• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

2. Koherensi

Wacana yang baik adalah wacana yang bersifat kohesif dan koheren. Jika kohesi merujuk pada bentuk gramatikal dan leksikal sebuah teks, maka koherensi lebih merujuk kepada makna dalam sebuah teks. Istilah “koherensi” mengandung makna “pertalian”. Dalam konsep kewacanaan, berarti pertalian makna atau isi kalimat (Mulyana, 2005 : 30).

Koherensi atau hubungan makna dalam bahasa Prancis meliputi :

a) Hubungan makna kewaktuan

Hubungan makna kewaktuan adalah hubungan yang menunjukan atau menyatakan waktu terjadinya suatu peristiwa dalam suatu teks maupun tuturan.

Dalam bahasa Prancis, penanda hubungan kewaktuan antara lain quand, lorsque ‘ketika’, au moment où ‘pada waktu, waktu dimana’, pendant que ‘selama’, aussitôt que ‘segera’, dès que ‘setelah’, depuis que ‘sejak’, après que ‘setelah’, hier ‘kemarin’, maintenant ‘sekarang’ etc.

Contoh :

(38)Il dormait quand tu es arrivé (Monnerie, 1987 : 162)

« Dia sedang tidur ketika kamu datang » (Terjemahan dari penulis) Pada contoh (38) terdapat hubungan makna kewaktuan yang ditandai dengan adanya satuan lingual quand ‘ketika’ yang menandai peristiwa il dormait ‘dia sedang tidur’ dan tu es arrivé ‘kamu datang’. Hubungan waktu antara kedua peristiwa tersebut menunjukan bahwa kedua peristiwa tersebut terjadi dalam waktu yang bersamaan.

b) Hubungan makna sebab

Hubungan makna sebab adalah hubungan yang menyatakan sebab terjadinya suatu peristiwa dalam suatu wacana atau tuturan.

Dalam bahasa Prancis penanda hubungan makna sebab antara lain parce que, car, puisque, comme, etant donné que, en effet, à cause de, en raison de, grace à, etc.

Contoh :

(39) Ils sont évacués à cause de la tempête (Charaudeau, 1992 : 386) « Mereka dievakuasi karena adanya badai » (Terjemahan dari penulis)

Pada contoh (39) hubungan penanda makna sebab ditandai dengan konjungsi

à cause de ‘karena’, sehingga penyebab terjadinya peristiwa evakuasi (ils sont évecués) adalah karena adanya badai (la tempête).

c) Hubungan makna akibat

Hubungan makna akibat adalah hubungan yang meyatakan suatu akibat dari suatu tuturan atau peristiwa yang terdapat dalam wacana.

Dalam bahasa Prancis penanda hubungan makna akibat antara lain si bien que ‘oleh karena itu’, de sorte que ‘maka’, à telle point que ‘sedemikian rupa sehingga’, c’est pourquoi ‘maka dari itu’, de telle sorte que ‘sehingga’, donc ‘jadi’, alors ‘maka’, etc.

Contoh :

(40)Paul n’arrivait pas. Alors on est parti sans lui. (Monnerie, 1987 : 176)

« Paul tidak datang, sehingga kami pergi tanpanya» (Terjemahan dari penulis)

Pada contoh (40) kalimat on est partir sans lui merupakan akibat dari kalimat Paul n’arrivait pas. Satuan lingual alors merupakan penanda makna akibat.

d) Hubungan makna perbandingan

Hubungan makna perbandingan terjadi jika salah satu kalimat atau tuturan menyatakan perbandingan dengan kalimat atau tuturan lain.

