Pegawai DPMTT
2.3.1 Kinerja Pelayanan Bidang Penanaman Modal dan PTSP
Sumber : RPJMD KKA Tahun 2011-2015 dan Sumber Lainnya
2.3.1 Kinerja Pelayanan Bidang Penanaman Modal dan PTSP
Dengan adanya Peraturan Daerah No. 9 Tahun 2014 tanggal 28 November 2014 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kepulauan Anambas yang merupakan unsur pelaksana pemerintah daerah yang menyelenggarakan urusan pemerintah dibidang penanaman modal, melaksanakan koordinasi dan menyelenggarakan pelayanan administrasi dibidang perizinan secara terpadu dengan prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi, simplikasi, keamanan dan kepastian. Maka semakin jelas bahwa KPMPTSP bertugas mengembangkan penanaman modal serta melaksanakan koordinasi dan menyelenggarakan pelayanan administrasi dibidang perizinan secara terpadu dengan prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi, simplikasi keamanan dan kepastian.
Untuk mengisi struktur organisasi tersebut maka diperlukan adanya sumber daya yang berkualitas. Tetapi jika dikaitkan dengan tuntutan tugas seperti diatas, maka masih terdapat beberapa kelemahan yang perlu segera diatasi. Hal tersebut antara lain adalah kondisi teratas sumberdaya manusia masih belum memadai, sebagian pegawai belum memahami masalah penanaman modal dan perizinan secara detail serta sarana dan prasarana pendukung operasional kerja masih kurang, jasa dibidang pelayanan perizinan. Selain itu kebijakan penanaman modal baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang masih ditangani pusat
4. Pencari Kerja yangditempa tkan Orang 250 500 750 1.000 1.244 21 76 213 271 62 5. Jumlah Tenaga Kerja Berbasis Wira Usaha Oran g 42 84 126 168 210 - 42 14 14 - 6 Jumlah Kasus Hubungan Industrial Per Tahun Kasus 16 16 16 16 16 1 6 4 5 2 7 Besaran Pemeriksaan Perusahaan Perus ahaan 21 21 21 21 21 - 41 38 41 - 8 Besaran Pekerja/Buru h Yang Menjadai Peserta Jamsostek Oran g 1.660 1.740 1.820 1.900 1.959 - 548 530 1.663 2.568
28 merupakan kendala lainnya dalam menciptakan iklim kondusif bagi kegiatan penanaman modal di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Keberadaan Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dalam upaya meningkatkan penanaman modal dan peningkatan mutu pelayanan perizinan. Peningkatan pelayanan mutu perizinan akan lebih efektif tercapai apabila ditunjang oleh kelembagaan yang memiliki kewenangan dalam melakukan deregulasi dan debiroktratisasi pelayanan perizinan. Kelembagaan badan perizinan akan memiliki kewenangan dalam pengintegrasian jenis-jenis perizinan, penyusunan standar pelayanan yang mengacu pada SPM serta adanya kepastian hukum dalam pelayanan perizinan.
Peluang investasi akan terbuka lebar apabila pelayanan perizinan memiliki kepastian hukum. Dengan adanya PERBUP No. 13 Tahun 2015, ada 35 jenis perizinan dan 16 NonPerizinan yang dilaksanakan oleh Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KPMPTSP) Kabupaten Kepulauan Anambas dapat dilihat pada tabel 5.
