• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kinerja Keuangan Perusahaan Menjelang Delisting

KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS

5.2 Kinerja Keuangan Perusahaan Menjelang Delisting

Disamping meneliti alasan pendelistingan oleh Bursa Efek Indonesia terhadap perusahaan, kami juga menganalisa Harga Saham, ROE, ROA, dan PBV perusahaan, keempat indikator ini dianggap merupakan kinerja keuangan perusahaan sebagai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan baik dari sisi bisnis maupun dari sisi investasi.

Tabel 5.3 memperlihatkan perbandingan harga saham semua perusahaan pada masa periode selama 30, 60, 90 dan 270 hari sebelum delisting. Pencantuman masa periode ini untuk melihat persepsi invenstor luar dalam melakukan transaksi di bursa, sebagai respon terhadap informasi yang ada dibursa, hal ini juga akan menunjukkan sekiranya terjadi abnormal return saham pada periode tersebut.

Tabel 5 3 . Harga Saham Perusahaan Delisting 2009 – 2016

No NAMA EMITEN 270 hari 90 Hari 60 Hari 30 hari

1 Singer Indonesia Tbk 1,000 1,000 1,000 1,000

2 Courts Indonesia 1,000 1,000 1,000 1,000

Lanjutan Tabel 5.3

4 Sara Lee Body Care Indonesia 2,250 2,250 2,250 2,250

5 Tunas Alfin Tbk 420 420 420 420

6 BukakaTeknikUtamaTbk 710 710 710 710

7 SekarBumiTbk 645 650 650 650

8 InfoasiaTeknologi Global Tbk 184 184 155 180

9 New Century Development Tbk 50 50 50 50

10 Aqua Golden Mississippi Tbk 244,800 244,800 244,800 244,800

11 Dynaplast 3,500 3,500 3,500 3,500

12 Anta Express Tour and Travel Service Tbk 2,400 2,400 2,250 2,700 13 Alfa RetalindoTbk 2,400 2,400 2,250 2,700 14 ultibreede Adirama Indonesia Tbk 14,750 14,750 13,300 5,700

15 Katarina Utama 64 64 61 61

16 Surya inti Permata 89 89 89 89

17 Surya IntrindoMakmur 148 148 148 148

18 IndoSetu Bara Resources ,Tbk 229 229 229 229

19 IndosiarKarya Media, Tbk 1300 1300 1280 980

20 AmstelciIdonesia, Tbk 3,150 3,150 3,150 3,150

21 Dayaindo Resources Internasional, Tbk 50 50 50 50

22 PanasaniaFilamen Inti Tbk 250 250 250 250

23 PancaWirasakti, Tbk 61 61 61 61

24 Surabaya AgungIndustri Pulp

danKertasTbk 240 240 240 240

25 Asia Natural Resources,Tbk 50 50 50 50

26 Davomas AbadiTbk 50 50 50 50

27 Bank EkonomiRaharja 2,100 2,100 2,100 2,100

28 UnitexTbk 3,700 3,700 3,700 3,700

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa return saham dipengaruhi oleh kondisi saat itu, salah satu diantaranya Arman 2008 mengatakan bahwa pengaruh return saham di pengaruhi oleh surprise pertumbuhan jumlah uang beredar, surprise inflasi, surprise suku bunga deposito, pengaruh surprise nilai tukar rupiah/US dollar, pengaruh surprise pertumbuhan investasi asing dan pengaruh surprise pertumbuhan ekonomi.

Dengan demikian bahwa harga saham saja tidak selalu merefleksikan nilai kinerja dari perusahaan sehingga pengambilan kesimpulan tidak cukup dalam mengkategorikan masalah keuangan, oleh karena untuk menemukan jawaban terhadap masalah yang dihadapi oleh perusahaan pada awal keputusan delisting, maka ROA, ROE dan PBV sebagai rasio profitabilitas dianggap mampu memberi bukti empirik bahwa kinerja keuangan merupakan penjelas utama terhadap perusahaan sebelum pengumuman delisting. Pada tabel 5.4 di cantumkan rerata rasio probitabilitas perusahaan selama 270 Hari . Tabel 5 4. Rerata Kinerja Keuangan, PBV, ROA, ROE Perusahaan yang delisting

No NAMA EMITEN *PBV(%) *ROA (%) *ROE (%)

