BAB IV. PERENCANAAN KLASTER
7. Klaster Peran Serta Masyarakat
Rencana Kontinjensi Banjir DKI Jakarta, 2016 47
7. Klaster Peran Serta Masyarakat A. Situasi
Apabila terjadi bencana banjir maka diperkirakan kemampuan Pemerintah perlu ditunjang oleh peran serta masyarakat, oleh karean itu klaster pada peran serta masyarakat bertujuan untuk menutupi kekurangan dari sumber daya daerah dalam hal penyelenggaraan penanggulangan bencana.
B. Sasaran
Terpenuhinya kebutuhan penyelenggaraan penanggulangan bencana di Provinsi DKI Jakarta
C. Kegiatan
No Kegiatan Koordinator Pendukung Komando
1 Menghimpun dan mendata kekurangan sumberdaya di 2 Melakukan pendampingan
bersama petugas di Posko Lapangan 3 Memfasilitasi terpenuhinya
kebutuhan
Rencana Kontinjensi Banjir DKI Jakarta, 2016 48
BAB V
RENCANA TINDAK LANJUT
1. Rencana Kontinjensi ini diaktivasi menjadi Rencana Operasi beberapa saat sebelum terjadi bencana (sesuai skenario yang telah ditetapkan pada Bab IV) setelah dilakukan penilaian awal secara cepat dan penyesuaian komponen kebutuhan sesuai kondisi dan intensitas bencana.
2. Dokumen Rencana Kontinjensi Banjir Provinsi DKI Jakarta Tahun 2016 dilengkapi dengan Rencana Operasional (Lampiran VI.1) yang menggambarkan tentang mekanisme pemenuhan kebutuhan 7 (tujuh) klaster, meliputi klaster :
1. Pencarian dan Penyelamatan 2. Pengungsian dan Perlindungan 3. Kesehatan
4. Logistik
5. Sarana dan Prasarana 6. Pendidikan
7. Peran serta masyarakat
3. Koordinasi secara berkala untuk memperbarui dokumen Rencana Kontinjensi ini perlu dilakukan untuk disesuaikan dengan perkembangan termasuk updating data ketersediaan sumber daya pada masing-masing instansi secara berkala.
4. Perlu dibangun jejaring yang lebih luas (termasuk dengan lembaga usaha / melalui Forum Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim (FPRB-API) Provinsi DKI Jakarta agar seluruh sumber daya di Provinsi DKI Jakarta dapat dioptimalkan dalam penanggulangan bencana baik dalam tahap pra-bencana, saat tanggap darurat, maupun pasca bencana.
Rencana Kontinjensi Banjir DKI Jakarta, 2016 49
BAB VI PENUTUP
Rencana Kontinjensi ini dibuat sebagai acuan dan referensi bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan segenap pemangku kepentingan lainnya dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana banjir di Provinsi DKI Jakarta pada Tahun 2016.
Jumlah anggaran biaya yang muncul dari beberapa klaster yang termuat dalam Rencana Kontinjensi ini bukan merupakan Daftar Isian Kegiatan/Dokumen Pelaksanaan Anggaran tetapi merupakan proyeksi kebutuhan apabila bencana seperti yang diskenariokan benar-benar terjadi. Kebutuhan ini dipenuhi dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada, baik dari pemerintah, lembaga usaha, maupun masyarakat.
Rencana kontinjensi ini masih perlu penyempurnaan dan review secara berkala untuk pemutakhiran data dan informasi.
GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA,
BASUKI T. PURNAMA
Rencana Kontinjensi Banjir DKI Jakarta, 2016 50
Daftar Singkatan AGD : Ambulan Gawat Darurat
BPBD : Badan Penanggulangan Bencana Daerah BNPB : Badan Nasional Penanggulangan Bencana BBWSCC : Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung- Cisadane Basarnas : Badan SAR Nasional
BMKG : Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geologi Damkar : Pemandam Kebakaran
Dinas PU : Dinas Pekerjaan Umum
DKI Jakarta : Daerah Khusus Ibukota Jakarta
KDH : Kepala Daerah
Kodam Jaya : Komando Daerah MiliterJayakarta
Ko Armabar : Komando Amada Indonesia wilayah Barat Koorps AU : Koorps Angkatan Udara
Koarmabar : Komando
LSM : Lembaga Swadaya Masyarakat PP : Peraturan Pemerintah
Perda : Peraturan Daerah
Perka BNPB : Peraturan Kepala- Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pergub : Peraturan Gubenur
Polda : Kepolisian Daerah
Pusdalops : Pusat Pengedalian Operasi Renkon : Rencana Kontinjensi Renops : Rencana Operasi
RPB : Rencana Peanggulangan Bencana
RT : Rukun Tetangga
RW : Rukun Warga
RS : Rumah Sakit
RSUD : Rumah Sakit Umum Darah
Sudin : Suku Dinas
SDN : Sekolah Dasar Negeri
SMPN : Sekolah Manengah Pertama Negeri
SMU : Sekolah Menengah Umum
SOP : Standart Operating Procedure /Prosedur Opreasi Stadart
SK : Surat Keputusan
SKPD : Satuan Kerja Perangkat Daerah
Rencana Kontinjensi Banjir DKI Jakarta, 2016 51 UKPD : Unit Kerja Perangkat Daerah OPD : Organisasi Perangkat Daerah TNI : Tentara Nasional Indonesia
UU : Undang-undang
TRC : Tim Resaksi Cepat
Satpol PP : Satuan Polisi Pamong Praja
SAR : Seach and Rescue (Pencarian dan Penyelamatan) PAM JAYA : Perusahaan Air Minum Jayakarta
PLN : Perusahaan Listrik Negara
DVI Polda : Disaster Victim Investigation – Kepolisian Daerah UPT Jamkesda : Unit Pelayanan Terpadu – Jaminan kesehatan Daerah VVIP : Very very importan person
Forum PRB-API : Forum Pengurangan Resiko Bencana Adaptasi Perubahan Iklim
Rencana Kontinjensi Banjir DKI Jakarta, 2016 52 Lampiran 1. Sebaran Sungai Di Provinsi DKI Jakarta
Wilayah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang merupakan hilir dari pertemuan 13 anak sungai merupakan daerah rawan banjir. Ketiga belas anak sungai tersebut antara lain meliputi :
1. Kali Mookervart, menghubungkan Kali Angke dengan Cisadane di Kota Tangerang.
Saluran ini berdiameter sekitar 25 - 30 meter.
2. Kali Angke, Sungai ini berhulu di Bogor, Jawa Barat. Kemudian melewati Kabupaten Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan bermuara di Jakarta Barat di Muara Angke.
Sungai ini tidak pernah kering selama musim kemarau, karena berhulu langsung di wilayah pegunungan di daerah Bogor, sebagaimana Kali Pesanggrahan dan Ciliwung.
3. Kali Pesanggrahan, melewati wilayah Jakarta Selatan
4. Kali Grogol, bergabung dengan kali Pesanggrahan di wilayah Jakarta Selatan dan menuju hilir melewati wilayah Jakarta Barat dan bermuara di Muara Angke setelah bergabung dengan Kali Angke dan Kali Mookervart di Jakarta Barat.
5. Kali Krukut, melewati wilayah Jakarta Selatan dan menuju hilir melewati wilayah Jakarta Pusat dan bermuara di wilayah Jakarta Utara
6. Kali Baru Barat/Pasar Minggu, melewati Jakarta Selatan menuju hilir bergabung Kali Krukut.
7. Kali Ciliwung, melewati wilayah Jakarta, di daerah Manggarai aliran Ciliwung banyak dialihkan alirannya dalam rangka untuk mengendalikan banjir.
