BAB II TINJAUAN PUSTAKA
D. Belanja Daerah
2. Klasifikasi Belanja Daerah
Belanja daerah menurut kelompok belanja berdasarkan Permendagri 13/ 2006 terdiri atas :
Belanja tidak langsung dan belanja langsung. Kelompok belanja tidak langsung merupakan belanja yang dianggarkan tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Kelompok belanja langsung merupakan belanja yang dianggarkan terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Kelompok belanja tidak langsung dibagi menurut jenis belanja yang terdiri dari belanja pegawai, bunga, subsidi, hibah, bentuan sosial, belanja bagi hasil, bantuan keuangan dan belanja tidak terduga. Kelompok belanja langsung dibagi menurut jenis belanja yang terdiri dari belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal. Menurut Halim (2004 : 18), belanja daerah digolongkan menjadi 4, yakni :
Belanja aparatur daerah, belanja pelayanan publik, belanja bagi hasil dan bantuan keuangan, dan belanja tak tersangka. Belanja aparatur daerah diklasifikasikan menjadi 3 kategori yaitu belanja administrasi umum, belanja operasi dan pemeliharaan, dan belanja modal/ pembangunan. Belanja pelayanan publik dikelompokkan menjadi 3 yakni belanja administrasi umum, belanja operasi dan pemeliharaan, dan belanja modal.
Klasifikasi belanja daerah yang dikemukakan oleh Halim (2004 : 18) sesuai dengan klasifikasi belanja daerah menurut Kepmendagri 29/ 2002.
a). Belanja Administrasi Umum
Rolan Pakpahan : Pengaruh Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Belanja Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Di Sumatera Utara, 2008.
USU Repository ©2009
“Belanja administrasi umum adalah semua pengeluaran pemerintah daerah yang tidak berhubungan secara langsung dengan aktivitas atau pelayanan publik dan bersifat periodik. kelompok belanja administrasi umum terdiri atas 4 jenis belanja, yaitu 1) belanja pegawai/ personalia, 2) belanja barang dan jasa, 3) belanja perjalanan dinas, 4) belanja pemeliharaan.”
1. Belanja Pegawai / Personalia
Menurut Halim (2004 : 70), “jenis belanja pegawai/ personalia merupakan belanja pemerintah daerah untuk orang/personel yang tidak berhubungan secara langsung dengan aktivitas atau dengan kata lain merupakan biaya tetap pegawai.” Jenis belanja pegawai/ personalia untuk belanja aparatur daerah meliputi objek belanja :
1) gaji dan tunjangan kepala daerah/ wakil kepala daerah 2) gaji dan tunjangan pegawai
3) biaya perawatan dan pengobatan
4) biaya pengembangan sumber daya manusia (Halim, 2004 : 70)
Jenis belanja pegawai/ personalia untuk bagian belanja pelayanan publik meliputi objek belanja :
1) belanja tetap dan tunjangan pimpinan dan anggota dprd 2) gaji dan tunjangan kepala daerah/ wakil kepala daerah 3) gaji dan tunjangan pegawai daerah
4) biaya perawatan dan pengobatan
5) biaya pengembangan sumber daya manusia (Halim, 2004 : 71)
2. Belanja Barang dan Jasa
Menurut Halim (2004 : 71), “jenis belanja barang dan jasa merupakan belanja pemerintah daerah untuk penyediaan barang dan jasa.”
Jenis belanja barang dan jasa untuk bagian belanja aparatur daerah terdiri atas objek belanja berikut :
1) biaya bahan pakai habis kantor 2) biaya jasa kantor
3) biaya cetak dan penggandaan keperluan kantor 4) biaya sewa kantor
5) biaya makanan dan minuman kantor 6) biaya pakaian dinas
Rolan Pakpahan : Pengaruh Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Belanja Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Di Sumatera Utara, 2008.
