• Tidak ada hasil yang ditemukan

Koleksi Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara

Koleksi adalah inti kehidupan museum. Tanpa adanya koleksi akan Koleksi adalah sekumpulan benda-benda bukti material manusia dan lingkungannya yang berkaitan dengan satu atau berbagai bidang atau cabang ilmu pengetahuan. Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara diresmikan pada       

45 Buku petunjuk Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, 2005, Medan, hlm. 18.

tanggal 19 April 1982 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan DR. Daoed Toesoef, namun peletakan koleksi pertama dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Pertama Ir. Soekarno tahun 1954, berupa Arca Makara. Makara adalah patung batu yang bentuknya seperti perpaduan kepala binatang, air dan gajah, ditengah mulutnya terdapat relief manusia berdiri. koleksi pertama di Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara ini adalah dua buah Arca Makara. Arca Makara ini dibawa dari Padang Lawas, tepatnya di depan Candi Bahal. Peneliti memprediksi bahwa Makara ini adalah peninggalan zaman Hindu Buddha yang usianya lebih dari 3.000 tahun. Makara ini juga menjadi bukti penyebaran Hindu Buddha di Sumatera Utara pada zaman dahulu. Pada posisi sebenarnya, Makara terdapat dalam banguna suci (candi) diletakkan di kiri dan kanan pintu masuk candi, yang menurut kepercayaan berfungsi sebagai penolak bala.

Berdasarkan koleksi yang dimiliki, Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara dikategorikan sebagai museum umum karena museum memiliki berbagai jenis koleksi. Sebagian besar koleksinya berasal dari daerah Sumatera Utara berupa benda–benda peninggalan sejarah budaya mulai dari masa prasejarah, klasik pengaruh Hindu-Buddha, Islam, hingga sejarah perjuangan masa kini. Sebagian lainnya berasal dari beberapa daerah lain di Indonesia dan dari negara lain seperti Thailand. Hingga tahun 2005 Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara menyimpan kurang lebih 6.780

koleksi46. Berikut akan diuraikan jenis koleksi yang ada di Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara.

1. Geologika / Geografika :

Koleksi geologika, berupa jenis batuan, mineral, benda – benda bentukan alam dan peta.

2. Biologika :

Koleksi jenis biologika, berupa tengkorak atau rangka manusia, tumbuh – tumbuhan, binatang dan jenis kayu.

3. Etnografika :

Koleksi etografika, berupa hasil budaya atau yang menggambarkan identitas suatu etnis. Diantaranya berupa pakaian adat, alat perlengkapan hidup sehari – hari berupa peralatan rumah tangga seperti kepuk (tempat penyimpanan pakaian), kitang (tempat air), ingan tambar (tempat obat), kukuran kelapa dan sebagainya. Koleksi lainnya berupa alat–alat perlengkapan, baik yang berhubungan dengan kehidupan, kematian dan kepercayaan (religi). Museum ini terkenal memiliki keanekaragaman koleksi benda budaya dari berbagai etnik di Sumatera Utara.

4. Arkeologika :       

46 Wawancara Dengan Murseria Sebayang S.Pd Di Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara pada tanggal 13 April 2016.

Koleksi Arkeologika, berupa hasil budaya masa lampau yang menjadi objek penelitian Arkeologi. Benda-benda tersebut merupakan hasil peninggalan budaya sejak masa prasejarah sampai masuknya pengaruh budaya barat, seperti peralatan hidup manusia berupa tulang, kapak batu, cangkang kerang, patung Hindu-Budha , prasasti dengan tulisan kuno, nisan – nisan kuno dan sebagainya.

5. Historika :

Koleksi yang mempunyai “nilai sejarah” dan menjadi objek penelitian sejarah meliputi kurun waktu sejak masuknya budaya barat hingga sekarang. Koleksi berupa benda-benda foto serta dokumen yang berhubungan dengan sejarah baik sejarah perkebunan, sejarah mempertahankan perjuangan dan perjuangan melawan penjajah, pers dan film.

6. Numismatika :

Koleksi mumismatika berupa mata uang atau alat tukar lainnya yang pernah beredar di indonesia sejak masa portugis, VOC, Inggris, Hindia, Belanda, Jepang, masa perjuangan Republik Indonesia dan masa pembangunan Republik Indonesia.

