• Tidak ada hasil yang ditemukan

Klasifikasi Protein

Dalam dokumen makalah karbohidrat.docx (Halaman 36-40)

BAB IV PROTEIN

4. Klasifikasi Protein

1. Protein sederhana, yaitu polipeptida terdiri dari asam-asam amino yang dirangkaikan oleh ikatan peptida.

2. Protein yang terkonjugasi dengan senyawa non-protein. Misalnya : nucleoprotein dimana nonproteinnya merupakan asam nukleat; lipoprotein yaitu terkonjugasi dengan lipid; mineraloprotein terkonjugasi dengan mineral, glikoprotein terkonjugasi dengan karbohidrat

3. Senyawa keturnannya, yaitu hasil pemescahan kedua kelompok / kelas tersebut diatas. Misalnya : asam-asam amino.

MAKALAH BIOKIMIA / KARBOHIDRAT, LEMAK, PROTEIN / SEPTRIANI NAINGGOLAN 33

Protein dapat diklasifikasikan berdasarkan kelarutan, bentuk, fungsi bioogi, atau struktur tiga dimensinya.

Pembagian berdasarkan Kelarutannya :

1. Albumin : Larut dalam H2O dan Larutan-larutan Garam

2. Globulin : Sedikit larut dalam H2O, larut dalam larutan garam encer , bergumpal bila desetengah jenuhkan dengan NH4-sulfat.

3. Protamina : larut dalam etanol 70-80%, tak larut dalam etanol absolut dan air, banyak mengandung arginina.

4. Histon : larut dalam larutan-larutan garam, banyak mengandung lisina, dalam sel bergabung dengan asam nukleat membentuk nukleoprotein.

5. Glutelin : tidak larut dalam pelarut diatas, tetapii larut dalam asam atau basa.

6. Skleroprotein : tidak larut dalam air atau larutan-larutan garam, banyak mengandung glisina, almina, prolin.

Pembagian berdasarkan bentuk menyeluruh (Overall shape)

Disini protein-protein dimasukkan dalam 2 golongan berdasarkan perbandingan aksial (rasio panjang terhadap lebar)

1. Protein-protein globular : Mempunai rantai polipeptida yang berpilin serta terlipat secara padat dengan rasio aksial kurang dari 10 dan umumnya tidak lebih dari 3-4.

Contoh : insulin, albumin, globulin plasma dan banyak enzim.

2. Protein-protein fibrosa (berserabut) : yaitu protein yang mempunyai rasio aksial

lebih dari 10.

Contoh : keratin, myosin .

Pembagian berdasarkan fungsi (Keaktifan Biologik)

1. Enzim, yaitu katalisator oganik : biasanya sebagian (apo-enzim) terdiri atas protein. 2. Protein yang dapat mengerut (contraktile protein), contohna : myosin (serabutt yang

MAKALAH BIOKIMIA / KARBOHIDRAT, LEMAK, PROTEIN / SEPTRIANI NAINGGOLAN 34

3. Hormon, yaitu sekresi kelenjar endokrin (sekresi langsung masuk kedalam darah tanpa saluran).

Hormon mengkatabolismme dan mengontrol proses metabolik.

Contoh : hormon tubuh insulin mempunyai peranan penting pada pemeliharaan kadar gula darah yang tetap.

4. Protein cadangan atau (stroge protein), yaitu cadangan untuk organisme sendiri atau organisme lain.

Contoh :protein gandu, kasien dalam susu, ovalbumin dalam telur, peritin (menyimpan Fe) dalam limpa.

5. Protein pengangkut (transport protein).

Contoh : Haemoglobin dan myoglobin yang membawa O2 , Albumin serum yang membawa asam lemak dalam darah.

6. Protein bangun (struktural protein).

Contoh : kolagen, elastin, kreatin, protein dalam membran sel.

7. Protein pelindung (protektif protein), yaitu protein yang ikut serta pada mekanisme pertahanan.

Contoh : Antibodi, Fibrinogen faktor pembekuan darah . 8. Toksin atau racun

Contoh : Toksin Ular, toksin difteri.

4.5 Struktur Protein

Setiap protein terdiri dari satu atau lebih rantai polipeptida. Akibatnya, terdapat empat struktur protein, yaitu sebagai berikut.

