BAB II PENGATURAN ASURANSI PENGIRIMAN BARANG OLEH
C. Asuransi Terhadap Pengiriman Barang
2. Klaim Asuransi
1. Klaim Asuransi secara umum
Dalam mengadakan perjanjian asuransi, sebenarnya kedua belah pihak (tertanggung dan penanggung) dituntut untuk mempunyai good faith (itikad baik).
Dengan itikad baik tersebut, maka pelaksanaan perjanjian asuransi hampir dapat dipastikan akan berjalan dengan lancar.
61 Wawancara dengan Ibu Jelly bagian ekspedisi, tanggal 19 Juli 2018 di PT. Damai Abadi.
discover oleh polis, untuk asuransi kerugian biasanya diteruskan dengan peninjauan lokasi dan meminta dokumen pendukung.
Dokumen yang diperlukan untuk mengajukan klaim bisa bervariasi, tergantung kepada jenis asuransi yang ditutup. Sebagai contoh adalah sebagai berikut:
a. Untuk Asuransi kendaraan bermotor dokumen yang diperlukan adalah:
a).Formulir klaim yang telah diisi lengkap dan ditandatangani (dilengkapi);
b).Berita acara dari polisi bila terjadi kecurian, kehilangan atau melibatkan pihak ketiga:
c). Foto kopi SIM pembawa kendaraan;
d). Foto kopi STNK;
e). Laporan survey dan foto-foto yang dibuat petugas survey perusahaan asuransi;
f). Dalam hal total loss, maka harus dilengkapi pula dengan laporan polisi setempat, surat subrograsi yang bermaterai yang cukup, BPKP asli, STNK asli (jika tidak ada harus melampirkan surat keterangan polisi), kunci asli dan duplikat, faktur pe,belian mobil serta kuintansi kosong rangkap secukupnya yang ditandatangani oleh pemilik. Klaim total loss dapat diajukan bila kerugian melebihi 75% dari nilai kendaraan bermotor yang dipertanggungkan. 62
62Agus Prawoto, Hukum Asuransi dan Kesehatan Perusahaan Asuransi, (Yogyakarta:
BPFE-Yogyakarta, 1995), hlm. 133.
b. Klaim kebakaran:
1). Formulir klaim yang telah diisi lengkap;
2). Berita acara yang menjelaskan terjadinya kebakaran;
3). Surat keterangan dari kepolisian atau instansi lain yang berwenang;
4). Perkiraan kerugian yang terjadi;
5). Foto kopi polis;
6). Laporan survey dan foto-foto;
7). Laporan adjuster (kalau menggunakan);
8). Lain-lain yang diperlukan.
c. Klaim marine cargo:
Formulir klaim yang telah dilengkapi;
1). Bill of loading dan manifest;
2). Packing list;
3). Invoice dari penjual;
4). Laporan SGS;
5). Surat keterangan kerusakan atau kekurangan dari maskapai pelayaran atau pengangkutan;
6). Polis asli;
7). Laporan survey dan foto-foto;
8). Laporan surveyor (kalau menggunakan);
9). Surat subrograsi (untuk total loss).
f. Klaim marine hull:
1). Formulir klaim yang telah dilengkapi;
2). Laporan survey dan foto-foto;
3). Berita acara kecelakaan (marine note of prelist) yang ditandatangani oleh syah bandar bagi kapal berbendera Indonesia;
4). Log book kapal dua minggu sebelum kecelakaan;
5). Foto kopi sertifikasi layak laut;
6). Maintenance record untuk kerusakan yang terjadi pada mesin;
7). Estimasi perbaikan dari galangan kapal;
8). Laporan surveyor/ adjuster;
9). Foto kopi polis dan surat lain yang dianggap perlu.63
2. Pelaksanaan Klaim Asuransi Pengiriman Barang pada PT. Damai AbadiAluminium Extrusion Industry.
Prosedur pengajuan klaim merupakan tata cara bagaimana pihak tertanggung mengajukan tuntutan ganti kerugian kepada penanggung apabila telah terjadi suatu peristiwa yang mengakibatkan kerugian dan kerusakan terhadap barang tanggungan.
