• Tidak ada hasil yang ditemukan

KODE ETIK, LARANGAN DAN SANKSI Bagian Pertama

Kode Etik Pasal 130

(1) DPRD menyusun kode etik yang berisi norma yang wajib dipatuhi oleh setiap anggota DPRD selama menjalankan tugasnya untuk menjaga martabat, kehormatan, citra dan kredibilitas DPRD.

(2) Ketentuan mengenai kode etik sebagaimana dimaksud ayat (1) diatur dengan peraturan DPRD tentang kode etik.

(3) Peraturan DPRD tentang kode etik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling sedikit memuat ketentuan tentang :

a. pengertian kode etik; b. tujuan kode etik; dan c. Pengaturan mengenai :

1. Sikap dan perilaku DPRD; 2. Tata kerja anggota DPRD;

3. Tata hubungan antar penyelenggara Pemerintah Daerah;

4. Tata hubungan antar anggota DPRD;

5. Tata hubungan antara anggota DPRD dan pihak lain;

6. Penyampaian pendapat, tanggapan, jawaban, sanggahan;

7. Kewajiban anggota DPRD : larangan bagi anggota DPRD;

8. Larangan bagi anggota DPRD;

9. Hal-hal yang tidak patut dilakukan oleh anggota DPRD;

10. Sanksi dan mekanisma penjatuhan sanksi; dan 11. Rehabilitasi.

Pasal 131

Pengaturan mengenai sikap dan perilaku anggota DPRD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130 ayat (3) huruc c angka 1 memuat ketentuan antara lain :

a. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;

b. Mempertahankan keutuhan Negara serta menjaga kesatuan dan kesatuan bangsa;

c. Menjunjung tinggo demokrasi dan hak azasi manusia; d. Memiliki integritas tinggi dan jujur;

f. Memperjuangkan aspirasi masyarakat tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras asal usul, golongan dan jenis kelamin;

g. Mengutamakan pelaksanaan tugas dan kewajiban anggota DPRD daripada kegiatan lain diluar tugas dan kewajiban DPRD;

h. Menaati ketentuan mengenai kewajiban dan larangan bagi anggota DPRD sebagaima diatur dalam Peraturan Perundang-undangan.

Pasal 132

Pengaturan mengenai tata kerja anggota DPRD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130 ayat (3) huruf c angka 2 memuat ketentuan antara lain :

a. Menunjukkan profesionalisme sebagai anggota DPRD; b. Melaksanakan tugas dan kewajiban demi kepentingan dan

kesejahteraan rakyat;

c. Berupaya meningkatkan kualitas dan kinerja;

d. Mengikuti seluruh agenda kerja DPRD kecuali berhalangan atas izin dari pimpinan fraksi;

e. Menghadiri rapat DPRD secara fisik;

f. Bersikap sopan dan santun serta senantiasa menjaga ketertiban pada setiap rapat DPRD;

g. Menjaga rahasia termasuk hasil rapat yang disepakati untuk dirahasiakan sampai dengan dinyatakan terbuka untuk umum;

h. Memperoleh izin tertulis dari pejabat yang berwenang untuk perjalanan ke Luar Negeri, baik atas beban APBD maupun pihak lain;

i. Melaksanakan perjalanan dinas atas izin tertulis dan/atau penugasan dari pimpinan DPRD, serta berdasarkan ketersediaan anggaran sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan;

j. Tidak menyampaikan hasil dari suatu rapat DPRD yang tidak dihadirinya kepada pihak lain; dan

k. Tidak membawa anggota keluarga dalam perjalanan dinas kecuali atas alasan tertentu dan seizin Pimpinan DPRD.

Pasal 133

Pengaturan mengenai tata hubungan antara anggota DPRD sebagaimana dimaksud Pasal 130 ayat (3) huruf c angka 4, tata hubungan antar penyelenggara pemerintahan daerah sebagaimana dimaksud Pasal 130 ayat (3) huruf c angka 3 tata hubungan antara anggota DPRD dan pihak lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130 ayat (3) huruf c angka 5 memuat ketentuan antara lain anggota DPRD bersikap adil, terbuka, akomodatif, responsif, dan profesional dalam hubungan kemitraan serta menghormati lembaga DPRD dan lembaga penyelenggara pemerintahan lainnya.

Pasal 134

Pengaturan mengenai penyampaian pendapat, tanggapan, jawaban, dan sanggahan sebagaimana dimaksud Pasal 130 ayat (3) huruf c angka 6 memuat ketentuan antara lain memperhatikan tata krama, etika, moral, sopan santun, dan kepatutan sebagai wakil rakyat.

Pasal 135

Pengaturan mengenai kewajiban anggota DPRD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130 ayat (3) huruf c angka 7 sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

Pengaturan mengenai larangan bagi anggota DPRD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130 ayat (3) huruf c angka 8 sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang- undangan.

Pasal 137

Pengaturan mengenai hal yang tidak patut dilakukan oleh anggota DPRD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130 ayat (3) huruf c angka 9 memuat ketentuan mengenai sikap, prilaku, dan ucapan yang bertentangan dengan norma agama, kesusilaan, kesopanan, dan adat budaya Kabupaten Kerinci.

