VI. HASIL DAN PEMBAHASAN
6.3. Keterkaitan Sektor Pertanian dengan Sektor Hulu dan Sektor Hilir
6.3.1 Koefisien Penyebaran (Backward Linkage)
6.3.1 Koefisien Penyebaran (Backward Linkage)
Koefisien penyebaran menunjukan efek relatif yang ditimbulkan oleh
keterkaitan ke belakang secara langsung dan tidak langsung antara suatu sektor
dengan seluruh sektor perekonomian yang ada. Koefisien penyebaran juga dapat
dikatakan sebagai efek yang ditimbulkan oleh suatu sektor karena peningkatan
output sektor yang bersangkutan terhadap output-output sektor lain yang
digunakan sebagai input sektor tersebut baik secara langsung ataupun tidak
langsung.
Tabel 16. Indeks Koefisien Penyebaran Kota Bogor Tahun 2008 (Klasifikasi 9 Sektor)
No Sektor Backward Linkage
1 Pertanian 1.596
2 Pertambangan 1.773
3 Industri Pengolahan 0.947
4 Listrik, Gas dan air bersih 0.864
5 Bangunan 0.510
6 Perdagangan, hotel dan restoran 0.324
7 Transportasi &Telekomunikasi 0.621
8 Keuangan dan Persewaan 1.261
9 Jasa 1.102
Sumber : Tabel Input Output Kota Bogor, 2008 (diolah)
Koefisien penyebaran sektor-sektor ekonomi yang ada di Kota Bogor akan
ditampilkan pada Tabel 16. dapat dilihat bahwa nilai terbesar koefisien
penyebaran dimiliki oleh sektor pertambangan sebesar 1.773, disusul oleh sektor
pertanian sebesar 1.596 kemudian sektor keuangan dan persewaan berada di
peringkat ketiga dengan nilai sebesar 1.261 dan peringkat ke empat ditempati
sektor jasa dengan nilai sebesar 1.102, sedangkan nilai lainnya memiliki koefisien
penyebaran kurang dari satu.
Nilai koefisien penyebaran yang lebih besar dari satu menunjukan
68 industri hulunya. Untuk sektor pertanian, sektor hulu yang dimaksud adalah
sektor-sektor yang outputnya digunakan sebagai input sektor pertanian. Sektor
tersebut diantaranya industri pupuk, mesin pertanian, bibit, tenaga kerja, jasa
transportasi dan industri lain yang terkait dengan kegiatan di sektor pertanian.
Tabel 17. Indeks Koefisien Penyebaran Subsektor Pertanian Kota Bogor Tahun 2008 (Klasifikasi 9 Sektor)
No Sektor Backward linkage
1 Tanaman Bahan Makanan 1.161
2 Hasil pertanian lain 1.548
3 Peternakan 1.371
4 Perikanan 1.496
Sumber : Tabel Input Output Kota Bogor, 2008 (diolah).
Berdasarkan Tabel 17. untuk subsektor pertanian di Kota Bogor, seluruh
sektornya memiliki nilai koefisien penyebaran lebih dari satu yang berarti bahwa
sektor tabaman, hasil pertanian lain, peternakan dan perikanan mampu
memberikan dorongan pertumbuhan terhadap sektor-sektor hulunya.
6.3.2. Kepekaan Penyebaran (Forward Linkage)
Kepekaan penyebaran sering disebut dengan istilah daya penyebaran ke
depan, yaitu suatu indeks yang menunjukan efek relatif yang disebabkan oleh
perubahan output suatu sektor ekonomi yang akan menimbulkan perubahan
output sektor-sektor lain yang menggunakan output dari sektor tersebut baik
secara langsung maupun tidak langsung. Kepekaan penyebaran menunjukan
kemampuan suatu sektor untuk mendorong pertumbuhan sektor-sektor yang
69
Tabel 18. Indeks Kepekaan Penyebaran Kota Bogor Tahun 2008 (Klasifikasi 9 sektor)
No Sektor Forward Linkage
1 Pertanian 0.063
2 Pertambangan 0.001
3 Industri Pengolahan 0.917
4 Listrik, Gas dan air bersih 0.595
5 Bangunan 1.681
6 Perdagangan, hotel dan restoran 1.178
7 Transportasi &Telekomunikasi 0.991
8 Keuangan dan Persewaan 2.087
9 Jasa 1.488
Sumber : Tabel Input Output Kota Bogor, 2008 (diolah)
Tabel 18. menunjukan nilai kepekaan penyebaran dari masing-masing
sektor perekonomian yang ada di Kota Bogor. Pada tabel tersebut dapat dilihat
bahwa sektor pertanian memiliki nilai kepekaan penyebaran sebesar 0.063 dengan
nilai kepekaan penyebaran yang kurang dari satu menunjukan bahwa sektor
pertanian memiliki daya dorong yang rendah. Sektor pertanian kurang mampu
mendorong pertumbuhan sektor-sektor hilirnya, hal ini disebabkan output dari
sektor pertanian banyak dikonsumsi secara langsung. Akan tetapi sektor-sektor
yang mempunyai nilai kepekaan penyebaran yang kecil bukan berarti tidak dapat
diandalkan sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi wilayah.
