• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

100% TINGKAT PENDIDIKAN

F. Pengujian Hipotesis dan Pembahasan

3. Koefesien Determinasi (R 2 )

Nilai R2merupakan ukuran yang digunakan untuk menilai seberapa baik suatu model yang diterapkan dapat menjelaskan variabel dependennya. Jika R2 bernilai 0 maka dapat dikatakan tidak ada variasi variabel dependen yang dijelaskan oleh hubungan tersebut, jika R2bernilai 1 maka dapat dikatakan semua variabel dependen dapat dijelaskan.

Tabel V.16 Hasil koefisien Determinasi (R2)

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .957a .915 .905 .940 1.518

Nilai R2 (koefesien korelasi) keenam variable bebas tersebut anggaran penjualan, stabilitas bahan baku, jumlah tenaga kerja, kapasitas mesin, modal kerja, dan gudang) secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap kinerja manajerial. Pengaruh ini dapat diketahui dari hasil koefesien determinan yang memiliki nilai 0,915 yang artinya 91,5% dari anggaran produksi dipengaruhi oleh keenam-enam variable. Sedangkan sisanya 8,5% dipengaruhi oleh variable bebas lainnya yang tidak diamati dalam penelitian ini.

G. Pembahasan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah anggaran produksi, stabilitas bahan baku, tenaga kerja, kapasitas mesin, modal kerja, dan fasilitas gudang, berpengaruh baik secara simultan maupun secara parsial terhadap anggaran produksi pada PT. Adi Mulya Agro Lestari dengan periode pengamatan 2007-2011 dengan pengambilan sampel 59 orang karyawan.

Setelah melakukan analisis terhadap faktor anggaran penjualan menunjukkan bahwa hipotesis pertama di peroleh angka t hitung sebesar 0,880 dan t tabel sebesar 2,006 hal ini menunjukkan bahwa t hitung < t tabel, maka H1 ditolak, artinya faktor anggaran penjualan tidak berpengaruh positif terhadap anggaran produksi pada PT. Adi Mulya Agro Lestari. Untuk mempelancar proses

produksi perusahaan diperlukan anggaran penjualan yang efektif, agar tercapainya anggaran produksi yang baik.

Setelah melakukan analisis terhadap hipotesis kedua, maka diperoleh angka t hitung sebesar 1.044 dan t tabel sebesar 2.006. hal ini menunjukkan bahwa t hitung < t tabel maka H2 di tolak. Artinya faktor stabilitas bahan baku tidak berpengaruh positif terhadap anggaran produksi pada PT. Adi Mulya Agro

Lestari. Dalam penyusunan anggaran produksi hendaknya perlu

mempertimbangkan bahan baku yang merupakan salah satu faktor produksi terpenting dalam menunjang kelancaran proses produksi.

Tanpa persediaan bahan baku yang memadai mengakibatkan proses produksi terganggu, maka perlu bagi perusahaan untuk memperkirakan suatu kebutuhan bahan bakunya secara cermat.

Setelah melakukan analisis terhadap hipotesis ketiga, maka diperoleh angka t hitung sebesar -2.678 dan t tabel sebesar 2,006. Hal ini menunjukkan bahwa t hitung < t tabel, maka H3 di tolak. Artinya faktor tenaga kerja tidak berpengaruh positif. Karena tenaga kerja merupakan alat penggerak dari mesin dan peralatan produksi perusahaan. Seberapapun canggihnya mesin dan peralatan produksi yang dimiliki akan tetap membutuhkan tenaga kerja sebagai penggerak karena tanpa adanya tenaga kerja operasi perusahaan praktis tidak dapat berjalan.

Setelah melakukan analisis terhadap hipotesis keempat, maka diperoleh angka t hitung sebesar-0,969 dan t tabel sebesar 2,006. Hal ini menunjukkan bahwa t hitung < t tabel, maka H4 ditolak. Artinya faktor kapasitas mesin tidak berpengaruh posisifterhadap anggaran produksi pada PT. Adi Mulya Agro Lestari.