Koleksi filologika berupa naskah kuno, terdiri dari naskah pustaka lak–lak (naskah Batak) dan naskah Melayu yang ditulis dengan tangan.

8. Keramologika :

Koleksi keramik, terdiri dari keramik lokal dan keramik asing yang ditemukan di beberapa situs di Sumatera Utara seperti situs di Kota Cina, situs candi Sipamutung (Tapanuli Selatan), dan keramik asing lainnya dari China, Thailand, Belanda dan Jepang.

9. Seni Rupa :

Koleksi seni rupa diekspresikan melalui dua atau tiga dimensi berupa lukisan.

10.Teknologi :

Koleksi teknologi yang menggambarkan perkembangan teknologi tradisional sampai modern. (Tabel 5)

Dari berbagai macam jenis koleksi yang ada di Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara tersebut, berikut pengklasifikasian kajian mendalam tentang koleksi peninggalan budaya tradisional mewakili daerah Sumatera Utara dalam ragam suku etnis. Koleksi yang dimiliki Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara telah dapat mewakili benda budaya yang dimiliki Etnis yang ada di Sumatera Utara antara lain :

a) Ragam Hias, antara lain :

Pada umumnya motif hias yang dipakai semua etnik di Sumatera Utara merupakan simbol dengan makna tertentu. Bentuk-bentuk yang umum dipakai adalah sulur-sulur, pucuk rebung (tumpali), dengan hiasan geometris. Motif hias tersebut dipahat atau dilukis pada bangunan rumah tradisional maupun peralatan rumah tangga, religi dan hasil kerajinan. b) Koleksi Peralatan Perkebunan, antara lain :

Perkebunan tradional telah dilaksanakan oleh masyarakat sebelum kedatagan bangsa asing di Sumatera Utara. Jenis tanaman berupa pisang, lada, kopi dll yang hasilnya digunakan untuk keperluan sendiri atau sebagai alat tukar atau barter. Setelah orang Eropa masuk ke Sumatera Timur untuk mengembangkan perkebunan, penduduk mulai mengusahakan perkebunan dengan cara yang lebih maju. Jenis tanaman baru yang dikembangkan di perkebunan meliputi tembakau, kelapa sawit, karet, kopi, teh kelapa dan lain sebagainya.

c) Koleksi Mata Uang Asing, antara lain:

Mata uang yang diedarkan sebagai alat tukar sebagai alat pembayaran yang sah berlaku pada waktu tertentu. Mata uang Cina yang yang ditemukan dipergunakan pada jaman perdagangan yang diberlakukan oleh Cina ke Sumatera.

Pecahan keramik asing di daerah kota Cina, Siam, Anam_Tonkin dan Persia. Berdasarkan temuan tersebut maka Sumatera Utara meruakan kota perdagangan yang ramai dikunjungi dari Bangsa Asia pada abad 11 masehi. Benda keramik yang disajikan disini adalah berupa piring dinasti Sung, mangkok, guci kecil, vas bunga, dan piring.

e) Koleksi Pakaian Adat Daerah, antara lain :

Sumatera Utara merupakan daerah asal etnis Melayu, Batak (Toba, Simalungun, Karo, Pakpak, Mandailing, Angkola) dan Nias. Mereka memiliki mitologi, cerita asal usul nenek moyang pembawa adat. Salah satu ciri yang menandai kelompok etnis ini adalah pakaian adat, seperti : tutup kepala, baju, tutup dada, kain, selemdang, jenis perhiasan dan senjata yang disisipkan dipinggang.

f) Koleksi Bahasa ( Huruf ), antara lain :

Etnis di Sumatera Utara ini memiliki dialek sendiri dan berbeda – beda mereka menuliskannya pada ruang bambu atau lembaran kulit kayu yang dapat dilipat, yang dalam bahasa Toba disebut buku “Lak–Lak”. Pada buku Lak-Lak ini dituliskan hal – hal mengenai Wasi, yang di dalamnya berhubungan dengan kepercayaan, Silsilah kerabat ( Tarombo ), mantra dan Sebagainya.