USU Repository ©2009
8) biaya depresiasi gedung (operasional) 9) biaya depresiasi alat angkutan (operasional) 10) biaya depresiasi alat kantor dan rumah tangga
11) biaya depresiasi alat studio dan alat komunikasi (operasional) (Halim, 2004 : 71)
Jenis belanja ini untuk bagian belanja pelayanan publik terdiri atas objek belanja berikut ini :
1) biaya bahan pakai habis kantor 2) biaya jasa kantor
3) biaya cetak dan penggandaan keperluan kantor 4) biaya sewa kantor
5) biaya makanan dan minuman kantor 6) biaya pakaian dinas
7) biaya bunga utang
8) biaya depresiasi gedung (operasional) 9) biaya depresiasi alat-alat besar (operasional) 10) biaya depresiasi alat angkutan (operasional)
11) biaya depresiasi alat bengkel dan alat ukur (operasional) 12) biaya depresiasi alat pertanian (operasional)
13) biaya depresiasi alat kantor dan rumah tangga
14) biaya depresiasi alat studio dan alat komunikasi (operasional) 15) biaya depresiasi alat-alat kedokteran (operasional)
16) biaya depresiasi alat-alat laboratorium (operasional) (Halim, 2004 : 71)
3. Belanja Perjalanan Dinas Menurut Halim (2004 : 71),
“belanja perjalanan dinas merupakan jenis belanja pemerintah daerah untuk biaya perjalanan pegawai dan dewan, objek belanja dari jenis belanja ini untuk bagian belanja aparatur daerah meliputi biaya perjalanan dinas, sedangkan untuk bagian belanja pelayanan publik meliputi biaya perjalanan dinas, biaya perjalanan pindah, dan biaya pemulangan pegawai yang gugur dan dipensiunkan.”
4. Belanja Pemeliharaan
Menurut Halim (2004, 71), “belanja pemeliharaan merupakan belanja pemerintah daerah untuk pemeliharaan barang daerah.”
Objek belanja dari jenis belanja pemeliharaan untuk bagian belanja aparatur daerah terdiri atas :
Rolan Pakpahan : Pengaruh Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Belanja Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Di Sumatera Utara, 2008.
USU Repository ©2009
2) biaya pemeliharaan alat-alat angkutan
3) biaya pemeliharaan alat-alat kantor dan rumah tangga 4) biaya pemeliharaan alat-alat studio dan alat komunikasi 5) biaya pemeliharaan buku perpustakaan
6) biaya pemeliharaan alat-alat persenjataan (Halim, 2004 : 71-72)
Objek Belanja untuk Jenis Belanja Pemeliharaan untuk Bagian Belanja Pelayanan Publik terdiri atas :
1) biaya pemeliharaan jalan dan jembatan 2) biaya pemeliharaan bangunan air (irigasi) 3) biaya pemeliharaan instalasi
4) biaya pemeliharaan jaringan
5) biaya pemeliharaan bangunan gedung 6) biaya pemeliharaan monumen
7) biaya pemeliharaan alat-alat besar 8) biaya pemeliharaan alat-alat angkutan 9) biaya pemeliharaan alat-alat bengkel 10) biaya pemeliharaan alat-alat pertanian
11) biaya pemeliharaan alat-alat kantor dan rumah tangga 12) biaya pemeliharaan alat-alat studio dan alat komunikasi 13) biaya pemeliharaan alat-alat kedokteran
14) biaya pemeliharaan alat-alat laboratorium 15) biaya pemeliharaan buku perpustakaan
16) biaya pemeliharaan barang bercorak kesenian, kebudayaan 17) biaya pemeliharaan hewan, ternak, serta tanaman
18) biaya pemeliharaan alat-alat persenjataan (Halim, 2004 : 72).
b). Belanja Operasi dan Pemeliharaan
Menurut Halim (2004 : 72), “belanja operasi dan pemeliharaan merupakan semua belanja pemerintah daerah yang berhubungan dengan aktivitas atau pelayanan publik. Kelompok belanja ini meliputi jenis belanja : 1) belanja pegawai/ personalia, 2) belanja barang dan jasa, 3) belanja perjalanan dinas, 4) belanja pemeliharaan.”
