatausahaan Barang Milik Negara Kementerian Komunikasi dan Informatika

60.171.647.000,00 50.673.071.323,00 84,21%

3014 Koordinasi Penyusunan Program, Kegiatan dan Anggaran, Lintas Sektoral dan Daerah Serta Evaluasi dan Laporan Kementerian Komunikasi dan Informatika

11.043.948.000,00 10.866.315.879,00 98,39%

3015 Koordinasi Pembinaan dan Pengelolaan Administrasi, Pengadaan Barang/Jasa Serta Pelayanan Penunjang Pelaksanaan Tugas Kementerian Komunikasi dan Informatika

Ringkasan

EksEkutif PEndahuluan PEREncanaankinERja akuntabilitas kinERja PEnutuP

32

Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal 2016

KODE

KEG URAIAN KEGIATAN ANGGARAN BELANJA (NETTO)REALISASI

% REALISASI TERHADAP ANGGARAN

3016 Pelayanan, Pengelolaan,

Pengembangan, dan Pemanfaatan Data dan Informasi Serta Sarana Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika

9.028.430.000,00 6.792.794.968,00 75,24%

3017 Pelayanan Informasi, Promosi, Penyediaan Akses Informasi dan Dokumentasi Kementerian Komunikasi dan Informatika

10.501.371.000,00 6.733.584.662,00 64,12%

3018 Pelayanan Ketatalaksanaan dan Administrasi Kerjasama Internasional Kementerian Komunikasi dan Informatika

5.030.104.000,00 4.631.472.002,00 92,08%

3019 Pelaksanaan dan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Kementerian Komunikasi dan Informatika

32.850.581.000,00 15.078.945.808,00 45,90%

3020 Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Komisi Informasi (KI) Pusat

21.823.239.000,00 16.247.043.483,00 74,45%

3021 Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat

48.182.400.000,00 44.016.568.729,00 91,35% 3022 Dukungan Manajemen dan Dukungan

Teknis Lainnya Dewan Pers 21.267.400.000,00 16.792.215.752,00 78,96% 3023 Pelaksanaan Pembangunan dan

Rehabilitasi Sarana dan Prasarana Kementerian Komunikasi dan Informatika

100.000.000,00 98.707.000,00 98,71%

Jumlah 301.308.594.000,00 250.702.400.290,00 83,20%

Komposisi anggaran dan realisasi belanja lingkup Eselon I Sekretariat Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika disajikan dalam grafik, sebagai berikut:

gambar 9 Komposisi anggarandan realisasi belanja Tahun anggaran 2016 250.000.000.000,00 200.000.000.000,00 150.000.000.000,00 100.000.000.000,00 50.000.000.000,00 0,00

Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Anggaran Realisasi

Ringkasan

EksEkutif PEndahuluan PEREncanaankinERja akuntabilitas kinERja PEnutuP

33

Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal 2016

Perbandingan realisasi belanja Tahun 2016 dan Tahun 2015 disajikan dalam tabel berikut ini :

Tabel 19 perbandingan realisasi belanja Ta 2016 dan Ta 2015

URAIAN JENIS BELANJA

REALISASI BELANJA NAIK/(TURUN)

TA 2016 TA 2015 RP %

Belanja Pegawai 57.854.347.414,00 68.234.869.072,00 (10.380.521.658,00) -15,21% Belanja Barang 186.932.665.462,00 157.962.997.596,00 28.969.667.866,00 18,34% Belanja Modal 5.915.387.414,00 40.249.514.219,00 (34.334.126.805,00) -85,30% Jumlah 250.702.400.290,00 266.447.380.887,00 (15.744.980.597,00) -5,91%

Realisasi belanja Tahun 2016 mengalami penurunan sebesar Rp15.744.980.597,00 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut antara lain disebabkan oleh adanya Penurunan Belanja Pegawai dan Belanja Modal dibandingkan TA 2015 masing-masing sebesar 15,21 persen dan 85,30 persen.