Pasal 138

Pengaturan mengenai sanksi dan mekanisme penjatuhan sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130 ayat (3) huruf c angka 10 serta rehabilitasi anggota DPRD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130 ayat (3) huruf c angka 11 sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

Pasal 139

(1) Pernyataan yang disampaikan dalam rapat adalah pernyataan dalam kapasitas sebagai anggota DPRD, pimpinan masing-masing alat kelengkapan, atau pimpinan DPRD.

(2) Pernyataan di luar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dianggap sebagai pernyataan pribadi.

(3) Anggota DPRD yang tidak menghadiri rapat dilarang menyampaikan hasil rapat dengan mengatas namakan anggota DPRD kepada pihak lain.

Pasal 140

(1) Anggota DPRD harus mengutamakan tugasnya dengan cara menghadiri secara fisik setiap rapat yang menjadi kewajibannya.

(2) Ketidakhadiran anggota DPRD secara fisik sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dalam rapat sejenis tanpa izin pimpinan fraksi, merupakan suatu pelanggaran yang dapat diberikan teguran lisan oleh pimpinan fraksi.

Pasal 141

Selama rapat berlangsung setiap anggota DPRD wajib bersikap sopan santun, bersungguh-sungguh menjaga ketertiban dan memenuhi tata cara rapat sebagaimana diatur dalam peraturan tata tertib DPRD.

Pasal 142

(1) Anggota DPRD melakukan perjalanan dinas di dalam negeri dengan biaya APBD sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

(2) Anggota DPRD tidak dibolehkan menggunakan fasilitas perjalanan dinas untuk kepentingan di luar tugas DPRD. (3) Perjalanan dinas dilakukan dengan menggunakan

anggaran yang tersedia.

(4) Dalam hal perjalanan dinas atas biaya pengundang harus mendapatkan izin tertulis dari Pimpinan DPRD.

(5) Anggota DPRD yang melakukan perjalanan dinas keluar negeri dengan anggaran yang tersedia wajib memperoleh izin sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku.

Pasal 143

(1) Sebelum mengemukakan pendapatnya dalam pembahasan sesuatu permasalahan, anggota DPRD harus menyatakan dihadapan seluruh peserta rapat apabila ada suatu kepentingan antara permasalahan yang sedang dibahas dengan kepentingan pribadinya di luar kedudukannya sebagai anggota DPRD.

(2) Anggota DPRD mempunyai hak suara pada setiap pengambilan keputusan kecuali apabila rapat memutuskan lain karena yang bersangkutan mempunyai konflik kepentingan dalam permasalahan yang sedang dibahas.

Pasal 144

(1) Anggota DPRD wajib menjaga kerahasiaan yang dipercayakan kepadanya, termasuk hasil rapat yang dinyatakan sebagai rahasia sampai dengan permasalahan tersebut sudah dinyatakan terbuka untuk umum.

(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku juga bagi anggota Badan Kehormatan.

Anggota DPRD wajib bersikap adil, terbuka, akomodatif, responsif dan profesional dalam melakukan hubungan dengan mitra kerjanya.

Pasal 146

(1) Anggota DPRD yang ikut serta dalam kegiatan organisasi di luar lembaga DPRD harus mengutamakan tugas dan fungsinya sebagai anggota DPRD.

(2) Setiap keikutsertaan dalam suatu organisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) anggota DPRD wajib memberitahukan secara tertulis kepada Pimpinan DPRD.

Bagian Kedua Larangan Pasal 147

(1) Anggota DPRD dilarang merangkap jabatan sebagai: a. pejabat negara atau pejabat daerah lainnya; b. hakim pada badan peradilan; atau

c. pegawai negeri sipil, anggota Tentara Nasional lndonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia, pegawai pada badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, atau badan lain yang anggarannya bersumber dari APBN/APBD.

(2) Anggota DPRD dilarang melakukan pekerjaan sebagai pejabat struktural pada lembaga pendidikan swasta, akuntan publik, konsultan, advokat atau pengacara, notaris, dan pekerjaan lain yang ada hubungannya dengan tugas dan wewenang DPRD serta hak sebagai anggota DPRD.

(3) Anggota DPRD dilarang melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta dilarang menerima gratifikasi.

Bagian Ketiga Sanksi Pasal 148

(1) Anggota DPRD yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 dikenai sanksi berdasarkan keputusan Badan Kehormatan.

(2) Anggota DPRD yang dinyatakan terbukti melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147 ayat (1) dan/atau ayat (2) dikenai sanksi pemberhentian sebagai anggota DPRD.

(3) Anggota DPRD yang dinyatakan terbukti melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud Pasal 147 ayat (3) berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dikenai sanksi pemberhentian sebagai anggota DPRD.

Pasal 149

Jenis sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148 ayat (1) berupa:

a. teguran lisan;

b. teguran tertulis; dan/atau

c. diberhentikan dari pimpinan pada alat kelengkapan. Pasal 150

(1) Setiap orang, kelompok, atau organisasi dapat mengajukan pengaduan kepada Badan Kehormatan DPRD dalam hal memiliki bukti yang cukup bahwa terdapat anggota DPRD yang tidak melaksanakan salah satu kewajiban atau lebih sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 dan/atau melanggar ketentuan larangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147.

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengaduan masyarakat dan penjatuhan sanksi diatur dengan peraturan DPRD tentang tata beracara Badan Kehormatan.

BAB XIII

PEMBERHENTIAN ANTARWAKTU,

Dokumen terkait