8. Kali Baru Timur, melewati Jakarta Selatan, menuju hilir bergabung dengan Kali Cipinang.
9. Kali Cipinang, melewati wilayah Jakarta Selatan dan menuju hilir melewati wilayah Jakarta Timur dan bermuara di Jakarta Utara di wilayah Kecamatan Koja.
10. Kali Sunter, melewati wilayah Jakarta Selatan dan menjadi batas alami antara wilayah Jakarta Selatan dengan Kabupaten Bekasi dan menuju hilir setelah bergabung dengan Kali Cipinang.
11. Kali Buaran, melewati Kabupaten Bekasi membelah wilayah Jakarta Timur menjadi dua dan menuju muara di Jakarta Utara di Kecamatan Cilincing.
12. Kali Jati Kramat, melewati Kabupaten Bekasi dan menuju hilir bergabung dengan Kali Buaran.
13. Kali Cakung, melewati wilayah Jakarta Timur dan menuju hilir bergabung dengan Kali Buaran.
Rencana Kontinjensi Banjir DKI Jakarta, 2016 53
Gambar 1.2. Peta Tematik 13 Sungai di Provinsi DKI Jakarta
Lampiran 2. Progress Pelaksanaan Mitigasi Struktural
Sampai saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan upaya mitigasi untuk menanggulangi banjir, diantaranya dengan melakukan pengerukan, membangun folder, membangun waduk, serta pengadaan dan pemasangan pompa air. Adapun Sebaran Pelaksanaan Pengerukan aliran sungai adalah sebagai berikut :
Tabel 1.3. Sebaran Pelaksanaan Pengerukan Wilayah Aliran Barat No Nama Lokasi
Pengerukan
Wilayah Administrasi
Jenis Sistem Nama Sistem
1 Kali Uangan Jakarta Selatan Sistem Kali Kali Sepak 2 Kyai Tapa Jakarta Barat Sistem Kali Kali Grogol 3 Kali Grogol Atas Jakarta Se;atan Sistem Kali Kali Grogol 4 PHB Mangga Dua
Abdad
Jakarta Pusat Sistem Kali Kali Ciliwung
5 Kali Kamal Jakarta Utara Sistem Polder Kamal-Kalideres 6 Waduk KFT Jakarta Barat Sistem Polder Kamal-Kalideres 7 Sal. Phb. Miam Jakarta Barat Sistem Polder Tanjungan 8 Sal. Phb. Taman Ratu Jakarta Barat Sistem Polder Tomang Tanjung
Duren
9 Waduk Grogol Jakarta Barat Sistem Polder Waduk Grogol 10 Kali Grogol Jakarta Barat Sistem Polder Waduk Grogol 11 Sal. PHB Makaliwe Jakarta Barat Sistem Polder Waduk Grogol
Rencana Kontinjensi Banjir DKI Jakarta, 2016 54
Tabel 1.4. Sebaran Pelaksanaan Pengerukan Wilayah Aliran Tengah
No. Nama lokasi
pengerukan Wilayah Administrasi Jenis Sistem Nama Sistem 1 Ancol Flushing Jakarta Utara Sistem Kali Ciliwung-Ancol 2 PHB Rawa Bilal - Tebet Jakarta Selatan Sistem Kali Kali Bata 3 Sal. PHB Kalibata Jakarta Selatan Sistem Kali Kali Bata 4 Sal. PHB Rawa Bilal Jakarta Selatan Sistem Kali Kali Bata 5 Kali PHB Bandengan Jakarta Utara Sistem Kali Kali Jelakeng
6 Kali Krukut:
a. Pela Mampang Jakarta Selatan Sistem Kali Kali Krukut b. Canadianti Jakarta Selatan Sistem Kali Kali Krukut c. Interstudy Jakarta Selatan Sistem Kali Kali Krukut 7 PHB Dwi Warna Jakarta Pusat Sistem Polder Pluit
Tabel 1.5. Sebaran Pelaksanaan Pengerukan Wilayah Aliran Timur No Nama Lokasi Pengerukan Wil.