Rolan Pakpahan : Pengaruh Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Belanja Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Di Sumatera Utara, 2008.
USU Repository ©2009
Menurut Halim (2004 : 72), jenis belanja pegawai/ personalia untuk bagian belanja aparatur daerah maupun pelayanan publik meliputi objek belanja berikut “1) honorarium/ upah, 2) uang lembur, 3) insentif.”
Jenis belanja barang dan jasa baik untuk bagian belanja aparatur daerah maupun pelayanan publik meliputi objek belanja :
1) biaya bahan/ material 2) biaya jasa pihak ketiga 3) biaya cetak dan penggandaan 4) biaya sewa
5) biaya makanan dan minuman 6) biaya bunga utang
7) biaya pakaian kerja. (Halim, 2004 : 72-73)
“Jenis belanja perjalanan dinas dan jenis belanja pemeliharaan memiliki klasifikasi yang sama dengan klasifikasi jenis belanja ini pada kelompok belanja administrasi umum, baik untuk bagian belanja aparatur daerah maupun pelayanan publik.” (Halim, 2004 : 73)
c). Belanja Modal
Menurut Halim (2004 : 73), “belanja modal merupakan belanja pemerintah daerah yang manfaatnya melebihi satu tahun anggaran dan akan menambah asset atau kekayaan daerah dan selanjutnya akan menambah belanja yang bersifat rutin seperti biaya pemeliharaan pada kelompok belanja administrasi umum.”
Kelompok belanja ini mencakup jenis belanja berikut, baik untuk bagian aparatur daerah maupun pelayanan publik :
1) belanja modal tanah
2) belanja modal jalan dan jembatan 3) belanja modal bangunan air (irigasi) 4) belanja modal instalasi
5) belanja modal jaringan
6) belanja modal bangunan gedung 7) belanja modal monumen
Rolan Pakpahan : Pengaruh Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Belanja Daerah Pemerintahan Kabupaten/Kota Di Sumatera Utara, 2008.
USU Repository ©2009
8) belanja modal alat-alat besar 9) belanja modal alat-alat angkutan 10) belanja modal alat-alat bengkel 11) belanja modal alat-alat pertanian
12) belanja modal alat-alat kantor dan rumah tangga 13) belanja modal alat-alat studio dan alat-alat komunikasi 14) belanja modal alat-alat kedokteran
15) belanja modal alat-alat laboratorium 16) belanja modal buku/ perpustakaan
17) belanja modal barang bercorak kesenian, kebudayaan 18) belanja modal hewan, ternak, serta tanaman
19) belanja modal alat-alat persenjataan/ keamanan. (Halim, 2004 : 73)
d). Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan
Menurut Halim (2004 : 73):
“Belanja bagi hasil dan bantuan keuangan berbentuk kegiatan pengalihan uang dan atau barang dari Pemerintah Daerah. Kelompok belanja bagi hasil dan bantuan keuangan terkhusus bagi kabupaten/kota terdiri atas jenis belanja berikut (hanya untuk bagian belanja pelayanan publik) : 1) belanja bagi hasil retribusi kepada Pemerintah Desa, 2) belanja bantuan keuangan kepada Pemerintah Desa/ Kelurahan, 3) belanja bantuan keuangan kepada organisasi kemasyarakatan, 4) belanja bantuan keuangan kepada organisasi profesi.”
e). Belanja Tidak Tersangka
Menurut Halim (2004 : 73), “kelompok belanja tidak tersangka adalah belanja Pemerintah Daerah untuk pelayanan publik dalam rangka mengatasi bencana alam dan atau bencana sosial. Kelompok belanja ini terdiri atas jenis belanja tidak tersangka.”