Persentase Kinerja Guru (%)
3. Kinerja guru
Gambar 14. Grafik hasil kinerja guru siklus I, II, III
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kinerja guru dalam menerapkan model pembelajaran Jigsaw sangat baik. Dari siklus I sampai dengan siklus III guru terus mengalami peningkatan kinerjanya.
70 87.5 95 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Siklus I Siklus II Siklus III
Persentase Kinerja Guru (%)
Persentase Kinerja Guru (%)
Guru selalu berusaha membimbing siswa, mengarahkan siswa dan mengajar siswa dengan sebaik mungkin sehingga apa yang disampaikan guru mudah untuk dipahami siswa. Setiap tahapan dalam model pembelajaran Jigsaw juga telah dilakukan guru dengan sangat baik.
Berdasarkan gambar 14, dapat diketahui rata-rata persentase kinerja guru pada sklus I adalah 70% dengan kriteria baik. Sedangkan pada siklus II rata-rata persentase kinerja guru meningkat menjadi 87,5% dengan katagori sangat baik. Kemudian pada siklus III rata-rata persentse kinerja guru mengalami peningkatan menjadi 95% dengan kategori sangat baik. Hasil pengamatan ini menunjukkan bahwasannya secara umum guru telah mengelola pembelajaran dengan model pembelajaran Jigsaw dengan sangat baik.
Dengan demikian kinerja guru pada pembelajaran dengan model pembelajaran Jigsaw telah mencapai indikator kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya, yaitu sebesar 75%.
4. Tanggapan siswa
Berdasarkan hasil dari angket yang telah diisi siswa dari siklus I sampai dengan siklus III menunjukkan bahwa siswa memberikan respon sangat baik terhadap model pembelajaran Jigsaw yang telah diberikan pada siswa, dengan persentase rata-rata sebesar 85,7% pada siklus I, 87% pada siklus II, dan pada siklus III sebesar 93,8%. Dimana sebagian besar siswa berpendapat bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan motivasi dan semangat belajar, aktivitas belajar, keberanian dalam berpendapat, kecakapan dalam diskusi, dan kerjasama dalam diskusi kelompok. Selain itu mereka juga
berpendapat bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran Jigsaw sangat menyenangkan dan tidak membosankan, memberikan kemudahan untuk memecahkan masalah dan memahami materi yang disampaikan oleh guru, dapat mengembangkan pemikiran mereka ketika belajar pokok bahasan memperbaiki TV penerima.
Dengan demikian respon atau tanggapan siswa pada model pembelajaran Jigsaw telah mencapai indikator kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya, yaitu sebesar 75%.
5. Tanggapan guru
Berdasarkan hasil wawancara guru terhadap model pembelajaran Jigsaw baik pada siklus I, siklus II, maupun siklus III, guru menyatakan setuju bahwa dengan penerapan model pembelajaran Jigsaw pada pokok bahasan memperbaiki TV penerima dapat meningkatkan aktivitas siswa. Guru yang juga mengamati jalannya kegiatan belajar mengajar melihat bahwa siswanya memang lebih aktif. Sikap saling menghargai pendapat orang lain semakin baik, sehingga baik siswa yang berkemampuan akademik tinggi maupun rendah ikut memberikan andil dalam usaha memahami materi pelajaran secara bersama.
Dari pembahasan tersebut menunjukkan bahwa indikator kinerja pada hasil belajar siswa, aktivitas siswa, kinerja guru, dan tanggapan siswa telah tercapai.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Ketuntasan hasil belajar secara klasikal siswa kelas XI Prodi TAV SMK YPT Kota Tegal pada pokok bahasan memperbaiki TV penerima mencapai 92%. Hasil tersebut diambil dari ketuntasan hasil belajar secara klasikal pada siklus III.
2. Efektivitas pembelajaran dengan model pembelajaran Jigsaw di kelas XI Prodi TAV SMK YPT Kota Tegal pada pokok bahasan memperbaiki TV penerima diambil dengan menghitung rata-rata dari ketuntasan hasil belajar secara klasikal pada siklus III, aktivitas siswa siklus pada III, kinerja guru dalam menerapkan model pembelajaran Jigsaw pada siklus III, dan tanggapan siswa tentang model pembelajaran Jigsaw pada siklus III, hasil yang diperoleh yaitu sebesar 93%. Hasil tersebut setelah dikonsultasikan dengan tabel kriteria efektivitas model pembelajaran Jigsaw maka masuk dalam kategori sangat efektif.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, beberapa hal dapat disarankan agar pembelajaran pada pokok bahasan memperbaiki TV penerima dengan model pembelajaran Jigsaw dapat berhasil, yaitu:
1. Guru harus memperhatikan alokasi waktu yang dialokasikan.
2. Guru hendaknya memberikan bimbingan dan pengarahan terhadap kegiatan diskusi siswa dengan tidak melupakan perannya sebagai fasilitator dan motivator, agar pembelajaran dapat berjalan lancar.
