METODOLOGI PENELITIAN
4.5 Analisis Regresi Linier Berganda
4.5.2 Koefisien Determinansi
Di dalam analisis regresi linier berganda, koefisien determinasi digunakan untuk mengukur kemampuan model regresi linier berganda dalam mencocokkan atau menyesuaikan data. Jika koefisien determinasi dari model regresi linier berganda benilai 1, maka model tersebut menyesuaikan atau mencocokan data secara sempurna, sedangkan mendekati 0 model tersebut kurang baik dalam menyesuaikan atau mencocokan data.
Langkah-langkah menghitung nilai koefisien determinasi adalah sebagai berikut:
1. Menghitung nilai korelasi antara X1, X2, dan X3 terhadap Y
f = ghh hhhh hhhi
c'
∑
= n
i 1
K'b + c
∑
= n
i 1
K b + c4
∑
= n
i 1
K4b
∑
= n
i 1
b
f = F0,206(327,028) + 0,438(167,114) + 0,132(415,371) 388,743
f = F315,582 388,743 f = 0,901
2. Menghitung nilai koefisien determinasi AH = (f) × 100%
AH = (0,901) × 100%
AH = 81,2%
Dari nilai koefisien determinasi, dapat disimpulkan bahwa variabel faktor lingkungan (X1), faktor bahan tanaman (X2), dan faktor tindakan kultur teknis (X3) memberikan pengaruh sebesar 81,2% terhadap produksi kelapa sawit (Y), sedangkan sisanya 18,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel yang diteliti.
4.5.3 Uji F
Uji F adalah pengujian signifikansi terhadap koefisien regresi secara bersama-sama (simultan). Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh semua variabel independen yang terdapat di dalam model secara bersama-sama terhadap variabel dependen.
Langkah-langkah pengujiannya adalah : 1. Hipotesis
H0 = Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel faktor lingkungan (X'), faktor bahan tanaman (X ), dan faktor tindakan kultur (X4) terhadap produksi kelapa sawit (Y) untuk masyarakat.
H1 = Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel faktor lingkungan (X'), faktor bahan tanaman (X ), dan faktor tindakan kultur (X4) terhadap produksi kelapa sawit (Y) untuk masyarakat.
2. Menentukan taraf nyata dan nilai Ftabel α = 5% = 0,05
df = k ; (n – k – 1) df = 3 ; (140 – 3 – 1) df = 3 ; 136
`(%,%&;4;'4V) = 2,67
3. Kriterian pengujian
F = 2,67 Gambar 4.1 Daerah Terima dan Daerah Tolak Uji F H1 diterima apabila Fhitung > 2,67
H1 ditolak apabila Fhitung ≤2,67 4. Perhitungan nilai Fhitung
` = f ( − 9 − 1) 9 (1 − f )
` = (0,901) (140 − 3 − 1) 3 (1 − (0,901) )
` = 110,427 0,564
` = 195,547
Hasil uji F dapat dilihat di tabel 4.7 sebagai berikut:
Tabel 4.7 Hasil Uji F Variabel
Dependen
Variabel
Independen F hitung F tabel
Keputusan Terhadap H1
Y X1, X2, X3 195,547 2,67 Diterima
Nilai F hitung (195,547) > dari nilai F tabel (2,67), maka H1 diterima sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel faktor lingkungan (X1), faktor bahan tanaman (X2), dan faktor tindakan kultur teknis (X3) terhadap produksi kelapa sawit (Y).
Daerah penolakan H1
Daerah penerimaan H1
4.5.4 Uji t
Dalam regresi linier berganda, uji t digunakan untuk menguji signifikansi dari masing-masing koefisien regresi. Signifikansi koefisien regresi diuji berdasarkan koefisien regresi sampel. Dengan kata lain, uji t dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen (X1, X2, dan X3) secara parsial terhadap variabel dependen (Y).