1 Singer Indonesia Tbk 1.72 -19.87 -20.40

2 Courts Indonesia -0.47 -1.35 5.86

3 JasaAngkasaSemesta 0.15 30.94 56.49

4 Sara Lee Body Care Indonesia -0.80 5.79 145.47

5 Tunas Alfin Tbk 1.55 5.48 7.06

6 BukakaTeknikUtamaTbk 1.70 0.95 1.87

7 SekarBumiTbk 1.77 5.45 12.11

8 InfoasiaTeknologi Global Tbk 0.68 -0.47 -0.76

9 New Century Development Tbk 1.49 -0.01 -0.04

10 Aqua Golden Mississippi Tbk 4.50 6.11 11.11

11 Dynaplast 1.87 4.32 13.15

12 Anta Express Tour and Travel Service Tbk 1.04 1.73 4.59

13 Alfa RetalindoTbk 4.07 -0.64 -1.64

14 Multibreede Adirama Indonesia Tbk 1.42 5.10 10.28

15 Katarina Utama 2.55 -0.21 -0.28

16 Surya inti Permata 0.52 -1.50 -3.42

17 Surya IntrindoMakmur 2.54 -0.26 -0.27

18 IndoSetu Bara Resources ,Tbk 6.25 -4.07 -65.81

19 IndosiarKarya Media, Tbk 29.17 21.90 49.99

20 AmstelciIdonesia, Tbk -17.79 -147.84 22.20

Lanjutan Tabel. 5.4

22 PanasaniaFilamen Inti Tbk -2.15 -0.15 0.89

23 PancaWirasakti, Tbk -0.01 -3.37 2.68

24 Surabaya AgungIndustri Pulp danKertasTbk 0.96 -2.92 -4.20

25 Asia Natural Resources,Tbk 3.31 -1.99 -3.01

26 DavomasAbadiTbk 0.27 2.34 2.47

27 Bank EkonomiRaharja 1.75 0.16 1.64

28 UnitexTbk -0.12 -3.96 4.63

*dihitung dengan nilai dasarper kuartal

Tabel .5.4 memperlihatkan bahwa sebanyak 10 perusahaan tidak menguntungkan dari sisi bisnis dan investasi, ke tujuh perusahaan tersebut mengalami kesulitan keuangan di mana nilai ROA dan ROE menunjukan nilai negatif. Sementara ada 15 Perusahaan yang tidak memiliki kemampuan untuk mengelola aset yang dimilikinya .

Tabel 5.5 Resume perubahan harga saham perusahaan menjelang delsiting.

Statistik IPO Delist

Alasan Delisting Rerata (Rp) 270 (Rp) 90 (Rp) 60 (Rp) 30 (Rp) Average 1998 2012 Delisting ( 20 ) 534 535 535 533 534 Min 1983 2009 Akuisisi (2 ) 2,269 2,250 2,250 2,175 2,400 Max 2009 2015 Merger (2) 6,670 8,025 8,025 7,290 3,340 Stand. Dev 6.809 2.025 Go Private (4) 63,609 63,600 63,600 63,563 63,675

Pada Tabel 5.5 memperlihatkan nilai rerata dari harga saham pada periode yang berbeda, bahwa secara khusus terdapat pergerakan harga hanya pada saham yang di delesting karena merger, dari nilai Rp.8.025 menjadi Rp.6.670. Hasil ini mendukung penelitian terdahulu bahwa reaksi suatu pasar yang ditimbulkan akibat pengumuman merger dan akuisisi dapat dilihat pada berubahnya harga saham, baik pada perusahaan pengakuisisi maupun perusahaan target (Kunjono, 2003). Namun pada saham yang didelsiting karena involuntary

delisting, akuisisi dan go private tidak mengalami pergerakan harga, ini dapat dilihat pada periode 30 hari dan 60 hari yang tidak menunjukkan signifikan perbedaan pada periode 90 hari bahkan selama hampir satu tahun sebelum delisting, karena kurang dari 5%. Pada penelitian yang dilakukan oleh Sanger et.al,1990 menyebutkan bahwa pada saat perusahaan memutuskan untuk delisting satu – satunya hal yang dapat memicu abnormal return positif atau negatif tergantung dari proses kriteria delisting. Kemungkinan ini berhubungan dengan informasi bahwa secara alami akan terjadi pergerakan harga, baik secara positif maupun negatif pada seluruh saham yang ada di pasar keuangan sesuai dengan informasi yang ada, namun dengan alasan tersebut seharusnya perusahaan yang di delisting oleh bursa mengalami nilai negatif yang signifikan pada periode tersebut karena terjadi penawaran transaksi yang rendah terhadap perusahaan yang dianggap memiliki kondisi “sakit”, tetapi data menunjukkan bahwa sampai pada beberapa periode, pergerakan harga menunjukkan tidak signifikan. Untuk menganalisa lebih lanjut terhadap anomali ini, yaitu pergerakan harga saham dan hubungannya dengan informasi yang ada , kami menggunakan pendekatan statistik yaitu parametrik dan non parametrik. Seluruh data yang dihitung secara parametrik dan non parametrik terlebih dahulu di konversi kedalam logaritma.