DAFTAR PUSTAKA
Anni, Catharina T. 2007. Psikologi Belajar.Semarang: UNNES Press. Arikunto, S dkk. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksara. Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:
Rineka Cipta.
Arikunto, S. 2009. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Fahrul, Z. 2012. Penerapan Metode Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS)
Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Aktivitas Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntansi Pokok Bahasan Jurnal Penyesuaian Di Smk Negeri 1 Kudus. Skripsi. Semarang : UNNES
Hamalik O. 2008. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: Bumi Aksara.
Herlambang Sigit Pramono & Haryanto. 2009 “Pencapaian Kompetensi Mahasiswa D3 Teknik Elektro Pada Mata Kuliah Praktek Sistem
Mikroprosesor Dengan Metode Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Jigsaw”. Jurnal Edukasi@Elektro Vol. 5,No.1, Maret 2009, hlm 79-90. Online at
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/jurnal%20pembelajaran%20mikropr osesor.pdf. (tanggal akses 16 Oktober 2012).
Isjoni, H. 2011. Pembelajaran Kooperatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Mulyasa, E. 2009. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Rohimah, Siti Maryam. 2012. Model Pembelajaran Jigsaw. http://share-pangaweruh.blogspot.com/2012/06/model-pembelajaran-jigsaw.html (tanggal akses 20 Januari 2013 jam 01.00).
Saptono, S. 2003. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Semarang: Jurusan Biologi FMIPA UNNES.
Sardiman. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Setiyawati, A. 2005. Peningkatan kualitas proses pembelajaran konsep klasifikasi dan keanekaragaman tumbuhan biji dengan strategi STAD pada siswa SMP Negeri 1 Semarang. Skripsi. Semarang: UNNES.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung. Alfabeta.
Widowati, N. 2009 “Peningkatan Kemampuan Ketrampilan Praktik Pengendali
Elektro Pneumatik Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada
Siswa Kelas XII Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik SMK 7 Semarang”.
Jurnal DIDAKTIKA Edisi Khusus Hardiknas, Mei 2009. Online at
http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/edkhusmei093546_2085-9791.pdf. (tanggal akses 24 September 2012).
Wulandari, R. 2005. Keefektifan Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW Dan STAD Terhadap Hasil Belajar Matematika Pokok Bahasan Teorema Pythagoras Pada Siswa Kelas II Semester I SMPN 13 Semarang Tahun Pelajaran 2004/2005. Skripsi. Semarang: UNNES.
http://azisgr.blogspot.com/2010/05/model-pembelajaran-kooperatif-tipe.html (tanggal akses 16 oktober 2012 jam 11.00).
http://baliteacher.blogspot.com/2012/04/model-pembelajaran-cooperatif-tipe.html. (tanggal aksses 17 september 2012 jam 14.30).
http://delsajoesafira.blogspot.com/2010/05/definisi-pembelajaran.html (tanggal akses 16 oktober 2012 jam 09.00).
http://k-electrocircuit.blogspot.com (tanggal akses 16 oktober 2012 jam 12.30).
SILABUS
NAMA SEKOLAH : SMK YPT Kota Tegal
MATA PELAJARAN : Kompetensi Kejuruan KELAS/SEMESTER : XI / ( 3-4 )
STANDAR KOMPETENSI : Memperbaiki Sistem Penerima Televisi
KODE KOMPETENSI : AV.064.B10
ALOKASI WAKTU : 12 X 45 menit KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN
ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR TM PS PI Memperbaiki penerima televisi a. Menyebutkan keselamatan kerja dalam perbaikan penerima televisi b. Menyebutkan troubleshooting penerima televisi c. Menyebutkan gejala kerusakan bagian penerima televisi d. Menyebutkan penanganan kerusakan perangkat televisi a. Keselamatan kerja b.Gejala kerusakan TV c.Troubleshooting kerusakan TV d. Penggantian komponen kerusakan TV Model Pembelajaran JIGSAW a. Diskusi kelompok b. Tes tertulis 12 (3x pertemuan) LDS Teknik Telvisi Teknik Perbaikan TV Hitam Putih dan warna Mengetahui Peneliti Guru Kelas
Zudhi Anwar S.Pd Ahmad Sutrisno
5301409053
L
ampiran
1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)