Pelaksanaan klaim asuransi oleh PT. Damai Abadi Aluminium Extrusion Indsutry jika ada peristiwa yang mengakibatkan kerugian terhadap pengiriman barang.PT.Damai Abadi Aluminium Extrusion Indsutry harus melaporkan peristiwa tersebut dan melengkapi dokumen-dokumen yang dimohonkan oleh pihak penanggung. Mengganti kerugian yang diderita oleh pihak tertanggung maka pihak penanggung melakukan proses klaim terlebih dahulu.
63Ibid, hlm 134-135.
Proses penyelesaian klaim pengiriman barang yaitu:
1. Laporan klaim tertanggung
a. Laporan klaim dari tertanggung dapat melalui lisan dan tulisan kurang lebih 3x 24 jam
b. Penerimaan laporan klaim dari tertanggung dapat melalui telepon atau secara lisan dan harus dicatat dalam laporan klaim sesuai prosedur.
c. Pengisian laporan klaim harus lengkap dan dilengkapi dengan nama pelapor klaim.
2. Penelitian klaim
Penelitian klaim harus mencakup:
a. Batas tenggang waktu pelapor klaim.
b.Objek kerugian sebagai objek pertanggungan.
c. Periode pertanggungan.
d.Penyebab kerugian.
Penelitian khusus mengenai pelunasan pembayaran premi adalah untuk mengetahui ketentuan pelunasan premi pada pertanggungan tersebut berdasarkan:
a). Ketentuan polis, polis kontrak/polis induk.
b). Ketentuan penelitian perjanjian kerja sama.
c). Surat keputusan, instruksi direksi atau surat edaran yang berlaku.
d). Kesepakatan khusus tertulis lainnya.64
Dalam halnya jika ada peristiwa yang mengakibatkan kerugian terhadap pengiriman barang maka akan ada pemberian ganti kerugian terhadap barang yang
64 Wawancara dengan Ibu Jelly bagian ekspedisi, tanggal 19 Juli 2018 di PT. Damai Abadi. Pukul 11 am
diklaim oleh PT. Damai Abadi Aluminium industry sesuai kesepakatan khusus tertulis. Dengan laporan klaim tertanggung maka kerusakan atau kerugian barang tanggungan akan dilindungi.
Pelaksanaan klaim asuransi pengiriman barang oleh PT tersebut guna dilakukan mengganti kerugian yang diderita oleh pihak tertanggung maka pihak penanggung melakukan proses klaim terlebih dahulu sesuai dengan prosedur pengajuan klaim yang disepakati.
Data yang di asuransikan
Gambar 2
Data yang diasuransikan merupakan data barang yang dikirim yang akan diasuransikan ke pihak asuransi dan ini sebagai tanda terima surat jalan atas
pengiriman barang tersebut. Data ini adalah data yang diberikan oleh bagian logistik ke bagian ekspedisi untuk asuransi.
Draf asuransi
Gambar 3
Draf Asuransi ini merupakan draft yang dibuatkan oleh bagian ekspedisi berdasarkan data yang diberikan oleh bagian logistik. Draft asuransi ini yang diberikan ke bagian asuransi melalui Fax atau email.
BAB III
HAMBATAN DALAM PENGIRIMAN BARANG PRODUKSI OLEH PT.
DAMAI ABADI ALUMINIUM EXTRUSION INDUSTRY
A. Mekanisme Pelaksanaan Pengiriman Barang oleh PT. Damai Abadi Aluminium Extrusion Industry
1. Prosedur Pengiriman barang oleh PT. Damai Abadi Aluminium Extrusion Industry.
a.Pengecekan barang dan shipping:
1).Setiap pengiriman barang, bagian logistik mempersiapkan barang yang akan dikirim. Bagian logistik menginformasikan ke bagian administrasi ekspedisi untuk pemesanan container kosong dan kapal 2).Bagian administrasi ekspedisi mencari shipping, mulai mengenai
biaya pengiriman, kapal yang lebih cepat dan nyaman. Jika sudah ada shipment yang sesuai maka bagian administrasi memesan container kosong dan kapal ke pihak Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) dan menginformasikan ke bagian logistik nama ekspedisi, nama kapal dan jadwal kapal.
b. Penerimaan dan Pemeriksaan Container Kosong:
1). Container kosongyang diterima harus diperiksa kondisi container, seperti ada kebocoran atap/dinding, berbau, kebersihan dalam container, penyok pada dinding, penguncian pintu, keseimbangan kaki/penyangga, lantai
2). Berlubang dan lain-lain. Hal ini untuk memastikan container layak pakai. Pastikan bon dan seal container sudah diterima.
