HASIL PENELITIAN A. Gambaran Singkat SMA Muhammadiyah Kalosi
2. Kinerja Guru di SMA Muhammadiyah Kalosi
Berdasarkan hasil penelitian di SMA Muhammadiyah Kalosi dalam kesempatan ini peneliti akan memaparkan tentang gambaran kinerja guru yang ada di SMA Muhammadiyah Kalosi Kabupaten Enrekang yang ditinjau dari
78Narti, S.Pd. Guru Bidang Studi Geografi Kelas XI, Wawancara, Enrekang, 16 Oktober 2018.
79Drs. Syamsul Alam. Guru Bidang Studi Sejarah Kelas X, Wawancara, Enrekang, 16 Oktober 2018.
80Salamatang, S.Pd., M.Pd. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Wawancara, Enrekang, 16 Oktober 2018.
beberapa aspek dalam penerapan kurikulum 2013 diantaranya kemampuan guru dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.
a. Kemampuan guru dalam Perencanaan Pembelajaran
salah satu tugas utama guru adalah merencanakan pembelajaran. Perencanaan merupakan penetapan tujuan, kompetensi, dan karakter yang akan di bentuk, serta memperkirakan cara tercapainya. Hal ini tertuang dalam wujud rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil wawancara yang di peroleh dalam hal ini:
Hasil wawancara dengan kepala sekolah oleh bapak Udi D, S.Pd., M.Pd
“Sebelum melakukan proses pembelajaran guru-guru sudah
memperisapkan dari awal RPP sehingga guru tidak kesulitan dalam mencari materi, media, alat yang di perlukan dalam melaksanakan
pembelajaran”.81
Hasil wawancara dengan wakil kepala sekolah bidang kurikulum Salamatang, S.Pd,. M.Pd.
“Dalam penyusunan RPP, para guru mendiskusikan dengan tim KKG kemudian setelah itu melakukan diskusi dan Shering antar guru sehingga
mereka mampu membuat RPP ”.82
Hasil wawancara dengan ibu Narti, S.Pd.
“Saya membuat RPP sebelum pertemuan, jadi membuatnya tidak mendadak. Saya menyusun RPP setiap Kompotensi Dasar, jadi nanti RRP tersebut bias digunakan untuk 1-2 pertemuan. Kalau nanti dalam pertemuan, RPP saya belum sesuai, kemudian saya revisi lagi dan dilengkapi materinya. Saya menyusun RPP secara mandiri. RPP itu dikembangkan berdasarkan silabus resmi dari Pemerintah yang disesuaikan dengan buku panduan guru dan buku panduan siswa kemudian
81Udi D, S.Pd. M.Pd. Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Kaloosi, Wawancara, Enrekang, 16 Oktober 2018.
82Salamatang, S.Pd., M.Pd. Wakil kepala sekolah Bidang Kurikulum, Wawancara, Enrekang, 16 Oktober 2018.
kami mempersiapkan media pembelajaran, metode yang sesuai dengan
materi yang dibawakan supaya siswa tertarik dengan pelajaran”.83
Hasil wawancara dengan bapak Tajuddin juma, S.Pd., M.Pd.
“sebelum melaksanakan pembelajaran Saya mempersiapkan RPP terlebidahulu sebelum mengajar dan membuat RPP setiap Kompetensi Dasar disesuaikan dengan silabus dari Dinas ya harus disesuaikan dengan buku pegangan juga. Saya menyusun RPP secara mandiri, kadang juga secara bersama-sama melalui kegiatan MGMP setelah RPP sudah adah barulah saya mempersiapkan semua apa-apa saja yang perlu di gunakan
dalam pembelajaran seperti media, metode yang digunakan”.84
Hasil wawancara dengan bapak Surianto, S.Pd
“Persiapan yang dilakukan ya mempersiapkan RPP yang paling utama, kemudian menyiapkan materi, media, dan alat penilaian berupa rubik-rubik penilaian”.85
Hasil wawancara dengan bapak Drs. Abd Rahman.
“Sebelum mengajar saya sudah membuat RPP. Jadi membuatnya tidak mendadak, sudah jauh-jauh hari saya buat jika masih ada yang perlu direvisi ya saya perbaiki. RPP tersebut saya sesuaikan dengan karakter siswa. RPP dikembangkan dari silabus resmi dari Pemerintah setelah itu barulah saya mempersiapkan materi seperti buku paket, dan metode
apa-apa saja yang harus di gunakan dalam pembelajaran”.86
Hasil wawancara dengan bapak Drs. Syamsul Alam.