Administrasi
Jenis Sistem
Nama Sistem
1 PHB Angkasa Pura Jakarta Pusat Sistem Kali Kali Ancol 2 Kali Cipinang, Cipinang Jaya Jakarta Timur Sistem Kali Kali Cakung 3 Kali Buaran Jl Raden Inten Jakarta Timur Sistem Kali Kali Cakung 4 Kali Cakung Lama Jakarta Utara Sistem Kali Kali Cakung Lama 5 Rawa Bandung Jakarta Timur Sistem Kali Kali Cipinang 6 Kali Cipinang Jakarta Timur Sistem Kali Kali Cipinang 7 PHB Tegal Amba Jakarta Timur Sistem Kali Kali Petukangan 8 Wadus Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur Sistem Kali Kali Sunter 9 Waduk Halim Jakarta Timur Sistem Kali Kali Sunter 10 Sal. PHB Suprapto sisi selatan Jakarta Pusat Sistem Kali Kali Utan Kayu 11 Saluran PHB Mardani I Jakarta Pusat Sistem Kali Kali Utan Kayu 12 Waduk Rawa Kendal II Jakarta Utara Sistem Kali BKT
13 Send Trap BKT Jakarta Utara Sistem Kali BKT 14 Dumping set Sendtrap BKT
(BKT)
Jakarta Utara Sistem Kali BKT
15 Kali Warung Jengkol Jakarta Utara Sistem Kali Cakung Lama
Rencana Kontinjensi Banjir DKI Jakarta, 2016 55 No Nama Lokasi Pengerukan Wil.
Administrasi
Jenis Sistem
Nama Sistem
16 Sal. Phb Jingga Raya Jakarta Utara Sistem Polder Kelapa Gading 17 PHB Gading Kirana Jakarta Utara Sistem Polder Kelapa Gading 18 Waduk Marunda Jakarta Utara Sistem Polder Marunda 19 PHB Marunda 1 Jakarta Utara Sistem Polder Marunda 20 Waduk Sunter Timur 3 Jakarta Utara Sistem Polder Rawa Badak 21 PHB Mawar Jakarta Utara Sistem Polder Rawa Badak 22 PHB Mawar Jakarta Utara Sistem Polder Rawa Badak
23 Kali Betik Jakarta Utara Sistem Polder Waduk Pegangsaan Dua
24 Waduk Pengangsaan Jakarta Utara Sistem Polder Waduk Pegangsaan Dua
25 PHBIKIP Jakarta Timur Sistem Polder Waduk Pulomas 26 Inlet Waduk Ria Rio Jakarta Timur Sistem Polder Waduk Pulomas 27 Sistem Pulo Mas Jakarta Timur Sistem Polder Waduk Pulomas 28 Kampung Ambon Jakarta Timur Sistem Polder Waduk Pulomas 29 Inlet Waduk Ria Rio Jakarta Timur Sistem Polder Waduk Pulomas 30 PHB Agung Perkasa X Jakarta Utara Sistem Polder Waduk Sunter Selatan 31 Waduk Sunter Utara Jakarta Utara Sistem Polder Waduk Sunter Utara 32 Inlet Waduk Sunter Jakarta Utara Sistem Polder Waduk Sunter Utara 33 Sal. Phb Metro Kencana Jakarta Utara Sistem Polder Waduk Sunter Utara 34 Sal. Phb Sunter Utara (Sunter
C)
Jakarta Utara Sistem Polder Waduk Sunter Utara
35 Sal. PHB Nusantara Jakarta Utara Sistem Polder Waduk Sunter Utara 36 PHB Rajawali Jakarta Pusat Sistem Polder Ancol
37 Kali Rajawali Selatan Jakarta Pusat Sistem Polder Ancol
38 Sal. Phb Cilincing Raya Jakarta Utara Sistem Polder Dewa Kembar 39 Kali Item Jakarta Pusat Sistem Polder Kali Item 40 Kali Utan Kayu Jakarta Pusat Sistem Polder Kali Item 41 Sal. Phb Tarian Jakarta Pusat Sistem Polder Don Bosco
Rencana Kontinjensi Banjir DKI Jakarta, 2016 56
Lampiran 3 : STRUKTUR KOMANDO SIAGA DARURAT