Ho : Tidak terdapat korelasi yang signifikan antara perubahan harga saham dengan informasi menjelang delisting

Tabel 5 6 Nilai statistik Uji Skewnes dan Kortusisus

N Skewness Kurtosis *Z- Skewness *Z- Kurtosius Statistic Statistic Std. Error Statistic Std. Error 270 Hari 28 .897 .441 1.241 .858 1.938 1.341 90 Hari 28 .897 .441 1.240 .858 1.937 1.340 60 Hari 28 .903 .441 1.279 .858 1.951 1.381 30 hari 28 .908 .441 1.500 .858 1.962 1.620 Valid N (listwise) 28 * diolah

Hasil statistik menunjukkan bahwa data terdistribusi dengan normal dengan nilai skewness lebih kecil dari 1.96 dan nilai Kurtosis di bawah dari 1.96.

Dengan menggunakan uji Non Parametrik, Two Independent Sample dan One sample K-S juga dapat dilihat bahwa perubahan harga saham perperiode tidak signifikan karena α > 0.05.

90 Hari - 270 Hari 30 hari - 60 Hari

Z -1.000a -.406b

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

270 Hari 90 Hari 60 Hari 30 hari

N 28 28 28 28

Normal Parametersa,,b Mean 2.7361 2.7362 2.7289 2.7196

Std. Deviation .89386 .89387 .89203 .87476

Most Extreme Differences Absolute .123 .123 .124 .122

Positive .112 .112 .109 .108

Negative -.123 -.123 -.124 -.122

Kolmogorov-Smirnov Z .651 .651 .657 .644

Asymp. Sig. (2-tailed) .791 .791 .781 .802

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Selanjutnya secara khusus kami mengamati pergerakan Rasio Keuangan yaitu ROE dan ROA dengan membagi kriteria antara perusahaan involuntary dan perusahaan yang di delisting karena permintaan sendiri (Voluntary), tetapi karena sampel terhadap kriteria voluntary dianggap kecil maka akuisisi, merger dan go privat menjadi bagian dari voluntary, hal ini juga untuk menghindari generalisasi kondisi perusahaan seperti yang telah di kemukakan pada kajian teoritis tentang kesulitan keuangan.

Dari analisa data, Rasio ROE dan ROA untuk beberapa periode mengalami fluktuasi pada periode 60 Hari namun kecenderungan memperlihatkan bahwa ROE mengalami pergerakan positif, dalam artian ROE semakin besar mendekati hari pengumuman delesting pada periode 270 hari, hal ini terjadi khususnya kepada perusahaan yang delisting karena Go Private, Akuisisi dan Merger, namun untuk kategori perusahaan yang terdelesting karena involuntary delisting mengalami penurunan rasio profitabiltas.

