HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Klasifikasi Dan Jenis-jenis Ikan
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di Perairan Bagian Timur Pulau Rubiah, didapatkan 50 jenis ikan, 33 genus dan 14 famili yang termasuk kedalam ordo Perciformes, seperti terlihat pada Tabel 4.1. Klasifikasi dan ciri-ciri umum ikan yang didapat berdasarkan buku Identifikasi (Allen et al., 2003).
4.1.1. Acanthurus
Bentuk badan Acanthurus leucosternon (Gambar 4.1) hampir bulat dengan panjang mencapai 23 cm. Bagian depan badan lebih besar dari bagian belakang. Seluruh tubuhnya disapu warna biru lembut. Bagian depan berwarna biru kehitaman sedangkan disekitar insang berwarna putih. Sirip punggungnya berwarna kuning dan panjang dimulai dari bagian tubuh yang tinggi sampai pangkal ekor. Sirip duburnya juga panjang dan berwarna putih, dan sirip ekor berbentuk sabit.
Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen et al.,(2003)
Tabel 4.1 Klasifikasi dan Jenis Ikan yang didapat pada Stasiun Penelitian
KELAS ORDO FAMILI GENUS SPESIES NAMA
LOKAL Osteichtyes Perciformes Acanthuridae Acanthurus A. Blochii Botana A. flowleri Botana A.grammoptilus Botana A. leucocheilus Botana
A. leucosternon Botana biru
A. lineatus Botana kasur
Paracanthurus P. hepatus Botana letersix Ctenochaetus C. cyanocheilus Botana
Zebrasoma Z. rostratum Botana
Z.scopas Burung laut
Balistidae Sufflamen Sufflamen sp. -
Carangidae Caranx Caranx sp. Selar
Gonathanodon Gonathanodon sp. Ikan pidana
Chaetodontidae
Amphichaetodon Amphichaetodon sp. Kepe-kepe Chaetodon
C. decussatus Kepe-kepe
C. meyersi Kepe mayeri
C. triangulum Kepe-kepe
C. trifiascialis Kepe-kepe
Chelmon C. rostatus Kepe sumpit
Forcifiger F. flavissimus Kepe monyong
F. longirostris Kepe-kepe
Hemytaurichthys Hemytaurichthys sp. Kepe-kepe Heniochus H. acuminatus Ikan bendera Gobiidae Amblygobius Amblygobius sp. Kapalan
Ctenogobios Ctenogobios sp. Gobi Valenciennea Valenciennea sp Bloso Hemiramphidae Hyporhamphus Hyporhampus sp. Julung-julung Labridae
Anampses Anampses sp. Bayeman
Labropsis Labropsis sp. Keling Thalassoma T. jansenii Keling
Zanclus Z .comutus Ikan gayam
Malacanthidae Hoplolatilus H. fronticinctus Asoset hijau
H cuniculus Asoset abu2
Nemipteridae Scolopsis S. taeniopterus Pasir-pasir Pomacanthidae Pomacanthus P. imperator Enjiel batman
Pomacentridae
Abudefduf A. notatus Betok
Amphiprion A. clarkii Giro pasir
A. ephippium Giro totol
Chromis
C. atripectoralis Jae-jae
C. dimidiata Jae-jae
Chromis sp Jae-jae
Chrysiptera C. springeri Blue steak
C. talboti Enjel
Dischistodus D. fasciatus Enjel Pomacentrus P. spilotoceps Enjel
Scaridae Scarus S. altipinnis Kakatua
S. niger Kakatua
Serranidae Pseudanthias Pseudanthias sp. Rembo
P. squamipinnis Rembo
4.1.2. Paracanthurus
Ikan Paracanthurus hepatus (Gambar 4.2) ini dikenal sebagai raja kelompok ikan surgeon dan tergolong herbivora. Bentuk badannya bulat telur (oval) dan berwarna biru tua dengan sebuah gambar hitam horizontal. Sirip punggung dan sirip dubur berwarna biru dengan tepian berwarna gelap. Ujung sirip ekor mempunyai 1 jari-jari keras yang mencuat kedepan berwarna kuning dengan berwarna gelap diatas dan dibawah.
Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen et al.,(2003)
4.1.3 Ctenochaetus
Tubuh Ctenochaetus cyanocheilus (Gambar 4.3) berwarna kuning keemasan, mata berwarna coklat, moncong runcing, ekor berbentuk seperti sabit. Hidup soliter, mendapat makanan dari tumbuhan yang melekat pada terumbu karang, masih ditemukan hingga kedalaman 25 meter.
4.1.4. Zebrasoma
Ikan Zebrasoma rostatum (Gambar 4.4) ini mempunyai badan yang tinggi dengan panjang mencapai 20 cm. Warna badan kuning kecoklatan disertai dengan bintik putih dipangkal ekor. Sirip dubur dan sirip ekornya berwarna hitam sedangkan sirip perut, sirip dada, dan sirip punggung berwarna lebih terang. Habitat ikan ini dipuncak karang yang landai dengan penetrasi cahaya yang cukup.
Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen et al.,(2003)
4.1.5 Sufflamen
Ukuran tubuh Sufflamen sp. (Gambar 4.5) mencapai 30 cm, bagian kepala berwarna abu-abu bagian badan berwarna kuning keemasan, sedangkan ekor berwarna putih. Ditemukan pada terumbu karang dan hidup soliter.
Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen et al.,(2003)
Gambar 4.5 Sufflamen sp.
4.1.6. Caranx
Ukuran tubuh Caranx sp. (Gambar 4.6) mencapai 50 cm, tubuh berwarna hijau bercampur biru, terdapat garis hitam. Masih ditemukan pada terumbu karang yang kedalamannya mencapai hingga 30 meter. Hidup soliter.
Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen et al.,(2003)
4.1.7. Gonathonodon
Gonathonodon sp. ini (Gambar 4.7), mempunyai bentuk badan fusiform dan pipih kesamping. Panjangnya mencapai 35 cm. Badan berwarna kuning perak dan strip vertikal dengan satu pembatas di antara strip. Strip-strip ini akan membundar ketika ikan dewasa.
Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen et al.,(2003) Gambar 4.6 Caranx sp.
4.1.8 Amphichaetodon
Ikan Amphichaetodon sp. (Gambar 4.8), pada pengamatan langsung didapatkan ciri-ciri dari ikan ini berukuran kecil, gerakannya cepat. Bentuk badan bulat dan agak pipih. Kepala kecil dengan moncong yang menonjol dan memanjang. Bentuk badan gempal dengan kombinasi warna hitam dan kuning, Foto ikan karang diperoleh dari buku Allen et al.,(2003) yang telah diidentifikasi berdasarkan warna dan ciri-ciri morfologi yang paling mencolok pada ikan karang yang digambar dengan menggunakan alat tulis air pada waktu pengamatan dilapangan.
Sumber: Allen et al.,(2003)
4.1.9 Chaetodon
Panjang badan Chaetodon decussatus (Gambar 4.9) dapat mencapai 20 cm. Di bagian kepala terdapat tiga belang yang melintang. Garis rusuknya tidak mencapai ekor. Barisan sisik yang melintang di bagian atas miring ke atas sementara di bagian bawah miring ke bawah dan bertemu di pertengahan tinggi badan membentuk sudut yang mengarah ke depan. Baris sisik yang membujur di bagian atas mendatar, sedangkan di bagian bawah belakang membengkok ke atas. Sirip ekor membundar.
Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen et al.,(2003) Gambar 4.8 Amphichaetodon sp.
4.1.10 Chelmon
Pada pengamatan langsung didapatkan ciri-ciri dari ikan Chelmon rostatus (Gambar 4.10): Panjang badan mencapai 20 cm, bentuk badan agak bulat memanjang ke depan seperti cerobong. Pada sirip punggung terdapat titik hitam, sementara di pangkal sirip ekor terdapat belang berwarna hitam, sirip ekor membundar dan transparan. Ikan ini ditemukan pada kedalaman 10 m. Foto ikan karang diperoleh dari buku Allen et al.,(2003) yang telah diidentifikasi berdasarkan warna dan ciri-ciri morfologi yang paling mencolok pada ikan karang yang digambar dengan menggunakan alat tulis air pada waktu pengamatan dilapangan.
Sumber: Allen et al.,(2003)
4.1.11 Forcipiger
Panjang badan Forcipiger flavissimus (Gambar 4.11) mencapai 26 cm. di bagian kepala terdapat 2 bidang warna, yaitu coklat kehitam-hitaman dan putih. Ujung mulut memanjang ke depan seperti cerobong. Sirip dada panjang berbentuk seperti arit. Pada sirip dubur terdapat titik hitam. Sirip ekor membundar dan transparan. Habitatnya di pinggiran pantai karang yang dangkal sampai dalam.
Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen et al.,(2003) Gambar 4.11 Forcipiger flavissimus
4.1.12. Hemytaurichthys
Badan Hemytaurichthys sp. (Gambar 4.12) pipih dan terbagi dalam 3 bidang warna. Panjang badannya dapat mencapai 20 cm. Jari-jari keras ke-5 sirip punggung sampai moncong berwarna hitam. Jari-jari keras ke-5 sampai ke-9 sirip punggung berwarna putih, sedangkan jari-jari keras ke-10 sirip punggung sampai pangkal sirip ekor berwarna kuning. Sirip ekor berbentuk bundar atau membundar, berwarna putih dengan ujung yang transparan. Hidup di dasar, tengah dan bawah permukaan air dengan penetrasi cahaya yang cukup.
Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen et al.,(2003)
4.1.13 Heniochus
Panjang badan Heniochus acuminatus (Gambar 4.13) mencapai 20 cm, berwarna putih mutiara dengan belang hitam pada moncong dan mata. Pada tiga jari-jari keras pertama sirip punggung terdapat garis melintang. Garis tersebut melewati dasar sirip dada, daerah diantara sirip dubur dan sirip perut kemudian kebagian perut dan bagian depan sirip dubur. Pada jari-jari keras ke-5 sampai ke-7 sampai setengah sirip dubur dan bagian belakang sirip punggung juga ada garis melintang. Sirip dada dan sirip punggungnya berjari-jari lemah. Tepi sirip ekor lurus dan berwarna kuning.
Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen et al.,(2003) Gambar 4.12. Hemytaurichthys sp.
4.1.14. Amblygobius
Panjang badan Amblygobius sp. (Gambar 4.14) mencapai 10 cm. Badan dan kepalanya berbentuk pipih. Pada interorbital dan daerah di belakang mata terdapat 2 lubang terbuka. Sisik sikloid terdapat di belakang mata dan bagian atas operkulum. Pipinya tidak bersisik. Badan bagian atas berwarna kehijauan, dan bagian bawah berwarna putih kekuning-kuningan.
Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen et al.,(2003)
4.1.15 Ctenogobios
Ukuran tubuh Ctenogobios sp. (Gambar 4.15) kecil yaitu 6 cm. Badan dan kepala berbentuk pipih. Pada umumnya berwarna abu-abu dengan bintik-bintik coklat diseluruh tubuh. Foto ikan karang diperoleh dari buku Allen et al.,(2003) yang telah diidentifikasi berdasarkan warna dan ciri-ciri morfologi yang paling mencolok pada ikan karang yang digambar dengan menggunakan alat tulis air pada waktu pengamatan dilapangan.
Sumber: Allen et al.,(2003)
4.1.16 Valenciennea
Gambar 4.14 Amblygobius sp.
Badan Valenciennea sp. (Gambar 4.16) memanjang sampai 18 cm. Warna badan perak termasuk semua siripnya. Kepala berwarna kuning, bentuknya membundar dan tumpul. Garis rusuknya lengkap. Mulai dari pipi sampai dasar sirip dada bagian atas terdapat garis membujur berwarna biru bertepi hitam. Dibawah garis membujur tersebut terdapat beberapa bintik dan garis melintang miring. Bentuk sirip ekornya membundar.
Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen et al.,(2003)
4.1.17 Hiporhampus
Pada pengamatan langsung didapatkan ciri-ciri: Bentuk tubuh Hiporhampus sp. (Gambar 4.17) memanjang, moncong panjang dan runcing.. Rahang memanjang seperti pedang, ekor bercabang menjadi dua, hidup dekat permukaan, pinggir laut hingga menuju terumbu karang. Foto ikan karang diperoleh dari buku Allen et al.,(2003) yang telah diidentifikasi berdasarkan warna dan ciri-ciri morfologi yang paling mencolok pada ikan karang yang digambar dengan menggunakan alat tulis air pada waktu pengamatan dilapangan.
Sumber: Allen et al.,(2003)
4.1.18 Anampses
Gambar 4.17 Hiporhampus sp. Gambar 4.16 Valenciennea sp.
