• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

E. Instrumen Pengumpulan Data

3. Kisi-Kisi Instrumen Penelitian

Dalam hal ini peneliti membuat kisi-kisi instrumen agar penelitian dapat terfokus kepada permasalahan yang ada. Adapun kisi-kisi instrumen adalah sebagai berikut:

a. Observasi

Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penulis mengamati keadaan lingkungan sekolah, seperti keadaan guru, siswa, dan pelaksanaan pembelajaran di kelas VII SMP PGRI 2 Ciledug, peneliti melakukan pengamatan baik dikelas maupun diluar kelas.

Tabel 3.1

Kisi-Kisi Instrumen Observasi (Peran Guru IPS)

Indikator Nomor

Observasi

Jumlah Observasi

James W. Brown

Tugas dan peranan guru menguasai dan mengembangkan materi pelajaran, merencana dan mempersiapkan, mengontrol dan mengevaluasi kegiatan siswa.

1,2,3,4,5,6 6

Fu’ad bin Abdul Aziz asy-Syalhub Tugas dan kewajiban guru adalah:

a. Menanamkan aqidah yang benar dan memantapkan kualitas iman siswa pada proses belajar mengajar;

b. Memberikan nasihat kepada siswa;

c. Lembut kepada siswa dan mengajarnya dengan metode yang bagus;

d. Tidak menyebutkan nama secara langsung ketika memberi teguran;

e. Menerapkan sistem sanksi pada saat mengajar;

f. Memberikan penghargaan kepada siswa

8 9,10 11 12 13 1 1 1 1 1 Sardiman A.M

Guru berperan untuk memberikan motivasi dengan cara:

a. Memberikan penghargaan (hadiah serta pujian)

b. Memberikan hukuman c. Memberi ulangan dan nilai d. Bekerjasama 14,15 16 17,18,19 20 2 1 3 1 Mulyana A. Z

Peran guru adalah menciptakan hubungan yang serasi dan penuh kegairahan dalam interaksi belajar mengajar di kelas, dalam menunjukkan kegiatan antara lain, menangani perilaku siswa yang tidak diinginkan secara positif, menunjukkan kegairahan dalam mengajar, murah senyum, mampu mengendalikan emosi, dan mampu bersifat proporsional sehingga berbagai masalah pribadi dari guru itu sendiri dapat didudukan pada tempatnya.

21,22,23, 24,25

5

Tabel 3.2

Kisi-Kisi Instrumen Observasi (Motivasi Belajar Siswa)

Indikator Nomor

Observasi

Jumlah Observasi

Harackiewicz dan Elliot

Bentuk motivasi intrinsik diantaranya adalah: a. Kesenangan (enjoyment), merasa senang

dalam melakukan kegiatan belajar.

b. Ketertarikan (interest), ada rasa ketertarikan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

1,2 3,4

2 2 Winkel

Beberapa bentuk motivasi ekstrinsik diantaranya adalah:

a. Belajar demi memenuhi kebutuhan

b. Belajar demi menghindari hukuman yang

5 6

1 1

diancamkan

c. Belajar demi memperoleh hadiah material yang disajikan

d. Belajar demi meningkatkan gengsi

e. Belajar demi memperoleh pujian dari orang yang penting seperti orang tua dan guru

7 8 9 1 1 1 b. Wawancara

Wawancara dilakukan secara langsung oleh peneliti kepada responden yang merupakan guru mata pelajaran IPS dan beberapa siswa/i kelas VII. Menurut Misbahuddin wawancara adalah “cara pengumpulan data dengan menggadakan tanya jawab langsung kepada objek yang diteliti atau kepada perantara yang mengetahui persoalan dari objek yang diteliti”.10 Peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur, yang menurut Sugiyono merupakan “wawancara bebas dimana peneliti tidak mengunakan pedoman

wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk

pengumpulan datanya”.11

Metode wawancara dalam penelitian ini digunakan untuk mendapatkan keterangan tambahan dan mendukung jawaban angket dari responden dengan cara bertanya langsung kepada siswa kelas VII dan menyakan kepada guru bidang studi IPS Terpadu di SMP PGRI 2 Ciledug.

c. Angket

Angket yang disusun adalah angket tertutup, yaitu angket yang sudah disediakan alternatif jawabannya sehingga responden tinggal memilih, hal ini akan memudahkan responden dalam menjawab. Pertanyaan dalam angket dijabarkan dalam beberapa butir soal, semua butir soal dalam angket berupa pertanyaan obyektif sehingga responden tinggal memberi tanda centang (√) pada salah satu alternatif jawaban yang dianggap paling sesuai

10

Misbahuddin dan Iqbal Hasan, Analisis Data Penelitian Dengan Statistik, (Jakarta: Bumi Aksara, 2013), h. 27

11

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2009), h. 197

dengan keadaannya. Dalam angket ini disediakan empat alternatif jawaban,

“Selalu”, “Sering”, “Kadang-Kadang”, dan “Tidak Pernah”.