Langkah–langkah pengujiannya sebagai berikut:
1. Hipotesis
H0 = Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel faktor lingkungan (X1) dengan variabel produksi kelapa sawit (Y).
H1 = Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel faktor lingkungan (X1) dengan variabel produksi kelapa sawit (Y).
H0 = Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel faktor bahan tanaman (X2) dengan variabel produksi kelapa sawit (Y).
H1 = Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel faktor bahan tanaman (X2) dengan variabel produksi kelapa sawit (Y).
H0 = Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel faktor tindakan kultur teknis (X3) dengan variabel produksi kelapa sawit (Y).
H1 = Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel faktor tindakan kultur teknis (X3) dengan variabel produksi kelapa sawit (Y).
2. Menentukan taraf nyata dan nilai ttabel
α = 5% = 0,05 α/2 = 0,025 df = n – k df = 140 - 3 df = 137
C(%,% &;'4n) = 1,978
3. Kriteria pengujian
C = − 1,978 C = 1,978 Gambar 4.2 Daerah Terima dan Daerah Tolak Uji t H1 diterima apabila thitung > 1,978
5. Perhitungan nilai standar error (Sbi) untuk setiap variabel independen q ' =
Daerah penolakan H1
Daerah penerimaan H1
Daerah penerimaan H1
q 4 = z('.'4',V|V) (%,(%|{)',(
q 4 = z'%V,%%|%,4 V q 4 = 0,055
6. Perhitungan nilai thitung untuk setiap variabel independen C ' = c'
q y C = c q s C ' = 0,206
0,067 = 3,074 C =0,438
0,131 = 3,343
C 4 = c4 q } C 4 = 0,132
0,055 = 2,4
Hasil rekapitulasi nilai Uji t variabel faktor lingkungan (X1), faktor bahan tanaman (X2), dan faktor tindakan kultur teknis (X3) terhadap produksi kelapa sawit (Y) dapat dilihat di tabel 4.8 sebagai berikut:
Tabel 4.8 Hasil Uji t Variabel
Dependen
Variabel
Independen t hitung t tabel Sig. t Keputusan Terhadap H1
Y X1 3,074 1,978 0,003 Diterima
Y X2 3,343 1,978 0,001 Diterima
Y X3 2,4 1,978 0,018 Diterima
Hasil Uji pada tabel 4.8 dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Pengaruh variabel faktor lingkungan (X1) terhadap produksi kelapa sawit (Y).
Nilai thitung variabel faktor lingkungan (3,074) > dari ttabel (1,98) maka H1
diterima. Sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel faktor lingkungan (X1) dengan variabel produksi kelapa sawit (Y).
2. Pengaruh variabel faktor bahan tanaman (X2) terhadap terhadap produksi kelapa sawit (Y).
Nilai thitung variabel faktor bahan tanaman (3,343) > dari ttabel (1,98) maka H1
diterima. Sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel faktor bahan tanaman (X2) dengan variabel produksi kelapa sawit (Y).
3. Pengaruh variabel faktor tindakan kultur teknis (X3) terhadap produksi kelapa sawit (Y).
Nilai thitung variabel faktor tindakan kultur teknis (2,4) > dari ttabel (1,98) maka H1 diterima. Sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel faktor tindakan kultur teknis (X3) dengan variabel produksi kelapa sawit (Y).
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Dari hasil perhitungan diperoleh persamaan nilai-nilai koefisien regresi yaitu:
a = 5,943 b1 = 0,206 b2 = 0,438 b3 = 0,132
Sehingga persamaan regresi linier berganda yang didapat adalah:
Ŷ = 5,943 + 0,206 + 0,438 + 0,132
Yang berarti bahwa hasil produksi kelapa sawit menurut persepsi masyarakat Kelurahan Bukit Nenas, Dumai dipengaruhi oleh 3 faktor yang menjadi variabel yaitu faktor lingkungan (X1), faktor bahan tanaman (X2), dan faktor tindakan kultur teknis (X3). Dimana faktor lingkungan 0,206, faktor bahan tanaman sebesar 0,438, dan faktor tindakan kultur teknis sebesar 0,132.