Pada pengamatan dilapangan ditemukan ciri-ciri : panjang badan Anampses sp. (Gambar 4.18) mencapai 22 cm, warna dasar hijau gelap, dengan bintik-bintik atau garis pendek kuning dibagian kepala. Ikan ini sering ditemukan pada kedalaman 6 meter. Ikan ini suka menggigit. Foto ikan karang diperoleh dari buku Allen et al.,(2003) yang telah diidentifikasi berdasarkan warna dan ciri-ciri morfologi yang paling mencolok pada ikan karang yang digambar dengan menggunakan alat tulis air pada waktu pengamatan dilapangan.
Sumber: Allen et al.,(2003)
4.1.19 Labropsis
Pengamatan dilapangan didapat ciri-ciri: bentuk tubuh pipih, dan diseluruh tubuh dipenuhi bintik-bintik berwarna kuning. Mata berwarna coklat, bagian kepala berwarna biru, begitu juga dengan ekor berwarna biru tetapi ditemukan garis berwarna putih. Hidup soliter, dijumpai pada daerah terumbu karang hingga kedalaman lebih dari 8 meter (Gambar 4.19). Foto ikan karang diperoleh dari buku Allen et al.,(2003) yang telah diidentifikasi berdasarkan warna dan ciri-ciri morfologi yang paling mencolok pada ikan karang yang digambar dengan menggunakan alat tulis air pada waktu pengamatan dilapangan.
Sumber: Allen et al.,(2003) 4.1.20 Thallosoma
Gambar 4.18 Anampses sp.
Panjang ikan keling ini (Gambar 4.20) mencapai 15 cm. Badannya berwarna hitam dengan campuran kuning, mata dan mulut juga berwarna kuning. Sirip dada mempunyai 2 jari-jari keras dan 13 jari-jari lemah. Habitatnya pada perairan karang
Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen et al.,(2003)
4.1.21 Zanclus
Ikan yang sering disebut dengan ikan gayam ini (Gambar 4.21), pada duri pertama sirip punggungnya amat panjang, mulutnya tampak runcing, dengan bentuk yang monyong panjang kedepan. warna dasar putih kuning ditimpa garis hitam yang lebar.
Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen et al.,(2003)
4.1.22 Hoplolatilus
Gambar 4.20 Thalassoma jansenii
Pada pengamatan langsung didapat ciri-ciri Hoplolatilus cuniculus (Gambar 4.22) yaitu badan bagian atas berwarna kuning sedangkan bagian bawah berwarna keputih-putihan. Semua siripnya berwarna transparan. Sirip ekornya tegak. Habitat diperairan karang. Foto ikan karang diperoleh dari buku Allen et al.,(2003) yang telah diidentifikasi berdasarkan warna dan ciri-ciri morfologi yang paling mencolok pada ikan karang yang digambar dengan menggunakan alat tulis air pada waktu pengamatan dilapangan.
Sumber: Allen et al.,(2003)
4.1.23 Scolopsis
Panjang badan Scolopsis taeniopterus (Gambar 4.23) mencapai 20 cm. Seluruh badan berwarna putih, ada garis hitam lateral dibagian tengah tubuhnya, mata berwarna coklat. Hidup pada perairan karang dan hidup soliter.
Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen et al.,(2003)
4.1.24 Pomachantus
Gambar 4.22 Hoplolatilus cuniculus
Badan Pomachantus imperator (Gambar 4.24) berwarna kuning emas dengan garis-garis biru. Ikan ini mempunyai topeng dimata yang tidak ditemukan pada ikan lain. Panjang ikan ini dapat mencapai 38 cm. Ciri khas ikan ini adalah kemampuannya menghasilkan bunyi ceklikan semacam isyarat yang terdengar nyaring dibawah permukaan air. Di badannya terdapat 15-25 garis membujur yang agak miring. Bentuk sirip ekor bundar atau membundar.
Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen et al.,(2003)
4.1.25 Abudefduf
Bentuk badan Abudefduf notatus (Gambar 4.25) oval dengan dua kombinasi warna, yaitu warna hitam dan hijau. Panjang badannya mencapai 10 cm. Tulang dimuka dan di bawah mata tidak berduri panjang tetapi bergigi pendek. Dibadannya terdapat 3 belang melintang di bagian kepala, badan, dan pangkal ekor. Moncong dan badan bagian bawah berwarna hijau. Sirip dada, sirip perut, dan sirip dubur berwarna hijau sedangkan sirip punggung berwarna kuning.
Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen et al.,(2003) Gambar 4.24 Pomachantus imperator
4.1.26 Amhiprion
Bentuk badan agak bulat dengan dua kombinasi warna, yaitu warna hitam dan kuning. Panjang badannya mencapai 15 cm. Dibadannya terdapat 3 belang melintang di bagian kepala, badan, dan pangkal ekor. Moncong dan badan bagian bawah berwarna orange atau kuning kemerahan. Sirip dada, sirip perut, dan sirip dubur berwarna orange sedangkan sirip punggung berwarna hitam. Tepi sirip ekor berlekuk (Gambar 4.26).
Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen et al.,(2003)
4.1.27 Chromis
Ikan Chromis actipectoralis (Gambar 4.27) berwarna hijau seluruh tubuhnya, dengan panjang mencapai 10 cm. Ikan ini tidak memeiliki tutup insang yang bergerigi. Sirip ekornya bercagak. Ikan ini senang bergerombol. Genus ini mengkomsumsi hewan golongan invertebrada, algae, dan zooplankton. Habitatnya di pantai karang.
Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen et al.,(2003) Gambar 4.27 Chromis actipectoralis
4.1.28 Chrisiptera
Badan ikan Chrisiptera spingeri (Gambar 4.28) berwarna biru dengan panjang mencapai 10 cm. Tepi sirip ekor berlekuk. Ikan ini banyak ditemukan pada kedalaman 7 m. Habitatnya di pantai karang pada kedalaman air dengan penetrasi cahaya yang cukup.
Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen et al.,(2003) Gambar 4.28 Chrisiptera spingeri
4.1.29 Dischistodus
Mempunyai dua kombinasi warna, yaitu warna hitam dan kuning. Panjang badannya mencapai 10 cm.. Dibadannya terdapat 3 belang melintang di bagian kepala, badan, dan pangkal ekor. Moncong dan badan bagian bawah berwarna kuning. Sirip dada, sirip perut, dan sirip dubur berwarna kuning sedangkan sirip punggung berwarna hitam (Gambar 4.29).
Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen et al.,(2003) Gambar 4.29 Dischistodus fasciatus
4.1.30 Pomacentrus
Ikan Pomacentrus spilotoceps (Gambar 4.30) ini berukuran kecil gerakannya Sangat cepat. Bentuk badannya bulat, panjang dan memipih. Mulut berukuran kecil. Pipi dan operkulumnya bersisik. Ekor berlekuk.
Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen et al.,(2003) Gambar 4.30 Pomacentrus spilotoceps
4.1.31 Scarus
Panjang badan kakatua (Gambar 4.31) dapat mencapai 40 cm. Bentuk badannya memanjang dan berwarna merah gelap sampai kecoklatan, keunguan, bahkan hampir hitam. Ikan ini mempunyai sirip punggung dengan 9 jari-jari keras dan 10 jari-jari lemah dengan ujung berwarna biru. Tepi sirip ekornya tegak dengan ujung berwarna biru yang terus berkembang sejalan dengan bertambahnya umur.
Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen et al.,(2003) Gambar 4.31 Scarus altipinnis
4.1.32 Pseudanthias
Ikan kecil Pseudanthias sp. (Gambar 4.32) merupakan ikan perenang cepat, tubuhnya hanya terdiri dari satu warna saja yaitu orange, dengan mata berwarna ungu. Ikan ini banyak dijumpai pada terumbu karang, ikan ini hidup berkelompok.
Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen et al.,(2003) Gambar 4.32 Pseudanthias sp
4.1.33 Siganus
Pada pengamatan langsung didapatkan ciri-ciri Siganus vulpinus (Gambar 4.33) ini yaitu dengan bentuk badannya yang khas, berbentuk bulat, panjang dan pipih. Bentuk kepala seperti kelinci dengan mulut yang kecil. Badan tidak bersisik. Ikan ini mengkomsumsi vegetasi laut.
Sumber: Allen et al.,(2003)
Gambar 4.33 Siganus vulpinus
4.2 Nilai Kepadatan Individu (ind/m2), Kepadatan Relatif (KR %) dan Frekuensi