• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II GAMBARAN LAYANAN SKPD

2.3. Kinerja Pelayanan SKPD

Capaian kinerja hasil pelayanan dalam 5 (lima) tahun terakhir dengan agenda perluasan dan pemerataan pendidikan, peningkatan mutu, dan relevansi serta daya saing pendidikan dapat dilihat dari capaian indikator kinerja sebagaimana tertera dalam tabel berikut:

32 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021 Jika diperhatikan table capaian diatas, capaian indikator kinerja pada tahun pertama sampai dengan kelima rata-rata mencapai target dan ada beberapa yang melebihi target, kecuali angka melek huruf dikarenakan sumber penghitungan dua indikator dari instasi lain (BPS dan Bappeda), adapun indikator lainnya, realisasi yang sesuai target atau capaian 100% realisasi renstra terbagi dalam dua kategori, yaitu melebihi target dan yang tidak sesuai target, dan untuk lebih jelasnya dapat diliat pada table diatas.

Selanjutnya untuk indikator pelayanan pemerataan dan perluasan akses pendidikan dasar pada aspek indikator standar pelayanan minimum (SPM) yaitu (1) Rasio siswa SD/MI dengan Guru sesuai dengan peraturan menteri nasional nomor 15 tahun 2010 tentang standar pelayanan minimal pendidikan dasar yang kemudian dirubah dengan permendikbud nomor 23 tahun 2013, jumlah siswa pada rombel minimal 20 dan maximal 40 siswa pada tahun pertama sampai dengan kelima sesuai target dengan hasil capian 100% dengan rasio siswa dengan guru 1:18, 1:20, 1:22, 1:24, 1:24(2)Rasio siswa SMP/MTs dengan Guru 1:20, 1:22, 1:24, 1:28, 1:35(3) Rasio siswa SD/MI dengan kelas belum mencapai target dengan hasi capaian 92.32%, 85.72%, 71.88%, 67.66% dan 66.67%dikarenakan masih banyaknya ruang kelas yang rusak(4) rasio siswa SMP/MTs dengan siswa sejumlah 90.92%, 88.24%, 85.3%, 80.6% (5) rasio siswa dengan buku pada tahun 2011 50% sedangkan pada tahun berikutnya sejumlah 100% dalam arti masing-masing siswa sudah punya buku pegangan sendiri, indikator ke (6) % ruang kelas SD sesuai standar,(7) % ruang kelas SMP sesuai Standar untuk tahun 2011 capaian target sebesar 101.33% pada tahun 2012 dan 2013 capaian target menurun dikarenakan ada beberapa kegiatan yang diluncurkan pada tahun berikutnya, tahun 2014 tarbet capaian sebesar 100%, indikator (8) % SD/MI memiliki Laboratorium tercapai target 100%, (9) % SMP/MTS memiliki Laboratorium juga mencapat target 100%, (10) % SD/MI memiliki perpustakaan juga mencapai target capaian sebesar 100% meskipun sudah mencapai target ada bebrapa perpustakaan yang masih perlu rehabiltasi, (11) % SMP/MTs memiliki perpustakaan mencapat target dengan capaian target 100%, (12) % SD/MI

33 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021 terakreditasi B mencapai target capaian 100% dan indikator (13) % SMP/MTs terakreditasi Minimal B juga mencapai target capain dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 sebesar 100%.

Dari penjabaran capain SPM diatas, dapat kita lihat bahwa 13 (tiga belas) indikator banyak yang realisasinya tidak tercapai, hal ini disebabkan anatara lain: indikator tersebut relative masih baru dan sebelumnya belum dilakukan telaan, terlalu tinginnya penetapan angka-angka dalam target indikator-indikator tersebut. Untuk indikator yang melebihi target yang berkaitan dengan guru, hal ini kemingkinan disebabkan adanya kebijakan pemerintah yaitu pemberian tunjangan sertifikasi terhadap guru yang secara langsung maupun tidak langsung guru berupaya untuk memenuhi persyaratan untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi, dan juga pemenuhan sarana dan prasarana sekolah.