Tabel 5 7. Perubahan Kinerja Keuangan Perusahaan Voluntari Delisting

No Nama Perusahaan KODE

ROA ROE 270 – 90* 60 – 30* 270 – 90* 60 – 30*

1 Aqua Golden Mississippi Tbk AQUA 3.84 4.68 2.38 2.47

2 Dynaplast DYNA 0.00 4.27 0.00 1.45

3 Anta Express Tour and Travel Service Tbk ANTA 3.24 -8.19 1.25 -3.06

4 Alfa Retalindo Tbk ALFA 3.41 13.25 1.45 5.34

5 Bank Ekonomi Raharja BAEK 1.24 -1.53 0.12 -0.16

6 Unitex Tbk UNTX 1.95 2.47 -1.77 -2.03

7 Indosiar Karya Media, Tbk IDKM 39.24 3.79 21.29 6.19

8 Multibreede Adirama Indonesia Tbk MBAI 21.43 2.42 11.01 1.10

Rerata 9.29375 2.645 4.46625 1.4125

*Hasil pengurangan antara periode 270 – 90 hari, 60 – 30 Hari

Tabel 5.8 Perubahan Kinerja Keuangan Perusahaan Involuntari Delisting

No Nama Perusahaan

KODE

ROA ROE

270 - 90 60 - 30 270 - 90 60 - 30

1 Courts Indonesia MACO 6.13 440 -3.22 6.24

2 Tunas Alfin Tbk TALF 4.55 0.00 3.65 0.00

3 Bukaka Teknik Utama Tbk BUKK 1.16 0.00 0.64 0.00

4 Infoasia Teknologi Global Tbk IATG -0.56 1.39 -0.35 0.87 5 New Century Development Tbk PTRA -0.02 -0.04 -0.05 -0.11

6 Katarina Utama RINA -0.24 -0.04 -0.17 -0.04

7 Surya inti Permata SIIP -1.88 0.19 -0.78 0.08

8 Surya Intrindo Makmur SIMM 0.07 -0.1 0.06 -0.17

9 Dayaindo Resources Internasional, Tbk KARK 0.00 1.69 0.00 1.45

10 Panasania Filamen Inti Tbk PAFI 4.12 7.11 -4.68 -5.41

11 Panca Wirasakti, Tbk PWSI 0.00 -2.81 -0.01 3.21

12 Surabaya Agung Industri Pulp dan Kertas Tbk SAIP -5.50 -8.53 -3.49 -5.32

Lanjutan Tabel 5.6

14 Singer Indonesia Tbk SING -10.24 52.34 -9.15 51.66

15 Counts Indonesia MACO 6.13 440 -3.22 6.24

16 Indo Setu Bara Resources ,Tbk CPDW -160.02 -88.08 -8.05 -14.7

17 Amstelci Idonesia, Tbk INCF 5.31 8.47 -42.24 -42.67

18 Davomas Abadi Tbk DAVO -8.98 1.06 -8.18 1.06

19 Sekar Bumi Tbk SKBM 0.00 0.00 0.00 0.00

20 Jasa Angkasa Semesta JASS 0.00 -13.03 0.00 -12.76

Rerata -8.146 42.042 -4.057 -0.476

Ho = Return On Equity , Return On Asset akan mengalami penurunan menjelang keputusan delisitng.

Untuk lebih menguatkan analisa maka pengujian dilakukan dengan menggunakan metode statistik, pengolahan data secara statistik dilakukan dengan Nonparametrik .

Pada perusahaan yang involuntary delisting mengalami penurunan rasio profitabilitas ROA dan ROE, sementara pada perusahaan voluntary delisting mengalami kenaikan rasio profitabitas ROA dan ROE .

Tabel.5.9 Hasi Uji Non Parametrik terhadap involuntay delsiting, Kolmogorov-Smirnov

Periode Hari

Jumlah

sampel Asymp. Sig. (2-tailed) K-S

N ROA ROE ROA ROE

270 Hari 20 0.005 0.016 1.721 1.557

90 Hari 20 0.087 0.020 1.252 1.519

60 Hari 20 0.212 0.034 1.059 1.428

30 Hari 20 0.001 0.046 2.021 1.373

Tabel 5.10 Hasi Uji Non Parametrik Voluntary, Kolmogorov-Smirnov

Periode Hari

Jumlah

sampel Asymp. Sig. (2-tailed) K-S

N ROA ROE ROA ROE

270 Hari 8 0.639 0.929 0.743 0.543

90 Hari 8 0.961 0.992 0.504 0.431

60 Hari 8 0.239 0.269 1.031 1.001

30 Hari 8 0.176 0.204 1.102 1.068

di olah dari statistik K-S

Dengan uji Kolmogorov Smirnov Kinerja Keuangan ROA dan ROE , jika α<0.05 terima Ho dan α>0.05 tolak Ho. Dengan Uji beda Wilcoxon

signed tes perusahaan yang voluntary delisting mengalami perubahan dalam nilai Based on negatif sebaliknya perusahaan yang involuntary delsiting dengan nilai Based on positif.