KEPALA BPBD
Rencana Kontinjensi Banjir DKI Jakarta, 2016 57
Lampiran 4 :
URAIAN TUGAS KOMANDO SIAGA DARUAT
No Kedudukan Uraian Tugas Keterangan
1. Kepala BPBD 1. Memberikan arahan umum mengenai kebijakan penanganan siaga darurat
2. Memberikan masukan dalam pelaksanaan operasional siaga darurat
3. Mengevaluasi pelaksanaan siaga darurat 2. Komandan Pos Komando
Lapangan 1. Mengaktifkan Pos Komando Siaga Daruat Bencana
2. Membuat rencana operasi, mengorganisasikan, melaksanakan dan mengendalikan operasi siaga darurat bencana 3. Menempatkan petugas perwakilan instansi/
lembaga/organisasi terkait kedalam Bidang dan Klaster yang relevan
4. Memimpin rapat – rapat untuk memerintahkan, mengkoordinasikan, mensinergikan dan mensingkronisasikan operasi Klaster
5. Melaksankana evaluasi melalui rapat koordinasi
3. Sekretariat 1. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data dan informasi tentang kronologis dan dampak bencana serta menilai kerugian bencana secara cepat
2. Membentuk jaringan informasi dan komunikasi serta menyebarkan informasi tentang bencana tersebut serta penanggulangannya ke tingkat Kecamatan, Kantor Penanggulangan Bencana Kota (KPBK) dan Pusdalops BPBD
3. Menyelenggarakan administrasi umum 5. Klaster Pencarian dan
Penyelamatan Mengkoordinir personil dan sarana pencarian dan penyelamatan untuk mendukung klaster di Kelurahan
6. Klaster Pengungsian dan
Perlindungan Mengkoordinir penyediaan lokasi evakuasi dan perlindungan serta pengamanan untuk mendukung klaster Kelurahan
7. Klaster Kesehatan Mengkoordinir penyediaan pelayanan kesehatan untuk mendukung klaster Kelurahan
8. Klaster Logistik Mengkoordinir pelayanan penyediaan logistik
Rencana Kontinjensi Banjir DKI Jakarta, 2016 58
No Kedudukan Uraian Tugas Keterangan
untuk mendukung Klaster Kelurahan 9. Klaster Sarana dan
Prasarana Mengkoordinir penyediaan sarana dan prasarana komunikasi, sarana transportasi, pasokan energy, sarana lain untuk mendukung klaster Kelurahan 10. Klaster Pendidikan Mengkoordinir pelayanan pendidikan untuk
mendukung klaster Kelurahan 11. Klaster Peran Serta
Masyarakat Mengkoordinir ketersediaan SDM dari unsur masyarakat untuk mendukung klaster Kelurahan
Rencana Kontinjensi Banjir DKI Jakarta, 2016 59
Lampiran 5 :
BAGAN STRUKTUR
POS KOMANDO TANGGAP DARURAT BENCANA TINGKAT PROVINSI
Ketentuan lebih lanjut terkait struktur Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Tingkat Provinsi mengacu pada Peraturan Kepala BNPB Nomor 14 Tahun 2010 Keterangan :
Garis Komando
Gubernur
Kepala BPBD Provinsi
SKPD/Lembaga Teknis/
Organisasi terkait Komandan
Wakil Komandan
Perwakilan SKPD/
Lembaga Teknis/
Organisasi terkait Sekretariat
Koordinator Keselamatan &
Keamanan Humas
Bidang Administrasi
Keuangan Badan Logistik,
Peralatan Bidang
Operasi Bidang
Perencanaan
Seksi...
