• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III MATERI DAN PERUBAHAN

B. Klasifikasi Materi

Materi dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa bagian. Untuk lebih jelasnya, klasifikasi materi dapat dilihat pada gambar 3.2.

Gambar 3.2 Klasifikasi Materi (sumber : www.bisakimia.com)

Pada gambar tersebut dapat dinyatakan bahwa materi dibagi menjadi dua macam yaitu zat murni dan campuran. Zat murni adalah materi yang memiliki komposisi partikel materi sejenis serta memiliki struktur dan karakteristik yang tetap. Campuran adalah gabungan dari beberapa zat murni tanpa melalui reaksi kimia. Zat murni dibagi lagi menjadi dua macam yaitu unsur dan senyawa sedangkan campuran dibagi lagi menjadi dua yaitu campuran homogen dan campuran heterogen.

Penjelasan dari masing-masing bagian itu adalah sebagai berikut:

1. Unsur

Unsur adalah zat tunggal yang paling sederhana dan tidak dapat diuraikan lagi melalui reaksi kimia biasa. Unsur adalah zat tunggal yang partikel materinya dapat berupa atom atau molekul unsur. Contoh unsur yang partikelnya berupa atom misalnya besi, aluminium, karbon dan belerang sedangkan unsur yang partikelnya berupa molekul unsur misalnya gas oksigen, gas hydrogen dan gas klorin.

Dalam ilmu kimia setiap unsur memiliki lambang-lambang tertentu. Lambang unsur dirumuskan oleh Berzelius dengan aturan sebagai berikut:

a. Lambang unsur diambil dari nama Latin unsur tersebut misalnya Besi (Ferum), Emas (Aurum), Perak (Argentum) dan nama Latin unsur lainnnya.

b. Lambang unsur diambil dari huruf pertama pada nama Romawi unsur tersebut dan ditulis dengan huruf capital.

Contoh, karbon memiliki nama LatinCarbon sehingga dilambangkan dengan simbol C.

c. Lambang unsur dapat juga diambil dari huruf pertama nama Romawi dan huruf berikutnya. Namun yang ditulis dengan huruf capital adalah huruf pertama saja dan berikutnya menggunakan huruf kecil. Contoh, unsur besi yang memiliki nama Latin Ferum dilambangkan dengan simbol Fe.

d. Unsur yang terdiri dari molekul unsur maka ditulis dengan lambang unsur dan jumlah atom dalam molekul unsur.

Jumlah atom tersebut ditulis dengan cara subscript. Contoh, unsur Oksigen yang memiliki nama Latin Oksigen dan mengandung dua atom maka dilambangkan dengan O2. Unsur dapat digolongkan menjadi tiga bagian yaitu unsur logam, unsur non logam dan unsur semilogam (metalloid). Unsur logam adalah unsur yang tersusun dari atom-atom yang memiliki kecenderungan untuk melepas electron dan unsur non logam adalah unsur yang tersusun dari atom yang memiliki kecenderungan untuk menerima elektron. Unsur semilogam adalah unsur yang memiliki sifat yang berasal dari logam dan non logam. Pada Tabel berikut akan disajikan perbandingan ciri dari logam, semilogam dan non logam. Perbandingan ciri logam, semilogam dan non logam dapat dilihat pada table 3.1.

Tabel 3.1 Perbandingan Ciri Logam, Semilogam dan Non Logam

No Logam Semilogam Non Logam

1 Umumnya berwujud padat pada suhu kamar kecuali raksa yang berwujud cair

Umumnya

berwujud padat Bisa berwujud padat, cair dan gas

2 Dapat ditempa Dapat ditempa Hanya yang padat yang dapat ditempa

3 Dapat

menghantarkan listrik dan panas (konduktor)

Semikonduktor Sulit

menghantarkan listrik dan panas (isolator)

4 Titik leleh dan

titik didih tinggi Titik leleh dan titik didih berada di antara logam dan non logam

Titik leleh dan titik didih sangat rendah

5 Tersusun atas

atom yang

melepaskan elektron

Tersusun atas

atom yang

menerima elektron

Tersusun dari

atom yang

menerima elektron dan molekul unsur Contoh unsur logam misalnya adalah besi, perak, tembaga, emas, aluminium dan logam lainnya. Sedangkan contoh dari unsur semilogam misalnya silicon, boron, antimon, germanium dan lain sebagainya. Kemudian contoh dari unsur non logam misalnya karbon, belerang, gas oksigen, gas hydrogen dan lain-lain.