Tabel 19. Indeks Kepekaan Penyebaran Subsektor Pertanian Kota BogorTahun 2008 (Klasifikasi 12 sektor)
No Sektor Forward Linkage
1 Tanaman Bahan Makanan 0.156
2 Hasil pertanian lain 0.000
3 Peternakan 0.041
4 Perikanan 0.023
Sumber : Tabel Input Output Kota Bogor, 2008 (diolah).
Pada subsektor pertanian Kota Bogor, sektor yang memiliki nilai kepekaan
penyebaran terbesar adalah sektor tabaman. Dari hasil analisis kepekaan
70 lebih rendah jika dibandingkan dengan koefisien penyebaran. Hal ini menunjukan
bahwa sektor pertanian lebih banyak dipengaruhi daripada mempengaruhi
pertumbuhan sektor-sektor perekonomian di Kota Bogor.
6.3.3 Analisis Multiplier
Analisis multiplier digunakan untuk mengetahui perubahan dari
permintaan akhir terhadap suatu sektor terhadap pertumbuhan output, pendapatan,
tenaga kerja dan seluruh sektor perekonomian di Kota Bogor. Analisis multiplier
yang digunakan pada penelitin ini adalah analisis multiplier output, multiplier
pendapatan dan multiplier tenaga kerja.
1. Multiplier Output
Nilai multiplier output adalah besar perubahan output yang dialami oleh
semua sektor dalam perekonomian akibat permintaan akhir suatu sektor.. Untuk
Kota Bogor sektor pertanian memiliki nilai multiplier output kedua terbesar
setelah sektor pertambangan dan dapat dilihat pada Tabel.20
Tabel 20. Nilai Multiplier Output 9 Sektor Perekonomian Kota Bogor Tahun 2008
No Sektor Multiplier Output
1 Pertanian 2.441
2 Pertambangan 2.811
3 Industri Pengolahan 1.890
4 Listrik, Gas dan air bersih 1.944
5 Bangunan 1.496
6 Perdagangan, hotel dan restoran 1.307
7 Transportasi &Telekomunikasi 1.690
8 Keuangan dan Persewaan 2.799
9 Jasa 2.212
Sumber : Tabel Input Output Kota Bogor, 2008 (diolah).
Pada hasil pengolahan Tabel Input Output Kota Bogor tahun 2008 dapat
dilihat bahwa sektor pertanian memiliki nilai multiplier output sebesar 2.441 dan
71 rupiah pada sektor pertanian maka akan meningkatkan jumlah output yang
dihasilkan sektor tersebut dan sektor pertanian lain dalam perekonomian sebesar
Rp 2 441 000
Tabel 21. Nilai Multiplier Output Subsektor Pertanian Kota Bogor Tahun 2008
No Sektor Multiplier Output
1 Tanaman Bahan Makanan 2.059
2 Hasil pertanian lain 2.973
3 Peternakan 2.482
4 Perikanan 2.371
Sumber : Tabel Input Output Kota Bogor, 2008 (diolah)
Berdasarkan Tabel 21. dapat dilihat bahwa pada subsektor pertanian
seperti sektor tabaman, hasil pertanian lain, peternakan dan perikanan memiliki
nilai multiplier output diatas 2. Sektor hasil pertanian lain memiliki nilai
multiplier output terbesar pada sektor pertanian yaitu sebesar 2.973 yang berarti apabila terjadi kenaikan permintaan akhir sebesar satu juta rupiah maka akan
meningkatkan jumlah output yang dihasilkan sebesar Rp 2 973 000.
