• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

2.1.10 Klasifikasi Gerakan Handspring

Keterampilan senam artistik merupakan faktor yang sangat penting dan harus dikuasai oleh seorang pesenam. Keterampilan senam artistik terdiri beberapa bagian yang dalam pelaksanaannya harus dirangkaikan secara baik dan

29

benar. Menurut Muhajir (2004: 155) bahwa “handspring adalah suatu gerakan dengan bertumpu kedua tangan dilantai disertai tolakan/lemparan satu kaki dari belakang ke arah depan atas dan mendarat atas dua kaki hingga berdiri tegak”. Dalam pelaksanaan gerakan handspring ini akan lebih baik jika testi telah dapat melakukan berdiri dengan bertumpu pada dua tangan atau handstand. Untuk gerakan handspring itu sendiri langkah-langkahnya adalah:

Gambar 2. 24 : Fase Gerakan Handspring

1. Pada sikap awalan posisi badan berdiri lurus mulai dari tangan, bahu, pinggul, sampai dengan ujung kaki dalam satu garis lurus, sikap kedua tangan di atas.

2. Selanjutnya melakukan lari untuk persiapan melakukan gerakan handspring.

3. Langkah kan kaki kiri atau kanan ke depan, bersamaan dengan ayunkan kedua tangan hingga ke belakang badan.

4. Ayun kedua tangan hingga ke atas, bersamaan dengan kaki melompat hingga badan melayang.

5. Posisi badan dicondongkan ke depan ketika kaki menyentuh dasar lantai, kaki depan ditekuk sesuai dengan arah condong badan. Posisi

kedua tangan tetap lurus ke depan dan arah pandangan mengarah ke ujung telapak tangan.

6. Arahkan kedua tangan hingga menyentuh dasar lantai, pada posisi ini kedua tangan harus berada di samping telinga.

7. Ayunkan kaki belakang secara kuat kemudian diikuti oleh kaki belakang dan bertemu kedua kaki pada posisi di atas (handstand).

8. Saat diposisi handstand, dorong bahu secara kuat sehingga menghasilkan tolakan badan ke atas.

9. Saat melayang, posisi tangan dan kedua lutut serta ujung kaki tetap dalam keadaan lurus.

10. Posisi badan sedikit lenting agar rotasi badan yang dihasilkan dari ayunan kaki dan tolakan bahu tidak berhenti.

11. Setelah melakukan ayunan kaki, dan bahu melakukan tolakan kedua tangan lurus dan badan segera bangun menuju posisi mendarat.

12. Kondisi lentingan badan tetap dipertahankan sampai dengan kedua kaki mendarat.

13. Ketika kedua kaki mendarat pada dasar lantai, posisi badan tetap dipertahankan, sedikit lenting dan kedua lutut sedikit ditekuk, kemudian segera diluruskan kembali.

31

2.1.11 Faktor yang Mempengaruhi Gerakan Handspring 1. Power Otot Lengan

a. Power

Power adalah kemampuan seseorang untuk mempergunakan kekuatan maksimum yang dikerahkan dalam waktu yang sependek – pendeknya. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa daya otot = kekuatan (force) X kecepatan (velocity). Menurut Moch . Asmawi (2006: 18) power merupakan perpaduan antara kekuatan dan kecepatan, sehingga untuk meningkatkan power maka faktor kekuatan dan kecepatan harus ditingkatkan bersama-sama melalui program yang sistematis. Kekuatan merupakan komponen biomotor yang paling utama, karena dengan kekuatan dapat menentukan kualitas hidup, karena tanpa kekuatan yang memadai, maka kegiatan yang bersifat mendasar menjadi sulit dan tidak mungkin melakukan sesuatu tanpa dengan bantuan kekuatan. Dengan kekuatan seseorang akan dapat berlari dengan cepat, melempar lebih jauh, memukul lebih keras serta dapat membantu stabilitas sendi-sendi. Menurut (Aji,GP 2016) bahwa power adalah besarnya usaha yang dilakukan dalam satuan waktu. Power 41 merupakan hasil usaha dalam satuan unit waktu, yang dilakukan ketika kontraksi otot memindahkan benda pada ruang atau jarak tertentu. Banyak tes power yang sekarang digunakan tidak melibatkan komponen gaya, jarak, dan waktu. Kenyataannya hanya mengukur jarak sebagai hasil kerja.Vertical Jump Test, Standing Broad atau Long Jump, Vertical Arm-Pull (distance).Dalam pengukuran Work Power, usaha-usaha khusus biasanya dilakukan untuk meminimalkan gerakan-gerakan yang tidak kelompok otot tertentu yang diukur. Power/daya

eksplosif merupakan suatu rangkaian kerja beberapa unsur gerak otot dan menghasilkan daya ledak jika dua kekuatan tersebut bekerja sama bersamaan. Power/daya eksplosif memiliki banyak kegunaan pada suatu aktivitas olahraga seperti berlari, melempar, memukul, menendang. Pelaksanaan gerak dari objek tersebut akan dicapai dengan sempurna jika orang tersebut dapat menerapkan kekuatan secara maksimal dengan satuan waktu yang sesingkat-singkatnya.