1. Struktur primer, yaitu struktur protein yang rantai polipeptidanya berbentuk linier.

2. Struktur sekunder, yaitu struktur protein yang rantai polipeptidanya mempunyai pola teratur, misalnya pola memilin (menggulung).

3. Struktur tersier, yaitu struktur protein yang rantai polipeptidanya bengkok atau bergulung (berpilin), sehingga membentuk struktur tidak dimensi bulat. 4. Struktur kuarterner, yaitu struktur protein yang berkaitan dengan

MAKALAH BIOKIMIA / KARBOHIDRAT, LEMAK, PROTEIN / SEPTRIANI NAINGGOLAN 35

polipeptida. Setiap rantai polipeptida dapat merupakan polipeptida yang sama atau berbeda.

4.6 Metabolisme Protein

Protein dalam makanan hampir sebagian besar berasal dari daging dan sayur-sayuran.Protein dicerna di lambung oleh enzim pepsin,yang aktif pada pH 2-3 (suasana asam).

Pepsin mampu mencerna semua jenis protein yang berada dalam makanan.Salah satu hal terpenting dari penceranaan yang dilakukan pepsin adalah kemampuannya untuk mencerna kolagen.Kolagen merupakan bahan daasar utama jaringan ikat pada kulit dan tulang rawan.

Pepsin memulai proses pencernaan Protein.Proses pencernaan yang dilakukan pepsin meliputi 10-30% dari pencernaan protein total.Pemecahan protein ini merupakan proses hidrolisis yang terjadi pada rantai polipeptida.

Sebagian besar proses pencernaan protein terjadi di usus.Ketika protein meninggalkan lambung,biasanya protein dalam bentuk proteosa,pepton,dan polipeptida besar.Setelah memasuki usus,produk-produk yang telah di pecah sebagian besar akan bercampur dengan enzim pankreas di bawah pengaruh enzim proteolitik,seperti tripsin,kimotripsin,dan peptidase.Baik tripsin maupun kimotripsin memecah molekul protein menjadi polipeptida kecil.Peptidase kemudian akan melepaskan asam-asam amino.

Asam amino yang terdapat dalam darah berasal dari tiga sumber,yaitu penyerapan melalui dinding usus,hasil penguraian protein dalam sel,dan hasil sintesis asam amino dalam

MAKALAH BIOKIMIA / KARBOHIDRAT, LEMAK, PROTEIN / SEPTRIANI NAINGGOLAN 36

sel.asam amino yang disintesis dalam sel maupun yang dihasilkan dari proses penguraian protein dalam hati dibawa oleh darah untuk digunakan di dalam jaringan.dala hal ini hati berfungsi sebagai pengatur konsentrasi asam amino dalam darah.

Kelebihan protein tidak disimpan dalam tubuh,melainkan akan dirombak di dalam hati menjadi senyawa yang mengandung unsur N,seperti NH3 (amonia) dan NH4OH (amonium hidroksida),serta senyawa yyang tidak mengandung unsur N.Senyawa yang mengandung unsur N akan disintesis menjadi urea.Pembentukan urea berlangsung di dalam hati karena hanya sel-sel hati yang dapat menghasilkan enzim arginase.Urea yang dihasilkan tidak dibutuhkan oleh tubuh,sehingga diangkut bersama zat-zat lainnya menuju ginjal laul dikeluarkan melalui urin.sebaliknya,senyawa yang tidak mengandung unsur N akan disintesis kembali mejadi bahan baku karbohidrat dan lemak,sehingga dapat di oksidasi di dalam tubuh untuk menghasilkan energi.

4.7 Sumber Protein

Manusia dianjurkan untuk konsumsi protein dari beragam jenis, lantaran jenis asam amino yang dihasilkan beragam jenis makanan amat bervariasi.

PROTEIN NABATI PROTEIN HEWANI

Kacang-kacangan (kedelai, mede, almond, dll) Ikan

Kentang Telur

Jintan, Daging merah

Biji Bunga Matahari Susu

Biji Labu Daging unggas

Dalam dokumen makalah karbohidrat.docx (Halaman 36-40)

Dokumen terkait