Kolesterol adalah suatu zat lemak yang beredar di dalam darah dan diproduksi oleh hati (Murray et al., 2003). Kolesterol merupakan senyawa induk bagi semua steroid lainnya yang disintesis dalam tubuh seperti hormon korteks adrenal serta hormon seks, vitamin D, dan asam empedu. Hal tersebut menjadikannya unsur penting dalam membran plasma.
Kolesterol adalah salah satu lipid plasma yang utama dibutuhkan tubuh karena merupakan komponen struktural membran sel dan bahan awal pembentukan asam empedu serta hormon steroid.
Senyawa ini diperoleh tubuh dari kolesterol yang terdapat dalam makanan dan dari biosintesis dalam tubuh terutama di hati. Sumber pembentukan kolesterol adalah asetil-KoA yang dapat berasal dari senyawa karbohidrat (glukosa) dan lemak, terutama asam lemak jenuh (Dharma, 2013).
Libido dan kualitas semen yang rendah sering dialami oleh sapi pejantan yang biasa digunakan sebagai sumber semen cair dan semen beku serta pejantan pada kawin alam. Libido dan kualitas semen yang rendah mengakibatkan terjadinya penundaan konsepsi dan memperpanjang musim kawin sehingga menyebabkan kerugian secara ekonomi dan mengancam keberlanjutan usaha peternakan.
Libido dipengaruhi oleh level hormon testosteron, aktivitas monoamine oxide type B (MAOB) dan enzim phosphodiesterase type 5 (PDE 5, hormone prolaktin serta Nitric oxide (NO). Level hormon testosteron dapat dipengaruhi oleh mineral Zn, saponin, flavonoid, dan senyawa fenol. Kualitas semen segar yang diejakulasikan oleh pejantan dipengaruhi proses spermatogenesis di tubulus seminiferous dan pembentukan seminal plasma di kelenjar assesoris. Proses produksi dan kualitas semen tersebut dipengaruhi nutrisi tertentu, yaitu asam amino metionin, sistein, dan arginin, asam lemak α-linolenic, vitamin
6
MENINGKATKAN LIBIDO DAN KUALITAS SEMEN PEJANTAN SAPI BALI DENGAN
SUPLEMENTASI DAUN KELOR
A, C, dan E, mineral Zn dan Se, fitonutrien (fitoestrogen dan senyawa fenol) serta antioksidan.
Berdasarkan penjelasan dalam Bab IV, diketahui bahwa Daun kelor mengandung semua senyawa-senyawa tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini akan menerapkan pemanfaatan daun kelor sebagai pakan suplemen yang diharapkan dapat meningkatkan libido dan kualitas semen yang dihasilkan. Adapun senyawa-senyawa penting yang dikandung oleh daun kelor serta berperan untuk meningkatkan libido dan proses pembentukan semen adalah sebagai berikut:
● Daun kelor mengandung Zn, saponin, flavonoid, dan senyawa fenol yang bersifat merangsang hormone testosteron sehingga dapat meningkatkan libido.
● Daun kelor mengandung 19 macam asam amino, di antaranya asam amino metionin dan sistein yang berfungsi penting untuk perkembangan sel-sel germinal serta asam amino arginin untuk proses spermatogenesis sebagai prekursor putresin, spermidin dan sintesis spermin yang penting untuk motilitas sperma.
● Daun kelor mengandung 17 macam asam lemak, salah satunya asam lemak rantai panjang tidak jenuh (poly unsaturated fatty accid/PUFA) yaitu α-linolenic dengan kandungan tertinggi yang berfungsi untuk menjaga kelangsungan hidup sel sperma, pematangan sperma, dan fertilitas.