Untuk Indikator Kerja Kunci terdapat lima belas indikator sebagai tolak ukurnya, yaitu (1) Pendidikan Anak Usia Dini; (2) Penduduk yang berusia ˃ 15 tahun melek huruf; (3) Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI/Paket A; (4) Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs/Paket B; (5) Angka Partisipasi Murni(APM) SMA/SMK/MA/Paket C; (6) Angka Putus Sekolah SD/MI; (7) Angka Putus Sekolah SMP/MTs; (8) Angka Putus Sekolah SMA/SMK/MA; (9) Angka Kelulusan (AL) SD/MI; (10)Angka Kelulusan (AL) SMP/MTs; (11) Angka Kelulusan (AL) SMA/SMK/MA; (12) Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs; (13) Angka Melanjutkan (AM) dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA; (14) Guru yang memenuhi kulaifikasi S1/DIV dan (15) Indikator tambahan: Rata-rata lama sekolah (Tahun).

Dari 15 (lima belas) indikator diatas yang kenailannya belum mencapai target, terlihat pada APM SMP/MTs, APM SMA/SMK dan angka melanjutkan dari SMP/MTs ke jenjang SMA/SMK hal ini disebabkan antara lain oleh factor peningkatan jumlah penduduk usia 13-15 tahun lebih besar dibandingkan dengan penduduk usia tersebut yang masuk ke jenjang SMP/sederajat.

Pada aspek pelayanan umum untuk jenjang pendidikan dasar, capaian indikator outcome terbagi dalam dua kategori, kategori pertama adalah realisasinya terus meningkat atau melebihi target yang sudah ditetapkan; kedua

34 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021 adalah indikator yang realisasinya melebihi target dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya (2011-2015) anatara lain dapat kita lihat pada indikator guru yang memenuhi kualifikasi S1, Angka Melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTs dan angka putus sekolah SD/MI dan SMP/MTs. Kedua indikator ini target dan realisasinya masing-masing adalah: indikator guru yang memenuhi kualifikasi, target : 45;50;55;60;65, realisasi : 48,74;, 58,38;, 66,24;, 76,17;, 77,71. Untuk indikator Angka Putus Sekolah (ATS) SMP/MTs target : 1,32;, 1,3;, 1,28;, 1,25;, 1 realisasi : 0,87;, 0,61;, 0,39;, 0,36;, 0,27 dan untuk indikator angka melanjutkan dari SD/MI ke jenjanng SMP/MTs target: 88;,89;,89;,90;,91 capaian : 88,96;, 89,78;, 88,49;, 91,03;, 93,22.

Peningkatan ini kemungkinan besar disebabkan adanya kebijakan pemerintah pusat tentang implementasi pendidikan menengah universal(PMU) atau wajib belajar 12 tahun, yang dibarengi adanya pemberian bantuan operasional sekolah pada jenjang pendidikan dasar.

Kondisi yang hamper sama dalam relaisasi selama lima tahunan terjadi pada realisasi keuangan, baiak pada aspek pemerataan dan perluasan akses maupun pada aspek pelayanan mutu dan relevansi pendidikan juga pada aspek yang lainnya. Capaian selama lima tahun terakhir terjadi secara fluktuaktif, cintihnya terjadi pada program pendidikan dasra Sembilan tahun, capaian pada lima tahun terkahir (2011s.d.2015) masing-masing adalah: 74.8%; 69.0%; 89.35%; 69.93%; dan 89.4%. Hal yang sama terjadi juga pada program PMTK, yaitu: 36.5%; 77.0%; 94.56%; 83.25% dan 142.6%. Sementara untuk program lainnya dalam pencapaian lima tahun terakhir relative stabil.

Untuk perkembangan capaian keuangan secara lebih detail dapat diliahat pada table dibawah ini.

37 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021 2.3.1 Pendidikan Anak Usia Dini

Program Pendidikan TK dan RA bertujuan untuk melayani pendidikan anak usia 4 - 6 tahun agar dapat berkembang sesuai potensinya dan menyiapkan mereka untuk menempuh pendidikan dasar.

Jumlah lembaga yang melayani program pendidikan TK/RA dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel tersebut menunjukkan bahwa jumlah lembaga pendidikan TK dan RA pada tahun 2015/2016 didominasi oleh lembaga swasta.