Seksi...
Seksi...
Seksi...
Seksi...
Seksi.....
.
Seksi...
Seksi...
Rencana Kontinjensi Banjir DKI Jakarta, 2016 60
Lampiran 6 :
BAGAN STRUKTUR
POS KOMANDO TANGGAP DARURAT BENCANA TINGKAT KOTA ADMINISTRASI
Ketentuan lebih lanjut terkait struktur Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Tingkat Provinsi mengacu pada Peraturan Kepala BNPB Nomor 14 Tahun 2010 Keterangan :
Rencana Kontinjensi Banjir DKI Jakarta, 2016 61
Lampiran 7 :
BAGAN STRUKTUR
POS KOMANDO LAPANGAN TINGKAT KELURAHAN
Wakil Komandan Sekretaris Lurah
Klaster Penyelamatan
dan Evakuasi
Klaster
Kesehatan Klaster Pngungsian
&
Perlindungn
Klaster Logistik
Klaster Sarana Prasarana
SEKRETARIAT
Subbag Data, Informasi dan Komunikasi
Klaster
Pendidikan Klaster Peran Serta Masyarakat Komandan
LURAH
Subbag Data, Administrasi
Rencana Kontinjensi Banjir DKI Jakarta, 2016 62
Lampiran 8 :
URAIAN TUGAS
POS KOMANDO LAPANGAN TINGKAT KELURAHAN
No Kedudukan Uraian Tugas Keterangan
1. Pos Komando Lapangan 4. Melanjutkan kegiatan assesmen cepat terhadap kejadian bencanayang telah dilakukan oleh tim kaji cepat
5. Melakukan kegiatan pencarian, penyelamatan, dan evakuasi korban bencana 6. Memberikan pelayanan pemenuhan
kebutuhan dasar bagi korban bencana
7. Memberikan perlindungan terhadap korbam bencana yang rentan
8. Memberikan pelayanan kepada korban bencanayang mengungsi
9. Melakukan perbaikan prasarana dan sara vital dengan segera
2. Komandan Pos Komando
Lapangan 6. Mengaktifkan Pos Komando Lapangan sebagai Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) di satu titik lokasi bencana
7. Membuat rencana operasi, mengorganisasikan, melaksanakan dan mengendalikan operasi darurat bencana 8. Menempatkan petugas perwakilan instansi/
lembaga/organisasi terkait kedalam Bidang dan Klaster yang relevan
9. Memimpin rapat – rapat Posko untuk memerintahkan, mengkoordinasikan, mensinergikan dan mensingkronisasikan operasi bidang-bidang
10. Melaksankana evaluasi melalui rapat koordinasi yang dilaksanakan minimal 1 (satu) kali dalam sehari untuk menyusun rencana kegiatan berikutnya
3. Wakil Komandan Pos
Komando Lapangan 1. Membantu Komandan Posko Lapangan dalam merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan dan mengendalikan operasi darurat bencana
2. Mengkoordinir tugas-tugas bagian Sekretariat mencakup Sub Bagian Data serta Informasi dan Komunikasi
3. Mewakili Komandan Posko Lapangan apabila berhalangan
Rencana Kontinjensi Banjir DKI Jakarta, 2016 63
No Kedudukan Uraian Tugas Keterangan
4. Sekretariat 4. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data dan informasi tentang kronologis dan dampak bencanaserta menilai kerugian bencana secara cepat
5. Membentuk jaringan informasi dan komunikasi serta menyebarkan informasi tentang bencana tersebut serta penanggulangannya ke tingkat Kecamatan, Kantor Penanggulangan Bencana Kota (KPBK) dan Pusdalops BPBD
6. Menyelenggarakan administrasi umum, keuangan dan personil
7. Pelayanan akomodasi dan konsumsi bagi personil Klaster Pos Komando Lapangan Darurat Bencana
5. Klaster Pencarian dan
Penyelamatan 1. Menyediakan personil dan sarana pencarian dan penyelamatan
2. Melakukan operasi pencarian dan penyelamatan serta pengamanan
3. Memfasilitasi kelancaran tindakan rujukan 6. Klaster Pengungsian dan
Perlindungan 1. Melakukan kaji cepat dan pendataan
2. Patroli pengamanan wilayah dan perlindungan kelompok rentan
3. Melakukan piket siaga banjir
4. Menyiapkan tempat/ tenda pengungsian yang mengakomodir kelompok rentan
5. Menyiapkan sarana penanganan sampah/
lumpur akibat banjir.