“Persiapan saya sebelum mengajar kalau dalam Kurikulum 2013 yang saya siapkan lembar kerja siswa, RPP, daftar hadir, materi pembelajaran, dan lembar penilaian meskipun masih dalam bentuk sederhana yaitu masih coret-coretan”.87
83Narti, S.Pd. Guru Bidang Studi Geografi Kelas XI, Wawancara, Enrekang, 16 Oktober 2018.
84Tajuddin Juma, S.Pd., M.Pd. Guru Bidag Studi Seni Budaya, Wawancara, Enrekang, 16 Oktober 2018.
85Surianto, S.Pd. Guru Bidang Studi Sosiologi, Wawancara, Enrekang, 16 Oktober 2018.
86Dr. Abd Rahman. Guru Bidang Studi Sejarah Kelas XI, Wawancara, Enrekang, 16 Oktober 2018.
87Drs. Basir N. Guru Bidang Studi Bahasa Indonesia Kelas XII, Wawancara, Enrekang, 16 Oktober 2018.
Hasil wawancara dengan bapak Drs. Basir N.
“Kalau saya menyusun RPP secara murni itu mungkin terkendala sama waktu dan kesibukan. Jadi kebanyakan menyusun RPP itu pada waktu MGMP selanjutnya setelah RPP selesai denganmudah saya lebih mudah dalam menyusun materi yang saya akan ajarkan kepada siswa dalam perencanaan pembelajaran saya suda mempersiapkan materi, metode apa yang digunakan setiap pertemuan”.
Berdasarkan hasil wawncara peneliti dengan beberapa informan dapat dipahami bahwa sebelum melakukan aktifitas proses pembelajaran guru-guru di SMA Muhammadiyah kalosi sudah mempersiapkan RPP dari awal, penyusunan RPP biasa dilakukan oleh guru-guru pada saat melakukan MGMP dan KKG.
b. Melaksanakan Pembelajaran
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran di SMA Muhammadiyah Kalosi dilihat dari tugas pokok guru dalam pelaksanaan pembelajaran sudah dilaksanakan sesuai dengan RPP yang disusun meliputi kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup sudah menunjukkan kinerja yang baik. Hasil wawancara hal ini:
Hasil wawancara dengan kepala sekolah oleh bapak Udi D. S,Pd. M,Pd.
Agar pelaksanaan kurikulum dapat berjalan dengan dengan baik, guru harus aktif mengembangkan potensi dirinya baik melalui diskusi dengan teman sejawat, melalui pelatihan atau penataran, maupun keaktifan dalam
musyawarah guru.88
Hasil wawancara dengan ibu Narti, S.Pd.
Dalam pelaksanaan pembelajaran untuk menghindari siswa malas atau bosan belajar maka kami sebagai guru hrus mencari metode yang
membuat siswa lebih tertarik kepada materi yang di ajarkan.89
88Udi D, S.Pd. M.Pd. Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Kalosi, Wawancara, Enrekang, 16 Oktober 2018.
89Narti, S.Pd. Guru Bidang Studi Geografi Kelas XI, Wawancara, Enrekang, 16 Oktober 2018.
Hasil wawancara dengan bapak Tajuddin juma, S.Pd.
Untuk menghundari kebosanan siswa kami sebagai guru harus berusaha berbagai cara untuk menyediakan media dan melatih siswa untuk mencari berbagai sumber belajar dan mengelola suatu informasi atau materi secara mandiri. 90
Hasil wawancara dengan bapak Surianto, S.Pd.