Tabel 5 Jenis Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang diselenggarakan KPMPTSP sesuai PERBUP NO.13 Tahun 2015
NO JENIS PERIZINAN
1 Bidang Pendidikan
- Penerbitan Izin Operasional Lembaga Kursus
- Penerbitan Izin Operasional Lembaga PKBM
- Penerbitan Izin Operasional Lembaga PAUD
2 Bidang Kesehatan
- Surat Izin Klinik (SIK)
- Surat Izin Apotek (SIA)
- Surat Izin Pengobatan Tradisional (SIPT)
29
- Surat Izin Optikal
- Surat Izin Klinik Kecantikan
3 Bidang PU dan Penataan Ruang
- Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK)
- Izin Mendirikan Bangunan ( IMB )
4 Bidang Lingkungan Hidup
- Izin Gangguan Kegiatan / Usaha yang
berdampak penting terhadap lingkungan
5 Bidang Perhubungan
- Izin Trayek Angkutan Laut Pengumpan Lokal
dengan Isi Kotor di bawah 7 GT
6 Bidang Komunikasi dan Informatika
- Izin Jasa Titipan Kantor Agen
- Izin Penyelenggaraan Telekomunikasi Khusus
- Izin Instalatur Kabel Rumah / Gedung (IKR/G)
untuk Telekomunikasi
- Izin Kantor Cabang dan Loket Pelayanan
Operator dan Telekomunikasi
7 Bidang Penanaman Modal
- Izin Prinsip Penanaman Modal
- Izin Prinsip Perluasan Penanaman Modal
- Izin Prinsip Perubahan Penanaman Modal
- Izin Prinsip Penggabungan Perusahaan
Penanaman Modal
- Izin Usaha untuk Berbagai Sektor Usaha
30
- Izin Usaha Perubahan untuk Berbagai Sektor
Usaha
8 Bidang Kelautan dan Perikanan
- Surat Izin Pembudidayaan Ikan (SPBI)
9 Bidang Pariwisata
- Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP)
10 Bidang Perdagangan
- Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
- Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
- Tanda Daftar Gudang (TDG)
- Izin Pengelolaan Pasar Rakyat, Pusat
Perbelanjaan dan Usaha Toko Swalayan
- Surat Izin Tempat Usaha (SITU)
11 Bidang Industri
- Izin Usaha Industri (IUI) Kecil dan Menengah
- Izin Perluasan Usaha Industri (IUPI) Kecil dan
Menengah
- Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) & Izin
Usaha Perluasan Kawasan Industri (IPKI)
NO JENIS NONPERIZINAN
1 Bidang Kesehatan
- Surat Terdaftar Pengobatan Tradisional (STPT)
- Surat Keterangan Laik Hygiene Jasa Boga
- Surat Keterangan Laik Hygiene Sanitasi Depot
31
2 Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman
- Sertifikat Kepemilikan Bangunan Gedung
3 Bidang Tenaga Kerja
- Perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga
Kerja Asing (IMTA)
4 Bidang Perhubungan
- Sertifikat Keselamatan Kapal dibawah 7 GT
5 Bidang Komunikasi dan Informatika
- Rekomendasi Pendirian Kantor Cabang Jasa
Titipan
- Rekomendasi Penyelenggaraan Jaringan Tetap
Lokal Wireline
- Rekomendasi Wilayah Prioritas untuk
Pembangunan Pelayanan Universal Bidang Telekomunikasi
- Rekomendasi Perizinan Pendirian Radio
Siaran, TV dan Stasiun
Komitmen Pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan ketersediaan sarana dan prasarana merupakan kekuatan yang signifikan dalam mendorong peningkatan kegiatan penanaman modal di daerah. Demikian pula potensi sumberdaya alam, situasi dan kondisi keamanan yang kondusif serta dukungan masyarakat terhadap kegiatan investasi merupakan daya tarik tersendiri bagi para pemilik modal untuk berinvestasi di Kabupaten Kepulauan Anambas
32 2.3.2 Kinerja Pelayanan Bidang Ketenagakerjaan dan Transmigrasi
Untuk bidang Ketenagakerjaan belum adanya tenaga kerja yang mendapatkan pelatihan berbasis kompentensi, berbasis masyarakat mauapun berbasis kewirausahaan merupakan tantangan yang dihadapi oleh Dinas Penanaman Modal PTSP, Transmigrasi dan Tenaga Kerja dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat menjadi tenaga kerja yang terampil dan siap pakai.