3). PT. Damai Abadi Aluminium Extrusion Industry berhak menolak container yang diberikan jika dianggap kurang layak atau tidak sesuai dengan kondisi cargo.Untuk penggantian container yang sesuai tidak dipungut biaya.Namun bila container yang sudah disetujui/diterima oleh pihak pengirim barang dikembalikan, atau ditukar dengan container lain, maka pengembalian container dikenakan biaya lift on dan lift off empty.
4). Setelah pihak pengirim barang menyetujui, maka container dianggap dalam keadaan layak dan hasil pemeriksaan kondisi container ini dituangkan ke dalam EIR (Equipment Interchange Receipt) pengambilan container empty sebagai dokumen bukti serah terima container empty.Segala kerusakan container yang terjadi & tidak tercatat di EIR pengambilan container empty menjadi tanggung jawab customer.
5). Pihak Ekspedisi tidak bertanggung jawab atas potensi kerusakan cargo yang disebabkan oleh container yang telah disetujui oleh Pengirim barang sebelumnya.
6). Jenis container yang dipakai oleh PT. Damai Abadi adalah Container dry 20’ dan Container dry 40’.
c). Proses pemuatan barang ke dalam container:
Bagian logistik memuat barang yang akan dikirim. Barang harus dimuat dengan teliti dan rapi tanpa merusak barang tersebut. Barang wajib diberi label untuk mempermudah pengecekan ke surat jalan sebagai bukti pengiriman barang.
Sementara memuat barang, adiministrasi logistik menerbitkan surat jalan dan setelah barang selesai dimuat, bagian logistik menginformasikan dan memberikan data barang tersebut ke administrasi ekspedisi.
d). Muatan Wajib Asuransi
Sehubungan dengan kenyamanan dan untuk menghindari kerugian jika ada kejadian yang tidak terduga maka PT. Damai Abadi Aluminium Extrusion Industry harus diasuransikan.Data yang diberikan oleh administrasi logistik ke bagian administrasi ekspedisi adalah data untuk kebutuhan asuransi.Sebelum container keluar dari PT. Damai Abadi Aluminium Extrusion Industry, data tersebut harus diberikan ke pihak asuransi untuk penerbitan polis.Jika tidak ada asuransi tersebut maka barang tersebut tidak akan ditangguang kerugiannya jika ada kejadian yang tidak terduga. Sebelum container yang sudah dimuat ditarik atau dibawa ke belawan untuk naik kapal yang sudah dipesan, barang tersebut wajib diasuransi.Jika sudah data asuransi diberikan ke pihak asuransi maka container sudah bisa ditarik. Administrasi ekspedisi pihak PT. Damai Abadi Aluminium Extrusion Industry akan memantau mulai dari pengiriman hingga
barang tersebut tiba ke lokasi yang ditentukan serta sampai polis terbit hingga pembayaran semua biaya-biaya pengiriman.65
Gambar 4
Laporan container masuk merupakan proses pemesanan container, bagian logistik memesan container kebagian ekspedisi maka bagian ekspedisi meminta
Laporan Container Masuk
container ke bagian EMKL ( Ekspedisi Muatan Kapal Laut). Laporan container masuk ini adalah sebagai bukti bahwa container yang dipesan sudah masuk.
65Wawancara dengan Ibu Estomihi sebagai pengendalian dokumen, tanggal 19 Juni 2018 di PT. Damai Abadi.Pukul 11 am.
Laporan Container yang di tarik
Gambar 5
Laporan container keluar ini merupakan bukti bahwa barang sudah dikirim.Laporan ini dibuat sebagai bukti apabila terjadi kerusakan atau kehilangan maka laporan ini dapat membantu keterangan barang yg dikirim sehingga sebelum barang dikirim barang tersebut di cek satu per satu.