Bagi perusahaan, pemilihan mesin yang cocok untuk proses produksi merupakan hal yang sangat penting, karena dengan pemilihan mesin secara bijak yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan perusahaan maka proses produksi akan berjalan dengan efektif dan efisien sehingga produksi akan mencapai sasaran.

Setelah melakukan analisis terhadap hipotesis kelima, maka diperoleh angka t hitung sebesar 3.346 sedangkan t tabel sebesar 2,006 . hal ini menunjukkan bahwa t hitung > t tabel maka H5 diterima. Artinya faktor modal kerja berpengaruh positif terhadap anggaran produksi pada PT.Adi Mulya Agro Lestari. Modal kerja juga mempengaruhi penyusunan anggaran produksi perusahaan, tentunya perusahaan akan menyusun anggaran produksinya sesuai dengan modal kerja yang dimiliki

Produksi yang besar tidak akan dilakukan apabila perusahaan tidak memiliki modal yang cukup, meskipun permintaan akan barang itu tinggi. Jika dipaksakan maka perusahaan akan mengalami kesulitan dalam membiayai proses produksi, apakah dalam hal pembelian bahan baku, upah tenaga kerja dan hal lain yang berhubungan mempengaruhi biaya produksi.

Setelah melakukan analisis terhadap hipotesis keenam, maka diperoleh angka t hitung sebesar 5.848 sedangkan t tabel sebesar 2,006. Hal ini menunjukkan bahwa t hitung > t tabel, maka H6 diterima. Artinya faktor fasilitas gudang berpengaruh positif terhadap anggaran produksi pada PT. Adi Mulya Agro Lestari. Fasilitas gudang juga mempunyai pengaruh yang sangat besar yaitu

terhadap penangana barang, letak dan desain gudang dimana barang tersebut disimpan.

Gudang adalah tempat penyimpanan bahan persediaan, barang maupun peralatan yang dimiliki perusahaan tujuannya yaitu untuk melayani permintaan bahan, mengurangi lama waktu dalam perjalanan ketempat penyimpanan dan mencari bahan yang diinginkan, menghindari kerusakan, penurunan kualitas dan pencurian.

Setelah melakukan analisis atas hipotesis ketujuh maka diperoleh f hitung sebesar 93,260 sedangkan f tabel 2,278. Hal ini menunjukkan bahwa f hitung > f tabel, maka H7 diterima. Artinya anggaran penjualan, stabilitas bahan baku, tenaga kerja, kapasitas mesin, modal kerja dan fasilitas gudang berpengaruh signifikan terhadap anggaran produksi pada PT. Adi Mulya Agro Lestari. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa besarya faktor anggaran penjualan, stabilitas bahan baku, tenaga kerja, kapasitas mesin, modal kerja dan fasilitas gudang secara bersama-sama hanya sebesar 91,5% sedangkan sisanya 8,5% (100% - 91,5%) dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya yang tidak diamati dalam dalam penelitian ini.

Pada dasarnya tujuan dari anggaran produksi adalah untuk mempermudah atau untuk mempelancar jalannya operasi perusahaan yang didalam pelaksanaannyadilakukan secara berturut-turut dan terus-menerus dalam menghasilkan barang dan jasa. Apabila perusahaan tidak mempunyai anggaran produksi maka akan mengakibatkan tidak tercapainya tujuan yang diinginkan oleh perusahaan. Anggaran produksi dalam perusahaan yang berproduksi secara terus

menerus pada prinsipnya mengarahkan usaha dan sumber dayanya untuk mencapai tujuan yang diinginkan agar perusahaan untuk masa yang akan datang, setiap kegiatan operasional perusahaan perlu adanya anggaran termasuk dalam proses produksi agar hasil akhir produksi dapat tercapai sesuai rencana.

Jadi dapat disimpulkan bahwa untuk menyelenggarakan kegiatan operasi perusahaan pada umumnya, tidaklah mungkin terlaksana apabila perusahaan yang bersangkutan tidak memiliki anggaran produksi yang baik. Bila kita simpulkan lebih jauh lagi mengenai penyelenggaraan ini akan memberikan kemudahan bagi

perusahaan untuk menentukan kebijaksanaan dalam kegiatan operasi

1

BAB V

Dokumen terkait