Tabel

Jumlah TK/RA Tahun Pelajaran 2015/2016

No Kecamatan

Jumlah TK/RA Tahun 2015/2016 Negeri Swasta 1 Kec. Wadaslintang 0 45 2 Kec. Kepil 0 47 3 Kec. Sapuran 1 22 4 Kec. Kaliwiro 0 28 5 Kec. Leksono 0 23 6 Kec. Selomerto 1 33 7 Kec. Kalikajar 0 27 8 Kec. Kertek 0 35 9 Kec. Wonosobo 1 42 10 Kec. Watumalang 0 16 11 Kec. Mojotengah 0 26 12 Kec. Garung 0 24 13 Kec. Kejajar 0 31 14 Kec. Sukoharjo 0 25 15 Kec. Kalibawang 0 11 Jumlah 3 435

38 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021 Jumlah lembaga pendidikan TK dan RA yang tersedia belum mampu melayani seluruh AUS 4 -6 tahun di Kabupaten Wonosobo. Hal ini terlihat dari angka partsipasi kasar (APK) 2015/2016 seperti terlihat pada tabel di bawah ini.

Tabel

APK TK dan RA Kabupaten Wonosobo Tahun 2015/2016

No Nama Kecamatan Laki-Laki Perempuan Rata-rata

1 Kec. Wadaslintang 34.93 35.47 35.20 2 Kec. Kepil 28.18 24.97 26.60 3 Kec. Sapuran 29.66 28.52 29.11 4 Kec. Kaliwiro 54.40 59.11 56.54 5 Kec. Leksono 40.66 39.34 40.03 6 Kec. Selomerto 45.02 46.47 45.88 7 Kec. Kalikajar 57.96 50.19 54.08 8 Kec. Kertek 69.61 70.17 69.88 9 Kec. Wonosobo 84.96 81.63 83.33 10 Kec. Watumalang 18.09 18.21 18.15 11 Kec. Mojotengah 17.98 16.88 17.44 12 Kec. Garung 43.10 29.01 36.20 13 Kec. Kejajar 36.51 35.67 36.10 14 Kec. Sukoharjo 27.10 25.29 26.35 15 Kec. Kalibawang 14.10 15.34 14.71 Rata-rata 37.33 35.46 36.41

Program TK dan RA masih perlu ditingkatkan terutama untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan TK dan RA dalam rangka meningkatkan kesiapan anak didik bersekolah di pendidikan dasar. Disamping itu, peningkatan akses TK dan RA perlu ditingkatkan terutama di wilayah/Kecamatan dengan APK rendah. Tabel menunjukkan disparitas APK TK dan RA menurut Kecamatan tahun 2015/2016. Dari grafik ini

39 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021 dapat dilihat bahwa APK TK di tiga Kecamatan yaitu Kalibawang, Mojotengah dan Watumalang adalah yang paling rendah.

Banyaknya desa di Kabupaten Wonosobo belum memiliki TK/ PAUD berakibat Anak yang masuk SD tanpa melalui TK/PAUD banyak kecenderungannya agak lambat berfikir dan berakibat mengulang kelas di kelas I Sekolah Dasar. Untuk mengatasi hal tersebut alternatif yang sangat memungkinkan adalah pendirian TK/PAUD di desa-desa yang belum memiliki atau adanya TK/PAUD yang kurang merata.

2.3.2 Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun

Program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun dilaksanakan dalam rangka menuntaskan wajib belajar pendidikan dasar. Semua anak usia 7-15 tahun diharapkan dapat terlayani melalui jalur pendidikan formal maupun non formal. Jalur pendidikan formal meliputi SD, MI, SMP, SMP Terbuka, dan MTs, sedang jalur non formal meliputi Paket A dan Paket B. Secara rinci kondisi pendidikan di masing-masing jenjang dapat diuraikan sebagai berikut.

2.3.2.1 Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah

Pilar Pemerataan dan Perluasan Akses

a. Anak Usia SD-MI

Anak usia sekolah SD/MI di Kabupaten Wonosobo mencapai angka 79.701 sedangkan SMP/MTS 39.393, jumlah AUS SD/MI yang paling sedikit terdapat di Kecamatan Kaliwiro dan Kalikajar, sedangkan AUS SD/MI yang paling banyak ada di Mojotengah dan Watumalang.