2. Multiplier Pendapatan
Nilai multiplier pendapatan menunjukkan besarnya pendapatan yang
diterima oleh pekerja dan perusahaan yang bergerak pada suatu sektor, yang
diakibatkan dari kenaikan barang atau jasa yang dihasilkan oleh sektor tersebut
terhadap seluruh sektor perekonomian termasuk sektor pertanian sendiri. Dari
hasil olahan Tabel Input Output Kota Bogor tahun 2008 maka dapat dilihat untuk
sektor pertanian memiliki nilai multiplier pendapatan sebesar 15.124 yang berarti
apabila terjadi kenaikan permintaan akhir sebesar satu juta pada sektor pertanian
maka akan meningkatkan pendapatan semua sektor dalam sektor perekonomian
72
Tabel 22. Nilai Multiplier Pendapatan 9 Sektor Perekonomian Kota Bogor Tahun 2008
No Sektor Multiplier Pendapatan
1 Pertanian 15.124
2 Industri Pengolahan 2.231
3 Listrik, Gas dan air bersih 3.890
4 Bangunan 1.364
5 Perdagangan, hotel dan restoran 1.269
6 Transportasi &Telekomunikasi 1.677
7 Keuangan dan Persewaan 5.885
8 Jasa 1.964
Sumber : Tabel Input Output Kota Bogor, 2008 (diolah)
Berdasarkan Tabel 23. untuk subsektor pertanian dapat dilihat nilai
multiplier pendapatan yang besar dimiliki oleh subsektor perikanan yaitu sebesar
34.548 yang memiliki arti apabila terjadi kenaikan permintaan akhir sebesar satu
juta rupiah maka maka akan meningkatkan pendapatan semua sektor dalam
sektor perekonomian termasuk sektor tersebut sebesar Rp 34 548 000.
Tabel 23. Nilai Multiplier Pendapatan Subsektor Pertanian Kota Bogor Pertanian Kota Bogor Tahun 2008
No Sektor Multiplier
Pendapatan
1 Tanaman Bahan Makanan 5.638
2 Peternakan 10.591
3 Perikanan 34.548
Sumber : Tabel Input Output Kota Bogor, 2008 (diolah).
Perikanan yang dimaksud adalah budidaya ikan hias, usaha ikan hias
selain tidak membutuhkan lahan yang luas keunggulan sektor ini adalah dapat
menyerap tenaga kerja yang cukup banyak sehingga pemerintah Kota Bogor
memfokuskan untuk mengembangkan sektor ini sehingga dapat dikembangkan
menjadi tujuan wisata. Nilai multiplier pendapatan sektor hasil pertanian lain
tidak dimasukan dalam tabel karena memiliki nilai yang terlalu ekstreme karena
adanya penurunan matriks koefisien teknis dari Tabel Input Output Kota Bandung
73
3. Multiplier Tenaga Kerja
Nilai multiplier tenaga kerja menunjukan banyaknya kesempatan kerja
yang diciptakan akibat dari kenaikan barang atau jasa yang dihasilkan dan
pendapatan yang yang diterima oleh pekerja atau perusahaan dari suatu sektor
terhadap seluruh sektor perekonomian Kota Bogor. Sektor yang dapat menyerap
banyak tenaga kerja dapat mengatasi jumlah pengangguran yang ada dalam suatu
wilayah.
Tabel 24. Nilai Multiplier Tenaga Kerja Sektor Perekonomian Kota Bogor Tahun 2008
No Sektor Multiplier Tenaga
Kerja
1 Pertanian 2.440
2 Industri Pengolahan 2.512
3 Listrik, Gas dan air bersih 1.605
4 Bangunan 1.676
5 Perdagangan, hotel dan restoran 1.290
6 Transportasi &Telekomunikasi 3.564
7 Keuangan dan Persewaan 3.104
8 Jasa 1.733
Sumber : Tabel Input Output Kota Bogor, 2008 (diolah).
Berdasarkan Tabel 24. dapat dilihat bahwa sektor pertanian memiliki nilai
multiplier tenaga kerja sebesar 2.440 yang berarti apabila terjadi peningkatan output pada sektor pertanian sebesar satu juta rupiah, maka akan menciptakan
lapangan kerja sebanyak 2 orang pada semua sektor perekonomian. Nilai untuk
sektor pertambangan tidak ditampilkan karena terdapat perhitungan yang ekstrem.
Tabel 25. Nilai Multiplier Tenaga Kerja Subsektor Pertanian Kota Bogor Pertanian Kota Bogor Tahun 2008
No Sektor Multiplier Tenaga
Kerja
1 Tanaman Bahan Makanan 2.022
2 Hasil pertanian lain 1.635
3 Peternakan 3.208
4 Perikanan 5.965
74 Sektor Perikanan merupakan sektor yang memiliki nilai multiplier tenaga
kerja terbesar pada subsektor pertanian yaitu sebesar 5.965 yang berarti apabila
terjadi kenaikan output pada sektor perikanan sebesar satu juta rupiah, maka akan
menciptakan lapangan kerja sebanyak 6 orang pada semua sektor perekonomian
di Kota Bogor.