Awalnya manusia mengenal manik-manik yang berasal dari tumbuhan, hewan dan bebatuan sebagai perhiasan. Perhiasan-perhiasan ini selain dipergunakan sehari-hari, umunya digunakan untuk kelengkapan pakaian pengantin.

h) Koleksi tempat Sirih, antara lain :

Sebelum mengungkapkan sesuatu dalam upacara atau menerima tamu adat, kebiasaan makan sirih selalu merupakan syarat sopan santun. Telah lazim pada waktu meminang seorang perempuang untuk dijadikan istri atau permaisuri Raja. Makan sirih juga dapat berfungsi sebagai kebutuhan sendiri ataupun dalam upacara adat.

i) Koleksi Arsitektur, antara lain:

Pada perkampungan didaerah Sumatera Utara pada umumnya tidak sama, demikian juga dengan denah rumah. Didaerah Toba, Angkola, Mandailing, Pakpak, Nias letak rumah berbanjar mengahadap Utara-Selatan, sedangkan Simalungun rumah menghadap Timur-Barat dengan melingkar, Karo membuat rumah harus mengikuti aliran sungai atau pantai, rumah raja agak maju kedepan dan rumah rakyat harus mundur sedikit dari rumah Raja, artinya tidak sejajar letaknya.

Peralatan rumah tangga merupakan perangkat penting bagi kehhidupan manusia, baik yang digunakan sehari-hari maupun untuk perlengkapan upacara. Pada masyarakat tradional umumnya benda perlengkapan rumah tangga terbuat dari kayu, rotan, tanah liat (tembikar), daun pandan dan logam. Peralatan rumah tangga diantaranya peralatan dapur, wadah tempat air, tempat makanan, tempat penyimpanan pakaian, dan tempat perhiasan. k) Koleksi Persenjataan, antara lain:

Senjata merupakan salah satu perlengkapan hidup manusia kain ataupun binatang buas. Jenis senjata yang dipergunakan olah masyarakat tradisional diantaranya adalah senjata tusuk (keris, tombak), senjata potong (pisau, kapak), senjata lempar (panah, lembing, sumpitan) dan lain sebagainya. Selain itu mereka juga mengenal perlengkapan untuk menahan lawan, seperti perisai dan topi perang.

l) Koleksi Peralatan Perlagangan dan Persawahan, antara lain:

Mata pencaharian pokok pedesaan Sumatera Utara umumnya adalah pertanian sehingga alat yang dipergunakan adalah cangkul dan arit dan juga sejenisnya yang menunjang kelangsungan pertanian.

m) Alat Transportasi Air, antara lain:

Koleksi di museum terdapat sampan (solu) yang digunakan masyarakat disekitar danau toba sebagai alat transportasi danau. Ada juga biduk yang

digunakan masyarakat pesisir pantai sebagai alat transportasi dan juga sebagai alat keperluan nelayan, yang diberi layar cadik. Cadik ini berfungsi sebagai alat keimbangan perahu jika datang ombak.

n) Koleksi Alat Pertukangan Kayu, antara lain:

Peralatanyang digunakan secara umum adalah : Kapak, Beliung, pahat, parang, martil, dan alat lainya untuk meratakan kayu (hortak jenis bangsi, didaerah toba.

o) Koleksi Peralatan Pandai Besi, antara lain:

Hasil tempahan yang diperoleh antara lain: sabit, parang, golok, tajak, rebas, dan sebagainya. Peralatan yang diperlukan oleh seorang pandai besi adalah jepitan lempengan besi dan pahat bergagang pemotong besi.

p) Koleksi Peralatan Seni Musik, antara lain:

Alat musik setiap etnis di Sumatera Utara ada koleksinya di museum ini. Alat musik biasanya dibunyikan pada waktu pesta, menyambut tamu dan upacara kematian. Irama musik dalam menyambut tamu dan acara pesta dibunyikan dalam riang dan gembira, sedangkan dalam upacara kematian bernada sedih dan duka. Alat musik yang terdapat dalam museum ini merupakan alat musik tiup, pukul, petik, dan alat musik gesek.