Penanda hubungan makna perbandingan antara lain plus…que, plus de…que ‘lebih dari’, moins…que, moins de…que ‘kurang dari’, aussi…que ‘begitu juga’, le/la même…que ‘sama dengan’, autant…que, autant de… que ‘sama dengan’ etc

Contoh :

(41)Patrick a travaillé plus longtemps que Sylvie (Monnerie, 1987 : 194)

« Patrick bekerja lebih lama daripada Sylvie » (Terjemahan dari penulis)

Pada contoh (41) merupakan hubungan makna perbandingan yang membandingan antara Patrick dan Sylvie.

e) Hubungan makna penambahan

Hubungan makna penambahan muncul karena adanya informasi atau tuturan tambahan dalam suatu wacana. Hubungan makna penambahan ini biasanya ditandai dengan kata et, aussi, avec, par example, ni, surtout, encore, etc (Charaudeau, 1992 : 497-503).

Contoh :

(42)Paris a dix millions d’habitants et 20% de la population française (Charaudeau, 1992 : 503)

Paris memiliki sepuluh juta penduduk dan mengisi 20% dari total penduduk Prancis (Terjemahan dari penulis)

Pada contoh (42) kata hubung et berfungsi sebagai penanda makna penambahan dalam wacana tersebut. Frasa 20% de la population française merupakan tambahan informasi dari klausa sebelumya.

f) Hubungan makna tujuan

Hubungan makna tujuan terjadi apabila salah satu bagian dalam wacana atau tuturan menyatakan tujuan dari suatu peristiwa. Hubungan makna tujuan ditandai dengan afin que, de façon que/de manière que, de peur de, de crainte de, de façon à, pour que, etc.

Contoh :

(43)J’ai mis la radio plus fort pour que Monique puisse entendre (Monnerie, 1987 : 178)

« Saya menyalakan radio lebih keras agar Monique bisa mendengar» (Terjemahan dari penulis)

Pada contoh (43) anak kalimat pour que Monique puisse entendre ‘Monique bisa mendengar’ merupakan tujuan dari induk kalimat J’ai mis la radio plus fort‘ Saya menyalakan radio lebih keras’. Hal ini ditandai dengan penanda hubungan makna tujuan pour que.

g) Hubungan makna pertentangan

Hubungan makna pertentangan terjadi apabila salah satu klausa atau kalimat menyatakan pertentangan terhadap peristiwa pada klausa atau kalimat

lain dalam suatu wacana. Penanda hubungan makna pertentangan antara lain tandis que ‘sementara itu’, alors que ‘sedangkan’, mais ‘tetapi’, malgé que ‘sayangnya’, par contre ‘sebaliknya’, cependant ‘walaupun’,certes ‘meskipun’ etc.

Contoh :

(44)J’ai 26 ans. Tout le monde dit que je suis jolie et très intelligente. Je fais beaucoup de rencontres mais tous mes petits amis me quittent au bout de 15 jours. (Girardet dan Pécheur, 23)

« Saya berusia 26 tahun. Semua orang bilang saya cantik dan pandai. Saya kenal dengan banyak orang tetapi semua pacar saya hanya bertahan dengan saya selama 15 hari » (Terjemahan dari penulis).

Penanda hubungan makna pertentangan yang digunakan pada contoh (44) di atas adalah mais, yang menandai pertentangan makna antara kalimat Tout le monde dit que je suis jolie et très intelligente dan tous mes petits amis me quittent au bout de 15 jours.

h) Hubungan makna penjelasan

Hubungan makna penjelasan bertujan untuk menyatakan penjelasan dalam suatu wacana. Dalam bahasa Prancis, hubungan makna penjelasan ditandai dengan que, qui, où etc.

Contoh :

(45)Charlotte a 20 ans. Elle vit depuis 6 mois avec Antoine qui est artiste (Girardet dan Pécheur)

« Charlotte berusia 20 tahun. Sejak 6 bulan yang lalu dia tinggal bersana Antoine, seorang artis » (Terjemahan dari penulis)

Pada contoh (45) penanda hubungan makna penjelasan ditandai dengan penggunaan pronom relative qui pada frasa qui est artiste yang menjelaskan tentang Antoine.

Dokumen terkait