2. Koefisien determinasi (R) sebesar 81,2%, artinya variabel faktor lingkungan (X1), faktor bahan tanaman (X2), dan faktor tindakan kultur teknis (X3) memberikan pengaruh terhadap produksi kelapa sawit (Y), sedangkan sisanya 18,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel yang diteliti.
3. Pada uji F Nilai Fhitung (195,547) > dari nilai Ftabel (2,67), maka H1 diterima sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel faktor lingkungan (X1), faktor bahan tanaman (X2), dan faktor tindakan kultur teknis (X3) terhadap produksi kelapa sawit (Y).
5.2 Saran
Variabel yang digunakan tidak hanya faktor lingkungan, faktor bahan tanaman, dan faktor tindakan kultur teknis tetapi dapat ditambahkan variabel yang lainnya seperti variabel tenaga kerja, atau jumlah pupuk. Pengumpulan data dari ukuran sampel yang lebih besar, untuk meningkatkan generalisasi dari penelitian.
Achmadi Abu, Narbuko Cholid. 2010 Metodologi Penelitian, Jakarta: Bumi Aksara.
Algifari, 2002. Analisa Regresi Teori, Kasus dan Solusi, Edisi 2. Yogyakarta.
Anto Dajan, 1991. Pengantar Metode Statistika, Jilid 2. Jakarta: LP3ES.
Fauzi, 2004. Kelapa Sawit: Budi Daya, Pemanfaatan Hasil dan Limbah, Analisis Usaha dan Pemasaran. Jakarta, Penebar Swadaya.
Mangoensoekarjo, Semangun. 2005. Manajemen tanah dan Pemupukan Budidaya Perkebunan. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.
Nur Indriantoro, Bambang Supomo. 2002. Metodologi Penelitian Bisnis, Cetakan Kedua, Yogyakarta; Penerbit BFEE UGM.
Ritonga, Abdul Rahman. 1987.Statistika Terapan untuk Penelitian. Jakarta:
Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Roberto Akyuwen, Arifin Indra Sulistyanto. 2011. Factors Affecting the Performance of Indonesia’s Crude Palm Oil Export, Journal of Internasional Conference on Economics and Finance Research.
Saleh, Samsubar. 1986. “Statistik Nonparametrik”. Edisi I,BPFE. Yogyakarta.
Santoso, Ratno Dwi dkk. 1992. Analisis Regresi. Yogyakarta. Ando Offset.
Setyamidjaja, Djoehana. 2006. Budidaya Kelapa Sawit. Kanisus (Anggota IKAPI): Yogyakarta.
Soekartawi. 2003. Teori Ekonomi Produksi dengan Pokok Bahasan Analisis Cobb-Douglas, Jakarta : PT Raja Frafindo Persada.
Sugiyono, 2015. Statistika untuk Penelitian. Bandung. Alfabeta.
Sudarmanto, 2005. Analisis Regresi Linier Ganda dengan SPSS, Edisi Pertama, Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta.
Sudjana, 2001. Metode Statistika, Edisi Keenam, Bandung: Tarsito.
Sunarko, 2008. Petunjuk Praktis Budidaya dan Pengolahan Kelapa Sawit.
Jakarta. Agromedia Pustaka.
Sutopo, Yeri, Achmad Slamet. 2017. Statistik Inferensial. Penerbit ANDI.
Yogyakarta.
Suyatno, 1993. Kelapa Sawit Upaya Peningkatan Produktivitas, Kanisius, Medan.
Syofian Siregar, 2013. Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif. Jakarta.
Bumi Aksara.
Yamin, 2010. Regresi dan Korelasi Dalam Genggaman Anda. Jakarta: Selemba Empat.
Yusuf, 2015. Statistika dan Rancangan Percobaan. Penerbit buku kedokteran EDC, Medio.
Lampiran 1. Kuesioner Penelitian