B. Resiko-Resiko dalam Pengiriman Barang
1. Resiko yang dialami oleh PT. Damai Abadi Aluminium Extrusion Industrty
Era globalisasi sekarang ini, tidak dapat dipungkiri bahwa jasa pengiriman barang sangat dibutuhkan, baik itu oleh individu ataupun oleh perusahaan.Bersamaan dengan adanya perubahan lingkungan, perilaku manusia serta aktivitas manusia yang semakin padat setiap harinya, semakin mendorong bertambahnya permintaan pengiriman barang dalam hal berbisnis sehingga memicu untuk melakukan usaha dalam bidang pelayanan jasa untuk memudahkan para pembeli yang jauh agar dapat melayani mengantarkan barang untuk sampai.
Dalam dunia bisnis modern, jarang terjadi pertemuan langsung antara produsen dan konsumen.Pada umumnya arus barang mulai dari produsen hingga konsumen melewati berbagai perantara perdagangan, mulai dari distributor, pengangkutan barang, perantara pembayaran seperti bank dan sebagainya.Dengan demikian, pedagang perantara (agency) menjadi sesuatu yang niscaya dalam dunia perdagangan.Jasa pengiriman barang memiliki peranan penting dalam menunjang kelancaran perekonomian nasional.
Pentingnya jasa pengiriman tercermin pada sarana dalam menunjang distribusi dan transportasi, sehingga dapat memperlancar arus barang secara efisien dengan kecepatan dan ketepatan dalam kegiatan di perdagangan domestik maupun internasional. Pekerjaan pengirim barang juga tidak lagi dilakukan sendiri oleh para pemilik barang, melainkan menggunakan jasa perusahaan pengiriman barang, seperti perusahaan Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL), atau Kapal
Udara (EMPU), titipan kilat: JNE, DHL dan sebagainya. Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa peran pedagang perantara dalam dunia perdagangan cukup penting.Maka untuk itu untuk mengurangi resiko – resiko yang tidak diduga PT.
Damai Abadi Aluminium Extrusion Industry bekerjasama dengan jasa pengangkutan.Jasa pengangkutan Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) yang dipakai PT. Damai Abadi Aluminium Extrusion Industry adalah:
1) CV. Lautan Benua Nusa Indonesia 2) PT. Bandar Jaya
3) PT. Samudera Karya Mandiri. 66
Resiko merupakan informasi kejadian, kerugian, atau pekerjaan yang terjadi sebagai akibat dari keputusan yang diambil dalam kehidupan sehari-hari.Resiko dapat bersifat pasti maupun tidak pasti yang dapat di kalkulasi secara kualitatif.
Misalnya resiko:
a). Kerugian hilangnya barang
b). Penurunan pendapatan karena penurunan penjualan
c). Terbakarnya gedung yang berisiko menyebabkan kerugian.
a. Pengertian Resiko
Pengertian risiko sudah biasa di pakai dalam kehidupan sehari – hari yangumumnya secara intutif sudah memahami apa yang di maksud. Namun pengertianresiko secara ilmiah sampai saat ini masih tetap beragam, yaitu antara lain :
66Ibid.
Abbas Salim di dalam bukunya “Asuransi dan Manajenen resiko”
mengatakan bahwa resiko adalah ketidakpastian atar uncertainly yang mungkin melahirkan kerugian, Menurut Martono dan Agus Harjito pengertian resiko merupakan penyimpangan hasil (return) yang di peroleh dari rencana hasil (return) yang di harapkan. Sedangkan Ferdinand Silalahi mendefinisikan resiko adalah penyimpangan hasil aktual dari hasil yang di harapkan.67
67Abbas Salim, Op.Cit, hlm. 75
Vaughan sebagaimana yang dikutip oleh Herman Darmawi dalam bukunya Manajemen Risiko mengemukakan beberapa definisi risiko sebagaimana dapat kita lihat berikut ini:
1). Risk is the chance of loss(risiko adalah kesempatan terjadinya kerugian).