Tabel

Kondisi Anak Usia Sekolah SD/MI

Kecamatan Jumlah AUS SD

(7-12 Tahun) Prosentase Kec. Wadaslintang 5.401 6.8 Kec. Kepil 6.075 7.6 Kec. Sapuran 6.135 7.7

40 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021 Kecamatan Jumlah AUS SD

(7-12 Tahun) Prosentase Kec. Kaliwiro 2.359 3.0 Kec. Leksono 4.439 5.6 Kec. Selomerto 4.077 5.1 Kec. Kalikajar 3.141 3.9 Kec. Kertek 4.682 5.9 Kec. Wonosobo 5.994 7.5 Kec. Watumalang 7.902 10.8 Kec. Mojotengah 8.640 10.8 Kec. Garung 4.987 6.3 Kec. Kejajar 6.480 8.1 Kec. Sukoharjo 5.214 6.5 Kec. Kalibawang 4.175 5.2 Kabupaten Wonosobo 79.701 100.9

b. APK, APM, dan APS SD-MI

Rata rata APK Kabupaten Wonosobo adalah 108.16 %, APM sebesar 93.32 % dan APS sebesar 95.08 % (Tabel kondisi usia sekolah SD/MI) dengan demikian APM Kabupaten Wonosobo berada dibawah APM Provinsi Jateng yang sebesar 95%. Rendahnya APM di Kabupaten Wonosobo bukan semata-mata disebabkan oleh rendahnya akses belajar namun justru disebabkan karena anak yang bersekolah di SD/MI banyak yang tidak berusia sekolah SD yaitu 7-12 tahun. Hal ini bisa dilihat dengan terdapatnya 1.695 atau sekitar 11.87% siswa baru kelas 1 SD yang berusia kurang dari 7 tahun, dan 10.007 atau sekitar 11.61 % yang berusia diatas 12 tahun.

Tabel

APK APM dan APS Untuk SD/MI

Kecamatan APK % APM % APS%

Kec. Wadaslintang

113.70 99.94 103.46

Kec. Kepil

41 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021

Kecamatan APK % APM % APS%

Kec. Sapuran 100.42 83.18 84.29 Kec. Kaliwiro 192.88 174.99 178.25 Kec. Leksono 98.78 87.77 88.51 Kec. Selomerto 120.87 106.40 110.33 Kec. Kalikajar 196.34 169.69 173.00 Kec. Kertek 195.71 163.48 165.93 Kec. Wonosobo 171.12 145.30 147.75 Kec. Watumalang 68.31 60.58 61.77 Kec. Mojotengah 74.42 64.25 65.60 Kec. Garung 104.81 87.41 88.17 Kec. Kejajar 74.91 65.54 66.27 Kec. Sukoharjo 61.64 55.75 57.40 Kec. Kalibawang 64.65 57.15 57.33 Rata-rata 108.16 93.32 95.08 Tabel

Siswa Baru Menurut Umur

Kecamatan Usia <7 tahun Usia 7 tahun Usia >7 tahun

Kec. Wadaslintang 255 551 195 Kec. Kepil 108 540 406 Kec. Sapuran 83 389 527 Kec. Kaliwiro 122 401 245 Kec. Leksono 68 305 334 Kec. Selomerto 123 355 347 Kec. Kalikajar 78 503 452 Kec. Kertek 136 525 939 Kec. Wonosobo 191 592 878 Kec. Watumalang 48 496 437 Kec. Mojotengah 179 501 361 Kec. Garung 117 354 371 Kec. Kejajar 128 444 194

42 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021 Kecamatan Usia <7 tahun Usia 7 tahun Usia >7 tahun

Kec. Sukoharjo

29 284 268

Kec. Kalibawang

30 259 124

Total 1695 6499 6078

Siswa Baru SD-MI Menurut Asal Sekolah

Dari 14.272 Siswa baru kelas 1 tahun 2015/2016, 1.577 Siswa (11.05) diantaranya bukan lulusan dari TK/RA hal ini berpengaruh pada tingginya angka mengulang kelas 1 yaitu sejumlah 5,36%, hal ini dimungkinkan karena belum siapnya siswa belajar kelas 1 yang berusia kurang dari 7 tahun dan bukan lulusan TK/RA. Diharapkan kedepan semua anak yang masuk SD merupakan lulusan dari TK/RA dan sudah berusia minimal 7 tahun.