2. Senyawa

Senyawa adalah gabungan dari berbagai unsur yang berbeda melalui reaksi kimia. Contoh senyawa dalam kehidupan sehari-hari adalah air (H2O) dan karbondioksida (CO2). Sifat dari senyawa adalah sebagai berikut:

a. Dapat diuraikan menjadi unsurnya melalui reaksi kimia.

Misalnya air (H2O) yang tersusun dari hydrogen (H2) dan oksigen (O2) dapat diuraikan lagi menjadi unsur penyusunnya dengan reaksi sebagai berikut :

2H2O 2H2 + O2

b. Perbandingan unsur dalam suatu senyawa adalah tetap.

Misalnya air (H2O) yang terdiri dari dua atom hydrogen dan oksigen. Artinya, apapun jenis airnya dan dimanapun sumber airnya maka tetap rumus kimianya H2O.

c. Sifat senyawa berbeda dengan unsurnya. Misalnya air (H2O) yang tersusun dari hydrogen dan oksigen. Hidrogen dan oksigen adalah unsur yang mudah terbakar, namun ketika

mereka bereaksi membentuk H2O justru menghasilkan senyawa yang memadamkan kebakaran.

Lambang senyawa menyatakan unsur penyusunnya beserta jumlahnya. Dalam lambang senyawa dikenal dengan istilah koefisien dan indeks. Koefisien adalah angka yang terletak di depan lambang senyawa yang menyatakan jumlah senyawa. Indeks adalah angka yang ditulis secara subscript yang menyatakan jumlah unsur di sebelah kirinya. Untuk lebih memperjelas, maka disajikan seperti pada gambar 3.3.

4H2O

Gambar 3.3 Lambang Senyawa

Angka 4 merupakan koefisien yang artinya terdapat 4 (empat) senyawa H2O. Angka 2 merupakan indeks yang menyatakan bahwa ada 2 (dua) unsur H di dalam satu senyawa H2O.

Sedangkan unsur O tidak memiliki indeks. Jika tidak memiliki indeks artinya jumlah unsur O dalam 1 (satu) senyawa H2O sebanyak 1 (satu) buah.

3. Campuran

Campuran adalah gabungan dari beberapa zat tanpa melalui reaksi kimia. Sifat dari campuran adalah sebagai berikut:

a. Perbandingan penyusun campuran tidak tetap. Misalnya larutan teh yang tersusun dari air, gula pasir dan daun teh.

Setiap orang tentunya memiliki selera yang berbeda dalam membuat teh misalnya si A membuat teh dengan menggunakan air sebanyak 200 mL, gula pasir satu sendok makan dan daun teh dengan celupan lima kali sedangkan si B membuat teh dengan menggunakan air sebanyak 300 mL, gula pasir dua sendok makan dan daun teh dengan celupan tujuh kali. Namun yang dibuat oleh si A dan si B dapat kita

koefisien indeks

sebut larutan teh walaupun komposisi penyusunnya berbeda asal komponen dari penyusun teh sudah ada.

b. Sifat campuran bergantung dari penyusunnya. Misalnya larutan teh dibuat dari air yang berwujud cair, gula pasir yang manis dan daun teh yang memberi warna kemerahan.

Dengan demikian akan dihasilkan larutan teh yang berwujud cair, rasanya manis dan berwarna kemerahan.

Campuran dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu campuran homogen dan campuran heterogen. Campuran homogen adalah campuran yang komponen penyusunnya tidak terlihat misalnya campuran antara air dengan garam atau campuran antara air dengan gula. Campuran heterogen adalah campuran yang komponen penyusunnya masih terlihat misalnya campuran antara minyak dengan air atau campuran antara batu kerikil dengan air.

Komposisi zat dalam campuran ditentukan dengan persen massa. Jadi persen massa zat menyatakan perbandingan massa zat dalam suatu campuran dengan massa campuran secara keseluruhan. Secara matematis dirumuskan sebagai berikut:

% massa zat = 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑧𝑎𝑡

𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑐𝑎𝑚𝑝𝑢𝑟𝑎𝑛 x 100%

Misalnya terdapat campuran yang terdiri dari 10 gram garam dan 90 gram air. Maka persen massa garam dalam campuran tersebut adalah:

% massa garam = 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑔𝑎𝑟𝑎𝑚

𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑎𝑖𝑟+𝑔𝑎𝑟𝑎𝑚 x 100%

% massa garam = 90 𝑔𝑟𝑎𝑚+10 𝑔𝑟𝑎𝑚10 𝑔𝑟𝑎𝑚 x 100% = 10%