Tabel 3.3

Kisi-Kisi Instrumen Angket (Peran Guru IPS)

Variabel Penelitian

Indikator Butir Angket

(+) (-)

Peran Guru

James W. Brown

Tugas dan peranan guru menguasai dan mengembangkan materi pelajaran,

merencana dan mempersiapkan,

mengontrol dan mengevaluasi kegiatan siswa. 24,21, 33,1, 23,22 34,2, 37,36, 3,38

Fu’ad bin Abdul Aziz asy-Syalhub Peran dan kewajiban guru adalah:

a. Menanamkan aqidah yang benar dan memantapkan kualitas iman siswa pada proses belajar mengajar;

b. Memberikan nasihat kepada siswa;

c. Lembut kepada siswa dan

mengajarnya dengan metode yang bagus;

d. Tidak menyebutkan nama secara langsung ketika memberi teguran; e. Menerapkan sistem sanksi pada saat

mengajar;

f. Memberikan penghargaan kepada siswa. 31 11 17,10 29 27 28 Sardiman A.M

Guru berperan untuk memberikan motivasi dengan cara:

a. Memberikan penghargaan (hadiah serta pujian)

b. Memberikan hukuman c. Memberi ulangan dan nilai d. Bekerjasama 12,7 8 13,15, 16 6 19,20 9 14,26, 20 5 Mulyana A. Z

peran guru adalah menciptakan hubungan yang serasi dan penuh kegairahan dalam interaksi belajar mengajar di kelas, dalam menunjukkan kegiatan antara lain,

32,30, 18,4,

menangani perilaku siswa yang tidak diinginkan secara positif, menunjukkan kegairahan dalam mengajar, murah senyum, mampu mengendalikan emosi, dan mampu bersifat proporsional sehingga berbagai masalah pribadi dari guru itu sendiri dapat didudukan pada tempatnya.

Tabel 3.4

Kisi-Kisi Instrumen Angket (Motivasi Belajar Siswa)

Variabel Penelitian

Indikator Butir Angket

(+) (-)

Motivasi Belajar Siswa

Harackiewicz dan Elliot

Bentuk motivasi intrinsik diantaranya adalah:

a. Kesenangan (enjoyment), merasa senang dalam melakukan kegiatan belajar.

b. Ketertarikan (interest), ada rasa ketertarikan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

Winkel

Beberapa bentuk motivasi ekstrinsik diantaranya adalah:

a. Belajar demi memenuhi kebutuhan b. Belajar demi menghindari hukuman

yang diancamkan

c. Belajar demi memperoleh hadiah material yang disajikan

d. Belajar demi meningkatkan gengsi e. Belajar demi memperoleh pujian

dari orang yang penting seperti orang tua dan guru

52 54 44 39 51 45 43,42 50 48 46 47 49 53 40,41

Adapun kisi-kisi kuesioner akan diuji keabsahannya dengan menggunakan uji instrumen angket yaitu uji validitas dan uji reliabilitas.

d. Dokumentasi

Dokumentasi dimaksudkan sebagai cara untuk memperoleh data dengan jalan mengumpulkan catatan tertentu yang nyata, yang sudah tersedia sebagai sumber penelitian yang berkaitan dengan peran guru dalam memotivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP PGRI 2 Ciledug.

Tabel 3.5

Kisi-Kisi Instrumen Dokumentasi

No. Hal-hal yang ditemukan dalam dokumentasi

1. 2. 3. 4.

Sejarah berdirinya SMP PGRI 2 Ciledug-Tangerang Visi dan Misi

Daftar nama-nama guru dan karyawan Sarana dan Prasarana

F. Teknik Analisis Keabsahan Data

1. Teknik Analisis Keabsahan Data Wawancara dan Observasi

Penelitian kualitatif harus mengungkap kebenaran yang objektif. Karena itu keabsahan data dalam sebuah penelitian kualitatif sangat penting. Melalui keabsahan data kredibilitas (kepercayaan) penelitian kualitatif dapat tercapai. Pada penelitian kualitatif, tingkat keabsahan lebih ditekankan pada data yang diperoleh. Melihat hal tersebut maka kepercayaan data hasil penelitian dapat dikatakan memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan sebuah penelitian.