Tabel

Siswa Baru Menurut Asal Sekolah

Kecamatan Lulusan TK % TK Bukan Lulusan TK % bukan TK Kec. Wadaslintang 912 6.39 89 0.62 Kec. Kepil 950 6.66 104 0.73 Kec. Sapuran 783 5.49 216 1.51 Kec. Kaliwiro 693 4.86 75 0.53 Kec. Leksono 695 4.87 12 0.08 Kec. Selomerto 791 5.54 34 0.24 Kec. Kalikajar 836 5.86 197 1.38 Kec. Kertek 1467 10.28 133 0.93 Kec. Wonosobo 1638 11.48 23 0.16 Kec. Watumalang 723 5.07 258 1.81 Kec. Mojotengah 800 5.61 241 1.69 Kec. Garung 807 5.65 35 0.25 Kec. Kejajar 695 4.87 71 0.50 Kec. Sukoharjo 557 3.90 24 0.17 Kec. Kalibawang 348 2.44 65 0.46

43 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021 Kecamatan Lulusan TK % TK Bukan Lulusan TK % bukan TK Grand Total 12695 88.95 1577 11.05 Distribusi SD-MI

Dari 577 sekolah SD / MI terdapat 81.28% (469) SD/MI yang berstatus negeri dan 0.18% (108) SD/MI yang berstatus swasta.

Tabel Distribusi SD/MI

Jenis sekolah Negeri Swasta Jumlah

MI 1 95 96

SD 468 13 481

Total 469 108 577

Pilar Mutu, Relevansi dan Daya Saing

Angka Mengulang Kelas SD-MI

Dari 3765 Siswa Mengulang SD/MI terdapat hanya Kec. Sukoharjo yang siswa mengulangnya paling sedikit yaitu 20 Siswa AMKnya kurang dari 0.6% dan Kec. Wadaslintang dengan AMK paling banyak 554 siswa atau sebesar 14.7%, hal ini dimungkinkan salah satunya karena banyaknya siswa SD yang tidak berasal dari lulusan TK/RA dan berusia kurang dari 7 tahun.

Tabel

Angka Mengulang Kelas SD/MI

Kategori AMK Sekolah Jumlah Prosentase

Kec. Wadaslintang 554 14.7 Kec. Kepil 227 6.0 Kec. Sapuran 287 7.6 Kec. Kaliwiro 94 2.5 Kec. Leksono 473 12.6 Kec. Selomerto 80 2.1 Kec. Kalikajar 454 12.1

44 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021 Kategori AMK Sekolah Jumlah Prosentase

Kec. Kertek 408 10.8 Kec. Wonosobo 222 5.9 Kec. Watumalang 280 7.4 Kec. Mojotengah 198 5.3 Kec. Garung 195 5.2 Kec. Kejajar 188 5.0 Kec. Sukoharjo 24 0.6 Kec. Kalibawang 81 2.2 Total 3765 100.0

Angka Putus Sekolah SD-MI

Tahun 2015/2016 angka putus sekolah di Kabupaten Wonosobo mencapai 47 Siswa dan 68 % diantaranya berada di 4 Kecamatan yaitu Kradenan, Cepu, Blora, dan Japah, sedangkan di Kecamatan Jati, Kedungtuban,Sambong, Ngawen dan Kunduran Angka Putus sekolahnya 0%, dari 47 siswa putus sekolah tersebut yang paling banyak adalah siswa kelas 6 yaitu 11 siswa, sedangkan yang paling sedikit adalah siswa kelas 2 yaitu 4 siswa.

Sedangkan dari jenis kelamin angka putus sekolah didominasi oleh siswa laki laki yaitu 28 siswa (63%) sedangkan siswa perempuan 19 siswa (37%). Dimungkinkan hal ini karena kurangnya motivasi belajar siswa dan juga kurangnya peran orang tua yang mendorong anaknya untuk belajar di sekolah. Kedepan diharapkan tidak ada anak SD yang putus sekolah.