3. Belanja Pegawai

Realisasi Belanja Pegawai Tahun 2016 dan Tahun 2015 adalah masing-masing sebesar Rp57.854.347.414,00 dan Rp68.234.869.072,00.

Belanja Pegawai adalah belanja atas kompensasi, baik dalam bentuk uang maupun barang yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang diberikan kepada pejabat negara, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan pegawai yang dipekerjakan oleh pemerintah yang belum berstatus PNS sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan modal.

Perbandingan rincian realisasi pegawai disajikan dalam tabel berikut ini:

Tabel 20 perbandingan rinCian realisasi belanja pegawai Ta 2016 dan Ta 2015

KODE URAIAN REALISASI TA 2016 REALISASI TA 2015 NAIK/ (TURUN) %

5111 Belanja Gaji dan

Tunjangan PNS 34.872.207.633,00 36.336.174.348,00 (1.463.966.715,00) -4,03% 5115 Belanja Gaji dan

Tunjangan Non PNS 118.125.000,00 83.125.000,00 35.000.000,00 42,11% 5121 Belanja honorarium 3.821.560.000,00 12.413.893.550,00 (8.592.333.550,00) -69,22% 5122 Belanja Lembur 30.618.000,00 32.588.000,00 (1.970.000,00) -6,05% 5124 Belanja Tunjangan Khusus

dan Belanja Pegawai Transito

19.407.933.418,00 19.884.520.961,00 (476.587.543,00) -2,40%

Realisasi Belanja Bruto 58.250.444.051,00 68.750.301.859,00 (10.499.857.808,00) -15,27% Pengembalian Belanja (396.096.637,00) (515.432.787,00) (119.336.150,00) 23,15% Realisasi Belanja Netto 57.854.347.414,00 68.234.869.072,00 (10.380.521.658,00) -15,21%

Realisasi Belanja Pegawai Sekretariat Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika TA 2016 mengalami penurunan sebesar Rp10.380.521.658,00 atau 15,21 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut antara lain disebabkan oleh adanya penurunan realisasi Belanja Gaji dan Tunjangan PNS, Belanja honorarium, Belanja Lembur, Belanja Tunjangan Khusus dan belanja Pegawai Transito.

Ringkasan

EksEkutif PEndahuluan PEREncanaankinERja akuntabilitas kinERja PEnutuP

34

Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal 2016

4. Belanja Barang

Realisasi Belanja Barang Tahun 2016 dan 2015 adalah masing-masing sebesar Rp186.932.665.462,00 dan Rp157.962.997.596,00.

Perbandingan realisasi Belanja Barang Tahun 2016 dan 2015 disajikan dalam tabel berikut ini:

Tabel 21 perbandingan realisasi belanja barang Ta 2016 dan Ta 2015

KODE URAIAN REALISASI TA 2016 REALISASI TA 2015 NAIK/ (TURUN) %

5211 Belanja Barang

Operasional 27.349.546.470,00 21.654.938.181,00 5.694.608.289,00 26,30% 5212 Belanja Barang Non

Operasional 43.716.728.350,00 41.488.753.480,00 2.227.974.870,00 5,37% 5218 Belanja Barang Persediaan 4.083.242.639,00 2.516.838.605,00 1.566.404.034,00 62,24% 5221 Belanja Jasa 37.161.318.491,00 28.337.364.942,00 8.823.953.549,00 31,14% 5231 Belanja Pemeliharaan 18.985.488.868,00 15.266.381.995,00 3.719.106.873,00 24,36% 5241 dan 5242 Belanja Perjalanan 55.793.092.465,00 48.828.035.751,00 6.965.056.714,00 14,26% Realisasi Belanja Bruto 187.089.417.283,00 158.092.312.954,00 28.997.104.329,00 18,34% Pengembalian Belanja (156.751.821,00) (129.315.358,00) (27.436.463,00) 21,22% Realisasi Belanja Netto 186.932.665.462,00 157.962.997.596,00 28.969.667.866,00 18,34%