Tabel 5.11 Uji Wilcoxon signed, Uji beda Kinerja keuangan voluntary

TES STATISTIC N

ROE ROA

60 - 30 90 - 60 270 - 90 60 - 30 90 - 60 270 - 90

Asymp. Sig. (2-tailed) 8 -.980a -.420a -1.690a -1.400a -1.400a -2.366a

Z 8 0.327 0.674 0.091 0.161 0.161 0.018

a.Based on Negative

Tabel 5 12 Uji Wilcoxon signed, Uji beda Kinerja keuangan involuntary

TES STATISTIC N

ROE ROA

60 - 30 90 - 60 270 - 90 60 - 30 90 - 60 270 - 90

Asymp. Sig. (2-tailed) 20 -.118a -1.733b -2.482b -.923a -.454b -.310b

Z 20 0.906 0.083 0.013 0.356 0.650 0.756

a.Based on Negative

Akhirnya untuk mengetahui secara fundamental Rasio Finansial, mengapa suatu saham tidak likuid di perdagangkan, maka perlu menganalisa kecenderungan nilai harga saham dipasar modal. Tabel 5.13 dan tabel 5.14 memperlihatkan nilai PBV saham yang didelisting

Ho = Nilai PBV akan mengalami penurunan menjelang hari keputusan delsiting

Tabel 5 13 Nilai PBV dari perusahaan yang voluntari delisting

No Nama Perusahaan BPV

270 90 60 30

1 Aqua Golden Mississippi Tbk 4.27 4.41 4.62 4.68

2 Dynaplast 2.17 2.17 2.26 0.86

3 Anta Express Tour and Travel Service Tbk 1.01 1.02 1.06 1.06

4 Alfa Retalindo Tbk 3.92 3.99 4.22 4.14

5 Bank Ekonomi Raharja 1.36 1.43 1.37 1.51

6 Unitex Tbk 25.52 28.42 33.85 28.9

7 Indosiar Karya Media, Tbk 1.81 1.82 1.81 1.57

8 Multibreede Adirama Indonesia Tbk -0.11 -0.11 -0.13 -0.13

Rerata perperiode 4.994 5.394 6.133 5.324

Tabel 5.14 Nilai PBV dari perusahaan yang involuntari delisting

No Nama Perusahaan PBV

270 90 60 30

1 Singer Indonesia Tbk 1.86 1.77 1.63 1.62

2 Courts Indonesia -1.54 -1.56 1.70 20.02

3 Jasa Angkasa Semesta 0.13 0.13 0.18 0.15

4 Sara Lee Body Care Indonesia -3.24 0.02 0.02 0.02

5 Tunas Alfin Tbk 1.53 1.56 1.56 1.56

6 Bukaka Teknik Utama Tbk 1.69 1.70 1.70 1.70

7 Sekar Bumi Tbk 1.77 1.77 1.77 1.77

8 Infoasia Teknologi Global Tbk 0.68 0.68 0.67 0.57

9 New Century Development Tbk 1.49 1.49 1.48 1.48

Lanjutan tabel 5.14

11 Surya inti Permata 0.48 0.47 0.45 0.67

12 Surya Intrindo Makmur 2.60 2.60 2.34 2.62

13 Indo Setu Bara Resources ,Tbk 10.29 6.50 4.56 3.63

14 Amstelci Idonesia, Tbk -16.10 -16.89 -18.20 -19.98 15 Dayaindo Resources Internasional, Tbk 0.41 0.41 0.36 0.36 16 Panasania Filamen Inti Tbk -1.79 -1.85 -1.99 -2.15

17 Panca Wirasakti, Tbk -0.01 -0.01 -0.01 -0.01

18 Surabaya Agung Industri Pulp dan Kertas Tbk 1.07 1.05 0.86 0.96

19 Asia Natural Resources,Tbk 3.39 3.34 3.28 3.25

20 Davomas Abadi Tbk 0.28 0.27 0.26 0.26

Rerata perperiode 0.3775 0.3000 0.2585 1.0520

Secara rerata dalam beberapa periode terlihat bahwa nilai PBV untuk saham yang involuntari delisting cenderung naik sementara nilai rerata untuk perusahaan yang voluntary delisting cenderung turun. Hal ini mengisyaratkan bahwa nilai saham perusahaan yang delisting karena involuntary semakin mahal sementara perusahaan yang delsiting secara voluntary nilainya cenderung lebih murah pada setiap periode. Dengan menggunakan metode statistik non parametrik maka diperoleh nilai kecenderungan PBV pada kasus delisting. Dengan Uji Kolmogorov-Smirnov Tabel 5.15 dan Tabel 5.16 , jika α<0.05 tolak Ho

dan α>0.05 terima Ho, untuk perusahaan yang voluntary delisting

Tabel 5 15 Nilai PBV Involuntary delisting dan Voluntary Delisting

Kriteria Uji K - S N 270 90 60 30

Involuntary delisting

Asymp. Sig. (2-tailed) 20 0.115 0.032 0.007 0.022 Kolmogorov-Smirnov Z 1.195 1.440 1.684 1.504

voluntary delisting

Asymp. Sig. (2-tailed) 8 0.137 0.124 0.106 0.152 Kolmogorov-Smirnov Z

1.158 1.178 1.211 1.136

Pada tabel.5.16 terlihat bahwa nilai PBV pada perusahaan involuntary delisting cenderung semakin mahal pada setiap periode, sementara untuk voluntary cenderung di hargai lebih murah pada setiap periode Kecenderungan naik dan turunnya nilai PBV dapat di lihat pada uji beda Wilcoxon .