45 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021 Tabel

Distribusi Angka Putus Sekolah SD/MI

Lima Kecamatan dengan angka putus sekolah tinggi tersebut berada di Kecamatan pinggiran yaitu Kecamatan Kaliwiro, Kertek, Leksono Wadaslintang, kecuali di Kecamatan Kertek . Hal ini perlu ada penanganan khusus dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo untuk memperkecil angka putus sekolah di lima Kecamatan tersebut.

Kondisi Ruang Kelas SD-MI

Dari 3544 Ruang kelas SD/MI di Kabupaten Wonosobo terdiri 2441 ruang kelas dalam kondisi baik, 609 dalam kondisi rusak ringan dan 494

46 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021 dalam kondisi rusak berat. Hal tersebut dimungkinkan karena usia bangunan ruang kelas yang sudah lama dan rendahnya perawatan gedung oleh masing masing sekolah. Diharapkan secara bertahap semua ruang kelas dalam kondisi yang baik (layak pakai).

Tabel

Kondisi Ruang Kelas SD/MI di Kabupaten Wonosobo

Kecamatan Baik Rusak Ringan Rusak Berat

Kec. Wadaslintang 170 76 57 Kec. Kepil 200 58 46 Kec. Sapuran 158 32 45 Kec. Kaliwiro 142 42 42 Kec. Leksono 132 25 26 Kec. Selomerto 131 58 34 Kec. Kalikajar 220 28 24 Kec. Kertek 171 52 51 Kec. Wonosobo 256 68 15 Kec. Watumalang 165 45 39 Kec. Mojotengah 131 32 33 Kec. Garung 153 20 11 Kec. Kejajar 141 26 7 Kec. Sukoharjo 192 30 42 Kec. Kalibawang 79 17 22 Total 2441 609 494

Tabel tersebut menunjukkan bahwa mayoritas berada dalam kondisi baik, namun ada sebanyak 13.93 % yang menjadi perhatian serius karena kondisi ruang kelas sudah rusak berat. Sementara itu 17.12 % lainnya juga perlu perhatian karena bila tidak segera ditangani akan menjadi rusak berat.

47 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021 Kecukupan Ruang Kelas SD-MI

SD/Mi di Kabupaten Wonosobo memiliki rombongan belajar sebanyak 4448 sedangkan ruang kelas yang ada sebanyak 4448 sehingga ada cukup untuk memenuhi jumlah ruang sejumlah rombel dengan asumsi 1 rombel 1 kelas, tetapi ada 494 ruang dalam keadaan rusak berat dan 609 ruang dalam kondisi rusak sedang..

Tabel

Kecukupan Ruang Kelas SD/MI

Tingkat Kelulusan SMP-MTS

Hasil UAS Sekolah tahun 2015/2016 di Kabupaten Wonosobo rata rata kelulusannya 99,8%, Total peserta yang tidak lulus sebanyak 18 peserta, jumlah ini tersebar di 5 kecamatan yaitu Kecamatan Kepil, Sapuran, Wonosobo, Mojotengah dan Kejajar. Sebagian besar peserta yang tidak lulus terdapat di kecamatan Wonosobo 9 peserta (99.3%). Kedepan diharapkan semua sekolah di Kabupaten Wonosobo mempunyai tingkat kelulusan 100%.

48 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021 Tabel

Kondisi Kelulusn UAS SD/MI tahun 2015/2016 Per Kecamatan

Angka Melanjutkan ke SMP-MTs

Rata rata angka melanjutkan ke SMP/MTs bervariasi antara satu Kecamatan dengan Kecamatan yang lain, angka melanjutkan dibawah 80% berada di 6 Kecamatan yaitu Kecamatan Wadaslintang, Sapuran, Leksono, Kejajar, Sukoharjo dilain sisi ada yang diatas 100% yaitu di Kecamatan Mojotengah. Hal ini sangat dipengaruhi oleh keadaan geografis dimasing masing wilayah, siswa lulus SD/MI tidak selalu melanjutkan sekolah jenjang SMP/MTS di daerahnya sendiri, akan tetapi banyak yang melanjutkan ke Kecamatan lain bahkan kabupaten lain, hal ini mungkin terjadi karena mempertimbangkan faktor mutu, kuota penerimaan siswa baru dan letak