Chance of loss berhubungan dengan suatu exposure (keterbukaan) terhadap kemungkinan kerugian.Dalam ilmu statistik, chance dipergunakan untuk menunjukkan tingkat probabilitas akan munculnya situasi tertentu. Sebagian penulis menolak definisi ini karena terdapat perbedaan antara tingkat risiko dengan tingkat kerugian.Dalam hal chance of loss 100%, berarti kerugian adalah pasti sehingga risiko tidak ada.
2).Risk is the possibility of loss(risiko adalah kemungkinan kerugian).
Istilah possibility berarti bahwa probabilitas sesuatu peristiwa berada diantara nol dan satu.Namun, definisi ini kurang cocok dipakai dalam analisis secara kuantitatif.
3). Risk is uncertainty(risiko adalah ketidakpastian).
Uncertainty dapat bersifatsubjektif dan objektif.Subjective uncertainty merupakan penilaian individuterhadap situasi risiko yang didasarkan pada pengetahuan dan sikap individuyang bersangkutan.Objective uncertaintyakan dijelaskan pada dua definisi risiko berikut.
4). Risk is the dispersion of actual from expected results(risiko merupakanpenyebaran hasil aktual dari hasil yang diharapkan).
Ahli statistic mendefinisikan risiko sebagai derajat penyimpangan sesuatu nilai di sekitarsuatu posisi sentral atau di sekitar titik rata-rata.
5). Risk is the probability of any outcome different from the oneexpected(risikoadalah probabilitas sesuatu outcome berbeda dengan outcome yangdiharapkan). Menurut definisi tersebut, risiko bukan probabilitas dari suatukejadian tunggal, tetapi probabilitas dari beberapa outcome yang berbeda dariyang diharapkan.68
68Herman Darmawi, Op.Cit, hlm. 62
Dari berbagai definisi diatas, dapat di simpulkan resiko dihubungkandengan kemungkinan terjadinya akibat buruk (kerugian) yang tidak diinginkan atau tidak diduga. Dengan kata lain, kemungkinan itu sudah menunjukan adanya ketidakpastian.
Resiko timbul karena adanya ketidakpastian yang berarti ketidakpastian adalah merupakan kondisi yang menyebabkan tumbuhnya resiko. Karena mengakibatkan keraguan-keraguan seseorang mengenai kemampuan untuk meramalkan kemungkinan terhadap hasil-hasil yang akan terjadi dimasa mendatang, dimana kondisi yang tidak pasti itu karena berbagai sebab, antara lain:
a. Tenggang waktu antara perencanaan suatu kegiatan sampai kegiatan itu berakhir/ menghasilkan, dimana makin panjang tenggang waktunya makin besar pula ketidakpastiannya
b. Keterbatasan informasi yang tersedia yang di perlukan dalam penyusunanrencana
c. Keterbatasan pengetahuan / kemampuan / teknik pengambilan keputusan dariperencanaan.69
Secara garis besar ketidakpastian dapat di klasifikasikan ke dalam:
1. Ketidakpastian ekonomi (Ekonomic uncertainly), yaitu kejadian-kejadian yang timbul sebagai akibat kondisi dan perilaku dari pelaku ekonomi misalnya: perubahan sikap konsumen, perubahan selera konsumen, perubahan harga, perubahan teknologi, penemuan baru dan sebagainya.
2. Ketidakpastian alam (uncertainly of nature) yaitu ketidakpastian yang disebabkan oleh alam, misalnya banjir, badai, gempa bumi, kebakaran dansebagainya.
3. Ketidakpastian manusia(Human uncertanty) yaitu ketidakpastian yang disebabkan oleh perilaku manusia, seperti: peperangan, pencurian, penggelapan,pembunuhan dan sebagainya.70
Untuk menganalisa risiko, sebelumnya perlu di ketahui kedudukan resikodiantaranya hazard, peril dan losses yang sebagai berikut:
1. Hazard (bahaya) adalah suatu keadaan yang dapat memperbesar kemungkinanterjadinya suatu peril (bencana) atau chance of loss (kesempatan terjadinyakerugian) dari suatu bencana tertentu.
69Ibid, hlm. 63.
