4. Usability, kemampuan tools sebagai editor untuk menciptakan taxonomies dan relasinya, kemampuan untuk menyediakan library ontologi.
Beberapa tools dan environment yang tersedia untuk melakukan pembangunan ontologi, baik secara permulaan maupun dari ontologi yang sudah ada. Beberapa tools yang dapat digunakan antara lain (Kapoor & Sharma, 2010).:
2.2.5.1 Apollo
Apollo adalah aplikasi pembangun ontologi yang user friendly. Desain yang dimiliki termotivasi dari pengalaman pembangun yang bekerja dengan perusahaan yang meminta untuk menggunakan teknik modeling, tetapi meminta environment yang mudah dan tidak memiliki sintaks yang sulit. Gambaran tools apollo dapat dilihat pada Gambar 19. Apollo mendukung pemodelan secara primitive: ontologi,
classes, instances, functions, dan relasi. Pemeriksaan kekonsistenan dilakukan ketika sedang dibuat, mendeteksi class yang tidak didefinisikan. Apollo memiliki internal language untuk menyimpan ontologi, tetapi dapat juga mengeksport ontologi ke bahasa yang lain, sesuai keinginan pengguna. Apollo diimplementasikan dengan menggunakan bahasa pemograman Java (Kapoor & Sharma, 2010).
Gambar 19 Tampilan tools Apollo 2.2.5.2 Protégé
Protégé adalah tools terakhir yang dikembangkan di Stanford University untuk penambahan pengetahuan. Tools Protégé ini memiliki beribu pengguna di dunia ini yang menggunakannya untuk mengerjakan proyek, dari pemodelan cancer-protocol guidelines hingga pemodelan nuclear-power stations. Protégé tersedia di-download dengan menggunakan Mozilla tanpa lisensi (Kapoor & Sharma, 2010).
Protégé menyediakan desain yang graphical dan interactive dan knowledge-base-development environment. Pengembang ontologi dapat dengan cepat mengakses informasi yang sesuai kapanpun mereka membutuhkannya dan navigasi yang sederhana pada hirarki kelas. Protégé mendukung pembentukan kelas dan hirarki kelas dengan multiple inheritance, template dan own slots, spesifikasi pre-defined dan
facet for slot yang bebas, termasuk values, cardinality, dan inverse slots. Selain memiliki interface yang mudah digunakan, 2 hal yang menjadi kelebihan protégé dari tools pembangun ontologi yang lain adalah: scalability dan extensibility. Tampilan untuk tools Protégé dapat dilihat pada Gambar 20.
Gambar 20 Tampilan tools Protégé 2.2.5.3 SWOOP
SWOOP adalah editor ontologi yang berbasis web dan browser. Tool SWOOP berasal dari Mindswap yang merupakan organisasi yang bergerak di bidang semantic web. SWOOP dibuat dengan menggunakan bahasa pemograman Java dan berbasis windows application, dan tampilannya sama seperti browser. SWOOP dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan OWL, termasuk RDF dan N3 (Kapoor & Sharma, 2010). Tampilan untuk tool SWOOP dapat dilihat pada Gambar 21 berikut ini.
Gambar 21 Tampilan tool SWOOP
Beberapa pengujian telah dilakukan terhadap beberapa tools pembangun ontologi, antara lain kemudahan instalasi, kelengkapan dokumentasi, kemudahan pengguna, kelengkapan instalasi, kelengkapan dokumentasi, kelengkapan fasilitas atau fitur yang ditawarkan, dan lisensi (Kapoor & Sharma, 2010). Berdasarkan pengujian tersebut yang paling direkomendasikan untuk digunakan dalam mengembangkan ontologi adalah Protégé.
2.3 Related Work
Sejumlah namespace bisa digunakan untuk menentukan sumber dari beberapa domain seperti orang, bank account, buku dan lain-lain. Beberapa peneliti ini telah melakukan penelitian sebelumnya terkait dengan ontologi seperti dibawah ini sebelumnya dengan namespace yang berbeda-beda (Dwivedi & Kumar, 2013).
Sharmin Rashid Linta mengajukan sebuah model E-Learning Management System menggunakan Semantic Web dan juga membuat sebuah namespace “Univ” to
menggambarkan universitas dalam semantic web. Dimana silabus perkuliahan, metode pengajaran, activitas belajar dan gaya belajar terdapat di dalamnya. Namespace ini digunakan mengidentifikasi beberapa universitas diseluruh dunia yang suai dengan model yang diajukan. Mereka juga menyediakan struktur konten hirarki dan semantic relation antara konsep yang mana difasilitasi dengan informasi yang berguna untuk pencarian dan pengurutan sumber pembelajaran dalam E-learning system (Dwivedi & Kumar, 2013).
Selain itu Stajonovic et al memperkenalkan sebuah skenario E-Learning berdasarkan teknologi semantic web. Skenario ini berfokus di ontologi dari objek e-Learning tersebut dan korelasi nya dengan e-Learning Lab Lower Saxony, yang mana dirinya adalah partner dari Wallenberg Learning Network. Mereka membangun ontologi dengan tiga cara mendekripsikan konteks dari materi pembelajaran yang mana domain nya tergantung ontologi yang ada, untuk mendeskripsikan konteks pembelajaran dari materi pembelajaran dan penataan materi pembelajaran dalam program pembelajaran (Dwivedi & Kumar, 2013) semua penelitian itu bertujuan untuk mempermudah serta meningkatkan proses pembelajaran.
2.4 Kesimpulan
Berikut adalah kesimpulan dari hasil tinjauan pustaka yang berkaitan dengan erat topik
Tugas Akhir dan dipakai sebagai landasan teori untuk tahap analisis yaitu:
1. Teknologi semantic web adalah teknologi yang memungkinkan mesin dapat menyajikan informasi secara lebih detail dan akurat sehingga memungkinkan pengguna dan komputer untuk bekerja lebih optimal lagi.
2. Ontologi merupakan salah satu kunci penting yang bisa digunakan dalam penerapan Semantic Web. Hal itu dikarenakan ontologi menggambarkan keterkaitan antara class, atributes, slot dan instance sehingga ontologi menjadi suatu aplikasi semantik karena menggambarkan relasi antar konsep pada domain.
3. XML adalah layar paling dasar untuk membangun sebuah semantic web karena XML digunakan untuk melakukan pertukaran informasi pada semantic web yakni pada pembuatan RDF dan OWL yang digunakan untuk metadata pada penerapan aplikasi, yaitu dengan menggunakan URI dan Unicode sebagai dasar XML. Sebuah dokumen XML dapat didefinisikan dengan menggunakan XML Schema yang kaya akan bahasa secara signifikan.
4. RDF merupakan bagian utama dari semantic web yaitu format untuk menyediakan informasi dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin. Sebuah RDF dibuat dengan menggunakan RDF Schema yang mendefinisikan istilah-istilah yang akan digunakan dalam pernyataan RDF dan memberikan arti tertentu untuk istilah tersebut atau mendeskripsikan properties dan class dari resources RDF.
5. OWL (Web Ontology Language) adalah bahasa ontologi yang mendefinisikan semantic web. OWL memiliki class, subclass, property, sub property, dan batasan property (property restrictions).
6. SPARQL merupakan query yang digunakan untuk melakukan query pada RDF.
7. Tools yang digunakan untuk membangun ontology pada Tugas Akhir ini adalah Protégé yang menerapkan bahasa pengimplementasian OWL.