b. Peranan Power Otot Lengan dengan Kemampuan Handspring Dalam Senam Artistik

Besarnya power otot lengan yang diperlukan pada masing-masing cabang tentunya berbeda-beda, tergantung seberapa besar keterlibatan power otot lengan dalam cabang olahraga tersebut. Power otot lengan yang diperlukan untuk cabang olahraga bolavoli, tentunya berbeda dengan yang diperlukan untuk cabang olahraga sepakbola dan akan berbeda pula dengan cabang olahraga senam dan sebagainya. Kemampuan handspring dalam senam artistik adalah kemampuan gerak dinamis yang berkelanjutan yang memindahkan berat badan dari kaki-tangan-kaki. Gerakan berlangsung ke depan dalam garis lurus, yang bergerak secara horisontal ketika setiap bagian tubuh ditumpukan ke lantai. Fokus pandangan selama handspring yang salah satu komponen dasarnya adalah power otot lengan. Meningkatnya power otot lengan akan menyebabkan koordinasi kerja neuromuskuler menjadi lebih baik. Kemampuan handspring dalam senam artistik pada hakekatnya merupakan penampilan power dari otot lengan, keadaan power otot lengan dalam hal ini sangat tergantung pada kemampuan seorang pesenam

33

untuk memperhitungkan dan membina kondisi fisiknya dengan cara terstruktur melalui gerakan handspring.

2. Kekuatan Otot Punggung

Kekuatan otot sangat efektif dibangun ketika kerja otot atau sekelompok otot berada pada beban yang lebih. Latihan dengan beban yang umum dikerjakan oleh otot, hanya menghasilkan kerja otot yang umum pula. Penggunaan beban yang berlebih, akan menyebabkan terjadinya proses adaptasi fisiologis yang akan menghasilkan dan mengarahkan pada peningkatan kekuatan otot. Dari beberapa pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kekuatan adalah kemampuan seseorang menggunakan tenaga secara maksimal dalam melawan beban atau tahanan. Tenaga tersebut dihasilkan oleh kontraksi otot atau sekelompok otot dalam mengatasi tahanan. Kekuatan juga dapat diperlihatkan dengan kemampuan individu untuk menarik, mengangkat, mendorong dan menekan objek atau menahan tubuh pada posisi tertentu serta melawan tahanan beban tertentu.

a. Macam-Macam Kekuatan

Dalam bidang olahraga, kekuatan dapat dikategorikan menjadi beberapa tipe. Seperti yang dikemukakan oleh Bompa (1994: 23-25), yang membagi kekuatan menjadi 8 tipe yaitu: “Kekuatan umum, kekuatan khusus, kekuatan maksimal, daya tahan otot, daya ledak, kekuatan absolute, kekuatan relative dan kekuatan cadangan”.

b. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kekuatan

Baik tidaknya kekuatan otot seseorang, dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurut Suharno HP (1993: 39-40), faktor-faktor penentu kekuatan seseorang terdiri dari:

1) Besar kecilnya potongan melintang otot (potongan morfologis yang tergantung dari proses hipertropi otot).

2) Jumlah fibril otot yang turut bekerja dalam melawan beban, makin banyak fibril otot yang bekerja berarti kekuatan bertambah besar.

3) Tergantung besar kecilnya rangka tubuh, makin besar skelet makin besar kekuatan.

4) Innervasi otot baik pusat maupun perifer. 5) Keadaan zat kimia dalam otot (glikogen, ATP).

6) Keadaan tonus otot saat istirahat, tonus makin rendah berarti kekuatan tersebut pada saat bekerja makin besar.

7) Umur dan jenis kelamin juga menentukan baik dan tidaknya kekuatan otot. c. Otot Punggung

Menurut Syaifudin (1997: 51) “Togok atau batang badan terdiri dari: (1) 7 Vertebrae Cervicales, (2) 12 Vertebrae Thoracales, (3) 5 Vertebrae Lumbales”. Otot- otot penegak batang badan.

d. Peranan Kekuatan Otot Punggung Terhadap Kemampuan Handspring Dalam Senam Artistik

Besarnya kekuatan otot punggung yang diperlukan pada masing-masing cabang olahraga tentunya berbeda-beda, tergantung seberapa besar keterlibatan

35

kekuatan otot punggung dalam cabang olahraga tersebut. Kekuatan otot punggung yang diperlukan untuk cabang olahraga senam artistik, tentunya berbeda dengan yang diperlukan untuk cabang olahraga sepakbola dan akan berbeda pula dengan cabang olahraga bolavoli dan sebagainya.