6. Menyiapkan sarana pendampingan sosial &
psikososial untuk warga terdampak yang dewasa, disesuaikan dengan adat istiadat setempat.
7. Klaster Kesehatan 1. Mendata jumlah korban dan pengungsi (kelompok rentan dan berkebutuhan khusus) 2. Membentuk Pos Kesehatan
3. Menyiapkan paket obat, bahan habis pakai, dan alat kesehatan
4. Memberikan Pelayanan Kesehatan Dasar 5. Menyiapkan Tenaga Medis dan Non Medis 6. Menyiapkan Pelayanan Rujukan
7. Menyiapkan Ruang Triage 8. Mendirikan RS Lapangan 9. Pendampingan Psiko-Sosial
• Kegiatan rekreasional
Rencana Kontinjensi Banjir DKI Jakarta, 2016 64
No Kedudukan Uraian Tugas Keterangan
• Kegiatan kerja bakti
• Kegiatan olah raga atau kesenian
10. Melakukan pengawasan dan pengendalian kualitas gizi bagi korban dan pengungsi 11. Memberikan pelayanan kesehatan reproduksi 12. Menyediakan sarana penampung air limbah
domestik di tempat pengungsian 8. Klaster Logistik 1. Mendirikan Pos Dapur Umum
2. Mendirikan Pos Logistik
3. Menghimpun, dan menyortir bantuan logistik 4. Melaksanakan pendistribusian makanan siap
saji
5. Melaksanakan pendistribusian logistic 9. Klaster Sarana dan
Prasarana 1. Menyiapkan alat komunikasi, Informatika &
Multimedia
2. Menyusun tata kelola sarana transportasi jalur evakuasi dan jalur logistik
3. Menyiapkan sarana transportasi
4. Menyiapkan sarana prasarana untuk memenuhi pasokan energy
5. Menyiapkan Sarana Penampung Air Limbah Domestik Pengungsi.
6. Menyediakan Sarana Air bersih, dan Sanitasi.
7. Menyiapkan sarana untuk meminimalisir debit genangan air di lokasi banjir
8. Menyiapkan sarana prasarana vital untuk pelayanan public
9. Menyiapkan sarana untuk pemulihan kebersihan lingkungan
10. Klaster Pendidikan 1. Menyiapkan sarana belajar mengajar baik secara formal dan non formal
2. Melaksanakan proses belajar mengajar pada saat darurat
3. Memberikan pelayanan bimbingan dan penyuluhan bagi anak anak dewasa.
4. Memberikan penguatan kerohanian bagi korban dan pengungsi.
11. Klaster Peran Serta
Masyarakat 1. Menghimpun dan mendata kekurangan sumberdaya di Posko Lapangan
2. Melakukan pendampingan bersama petugas di Posko Lapangan
3. Memfasilitasi terpenuhinya kebutuhan penyelenggaraan penanggulangan bencana
Rencana Kontinjensi Banjir DKI Jakarta, 2016 65
LAMPIRAN 9
RENCANA OPERASI SIAGA DARURAT BANJIR PER KELURAHAN TERDAMPAK DI PROVINSI DKI JAKARTA
Rencana Kontinjensi Banjir DKI Jakarta, 2016 66
Lampiran VI.1 Rencana Operasi Siaga Darurat Banjir Per Kelurahan