BAB II GAMBARAN PELAYANAN BADAN PENGELOAAN
2.3. Kinerja Pelayanan Badan Pengelolaan Keuangan
Kinerja adalah capaian keluaran/hasil /dampak darikegiatan /program /sasaran sehubungan denganpenggunaan sumber daya pembangunan. Adapun kinerja pelayanan yang telah dilaksanakan oleh Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Takalar dalam periode 5 (lima) tahun yang lalu, tergambar pada tabel 2.1 dan tabel 2.2 serta penjelasan berikut:
Tabel 2.6. Pencapaian Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah
NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah Target
NSPK Target IKK
T arget Indikator Lainnya
Target Renstra Perangkat Daerah Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke- (2013) 1 2 tidak terlaksana
Prog≤ 2%
Keg ≤1% Prog =1,82%
Keg=0,81% Prog =1,82%
Keg=0,81% Prog =1,82%
Keg=0,81% Prog =1,82%
Keg=0,81% Prog =1,82%
Keg=0,81% Prog =1,82%
Keg=0,81% Prog =1,29%
Keg =0,58% Prog =2,04%
Keg =0,71% Prog =1,57%
Keg =0,83% Prog≤ 2%
Keg ≤1% 100% 100% 100% 100% 100%
4 Persentase belanja pendidikan (20%)
20% 20% 20% 20% 20% 20% 44,84% 42,00% 37,41% 28,40% 25,79% 224,20% 210,00% 187,05% 142,00% 128,95%
5 Persentase belanja kesehatan (10%)
10% 10% 10% 10% 10% 10% 13,25% 15,19% 17,23% 17,55% 17,48% 132,50% 151,90% 172,30% 175,50% 174,77%
6 Perbandingan antara belanja langsung dengan belanja tidak langsung
BL=51%
waktu tepat waktu tepat waktu tepat waktu Tepat waktu tepat waktu tepat waktu tepat waktu tepat waktu tepat waktu 0 100% 100% 100% 100%
9 Realisasi PAD 41,95 M 91,74 M 103,99 M 110,65 M 110,65 M 40,31 M 76,64 M 74,83 M 95,63 M 111,70 M 96,08% 83,54% 71,96% 86,42% 100,95%
10 Peningkatan PAD 25% 25% 25% 25% 25% 25% 22,38% 90,14% -2,36% 27,79% 16,81% 89,52% 360,56% -9,44% 111,16% 67,24%
11 Ketepatan waktu penyampian Laporan keuangan
31 Maret
31/3/
13 31/3/14 31/3/15 31/3/16 31 /3/17Tepat Waktu
Waktu 100% 100% 100%100% 100%
12 % bidang tanah Pemda
yang bersertifikat 100% 662 687 698 709 688 113 321 321 353 373 17,06% 46,72% 50,57% 51,31%53,78%
Rata-rata capaian Kinerja 90,02% 131,37% 98,02% 96,81% 98,86% 100% 100% 100% 100%
Hasil olah data LAKIP dan LPPD Tahun 2013-2018
Berdasarkan data kinerja dalam tabel diatas, Opini Laporan Keuangan Pemerintah Daerah pada tahun 2013 memperoleh opini Disclaimer dari BPK-RI. Hal ini berarti bahwa pada tahun tersebut, masih menunjukan capaian kinerja yang paling rendah. Namun pada tahun 2014 sampai dengan 2017 opini laporan keuangan sudah meningkat menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Meskipun opini tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan target kinerja yang diharapkan yaitu opini Wajar tanpa pengecualian (WTP).
Indikator kinerja terkait persentase SILPA terhadap APBD mengalami fluktuasi, paling rendah Tahun 2016 sebesar 4,49% dari total APBD dan paling tinggi tahun 2015 yaitu sebesar 14,33% dari total APBD.
Besaran SILPA dapat disebabkan oleh adanya realisasi PAD yang melampaui target dan atau adanya sisa anggaran belanja yang tidak terpakai.Jika merujuk metode Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan pemerintahan Daerah (EKKPD), makaangka SILPA yang diberikan penilaian paling tinggi adalah 15% dari total APBD.