Realisasi Belanja Barang mengalami peningkatan sebesar Rp28.969.667.866,00 atau 18,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut antara lain disebabkan oleh :

1. Adanya peningkatan Belanja Barang Operasional sebesar 26,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

2. Adanya peningkatan Belanja Barang Non Operasional sebesar 5,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

3. Adanya keaikan Belanja Barang Persediaan secara signifikan sebesar 62,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

4. Adanya peningkatan Belanja Jasa sebesar 31,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

5. Adanya peningkatan Belanja Pemeliharaan sebesar 24,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

6. Adanya peningkatan Belanja Perjalanan baik dalam Negeri maupun Luar Negeri sebesar 14,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ringkasan

EksEkutif PEndahuluan PEREncanaankinERja akuntabilitas kinERja PEnutuP

35

Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal 2016

5. Belanja Modal

Realisasi Belanja Modal TA 2016 dan 2015 adalah masing-masing sebesar Rp5.915.387.414,00 dan Rp40.249.514.219,00 Belanja modal merupakan pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang mmeberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi.

Perbandingan Realisasi Belanja Modal TA 2016 dan 2015 disajikan dalam tabel berikut ini :

Tabel 22 perbandingan realisasi belanja modal Ta 2016 dan 2015

KODE URAIAN REALISASI TA 2016 REALISASI TA 2015 NAIK/ (TURUN) %

5311 Belanja Modal Tanah 0,00 156.315.125,00 (156.315.125,00) -100,00% 5321 Belanja Modal

Peralatan dan Mesin 5.587.840.414,00 21.240.527.710,00 (15.652.687.296,00) -73,69% 5331 Belanja Modal Gedung

dan Bangunan 98.707.000,00 18.260.271.500,00 (18.161.564.500,00) -99,46% 5361 Belanja Modal Lainnya 228.840.000,00 593.273.884,00 (364.433.884,00) -61,43% Realisasi Belanja Bruto 5.915.387.414,00 40.250.388.219,00 (34.335.000.805,00) -85,30% Pengembalian Belanja - (874.000,00) 874.000,00 -100,00% Realisasi Belanja Netto 5.915.387.414,00 40.249.514.219,00 (34.334.126.805,00) -85,30%

Realisasi Belanja Modal pada TA 2016 mengalami penurunan sebesar Rp34.334.126.805,00 dibandingkan TA 2015 yang disebabkan oleh penurunan Belanja Modal yang terdiri dari Belanja Modal Tanah, Belanja Modal Peralatan dan Mesin, Belanja Modal Gedung dan Bangunan, dan Belaja Modal Lainnya secara signifikan.

6. Belanja Modal Tanah

Realisasi Belanja Modal Tanah TA 2016 dan TA 2015 adalah masing-masing sebesar Rp0,00 dan Rp156.315.125,00 Realisasi TA 2016 mengalami penurunan sebesar 100,00 persen dibandingkan TA 2015. hal ini disebabkan karena tidak terdapat realisasi belanja yang digunakan untuk pengadaan tanah pada TA 2016.

Perbandingan Realisasi Belanja Modal Tanah TA 2016 dan 2015 dapat dilihat pada tabel halaman selanjutnya.

Tabel 23 perbandingan realisasi belanja modal Tanah Ta 2016 dan Ta 2015

URAIAN REALISASI TA 2016 REALISASI TA 2015 NAIK/TURUN (%)

Belanja Modal Tanah 0,00 156.315.125,00 -100,00%

Total Belanja Modal Kotor 0,00 156.315.125,00 -100,00%

Pengembalian Belanja 0,00 0,00 0,00%

Ringkasan

EksEkutif PEndahuluan PEREncanaankinERja akuntabilitas kinERja PEnutuP

36

Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal 2016

7. Belanja Modal Peralatan dan Mesin

Realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin TA 2016 adalah sebesar Rp 5.587.840.414,00 mengalami penurunan sebesar 73,69 persen bila dibandingkan dengan realisasi belanja Peralatan dan Mesin TA 2015 sebesar Rp21.239.653.710,00.

