• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

9. Kinerja Secara Keseluruhan

Dalam instrument ini setiap responden di minta untuk mengukur sendiri kinerjanya dengan memilih skala rendah (nilai 1)

36

menunjukkan tingkat kinerja di bawah rata-rata, skala sedang (nilai2) menunjukkan tingkat kinerja rata-rata dan skala tinggi (nilai 3) menunjukkan tingkat kinerja di atas rata-rata.

3.5. Teknik Analisis Data

Untuk mengetahui hasil setiap penelitian, maka harus diadakan analisis terhadap data yang telah diperoleh. Adapun alat analisis data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah :

3.5.1. Analisis Deskriptif Statistik

Analisis yang digunakan dalam menginterprestasikan data-data yang berhasil dikumpulkan dan merupakan suatu alat bagi peneliti untuk menjelaskan frekuensi terjadinya suatu fenomena dan nilai rata-rata dari data riset

3.5.2. Analisis Verifikatif

Analisis verifikatif merupakan analisis yang menggunakan rumus dan teknik perhitungan untuk mengatasi masalah yang sedang diteliti. Teknik perhitungan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linier Sederhana dan Analisis Regresi Berganda dengan Metode Absolut Selisih. Analisis regresi linier sederhana ini digunakan untuk menentukan pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja aparat pemerintah daerah.

Analisis regresi digunakan untuk memperoleh persamaan dan garis

37

yang menunjukkan persamaan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Pengujian dengan regresi berganda dengan metode absolut selisih digunakan untuk menerangkan variasi kinerja aparat pemerintah daerah dari dua interaksi variabel independen.

Untuk menguji hipotesis 1,5,6 dan 7 digunakan regresi linier sederhana. Hipotesis 2, 3, dan 4 di uji dengan regresi berganda.

Model yang digunakan dalam penelitian ini disajikan dalam persamaan sebagai berikut :

Hipotesis pertama : Y = α + βX

Hipotesis kedua :

Y = bo + b1X1 + b2X2 + b3 [X1,X2] Hipotesis ketiga :

Y = bo + b1X1 + b2X3 + b3 [X1,X3] Hipotesis keempat :

Y = bo + b1X1 + b2X4 + b3 [X1,X4] Hipotesis kelima :

X1 = α + βX2

Hipotesis keenam : X1 = α + βX3 Hipotesis ketujuh : X1 = α + βX4

Keterangan :

38

Y = kinerja aparat pemerintah daerah β = koefisien regresi

X1 = partisipasi penyusunan anggaran X2 = budaya organisasi

X3 = komitmen organisasi X4 = gaya kepemimpinan

3.6. Uji Kualitas Data 3.6.1. Uji Validitas

Data yang diperoleh dari kuesioner harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah khususnya secara psikometri, karena kualitas data yang diperoleh akan menentukan kualitas hasil penelitian. Oleh karena itu, sebelum digunakan untuk mengambil data, terlebih dahulu harus di uji validitas dan reliabilitasnya.

Validitas adalah suatu indikator sejauh mana ketepatan dan kecermatan kuesioner dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu alat ukur atau kuesioner dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila kuesioner tersebut mampu memberikan hasil pengukuran yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut.

Sedangkan reliabilitas diartikan sebagai sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya.

Nilai batas yang digunakan untuk menentukan valid tidaknya suatu item pertanyaan adalah 0,05. Dengan demikian, jika

39

suatu item pertanyaan memiliki tingkat signifikansi < 0,05 maka item pertanyaan tersebut dikatakan valid. Item pertanyaan yang tidak valid harus di buang sehingga tidak perlu digunakan dalam kuesioner.

3.6.2. Uji Reliabilitas

Pengujian terhadap reliabilitas kuesioner dilakukan dengan metode Cronbach Alpha. Nilai batas yang digunakan untuk menentukan reliabilitas tidaknya suatu kuesioner adalah 0,60.

Dengan demikian, jika suatu kuesioner memiliki koefisien reliabilitas Cronbach Alpha > 0,60 maka dapat disimpulkan bahwa kuesioner tersebut reliable, sehingga layak digunakan dalam penelitian sebagai alat pengumpul data.

3.7. Uji Asumsi Klasik

Dalam permasalahan regresi, adanya uji asumsi klasik diperlukan karena dapat mempengaruhi bias tidaknya kesimpulan suatu analisis.

3.7.1. Uji Normalitas

Uji normalitas merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi dalam regresi, apabila jumlah sampel diperbesar, penyimpangan asumsi normalitas ini semakin kecil pengaruhnya.

Hal ini di dukung oleh teori limit pusat yang menyatakan bahwa distribusi dari rata-rata sampel hasil observasi akan mendekati normal bila jumlah individu sampel makin besar tanpa

40

memperhatikan bentuk distribusi dari data hasil observasinya sendiri.

Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Untuk menguji normalitas digunakan diagram plot Normal P-P. Jika titik-titik yang terbentuk menyebar di sekitar garis diagonal, maka data telah berdistribusi normal.

3.7.2. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas digunakan untuk memastikan bahwa variabel-variabel independen dalam penelitian ini tidak saling bergantung. Artinya X1, X2,….., Xk independen. Uji multikolinieritas dalam penelitian ini dilakukan dengan cara melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF) dari masing-masing variabel bebas terhadap

variabel terikatnya. Jika nilai VIF tidak lebih dari 10, maka model pertanyaan tidak terdapat multikolinearitas. Hal ini menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan antar variabel bebas.

3.7.3. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka di sebut Homoskedastisitas dan jika berbeda di sebut Heteroskedastisitas.

Model regresi yang baik adalah yang Homoskedastisitas atau tidak terjadi Heteroskedastisitas. Kebanyakan data cross-section

41

mengandung situasi Heteroskedastisitas karena data ini menghimpun data yang mewakili berbagai ukuran (kecil, sedang, dan besar).

Untuk mendeteksi adanya gejala Heteroskedastisitas dalam model persamaan regresi dapat menggunakan gambar/chart model scatterplot dengan program SPSS (Hartono, 2008). Jika hasil uji

Heteroskedastisitas terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak, serta menyebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y tidak teratur dan tidak membentuk pola tertentu, maka dapat disimpulkan bahwa pada uji ini tidak terjadi problem Heteroskedastisitas pada model regresi.

3.8. Uji Hipotesis

Sebagaimana telah disebutkan di atas, bahwa terdapat beberapa hipotesis dan untuk menguji kebenaran hipotesis tersebut, digunakan alat uji, yaitu :

Uji Parsial (Uji t)

Untuk membuktikan uji kebenaran hipotesis digunakan uji t yaitu dengan menguji koefisien regresi berganda secara sendiri-sendiri sehingga dapat diketahui variabel bebas bersama-sama berpengaruh secara signifikan.

Ho : Partisipasi anggaran dengan variabel moderasi budaya organisasi, komitmen organisasi, dan gaya kepemimpinan tidak berpengaruh positif terhadap kinerja aparat pemerintah daerah.

42

Ha : Partisipasi anggaran dengan variabel moderasi budaya organisasi, komitmen organisasi, dan gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja aparat pemerintah daerah.

Bila sig t < 0,05, maka Ho di tolak dan Ha di terima, sedangkan sig t > 0,05, maka Ho gagal di tolak, dan Ha gagal di terima. α = 5% (sig 95%)

43 BAB IV

Dokumen terkait