70 R. A Supriyono, Manajemen Resiko, (Jakarta: ISBN, 2016), hlm. 96.
2. Peril (bencana) adalah suatu keadaan/peristiwa yang dapat menimbulkankerugian, seperti: kebakaran, banjir, gempa, kecelakaan, peledakan, pencurian,penyakit dan sebagainya.
3. Losses (kerusakan) adalah kerugian yang di derita akibat dari kejadian yangtidak di harapkan tapi ternyata terjadi.71
C. Hambatan yang timbul dalam Pengiriman Barang oleh PT. Damai Abadi Aluminium Extrusion Industry
Pengertian pengiriman barang adalah mempersiapkan pengiriman fisik barang dari gedung ketempat tujuan yang disesuaikan dengan dokumen pemesanan dan pengiriman serta dalam kondisi yang sesuai dengan persyaratan penanganan barangnya.Sebelum melakukan pengiriman, aktivitas yang dilakukan serta barang disiapkan adalah pengepakan (pack) dan pemilihan (sortasi).Packging dilakukan secara sendiri-sendiri atau digabungkan untuk kenyamanan atau keamanan barang.Yang terpenting dilakukan didalam proses pack dan sortasi adalah:
1. Adanya alamat/label untuk per tujuan
2. Mengurangi waktu pencarian dalam packaging 3. Pengelompokan antara karton, boxes atau pcs 4. Memberikan label khusus untuk packaging boxes 5. Menghitung jumlah koli
6. Mengelompokan packaging kedalam alur keberangkatan yang benar
71Ibid, hlm. 100.
Prinsip dasar didalam pack dan sortasi adalah:
a. Pengecekan dokumen vs barang b. Aktifitas barang vs barang
1). Hambatan –hambatan di dalam pack dan sortasi adalah:
a. Pengeluaran barang lambat
b. Lokasi pra delivery tidak teratur
c. Kerusakan barang
d. Urutan rencana delivery tidak tepat
e. Truck yang tidak sesuai dengan rencana
f. Partial packing
g. Dokumen tidak lengkap
Sehingga didalam pack dan sortasi dapat juga di ukur KPI yang akan bermanfaat bagi management:
Rata-rata box/karton – diukur dari total box atau pcs yang ada dan berapa jumlah karton setelah dilakukan pengemasan. Contoh: Tujuan Timur 100 boxes/karton, Tujuan Utara 40 boxes/karton
1. Efektivitas Pengiriman Barang (Delivery)
Memuat Donald J Bowersox dan Davids J. Close didalam bukunya Logistical Management, dinyatakan bahwa aktifitas Transportasi menghabiskan
44% dari total biaya logistik Bahkan di Indonesia menurut beberapa sumber biaya transportasi bisa mencapai lebih dari 60%. Donald J Bowersox dan Davids J.
Close juga membagi komponen biaya administrasi 6%, customer service 4%, inventory 20% dan warehouse 26%. Nampak jelas bahwa aktivitas transportasi merupakan aktivitas yang perlu dan harus ditangani dengan sangat serius.72
f). Hindarkan biaya siluman.
Didalam prakteknya, penghematan biaya transportasi dapat dilakukan dengan menerapkan sebagai berikut:
a). Minimalkan waktu tunggu muat digudang dan waktu tunggu bongkar barang ditujuan
b). Maksimalkan kapasitas pengiriman per jenis kendaraan c). L400, CDE, CDD, Fuso, Tronton atau Build UP
d). Atur route yang akan dituju
e). Jika memungkinkan, pengiriman dilakukan didalam satuan pallet, bukan pada pecehan atau kartonan
73
72Logistik Indonesia, http:// logistikindonesia.blogspot.com/2010/7/pengiriman-barang.html. (diakses pada Jumat, tanggal 19 Oktober 2018). Pukul 03 pm
73Wawancara dengan Ibu Jelly, tanggal 19 Juni 2018. Pukul 11 am
2. KPI Pengiriman Barang (Delivery)
KPI (Key Performa Indikator) pengiriman barang digunakan untuk mengukur kecepatan, akurasi, volume dan kondisi-kondisi lainnya yang ditentukan oleh management. Untuk mendapatkan KPI penyiapan barang dengan baik, maka perlu diketahui dasar-dasar aktifitas kerja bagian ini yaitu: Pengecekan dokumen vs barang dan aktifitas barang vs lokasi (space).