Rincian Belanja Modal Peralatan dan Mesin disajikan dalam tabel berikut ini:

Tabel 24 perbandingan realisasi belanja modal peralaTandan mesin Ta 2016 dan Ta 2015

URAIAN REALISASI TA 2016 REALISASI TA 2015 NAIK/TURUN (%)

Peralatan dan Mesin 5.587.840.414,00 21.240.527.710,00 -73,69% Total Belanja Modal Kotor 5.587.840.414,00 21.240.527.710,00 -73,69%

Pengembalian Belanja 0,00 (874.000,00) -100,00%

Jumlah Belanja Modal peraatan dan

Mesin Netto 5.587.840.414,00 21.239.653.710,00 -73,69%

8. Belanja Modal gedung dan Bangunan

Realisasi Belanja Modal Gedung dan Bangunan TA 2016 dan TA 2015 adalah masing-masing sebesar Rp98.707.000,00 dan Rp18.260.271.500,00.

Rincian Belanja Modal Gedung dan Bangunan disajikan dalam tabel pada halaman selanjutnya.

Tabel 25 perbandingan realisasi belanja modal gedungdan bangunan Ta 2016 dan Ta 2015

URAIAN REALISASI TA 2016 REALISASI TA 2015 NAIK/TURUN (%)

Gedung dan Bangunan 98.707.000,00 18.260.271.500,00 -99,46% Total Belanja Modal Kotor 98.707.000,00 18.260.271.500,00 -99,46%

Pengembalian Belanja 0,00 0,00 0,00%

Jumlah 98.707.000,00 18.260.271.500,00 -99,46%

9. Belanja Modal Lainnya

Realisasi Belanja Modal Lainnya TA 2016 dan 2015 adalah masing-masing sebesar Rp228.840.000,00 dan Rp593.273.884,00. Realisasi Belanja Modal TA 2016 mengalami penurunan sebesar 61,43 persen dibandingkan Realisasi Belanja Modal Lainnya TA 2015.

Rincian Belanja Modal Lainnya disajikan dalam tabel berikut ini:

Tabel 26 perbandingan realisasi belanja modal lainnya Ta 2016 dan Ta 2015

URAIAN REALISASI TA 2016 REALISASI TA 2015 NAIK/TURUN (%)

Belanja Modal Lainnya 228.840.000,00 593.273.884,00 -61,43% Total Belanja Modal Kotor 228.840.000,00 593.273.884,00 -61,43%

Pengembalian Belanja 0,00 0,00 0,00%

Ringkasan

EksEkutif PEndahuluan PEREncanaankinERja akuntabilitas kinERja PEnutuP

37

Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal 2016

A. KESIMPuLAN

Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2016 merupakan bentuk pertanggung jawaban atas kinerja Sekretariat Jenderal dalam melaksanakan program kerja dalam rangka pencapaian visi, misi, dan sasaran strategis, serta disusun untuk memenuhi amanat dari Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Pelaksanaan tugas Sekretariat Jenderal dilaksanakan sesuai dengan Penetapan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2016 yang terdiri dari 2 (dua) sasaran strategis yaitu, Terwujudnya Reformasi Birokrasi dan tata kelola yang baik di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika, yang dijabarkan pencapaiannya melalui 4 (empat) indikator kinerja. Keempat indikator kinerja tersebut telah tercapai dengan baik, yaitu Nilai hasil Survey Kepuasan Pegawai, Nilai Assessment Pegawai, dan Persentase Penempatan pegawai pada jabatan fungsional tertentu (JfT), sementara 1 (satu) indikator lainnya tidak tercapai yaitu Nilai hasil Evaluasi RB.

Untuk tahun anggaran 2016, pencapaian

Dokumen terkait