Seni pertunjukan yang terdapat di Sumatera Utara antara lain: tari topeng, huda-huda (Simalungun), lompat batu Nias di pulau Nias.

r) Permainan / Kegemaran, antara lain:

Pada umumnya tradisional ini dipergunakan oleh anak-anak sebab masa kecil biasa diisi dengan kegiatan bermain dengan mainan yang terbuat dari bahan-bahan sederhana, misalnya kayu dan bambu, yang dirancang dengan bersahaja. Berbeda dengan masa kini, mainan anak-anak yang lazim ditemukan terbuat dari plastik, besi, tembaga, dan lainnya yang dirancang lebih modern.

s) Koleksi Kain Tenunan, antara lain:

Fungsi kain tenun bermacam-macam diantaranya untuk menghindarkan orang dari penyakit, penutup badan, penggendong anak, ikat kepala, pembungkus barang, ungkapan rasa seni yang sangat artistik. Melalui kain tenun terungkaplah adat istiadat, religi (kepercayaan).

t) Koleksi Ilmu Pengetahuan, antara lain:

Ilmu perbintangan (parhalaan) atau kalender batak itu dituliskan pada bambu, tulang dan pustaha (terbuat dari kulit kayu) yang ditulis dalam aksara Batak, resep obat dan mantranya.

Alat-alat perlengkapan agama mulai dari Al-Quran, kitab suci Bibel, perjanjian baru, Vitaka, Weda, dan lain – lainnya yang berhubungan dengan keagamaan.

v) Koleksi Benda-benda Kepercayaan (Megi), antara lain:

Di Toba mampunyai patung Mulajadi Nabolon, yaitu patung batu simbol kepercayaan animisme atau dewa nenel moyang suku Batak. Bahan dari kayu dan ijuk yangd dianyam dan bagian bawah diruncingkan supaya dapat ditancapkan ketanah.

w) Koleksi Religi, antara lain:

Benda yang dipercayai masyarakat Batak pada zaman dahulu memiliki kekuatan gaib misalnya sigale-gale. Pada awalnya digale–gale ditarikan kepada orang yang belum mempunyai keturunan, karena pada pembentukan sigale-gale adalah untuk mengenang anak raja yang meninggal. Tapi sekarang ini sigale-gale dimainkan telah beralih fungsi sebagai hiburan saja. Tunggal panalungan sejenis tongkat wasiat dengan paling atas laki – laki berlilitkan benang tiga warna: yaitu merah, putih dan hitam (Bonang Manalu), rambut, ukuran wanita, sibaso (dukun beranak), ular, anjing, lipan dan jenis binatang lainnya yang ada ditanah Batak.

Beternak adalah mata pencaharian hidup yang dilakukan sebagian masyarakat tradisional di Sumatera Utara. Binatang yang diternakan adalah ayam, kambing, babi, lembu, dan kerbau. Pada umumnya memelihara ternak dilakukan disekitar tempat tinggal atau diladang. Hasil ternak digunakan untuk konsumsi sehari-hari maupun keperluan upacara adat. Selain itu, hewan ternak juga membantu mengerjakan lahan pertanian menjadi alat transportasi.

Pengadaan koleksi yang terdapat di Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara diperoleh melalui berbagai cara, diantaranya dari hasil penelitian, hibah, titipan, pembelian dan hasil tangkapan dan sitaan :

1. Hasil Penelitian yaitu benda yang diperoleh dari hasil penelitian tersebut diperoleh melalui adanya observasi ke suatu daerah yang dilakukan atas kerja sama dengan daerah setampat yang akan diteliti sesuai dengan permintaan museum untuk melengkapi koleksi yang belum ada.

2. Hibah yaitu pemilik benda warisan budaya menyelarahkan miliknya kepada pihak museum dengan ikhlas tanpa menuntut ganti rugi apapun kemudian hari.

3. Ganti Rugi yaitu benda warisan budaya yang menjadi milik masyarakat maupun milik kolektor-kolektor lokal diganti dengan sejumlah uang sesuai dengan harga yang telah disepakati.

4. Titipan yaitu dengan cara penitipan benda warisan budaya milik pribadi maupun golongan kepada museum untuk dapat diteliti atau disimpan sementara oleh pihak museum dengan catatan suatu waktu nanti dapat diambil kembali oleh pemilik benda koleksi tersebut.47

Dokumen terkait