• Tidak ada hasil yang ditemukan

a. Pengertian Kinerja Karyawan

Istilah kinerja berasal dari kata Job Performance atau actual Perfomance (Prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang di capai oleh seseorang). Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai tanggung jawab yang diberikan kepadannya (Mangkunegara 2013:67) kinerja yang sering kali dipikirkan sebagai pencapaian tugas dimana istilah tugas sendiri berasal dari pemikiran aktivitas yang dibutuhkan oleh pekerja karena menurut (Sadarmayanti 2011:202) kinerja adalah cara mendapatkan hasil lebih baik bagi organisasi, kelompok, dan individu dengan memahami dan mengelola kinerja sesuai dengan target yang direncanakan.

Adapun menurut Wibowo (2010:7) mengatakan bahwa kinerja adalah tentang melakukan pekerjan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. Sedangkan menurut Veithzal Rivai (2011:312) menyatakan bahwa kinerja karyawan adalah tentang melakukan pekerjaan yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan peranan dalam perusahaan.

Kinerja karyawan (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadannya Wirawan dalam Abdullah (2014:3).

Menurut Simanjuntak dalam Widodo (2015:131) kinerja karyawan adalah hasil dari suatu pekerjaan yang telah dilakukan baik berupa fisik atau material maupun non fisik atau non material.

Kinerja karyawan adalah hasil yang dicapai seseorang pada pekerjaan yang bersangkutan sesuai dengan ukuran yang berlaku.

Menurut Bangun (2012:231) kinerja (performance) adalah hasil pekerjaan yang dicapai seseorang berdasarkan persyaratan – persyaratan pekerjaan yang diberikan (job requirement).

Kinerja adalah kesediaan seseorang atau kelompok orang untuk melakukan kegiatan dan menyempurnakan sesuai dengan tanggung jawabnya dengan hasil seperti yang diharapkan. Kinerja merupakan performanceatau kerja. Kinerja dapat pula diartikan sebagai prestasi kerja atau pelaksanaan kerja atau hasil untuk kerja menurut Dessler dalam Arif Ramdhani (2012:18)

Menurut Mathis dan Jackson (dalam Sadeli dan Prawira, 2016:378), Kinerja karyawan adalah kontribusi yang diberikan karyawan kepada perusahaan yang dapat diidentifikasi dari hasil kerja karyawan. Kinerja para karyawan individual adalah faktor yang mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi. Indikator kinerja karyawan menurut Mathis dan Jackson (dalam Sadeli dan Prawira, 2016:378) adalah kuantitas, keandalan, kehadiran dan kemampuan bekerjasama. Kinerja karyawan dipengaruhi oleh motivasi kerja. Motivasi adalah suatu perangsang keinginan dan daya penggerak kemauan bekerja seseorang karena setiap kinerja mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai.

Menurut Mangkunegara (2016:67) istilah kinerja berasal dari kata job performance atau actual permormanse (prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya

yang dicapai seseorang). Pengertian kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadannya.

kinerja adalah hasil dari suatu proses yang mengacu dan diukur selama priode waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan yang telah ditetapkan sebelumnya (Edison, 2016:190).

b. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan

Faktor – faktor kinerja juga dipengaruhi oleh motivasi, kepuasan kerja, tingkat stres, kondisi fisik pekerjaan, sistem kompensasi, desain pekerjaan, komitmen terhadap organisasi dan aspek – aspek ekonomis teknis serta perilaku lainnya (Handoko 2001:193).

Menurut Tiffin dan Mc. Cormick (dalam As’ad 2001:49) faktor- faktornya sebagai berikut :

1. Faktor Individual

Yaitu faktor – faktor yang meliputi sikap, sifat kepribadian, sifat fisik, minat dan motivasi, pengalaman, umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, serta faktor individual lainnya.

2. Faktor Situsional.

Faktor sosial dan organisasi, meliputi peraturan organisasi jenis latihan dan pengawasan, sistem upah dan lingkungan sosial.