Dalam melaksanakan pembelajaran kami menggunakan pendekatan saintifik sesuai dengan Kurikulum 2013. Meskipun dalam satu pertemuan itu tidak selesai, karena semua tergantung peserta didik dan waktunya
tidak cukup nanti saya lanjutkan dalam pertemuan berikutnya.91
Hasil wawancara dengan bapak Drs. Abd Rahman
Selain saintifik, saya sering menggunakan metode diskusi. Saya juga pernah melakukan pembelajaran di luar kelas, karena pada saat itu materi pembelajaran adalah teks hasil observasi. Saya mengajak siswa pergi ke kebun binatang untuk melakukan observasi kemudian saya meminta untuk
menceritakan dalam bentuk tulisan.92
Hasil wawancara dengan guru oleh bapak Drs.Syamsul Alam
Untuk menghundari kebosana siswa kami sebagai guru harus berusaha berbagai cara untuk menyediakan media dan melatih siswa untuk mencari berbagai sumber belajar dan mengelola suatu informasi atau materi secara mandiri.93
Hasil wawancara dengan bapa Drs. Basir N
Sebelum melakukan prosese pembelajaran di kelas saya sudah mempersiapkan materi yang saya ajarkan dengan mempersiapkan media seperti laptop, LCD, kemudian menampilkan berbagai conto seperti gambar dan video namun tekai penggunan media kami hanya menyesuakian karena masih kuranggnya LCD sehingga kadang dipakai
oleh guru lain karna masih kurang.94
90Tajuddin Juma, S.Pd., M.Pd. Guru Bidag Studi Seni Budaya, Wawancara, Enrekang, 16 Oktober 2018.
91Surianto, S.Pd. Guru Bidang Studi Sosiologi, Wawancara, Enrekang, 16 Oktober 2018.
92Drs. Abd Rahman. Guru Bidang Studi Sejarah Kelas XI, Wawancara, Enrekang, 16 Oktober 2018.
93Drs. Syamsul Alam. Guru Bidang Studi Sejarah Kelas X, Wawancara, Enrekang, 16 Oktober 2018.
94Drs. Basir N. Guru Bidang Studi Bahasa Indonesia Kelas XII, Wawancara, Enrekang, 16 Oktober 2018.
Hasil wawancara dengan ibu Nusdiana, S.Pd.
Dalam pembelajaran terkadang saya menggunakan media seperti LCD proyektor, kemudian juga menggunakan media gamabar yang sesuai
materi tema pembelajaran.95
Berdasarkan hasil wawancara bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran guru sudah melakukan langkah pembelajaran dengan baik meski ada beberapa penghambat dalam menjalankan proses pembelajaran seperti masih kuranggnya media seperti LCD, leptop.
c. Kemampuan Mengevaluasi Hasil Pemebelajaran
Penilaian dalam kurikulum 2013 tidak hanya terfokus pada hasil saja akan tetapi juga pada proses. Pada penilaian proses dapat berupa format penilaian diri dan penilaian antar teman, praktek, tes tulis dan tugas. Selain itu observasi kepada peserta didik juga dilakukan untuk menilai proses. Tugas utama yang terakhir adalah mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran. Mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran melalui jalan melakukan penilaian. Berdasarkan Permendikbud no. 66 tahun 2013 tentang standar penilaian pendidikan maka penilaian yang digunakan dalam kurikulum 2013 adalah penilaian auntetik. Istilah auntetik bersinonim dengan dapat dipercaya, asli atau sah. Penilaian pada kurikulum sebelumnya lebih menitikberatkan pada aspek pengetahuan. Pada kurikulum 2013 penilaian ditekankan pada tiga aspek yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan. Hasil wawancara hal ini:
Hasil wawancara dengan kepala sekolah (Udi D)
Ada beberapa guru hanya melakukan penilaian pada aspek pengetahuan dan keterampilan saja, sedangkan penilaian sikap luput dari penilaian mereka.96
Hasil wawancara dengan guru (Narti, S.Pd.)
Dalam mengefasluasi siswa penilaiaan yang saya gunakan saya suadah mengacu pada pedoman kurikulum yang meliputi tiga rana seperti
penilaian sikap, keterampilan siswa, dan pengetahuan pada siswa.97
Hasil wawancara dengan guru (Tajuddin juma, S.Pd.)
Saya sudah melakukan penilaian sikap siswa di dalam kelas selama proses pembelajatan berlangsung dengan membuat jurnal perkembangan tentang perkembangan sikap siswa dalam penilaian saya selalu menilai setiap pemberian tugas pada siswa seperti ada tugas harian tugas rumah dan
tugas kelompok.98
Hasil wawancara dengan guru (Surianto, S.Pd.)