Untuk bidang Transmigrasi belum adanya data yang akurat mengenai luas lahan kawasan Transmigrasi yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas. Untuk itu perlu dukungan dari Pemerintah Daerah untuk melakukan pendataan ulang terhadap luas lahan Transmigrasi yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Melalui Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Anambas diharapkan dapat diwujudkan pelayanan publicsecara menyeluruh di bidang investasi yang mampu memberikan kepuasan bagi seluruh masyarakat dan para pemangku kepentingan.
Dalam hal tersebut, tuntutan para pemangku kepentingan untuk memperoleh seluruh pelayanan investasi dan perizinan yang cepat, mudah serta transparan pada 1 (satu) tempat / PD yang didukung dengan kemudahan untuk memperoleh akses informasi, jaminan dan perlindungan hukum serta kepastian untuk melakukan kegiatan usaha, merupakan tuntutan yang tidak boleh ditawar dan harus diwujudkan.
Untuk bidang Ketenagakerjaan, meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat menjadi tenaga kerja yang terampil dan siap pakai, dirasaperlu mengoptimalkan keberadaan Kursus Latihan Kerja (KLK) Antang sebagai pusat pelatihan dan kursus di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Untuk bidang Transmigrasi perlunya data yang akurat mengenai luas lahan kawasan Transmigrasi yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas. Agar Pemerintah Daerah dapat mewujudkan kawasan Transmigrasi menjadi Kota Terpadu Mandiri (KTM).
Kinerja keuangan Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Transmigrasi dan Tenaga Kerja di pisah menjadi dua dikarenakan pada periode 2011-2015 kedua SKPD tersebut masih belum bergabung menjadi satu dinas.
33 2.3.3 Kinerja keuangan Kantor Penanaman Modal dan PTSP
Kinerja keuangan KPMPTSP periode 2011-2015 berfluktuasi. Pada tahun tahun 2011, rata-rata realisasi anggaran mencapai 63,40 persen. Tercatat pada tahun 2011 bahwa terdapat 3 program dengan realisasi serapan anggaran paling tinggi dengan realisasi mencapai 63,43 persen yaitu i) Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi, ii) Sementara untuk program dengan realisasi terendah adalah Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investai dengan realisasi anggaran sebesar 63,39 persen.
Pada tahun 2012, kinerja keuangan KPMPSTP mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yaitu meningkat hingga 14,74 persen. Tercatat bahwa pada tahun 2012, rata-rata serapan anggaran sebesar 78,14 persen. Program dengan capaian realisasi tertinggi berhasil dicapai oleh Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi dengan capaian realisasi mencapai 86,91 persen. Sementara program dengan realisasi capaian terendah yaitu Program Penigkatan Promosi dan Kerjasama Investasi dengan realisasi anggaran sebesar 68,1persen.
Pada tahun 2013, kinerja keuangan KPMPSTP mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yaitu meningkat hingga 17,65 persen. Tercatat bahwa pada tahun 2013, rata-rata serapan anggaran sebesar 95,79 persen. Program dengan capaian realisasi tertinggi berhasil dicapai oleh Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi dengan capaian realisasi mencapai 96,71 persen. Sementara program dengan realisasi capaian terendah yaitu Program Pelayanan Administrasi Perkantoran anggaran sebesar 94,91 persen.
Pada tahun 2014, kinerja keuangan KPMPSTP mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yaitu meningkat tipis hingga 3,41 persen. Tercatat bahwa pada tahun 2014, rata-rata serapan anggaran sebesar 99,20 persen. Program dengan capaian realisasi tertinggi berhasil dicapai oleh Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi dengan capaian realisasi mencapai 98,61 persen. Sementara program dengan realisasi capaian terendah yaitu Program Pelayanan Administrasi Perkantoran anggaran sebesar 98,70 persen.
Pada tahun 2015, kinerja keuangan KPMPSTP mengalami Penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yaitu menurun hingga 14,79 persen. Tercatat bahwa
34 0