Data yang valid dapat diperoleh dengan melakukan uji kredibilitas terhadap data hasil penelitian sesuai dengan prosedur uji kredibilitas data dalam penelitian kualitatif. Adapun macam-macam pengujian kredibilitas menurut Sugiyono antara lain dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, analisis kasus negatif, dan membercheck.12

12

Triangulasi merupakan teknik yang mencari pertemuan pada satu titik tengah informasi dari data yang terkumpul guna pengecekan dan pembanding terhadap data yang telah ada. Ada empat macam triangulasi diantaranya dengan memanfaatkan penggunaan sumber, metode, penyidik dan teori. Dalam memenuhi keabsahan data penelitian ini dilakukan triangulasi dengan sumber. Menurut Patton, triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif.13 Triangulasi dengan sumber yang dilaksanakan pada penelitian ini yaitu membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen yang berkaitan. Data yang diperoleh kemudian dideskripsikan dan dikategorisasikan sesuai dengan apa yang diperoleh dari berbagai sumber tersebut. Peneliti akan melakukan pemilahan data yang sama dan data yang berbeda untuk dianalisis lebih lanjut.

2. Teknik Analisis Keabsahan Data Angket

Sedangkan analisis data kuesioner atau angket menggunakan

statistik. “Salah satu fungsi statistik adalah menyederhanakan data

penelitian yang amat besar jumlahnya menjadi informasi yang lebih sederhana dan lebih mudah untuk dipahami.”14

Adapun yang dilakukan dalam menganalisis data kuesioner atau angket penelitian ini meliputi:

a.Uji Vailiditas

Skala sikap penghitungan validitas angket pada penelitian ini, dilakukan dengan cara membagikan angket kepada siswa/i sebagai sampel yang mewakili dalam menguji ketepatan instrumen atau angket.

13

Lexy J. Moleong, Metode Kualitatif. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007), hal. 29.

14

Sebelum diujikan harus ditentukan validitasnya. Validitas berasal dari kata validity, dapat diartikan tepat atau sahih, yakni sejauh mana ketepatan dan kecamatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya.15 Untuk memperoleh pengujian hipotesis yang valid dan obyektif diperlukan data yang memiliki validitas dan reliabilitas yang tinggi. Uji validitas dilakukan dengan menghitung korelasi antara masing-masing pernyataan dengan skor total.

b. Uji Reliabilitas

Reliabilitas berhubungan dengan masalah kepercayaan hasil tes. Suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut memberikan hasil yang tetap. Untuk menghitung besarnya reliabilitas dilakukan dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach yaitu:

Keterangan:

r11 = Reliabilitas yang dicari

= Jumlah varian skor tiap – tiap item = Varians total

Tabel 3.6 Indeks Reliabiilitas

Indeks Reliabilitas Kriteria

0,80 – 1,00 Sangat Tinggi 0,60 – 0,80 Tinggi 0,40 – 0,60 Cukup 0,20 – 0,40 Rendah 0,00 – 0,20 Sangat Rendah 15

Ahmad Sofyan, dkk, Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kompetensi, (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2006), Cet. 1, h. 105.

c. Editing

Editing yaitu proses pengecekan atau memeriksa jawaban angket. Editing atau pemeriksaan data dilakukan terhadap jawaban yang telah ada dalam kuesioner dengan memperhatikan hal-hal meliputi: kelengkapan pengisian jawaban, kejelasan tulisan, kejelasan makna jawaban, serta kesesuaian antar jawaban.

d. Skoring

Teknik ini digunakan untuk memberikan skor pada setiap opsi jawaban dari responden. Teknik pengolaan data dalam penelitian ini menggunakan metode skala likert. Skala likert disusun dalam bentuk suatu pernyataan dan diikuti oleh lima respons yang menunjukkan tingkatan. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini berupa pertanyaan dan merupakan jenis pernyataan positif. Sesuai dengan pendapat Arikunto tersebut, maka peneliti menggunakan skor sebagai berikut:

SL = Selalu diberi skor 4 SR = Sering diberi skor 3

KD = Kadang-Kadang diberi skor 2 TP = Tidak Pernah diberi skor 1

Dokumen terkait