Sedangkan menurut Wirawan (2015:272) menyebutkan bahwa faktor – faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan sebagai berikut :

1. Lingkungan eksternal organisasi

Faktor – faktor eksternal lingkungan organisasi merupakan faktor yang tidak dapat di kontrol oleh organisasi akan tetapi sangat mempengaruhi kinerja karyawan. Faktor – faktor eksternal tersebut antara lain adalah : a. Faktor ekonomi makro dan mikro organisasi

b. Kehidupan politik

c. Kehidupan sosial masyarakat d. Agama dan spritualisme e. Kompetitor

2. Faktor – faktor internal organisasi

Faktor internal organisasi merupakan faktor yang berpengaruh langsung terhadap kinerja karyawan. Faktor – faktor internal tersebut antara lain : a. Budaya organisasi

b. Iklim organisasi 3. Faktor internal karyawan

Faktor - faktor yang ada didalam diri karyawan sangat mempengaruhi kinerja karyawan. Faktor – faktor karyawan adalah faktor bawaan ketika lahir dan faktor – faktor yang diperoleh dari pendidikan dan pengalaman serta lingkungan kehidupan karyawan. Perilaku karyawan tersebut antara lain :

a. Etos kerja b. Motivasi kerja c. Disiplin kerja d. Kepuasan kerja

Sedangkan menurut Ciobanu dan Andronicianu (2015). Faktor – faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang baik secara langsung maupun tidak langsung adalah :

1. Budaya organisasi 2. Motivasi

3. Kedisiplinan

4. Gaya kepemimpinan c. Indikator Kinerja Karyawan

Menurut mangkunegara (2000:67) ada lima indikator kinerja karyawan yaitu : 1) Kualitas. Kualitas kerja diukur dari persepsi karyawan terhadap kualitas

pekerjaan yang dihasilkan serta kesempurnaan tugas terhadap keterampilan dan kemampuan karyawan.

2) Kuantitas. Merupakan jumlah yang dihasilkan dinyatakan istilah dari jumlah unit jumlah siklus atau aktivitas yang dikerjakan.

3) Ketepatan waktu. Meurpakan tingkat aktivitas diselesaikan pada awal waktu yang dinyatakan dilihat dari sudut kordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain.

4) Efektivitas. Merupakan tingkat penggunaan sumber daya organisasi seperti (tenaga, uang, teknologi, bahan baku) dimaksimalkan dengan maksud menaikkan hasil dari setiap unit dalam penggunnaan sumber daya manusia.

5) Kemandirian. Merupakan tingkat seorang karyawan yang nantinya akan dapat menjalankan fungsi kerjanya dan komitmen kerja. Merupakan suatu

tingkat dimana karyawan mempunyai komitmen kerja dengan instansi dan tanggung jawab karyawan terhadap kantor.

d. Fungsi Standart Kinerja Karyawan

Menurut Abdullah ( 2014:115 ) memiliki beberapa fungsi yaitu :

1. Sebagai tolak ukur (benchmark) untuk menentukan keberhasilan dan ketidak berhasilan kinerja ternilai.

2. Memotivasi karyawan agar bekerja lebih keras untuk mencapai standart.

Untuk menjadikan standart kinerja yang benar – benar dapat memotivasi karyawan perlu dikaitkan dengan reward atau imbalan dalam sistem kompesensi.

3. Memberikan arahan pelaksanaan pekerjaan yang harus dicapai, baik kuantitas maupun kualitas.

4. Memberikan pedoman pada karyawan berkenan dengan proses pelaksanaan pekerjaan guna mencapai standart kinerja yang ditetapkan.

e. Tujuan Kinerja Karyawan

Tujuan evaluasi kinerja karyawan adalah untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja organisasi melalui peningkatan kinerja dari SDM organisasi. Secara lebih spesifik, tujuan evaluasi kinerja sebagaimana dikemukakan Agus Sunyoto dalam Menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2014:10) yaitu :

a. Saling meningkatkan pengertian anatara karyawan tentang persyaratan kinerja.

b. Memberikan peluang kepada karyawan untuk mendiskusikan keinginan dan aspirasinya dan meningkatkan kepedulian terhadap karier atau terhadap pekerjaanya yang dkiembannya sekarang.

c. Mencatat dan mengakui hasil kinerja seorang karyawan, sehingga mereka termotivasi untuk berbuat yang lebih baik, atau sekurang – kurangnya berprestasi sama dengan prestasi yang terhadulu.

d. Mendefenisikan atau merumuskan kembali sasaran masa depan, sehingga karyawan termotivasi untuk berpartisipasi sesuai dengan potensinya.

e. Memeriksa rencana pelaksanaan dan pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan pelatihan. Khusus rencana dikalat, dan kemudian menyetujui rencana itu jika tidak hal – hal yang perlu diubah.

Dokumen terkait