Jenis penilaian yang saya gunakan meliputi penilian sikap, pengetahuan, dan keterampilan, dalam penilaian saya sudah mengacu pada penilaian
otentik sesuai dengan kurikulum 2013 meskipun belum maksimal.99
Hasil wawancara dengan guru (Drs. Abd Rahman)
Dalam penilaian siswa saya menilai dari berberapa aspek seperti pemberian tugas, keaktifan siswa dalam kelas, tugas kelompok dan ulangan harian dan semester. Sedang dalam Penilaian sikap saya lakukan tetapi tidak semua siswa, hanya yang terlalu menonjol, menonjol dalam arti ya paling atas. Kalau penilaian sikap dilakukan per siswa ya kapan
waktu buat kita mengajar.100
Hasil wawancara dengan guru(Drs. Basir N)
Untuk penilaian siswa saya menilai dari pemberian tugas ulangan harian dan ulangan semester namun dalam penilaian namun saya kesulitan dalam di kelaspenilaian sikap karena kami harus menilai semua gera gerik siwa
96Udi D, S.Pd. M.Pd. Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Kalosi, Wawancara, Enrekang, 16 Oktober 2018.
97Narti, S.Pd. Guru Bidang Studi Geografi Kelas XI, Wawancara, Enrekang, 16 Oktober 2018.
98Tajuddin Juma, S.Pd., M.Pd Selaku Guru Bidag Studi Seni Budaya, Wawancara, Enrekang, 16 Oktober 2018.
99Surianto, S.Pd. Guru Bidang Studi Sosiologi, Wawancara, Enrekang, 16 Oktober 2018.
100Drs. Abd Rahman. Guru Bidang Studi Sejarah kelas XI, Wawancara, Enrekang, 16 Oktober 2018.
dalam kelas selama proses pembelajaran berlangsung sedangkan kami
belum menguasai istrumen penilaiaan yang di gunakan.101
Hasil wawancara dengan guru(Nusdiana, S.Pd.)
Dalam pembelajaran terkadang saya menggunakan media seperti LCD proyektor, kemudian juga menggunakan media gamabar yang sesuai materi tema pembelajaran. Dalam penilaian kesulitan yang kami dapat di saat melakukan pengisian rapot harus ada penulisan kompetensisnya harus ada penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan nah itu yang kebanyakan menyulitkan bagi guru membedakan antara penilaian sikap
dan keterampilan itu bagaimana.102
Dalam penerapan kurikulum 2013 menunjukkan bahwa adanya beberapa guru yang tidak melaksanakan sistem penilaian secara baik kepada peserta didik. Hal tersebut dijelaskan langsung oleh kepalah sekolah yang mengatakan bahwa nilai kriteria ketuntasan minimum (KKM) setiap mata pelajaran sudah ditentukan pada awal tahun ajaran melalui rapat dewan pendidik dan MGPM. Tetapi kenyataannya ada beberapa guru hanya melakukan penilaian pada aspek pengetahuan dan keterampilan saja, sedangkan penilaian sikap luput dari penilaian mereka. Sebagaimana guru mengatakan bahwa tidak melakukan penilaian sikap karena susah membuat instrumennya. Mengingat pentingnya penilaian dalam menentukan kualitas pendidikan, maka hal yang harus dilakukan oleh pihak sekolah dalam membantu guru dalam memahami teknik peniaian dalam kurikulum 2013 dengan cara melaukuan pelatihan oleh guru-guru.
101Drs. Basir N. Guru Bidang Studi Bahasa Indonesia kelas XII, Wawancara, Enrekang, 16 Oktober 2018.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan data-data yang dikumpulkan dan dijelaskan pada bagian sebelumnya dapat diperoleh kesimpulan, yaitu:
1. Penerapan Kurikulum 2013 di SMA Muhammadiyah Kalosi terdapat beberapa faktor penghambat dalam penerapannya seperti masi adanya beberapa guru belum menerapkan dengan baik kurikulum 2013, masih kurangnya sarana dan prasarana seperti computer, laptop dan LCD.
2. Motivasi guru di SMA Muhammadiyah kalosi dalam penerapan kurikulum 2013 sudah tinggi bila dilihat dari pelaksanaan tugas, tanggung jawab dalam mengajar, dan kerja sama dengan guru lain. Komitmen dan tanggung jawab guru di SMA Muhammadiyah Kalosi dalam penerapan kurikulum 2013 menunjukkan loyalitas yang tinggi terhadap tugas mengajarnya. Dengan motivasi yang tinggi para guru sudah dapat melakukan berbagai kegiatan dalam rangka mencapai tujuan terlaksasnanya kurikulum.