49 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021 geografis yang lebih dekat. Di Kabupaten Wonosobo rata rata angka melanjutkan adalah 92%

Tabel

Angka Melanjutkan dari SD-MI ke SMP-MTs

2.3.2.1 Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah

Pilar Pemerataan dan Perluasan Akses

Anak Usia SMP-MTs

AUS SMP/MTS yang paling rendah ada di Kecamatan Kaliwiro dan Kalikajar dan yang paling tinggi ada di Kecamatan Mojotengah dan Kejajar. Anak Usia Sekolah SD/MI maupun SMP/MTs pada Kecamatan

50 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021 Kaliwiro tergolong rendah karena pada Kecamatan tersebut realitannya tergolong Kecamatan yang berjumlah penduduk jarang dibanding Kecamatan yang lain.

Tabel

Kondisi Anak Usia Sekolah SMP-MTS

APK, APM, APS Jenjang SMP-MTs

Rata-rata APK Kabupaten Wonosobo sebesar 97.5 % dan ada 2 Kecamatan dengan APK ≤ 75 % adalah Kecamatan Watumalang 55.2 %, Kejajar 41.4 %, Sukoharjo 48.7% dan Kalibawang 56.9% .Sementara itu 8 Kecamatan dengan APK ≥ 100 % adalah Kecamatan Wadaslintang 118.3%, Kaliwiro 185.1%, Selomerto 111.2%, Kalikajar 181.3%, Kertek 147,4%, Wonosobo 150.0%, Mojotenagah 114.1%, dan Garung 120.0%

51 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021 Rata-rata APM Kebupaten Blora sebesar 72,6% dan ada 4 Kecamatan ≤ 50 % yaitu Kec. Watumalang 42,6%, Kejajar 32,4%, Sukoharjo 39,1% dan Kalibawang 42,2%. Sementara itu ada 3 Kecamatan dengan APM ≥ 100 % yaitu Kecamatan Kaliwiro 142,9%, Kalikajar 140,3%, dan Wonosobo 108,6%.

Rata-rata APS Kabupaten Wonosobo sebesar 110.8 % dan ada 1 Kecamatan dengan APS ≤ 50 % yaitu Kecamatan Kejajar 45,6%. Sementara itu ada 9 Kecamatan dengan APS ≥ 100 % yaitu Kec. Wadaslintang 118,3%, Kepil 111,4%, Kaliwiro 190,5%, Selomerto 124,8%, Kalikajar 190,0%, Kertek 161,6%, Wonosobo 205,4%, Mojotengah 132,2%, Garung 123,2%.

Isu strategis yang muncul dari profil ini adalah terdapat 23,86% anak usia 13-15 tahun tidak bersekolah di Wonosobo, hal ini bisa disebabkan karena sekolah di luar Wonosobo atau memang tidak sekolah sama sekali. Namun isu strategis yang lebih penting adalah rendahnya APM di 1 Kecamatan yaitu Kecamatan Kejajar.

Tabel

52 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021 Distribusi SMP-MTs Menurut Status dan Jenis

Total SMP dan MTs sebanyak 130 sekolah terdiri dari SMP dan MTs Negeri sebanyak 74 sekolah dan Swasta sebanyak 56 sekolah. Khusus untuk SMP sebanyak 97 sekolah terdiri dari 72 SMP Negeri termasuk di dalamnya SMP Satu Atap dan 25 SMP Swasa. Data SMP-MTs menurut status dan jenis ini tidak muncul isu strategis yang perlu di programkan dalam Renstra.

Tabel

Distribusi SMP-MTS Menurut Status dan Jenis

Jenis sekolah Negeri Swasta Grand Total

MTs 2 31 33

SMP 72 25 97

Grand Total 74 56 130

Distribusi Satuan Pendidikan SMP-MTs Menurut Siswa Per Rombel

Jika dilihat dari rasio murid per rombongan belajar, maka sekolah SMP/Mts di Kabupaten Wonosobo sudah memenuhi standar nasional dengan rata-rata kabupaten 28,. Hal ini tidak perlu ditindaklanjuti dalam Renstra.