Kemampuan handspring dalam senam artistik adalah kemampuan gerak dinamis yang berkelanjutan yang memindahkan berat badan dari kaki-tangan-kaki. Gerakan berlangsung ke depan dalam garis lurus, yang bergerak secara horisontal ketika setiap bagian tubuh ditumpukan ke lantai. Fokus pandangan selama handspring yang salah satu komponen dasarnya adalah kekuatan otot punggung. Meningkatnya kekuatan otot punggung akan menyebabkan koordinasi kerja neuromuskuler menjadi lebih baik. Pada kemampuan handspring dalam senam artistik, keadaan kekuatan otot punggung dalam hal ini sangat tergantung pada kemampuan seorang pesenam untuk memperhitungkan dan membina kondisi fisiknya dengan cara yang kuat dan cepat melalui gerakan handspring dalam senam artistik.

4. Power Tungkai

Tungkai adalah anggota badan bawah mencakup tungkai dan panggul serta sendi-sendi dan ototnya. Tungkai menurut Syaifudin (1997:44) dibentuk oleh tulang atas dan tungkai bawah . tungkai atas terdiri dari paha (os vemoris/vemur), sedangkan tungkai bawah terdiri dari tulang keris (os tibia) dan betis serta tulang 22 kaki, sedangkan gelang panggul dibentuk oleh coxea dengan tulang sacrum , terdapat dua persendian pada gelang panggul yaitu : 1) Sendi khusus kelangka, dan 2) Sendi sela kemaluan.

Power otot tungkai adalah kemampuan otot untuk mengatasi beban dan tahanan dengan kecepatan kontraksi yang sangat tinggi dimana Power merupakan gabungan dari dua kemampuan yaitu kekuatan dan kecepatan , dimana kekuatan dan kecepatan dikerahkan maksimum dalam waktu yang sangat cepat dan singkat. Sesuai dari penjelasan Ismaryati, (2006:59) Power menyangkut kekuatan dan kecepatan kontraksi otot yang dinamis dan eksplosif serta melibatkan pengeluaran kekuatan otot yang maksimal dalam waktu yang secepat- cepatnya. Power otot tungkai terjadi akibat saling memendek dan memanjang otot tungkai atas dan bawah yang didukung oleh dorongan otot kaki dengan kekuatan dan kecepatan maksimum.

4. Kelentukan

Dalam olahraga, kalau kita bicara mengenai kelentukan atau fleksibilitas, kita biasanya mengacu kepada ruang gerak sendi atau sendi-sendi tubuh. Lentuk tidaknya seseorang ditentukan oleh luas sempit nya ruang gerak sendi-sendinya. Jadi fleksibilitas adalah kemampuan untuk melakukan gerakan dalam ruang gerak sendi. Kecuali oleh ruang gerak sendi, kelentukan juga ditentukan oleh elastis tidaknya otot-otot, tendon dan ligamen.

Kelentukan adalah efektivitas seseorang dalam menyesuaikan diri untuk segala aktivitas dengan penguluran tubuh yang luas (Mochamad Sajoto, 1995: 9). Kelentukan dipengaruhi oleh elastisitas otot-otot serta dinyatakan dalam satuan derajat (°). Harsono (1988: 163) menyatakan bahwa lentuk tidaknya seseorang ditentukan luas atau sempitnya ruang gerak sendi-sendinya. Jadi kelentukan adalah kemampuan melakukan gerakan dalam ruang gerak sendi. Kecuali oleh

37

ruang gerak sendi, kelentukan juga ditentukan elastisitas tidaknya otot-otot, tendon, dan ligamen.

Kemampuan handspring dalam senam artistik diperlukan juga unsur fisik yang berupa kelentukan. Kelentukan merupakan kemampuan untuk bergerak dalam ruang gerak sendi. Kelentukan juga dibutuhkan dalam tulang belakang, sehingga merupakan gerakan handspring yang baik untuk senam artistik.

Keuntungan bagi seorang pesenam apabila memiliki kelentukan yang baik yaitu:

a. Cepat menguasai gerakan-gerakan untuk melakukan teknik atau taktik dalam melakukan kemampuan handspring dalam senam artistik.

b. Tidak mudah mendapatkan kecelakaan atau cedera pada otot. c. Membantu daya tahan, kecepatan dan kelincahan.

Dari pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa, kelentukan yang baik dari seorang pesenam diharapkan akan menunjukkan gerakan handspring secara maksimal dan diharapkan dapat mengembangkan gerakan-gerakan dan dapat mendukung keterampilannya.

Dokumen terkait