HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
E. Uji Hipotesis
2. Koefisien Determinasi
634 . 6 91 , 0 37 , 6 1719 , 0 1 7 91 , 0 91 , 0 1 2 51 91 , 0 1 2 2 2 r n r
0,05:51
2,01 t ttabDengan menggunakan rumus persamaan di atas, diperoleh harga thitung=6,634 Sedangkan harga ttabel untuk a =5% dan db (derajat kebebasan) 51 adalah 2,01 berarti harga thitung > ttabel. Jadi harga koefisien korelasi 0,91 adalah signifikan atau dapat diberlakukan untuk seluruh populasi.4
2. Koefisien Determinasi
Koefisien Determinasi adalah ukuran (besaran) yang menyatakan tingkat kekuatan hubungan dalam bentuk % selain itu koefisien determinasi merupakan besaran untuk menunjukkan seberapa besar persentase keragaman variabel terikat (Y) yang dapat dijelaskan oleh keragaman variabel bebas (X), atau dengan kata lain seberapa besar X dapat memberikan konstribusi terhadap Y. Nilai koefisien determinasi dapat ditemukan dengan rumus:
KP = r2 x 100%
= (0,91)2x 100 % = 0,8281 x 100 % = 82,81%
Dengan demikian Hasil belajar akidah akhlak memberikan kontribusi sebesar 82,81% terhadap akhlak siswa pada mata pelajaran akidah ahlak, dan 19,19% dipengaruhi oleh faktor lain.
F. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara Hasil belajar akidah akhlak dengan akhlak siswa kelas VIII MTs Nurul Ulum Gading rejo kabupaten Pringsewu.
Mengapa terdapat hubungan antara Hasil belajar akidah akhlak dengan akhlak siswa, kelas VIII di MTs Nurul Ulum Gading Rejo, karena sesuai dengan: pertama, kajian pustaka pada penelitian ini yang menyebutkan bahwa secara
79
substansial mata pelajaran Akidah Akhlak dan hasil belajar akidah akhlak memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempraktikkan nilai-nilai keyakinan keagamaan (tauhid) dan Akhlakqul Karimah dalam kehidupan sehari-hari.
Terdapat tiga macam Hasil belajar, yakni keterampilan dan kebiasaan, pengetahuan dan pengertian, sikap dan cita-cita,5dari ketiga macam Hasil belajar tersebut dapat mengakibatkan perubahan pada siswa dalam sikap dan tingkah lakunya. Aspek perubahan itu mengacu kepada taksonomi tujuan pengajaran yang dikembangkan oleh Bloom yaitu mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik kearah yang sesuai dengan tuntunan islam agar manusia berada dalam kebenaran dan senantiasa berada di jalan yang lurus, jalan yang telah digariskan Allah SWT mempunyai hubungan yang baik dengan sang kholiq dan dengan sesama manusia terutama kepada kedua orang tua, inilah yang akan mengantarkan manusia kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.6
Kedua, Akhlak, merupakan salah satu bagian yang sangat urgen dari perincian kesempurnaan tujuan pendidikan islam. Oleh karena itu pendidikan akhlak merupakan salah satu pondasi yang penting dalam membentuk insan yang berakhlak mulia guna menciptakan manusia yang bertaqwa dan menjadi seorang muslim sejati.7Salah satu cara yang dapat meningkatkan hasil belajar dan akhlak
5Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2016), h. 22
peserta didik di dalam proses pembelajaran adalah dengan menumbuh kembangkan akhlak melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempraktikkan nilai-nilai keyakinan keagamaan (tauhid) dan Akhlakqul Karimah dalam kehidupan sehari-hari selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan menerapkan kegiatan tersebut banyak hal baik yang akan diperoleh peserta didik selama proses pembelajaran. Semua keuntungan tersebut pada dasarnya akan memberikan tujuan yaitu akhlak yang terpuji serta meningkatnya hasil belajar peserta didik. Jadi, mata pelajaran Akidah Akhlak merupakan salah satu mata pelajaran yang sesuai dengan akhlak siswa tersebut. Hal ini terbukti dengan perhitungan koefisien korelasi antara yang sebesar 0,91 atau dengan kata lain, Hasil belajar akidah akhlak 82,81% pada akhlak siswa.
Hasil penelitian ini dapat dinyatakan bahwa terdapat korelasi antara Hasil belajar akidah akhlak dengan akhlak siswa kelas VIII MTs Nurul Ulum Gading Rejo kabupaten Pringsewu sesuai dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,91 atau dengan koefisien determinasi sebesar 82,81% Artinya 82,81% hasil dari akhlak siswa peserta dipengaruhi oleh Hasil Belajar akidah akhlak, sedangkan 19,19% hasil dari akhlak, dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya.
82
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, sesuai dengan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya tentang korelasi antara antara Hasil belajar akidah akhlak dengan akhlak siswa kelas VIII MTs Nurul Ulum Gading rejo kabupaten Pringsewu menunjukkan bahwa Hasil Belajar Akidah Akhlak yang telah memiliki keeratan hubungan yang kuat dengan akhlak siswa pada peserta didik. Adapun Hasil belajar memberikan kontribusi sebesar 82,81% terhadap Akhlak siswa peserta didik dan 19,19% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya.
B. Saran
Mengingat anak-anak terutama anak-anak sekolah merupakan asset masa depan bangsa. Sebagai penerus dalam membangun bangsa dan negara, maka hendaknya mereka di didik agar memiliki akhlak yang baik berakhlak dan berbudi pekerti yang luhur maka pendidikan akhlak menjadi perhatian yang cukup penting. Dari hal tersebut maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu antara lain :
1. Bagi Lembaga Pendidikan
Sekolah hendaknya lebih memperhatikan mengawasi pengelolaan dan penanganan siswa, misalnya dengan lebih meningkatkan fungsi bimbingan dan konseling agar guru dapat mengarahkan siswa dengan baik, sehingga akan terjalin hubungan yang baik antara pendidik dan peserta didik sehingga kegiatan pembelajaran akan berjalan dengan baik dan lancar.
2. Bagi Guru
Para pengasuh (guru-guru) hendaknya meningkatkan profesionalisasi, Jangan menganggap secara otomatis anak yang pandai harus diberi nilai tinggi sebab bukan suatu jaminan anak pandai memiliki akhlak yang baik atau sebaliknya. sehingga guru benar-benar mampu untuk melaksanakan proses pembelajaran dan penilaian yang baik khususnya dalam proses pembelajaran akidah akhlak sehingga diharapkan dapat menghasilkan siswa berpengetahuan, berketrampilan dan memiliki budi pekerti luhur serta memiliki kepribadian yang baik.
3. Bagi Orang Tua Siswa
Orang tua siswa hendaknya selalu mengawasi perilaku atau akhlak keseharian anaknya dan mewaspadai setiap gejala yang menampakkan kecenderungan penyimpangan perilaku, serta mengingatkan selalu pada anak jika melakukan pelanggaran. Dan orang tua siswa hendaknya selalu memberi bimbingan moril pada anaknya terutama melalui keteladanan dalam perilakunya sehari-hari dan selalu siap membantu apabila anak mengalami kesulitan.
84
4. Bagi Siswa
Tugas siswa adalah belajar. Dari proses belajar itulah siswa diharapkan mampu membentuk perilaku sesuai dengan tujuan pendidikan Islam. Siswa diharapkan mampu mengendalikan sikapnya baik di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Lampiran 1