Dengan mengetahui dasar-dasar aktifitas tersebut, maka akan diketahui hambatan-hambatan yang terjadi didalam proses pengirimana barang yang berkaitan dengan dasar-dasar aktifitas tersebut:
1). Pengiriman barang lambat 2). Kerusakan barang
3). Urutan rencana delivery tidak tepat 4). Armada angkutan yang tidak memadai 5). Truck tidak sesuai standart
6). barang titipan (promosi) 7). Pengurusan barang CN.74
Pengiriman barang yang dilakukan oleh PT. Damai Abadi adalah menggunakan jasa dari Ekpedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) yang bergerak di dalam jasa pelayanan pengiriman barang.75
Pentingnya jasa pengiriman tercermin pada sarana dalam menunjang distribusi dan transportasi, sehingga dapat memperlancar arus barang secara efisien dengan kecepatan dan ketepatan dalam kegiatan diperdagangan domestic maupun Internasional.76
Maka untuk mengurangi resiko-resiko yang tidak diduga PT. Damai Abadi Aluminium Extrusion Industry bekerja sama dengan jasa pengangkutan,
74Wawancara dengan Ibu Estomihi sebagai pengendalian dokumen, tanggal 19 Juni 2018 di PT. Damai Abadi. Pukul 11 am.
75Ibid
76Ibid.
pekerjaanpengiriman barang tidak dilakukan sendiri oleh para pemilik barang, melainkan menggunakan jasa perusahaan pengiriman barang.77
77Ibid.
BAB IV
PERTANGGUNG JAWABAN PT. DAMAI ABADI ALUMINIUM EXTRUSION INDUSTRY TERHADAP PENGIRIMAN BARANG
BERANSURANSI
A. Pertanggung jawaban atas delivery Pengiriman Barang 1. Pengertian Tanggung Jawab
Pengertian Tanggung Jawab Menurut kamus umum bahasa Indonesia, tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatu, kalau ada suatu hal boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dan sebagainya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.78
a). Memenuhi segala kewajiban, memikul segala beban, menanggung segala akibat yang timbul dari perbuatan sendiri ataupun perbuatan orang lain, sesuai dengan norma kehidupan;
Tanggung jawab menyangkut hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam sekitar, ataupun hubungan manusia dengan Tuhan.Dalam ketiga jenis hubungan tersebut terdapat kewajiban dan hak.
Tanggung jawab muncul berkenaan dengan pemenuhan kewajiban, jadi tanggung jawab adalah:
78Joko Tri Prasetya, Pertanggungjawaban Pengiriman,(Jakarta: Bina Kita, 2004) , hlm.
154.
b). Rela mengabdi dan berkorban karena sayang, senang, belas kasihan pada alam lingkungan, sehingga kelestariannya dapat dipelihara sesuai dengan norma kehidupan;
c). Pasrah mengabdi, menyembah, dan memuja kepada tuhan sesuai dengan norma kehidupan beragama. Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia berbudaya (beradab) bahwa setiap manusiapasti dibebani tanggung jawab. Apabila tidak mau bertanggung jawab, ada pihak lain yang memaksakan tanggung jawab itu.Tanggung jawab dapat dilihat dari 2 (dua) sisi, yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain, dari sisi pihak yang berbuat, pihak tersebut harus menyadari akibat dari perbuatannya, sehingga pihak itu sendiri pula yang harus memulihkan ke dalam keadaan baik, dari sisi pihak lain, apabila pihak yang berbuat tidak mau bertanggung jawab, pihak lain akan memulihkan, baik secara individual maupun secara kemasyarakatan.79
Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab. Manusia merasa dirinya bertanggung jawab karena dia menyadari akibat perbuatannya itu benar atau salah, baik atau buruk, patut atau tidak patut, dan bermanfaat atau merugikan bagi diri
Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab. Manusia merasa dirinya bertanggung jawab karena dia menyadari akibat perbuatannya itu benar atau salah, baik atau buruk, patut atau tidak patut, dan bermanfaat atau merugikan bagi diri