Tabel 5 16 Nilai harga saham (BPV) perusahaan yang delsiting Kriteria Wilcoxon Signed

Rangkin test N 60 - 30 90 - 60 270 - 90 Involuntary

delisting

Z 20 -0.353a -2.075a -1.683a

Asymp. Sig. (2-tailed) 0.724 0.038 0.092

voluntary delisting

Z 8 -1.363a -1.540b -2.214b

Asymp. Sig. (2-tailed)

0.173 0.123 0.027 a.Based on Negative

b.Based on Positive

Pada Uji beda Wilcoxon kecenderungan nlai harga saham perusahaan yang involuntary delisting berharga lebih mahal dari 0.353 , 2.075 , dan 1.683 dari harga perperiode, sementara untuk perusahaan yang voluntary delsiting harga sahamnya cenderung menjadi lebih murah dari harga perperiode sebelumnya dari 1.363 , 1.540, dan 2.214

37

BAB 6 PEMBAHASAN

6.1 Interpretasi ROA Dan ROE Terhadap Perusahaan Delisting

ROA merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba pada masa lalu, analisis ini kemudian bisa diproyeksikan ke masa depan untuk melihat kemampuan perusahaan menghasilkan laba pada masa yang akan datang. Analisis ROA mengukur kemampuan laba dengan menggunakan total aset yang ada, setelah biaya-biaya modal dikeluarkan dari analisis. Fokus analisis ROA adalah profitabilitas independent terhadap biaya modalnya. Olehnya itu perusahan involuntari delisting yang mengalami penurunan ROA apalagi yang memiliki nilai negatif merupakan perusahaan yang kurang memiliki kelanjutan usaha yang baik (Going Concern). ROE secara ekplisit memperhitungkan kemampuan perusahaan menghasilkan suatu laba bagi pemegang saham biasa, setelah memperhitungkan bunga (biaya bunga) dan Deviden saham Preferen (biaya saham preferen). Investor mempunyai klaim terhadap residual atas keuntungan yang diperoleh, sehingga wajar jika investor sangat menaruh minat terhadap ROE. Oleh karenanya perusahaan yang memiliki nilai ROE yang menurun atau negatif merupakan perusahaan yang kurang baik untuk berinvestasi karena akhirnya investasi yang dilakukan hanya akan digunakan oleh perusahaan untuk biaya-biaya

yang tidak produktif. Secara akuntansi dapat dilihat hubungan ROE dan ROA .

Gambar 6.1 Hubungan ROE - ROA

ROE = ROA x Leverage yang disesuaikan

= x x

Dari gambaran daiatas dinyatakan bahwa, jika ROE mengalami nilai penurunan atau negatif maka perusahaan tidak menghasilkan laba atau aset yang dimiliki perusahaan semakin berkurang. Gambaran diatas juga dapat diketahui bahwa transasksi perusahaan voluntary delisiting masih memiliki kecenderungan untuk berubah karena ROA dan ROE masih mampu memberikan keuntungan kepada investor selain itu adanya pembelian kembali oleh perusahaan (buy back), namun sebaliknya untuk perusahaan yang involuntary delisting hanya akan menghasilkan kerugian untuk investor. Dengan penjelasan diatas maka :

Common Earning

Leverage ( CEL ) Leverage Struktur Modal (LSM)

Laba bersih untuk saham biasa Rerata saham biasa

Laba bersih + Bunga bersih

Pajak Rerata Total Aset

Laba bersih untuk saham biasa Laba bersih + Bunga bersih Pajak

Rerata Total Aset Rerata Saham Biasa

1. Return On Equity , Return On Asset akan mengalami penurunan dalam setiap periode hari menjelang keputusan delisitng untuk perusahaan yang involuntary delisting ( terima Ho )

2. Return On Equity , Return On Asset tidak mengalami penurunan dalam setiap periode hari menjelang delisting untuk perusahaan yang voluntary delsiting ( Tolak Ho )

Dokumen terkait