Untuk mengukur efektifitas anggaran yang telah dialokasikan untuk membiayai program/kegiatan, maka perlu diketahui apakah seluruh program kegiatan yang dianggarkan tersebut telah dilaksanakan seluruhnya sesuai rencana. Berdasarkan data capaian kinerja pada tabel diatas, maka dapat diketahui bahwa terdapat program yang tidak terlaksanasebanyak 1,57% - 2,04% atau rata-rata 1,68%, serta kegiatan tidak terlaksana sebanyak 0,58%-0,83% atau rata-rata 0,73%. Hal ini perlu menjadi perhatianke depannya agar tidak ada lagi program/kegiatan yang tidak terlaksana.
Merujuk pada peraturan-perundang-undangan yang berlaku, bahwa alokasi anggaran pendidikan diwajibkan sebesar 20% dari total belanja APBD. Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa alokasi anggaran urusan pendidikan yaitu paling rendah Tahun 2017 sebesar 25% dan paling tinggi 44,84% pada tahun 2013 atau rata-rata 35,69% per tahun. Hal ini berarti alokasi anggaran urusan pendidikan Kabupaten Takalar pada periode 2012-2017 telah memenuhi porsi anggaran belanja lebih 20% dari total
belanja APBD setiap tahunnya.
Alokasi anggaran untuk urusan kesehatan yang merupakan salah satu pelayanan dasar yang diharuskan untuk mengalokasikan anggaran sebesar 10% dari total APBD. Adapun Persentase belanja kesehatan pada Kabupaten Takalar periode 2012-2017 paling rendah pada tahun 2013 sebesar 13,25% dan paling tinggi tahun 2016 sebesar 17,55% atau rata-rata sebesar 16,14% per tahun. Hal ini berarti pada periode 5 (lima) tahun sebelumnya telah memenuhi alokasi anggaran 10% untuk urusan Kesehatan.
Belanja langsungmerupakan belanja yang mendanai program dan kegiatan untuk mewujudkan visi dan misi kepala daerah.Oleh karena itu diharapkan proporsi belanja langsung lebih besar dibandingkan belanja tidak langsung. Untuk mengetahui proporsi tersebut, maka dilakukan pembandingan antara total anggaran belanja langsung dengan total anggaran belanja dalam APBD. Adapun anggaran belanja langsung dibandingkan total belanja APBD berdasarkan data diatas adalah mulai 41,77% pada tahun 2013, dan tertinggi 53,77%pada tahun 2017 atau rata-rata sebesar 47,48% berbanding 52,52% belanja tidak langsung. Hal ini berarti belanja langsung masih lebih kecil dibandingkan belanja tidak langsung. Untuk itu para pemangku kebijakan agar kedepannya dapat memberikan porsi belanja langsung lebih besar dibandingkan belanja tidak langsung.
Persentase Bagi hasil kabupaten/kota dan desa dikukur dengan membandingkan antara Jumlah Belanja Bagi Hasil desa dengan Total APBD. Pada periodeTA 2012-2017 Pemerintah Kabupaten Takalar telah mengalokasikan bagi hasil kepada pemerintah desa antara 0,05% tahun 2013 s.d. 0,35% pada tahun 2017 atau rata-rata 0,15% pertahun.
Berdasarkan tabel diatas juga menujukkan adanya peningkatan alokasi dana bagi hasil ke pemerintah desa setiap tahunnya.
Untuk mengukur ketepatan waktu penetapan APBD setiap tahunnya, maka hal tersebut terlihat dari tanggal penetapan Perda tentang APBD pokok setiap tahun. Adapun indikator kinerja “Ketepatan waktu
Penetapan APBD” Kabupaten Takalar telah menunjukan capain kinerja sesuai yang diharapkan. Pada periode TA2013 s.d 2017 pemerintah Kabupaten Takalar telah menetapkan APBD secara tepat waktu yaitu tidak melewati batas akhir tanggal 31 Desember setiap tahun sebelum masuk Tahun Anggaran berikutnya.
Dari target Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten takalar Tahun Anggaran 2013 – 2017 bahwa realiasi PAD menunjukan capaian yang berfluktuasi. Pada tahun 2013 PAD ditargetkan sebesar Rp41,95M dapat direalisasikan sebesar Rp40,31M atau (96,08%). Pada tahun 2014 PAD ditargetkan sebesar Rp91,74M dapat direalisasikan sebesar Rp76,64M atau (83,54%). Pada tahun 2015 PAD ditargetkan sebesar Rp103,99M dapat direalisasikan sebesar Rp74,83M atau (71,96%). Pada tahun 2016 PAD ditargetkan sebesar Rp110,65M dapat direalisasikan sebesar 95,63M atau (86,42%). Serta pada tahun 2017 ditargetkan sebesar Rp110,65M dan dapat direalisasikan sebesar Rp111,70M atau (100,95%). Hal ini berarti bahwa tahun 2013 sampai dengan 2016 tidak pernah mencapai target PAD, namun pada TA 2017 dapat mencapai target bahkan melebihi target PAD.