Tabel

53 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021

Pilar Mutu, Relevansi dan Daya Saing

Distribusi Sekolah Menurut AMK

Dilihat dari Angka Mengulang Kelas (AMK) terdapat 3 kecamatan yaitu Kecamatan Kalikajar, Garung dan Sukoharjo tidak terdapat angka mengulang, sementara kecamatan lain terdapat angka mengulang kelas dengan prosentase di bawah 20%.

Tabel

Distribusi Sekolah Menurut AMK Sekolah SMP/MTs per Kecamatan

Distribusi Sekololah SMP-MTS Menurut APTS Sekolah

Kecamatan yang memiliki angka putus sekolah paling rendah yaitu Kecamatan Mojotengah 0.8% sedangkan kecamatan yang paling tinggi angka putus sekolah yaitu Kecamatan Watumalang 11,3%, Kepil 10,4%, Garung 10% dan Sukoharjo 9,2% .

54 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021 Tabel

Distribusi Sekololah SMP-MTS Menurut APTS Sekolah

Kecukupan Ruang Kelas SMP-MTS

Dilihat dari kecukupan ruang kelas dibanding rombel hampir seluruh SMP/MTs di Kabupaten Wonosobo masih kurang ruang kelas diantaranya Kecamatan Wadaslintang 4 ruang, Kepil 11 ruang, Kaliwiro 19 ruang, Leksono 3 ruang, Kalikajar 14 ruang, Kertek 10 ruang, Wonosobo 2 ruang, Mojotengah 23 ruang, Garung 19 ruang, Kejajar 5 ruang, dan Kalibawang 1 ruang.. Kekurangan ruang kelas di 11 kecamatan menjadi isu strategis sehingga diprogramkan dalam renstra ini.

55 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021 Tabel

Kecukupan Ruang Kelas SMP-MTS

Kondisi Ruang Kelas SMP-MTS

Ditinjau dari kondisi ruang kelas, sebanyak 100 ruang kelas mengalami rusak berat dan 176 mengalami rusak sedang. Kondisi ini cukup strategis karena seharusnya semua ruang kelas dalam kondisi baik. Oleh karena ini kerusakan ruang kelas ini menjadi isu strategis dan dimasukkan dalam program dan kegiatan Renstra.

56 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021 Tabel

Kondisi Ruang Kelas SMP-MTS

Tingkat Kelulusan SMP-MTS

Ditinjau dari tingkat kelulusan, sebanyak 10 kecamata memiliki tingkat kelulusan 100 % sementara itu hanya 5 kecamatan memiliki tingkat kelulusan kurang dari 100 % yakni kecamatan kepil 99.8%, sapuran 99.9%, wonosobo 99,3%, mojotengah 99.9% dan kejajar 99,1% dan rata-rata kelulusan sebesar 99,8%. Hal ini merupakan capaian target yang harus dipertahankan pada periode 5 tahun mendatang.

57 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021 Tabel

Tingkat Kelulusan SMP-MTS

2.3.3. Bidang Ketenagaan

Data guru sekolah Dasar Kabupaten Wonosobo berdasarkan Kecamatan dan status kepegawaian dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

58 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021 Tabel :

59 | Renstra Dindikpora Wonosobo 2016-2021 Kecukupan Guru Kelas di Kabupaten Wonosobo, tergambar sebagaimana tabel berikut ini

Berdasarkan tabel di atas dapat dikemukakan bahwa Kabupaten Wonosobo kekurangan guru kelas PNS sebanyak 500 yang tidak merata disetiap kecamatan, bahkan ada yang kelebihan diantaranya kecamatan wadaslintang 8 orang, kepil 47 orang, sapurang 5 orang, kaliwiro, 11 orang, kalikajar 24 org, kertek 16 orang, watumalang, 7 org, garung 12 orang, kejajar 8 orang, dan kalibawang sebanyak 3 orang sedangkan kecamatan

Dokumen terkait