Dari sisi peningkatan PAD menunjukan bahwa terjadi peningkatan secara fluktuatif setiap tahun. pada tahun 2013 sebesar 22,38%, tahun 2014 sebesar90,14%, tahun 2015 sebesar-2,36%, tahun 2016 sebesar27,79%, dan tahun 2017 sebesar16,81%. Apabila dirata-ratakan selama 5 (lima) tahun terakhir maka dapat disimpulkan bahwa terjadi rata-rata peningkatan PAD sebesar 30,95% per tahun.
Penyampaian Laporan keuangan Pemerintah Daerah merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah selaku pihak yang diberikan amanah dalam mengelola keuangan daerah. Oleh karena itu perlu adanya akuntabilitas atas pengelolaan keuangan daerah tersebut.
Salah satu prosedur yang harus ditempuh adalah penyampaian laporan keuangan pemerintah daerah kepada BPK-RI untuk dilakukan Pemeriksaan, yang pada akhirnya akan memberikan opini terhadap laporan keuangan tersebut. Salah satu Indikator yang digunakan untuk mengukur
kinerja penyampaian laporan keuangan adalah “Ketepatan waktu penyampian Laporan keuangan”. Berdasarkan data LPPD Tahun 2016 diketahui bahwa penyampaian Laporan keuangan kepada BPK-RI melewati batas waktu yang ditentukan. Oleh Karen itu kedepannya harus dilakukan langkah-langkah strategis agar laporan keuangan dapat disampaikan tepat waktu.
Salah satu indikator kinerja untuk mengukur keberhasilan pengelolaan aset daerah adalah pengamanan aset tanah milik pemerintah daerah. Salah satu bentuk pengamanan aset adalah pengamanan secara administrasi (legalitas). Aset tetap yang menjadi fokus pengamanan yang cukup penting adalah aset tanah. Berdasarkan data hasil penilaian kinerja diatas diketahui bahwa jumlah aset tanah milik pemerintah daerah adalah 688 bidang tanah. Pada tahun 2017 jumlah aset yangtelah disertifikatkan adalah sebanyak 370 bidang tanah atau 53,78%. Capaian kinerja tersebut, menunjukkan bahwa masih terdapat 318 bidang tanah atau 46,22% yang belum memiliki sertifikat. Hal ini akan menjadi salah satu fokus perhatian pengamanan aset kedepannya.
Dari penjelasan diatas menunjukkan bahwa terdapat permasalahan yang perlu mendapat perhatian untuk dilakukan optimalisasi dan peningkatan kinerja yaitu:
1. Peningkatan opini atas laporan keuangan;
2. Peningkatan realisasi PAD;
3. Pengamanan aset daerah;
4. Peningkatan Serapan anggaran;
5. Peningkatan porsi belanja publik dari total belanja APBD;
6. Ketetapatan waktu penyampaian laporan keuangan; dan 7. Konsistensi penetapan APBD yang tepat waktu.
Tabel 2.7Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Perangkat Daerah
Uraian Anggaran pada T ahun ke-
(dalam ribuan) Realisasi Anggaran pada Tahun ke-
(dalam ribuan) Rasio antara Realisasi dan Anggaran Tahun
ke- Rata-rata
(2017) Anggaran Realisasi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18)
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin Aparatur Kapasitas Sumber Daya Aparatur Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan
Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan
Program Peningkatan Sumber Daya Aparatur
Program Peningkatan mutu perencanaan pelaksanaan
(B). Jumlah Program
Prioritas 9.538.222.500
Hasil olah data LAKIP dan Penjabran realisasi anggaran Tahun 2013-2017
Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa secara umum terjadi pertumbuhan anggaran belanja pada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah sejak Tahun Anggaran 2013 sampai dengan 2017 yang besarannya mencapai rata-rata 20,46% pertahun serta pertumbuhan realisasi anggaran mencapai rata-rata 21,48% Pertahun. Hal ini menunjukkan bahwa ada perhatian Pemeritah daerah untuk mengalokasikan anggaran yang memadai untuk mendanai program kegiatan dalam menunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Badan