● Daun kelor mengandung 12 macam mineral, di antaranya mineral Zn, Se, Ca, dan P dengan kandungan yang cukup tinggi yang berperanan penting untuk proses peningkatan libido dan kualitas semen. Mineral Zn berperan dalam aktivitas ribonuklease pada awal spermatogenesis dan pematangan spermatozoa selama spermatogenesis serta meningkat-kan motilitas sperma pada akhir spermatogenesis, mempertahankan epitel germinatif dan tubulus seminiferus
pada proses spermatogenesis. Mineral Se berfungsi sebagai aktioksidan kuat bergabung dengan asam amino membentuk seleno-protein dan enzim membentuk selenoenzim memengaruhi kualitas sperma dengan mencegah kerusakan oksidatif.
● Daun kelor mengandung 14 macam vitamin, diantaranya vitamin A, C dan E yang berperan penting dalam proses spermatogenesis. Vitamin A berfungsi untuk diferensiasi spermatogonium dan pengaturan adhesi spermatid. Vitamin C berfungsi untuk melindungi sperma dari stres oksidatif.
Vitamin E berfungsi untuk meningkatkan kesehatan organ reproduksi, mencegah membran sel sperma dari lemak peroksidasi dan mempertahankan sperma dari peristiwa reaksi oksidatif.
Kualitas semen beku untuk inseminasi buatan dipengaruhi oleh proses pembuatan semen beku yang meliputi pengenceran, pembekuan, dan thawing pada saat akan dilakukan IB. Vitamin C dan vitamin E serta antioksidan berperanan penting dalam mempertahankan kualitas semen beku. Daun kelor mengandung vitamin C dan E serta antioksidan yang cukup tinggi. Sehingga sapi pejantan yang pakannya telah diberi daun kelor diharapkan kualitas semen bekunya juga menjadi lebih baik.
Daun kelor mengandung sejumlah mineral mikro dan makro yang cukup tinggi diantaranya Zn, Se, Ca dan P yang telah terbukti dapat meningkatkan libido dan kualitas semen. Suplementasi daun kelor dosis tinggi telah terbukti meningkatkan libido dan motilitas spermatozoa. Oleh karena itu, penelitian ini juga melihat pengaruh suplementasi mineral Zn anorganik (ZnSO4.2H2O) yang jumlahnya setara jumlah mineral Zn pada daun kelor terhadap libido dan kualitas semen segar serta semen beku pejantan sapi Bali. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk memperkuat dugaan bahwa
mineral Zn pada daun kelor berperan dalam meningkatkan libido dan kualitas semen pejantan sapi Bali tersebut.
Penelitian pemanfaatan daun kelor sebagai pakan suplemen dosis rendah dilaksanakan pada bulan Mei sampai November 2014.
Pemeliharaan sapi percobaan dilaksanakan di Unit Kandang Sapi Potong Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar.
Penelitian pemanfaatan daun kelor sebagai pakan suplemen dosis tinggi dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2015. Pemeliharaan sapi percobaan dilaksanakan di Samata Integrated Farming System, Kecamatan Samata Kabupaten Gowa. Penelitian perbandingan libido dan kualitas semen pejantan sapi Bali yang disuplementasi mineral Zn anorganik dengan daun kelor dilaksanakan pada bulan September sampai Pebruari 2015. Pemeliharaan sapi percobaan dilaksanakan di Samata Integrated Farming System, Kecamatan Samata Kabupaten Gowa. Penilaian semen secara mikroskopis dan prosessing semen beku dilaksanakan di Unit Prosessing Semen, Laboratorium Reproduksi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar.
Hasil akhir penelitian ini adalah diperoleh hasil penilaian libido, kualitas semen segar, dan kualitas semen beku pejantan sapi Bali, sebagai pengaruh pemberian pakan suplemen daun kelor. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pemanfaatan daun kelor sebagai pakan guna meningkatkan libido dan memperbaiki kualitas semen pejantan sapi Bali.
Kerangka Konseptual
SALURAN PENCERNAAN: Rumen, retikulum
Protein KH Lemak Vitamin Mineral Darah: asam amino, urea,β-hidroksibutirat,asam asetat, asam laktat, Zn, Se
Hati: asam amino, urea, glukosa, vit.A (retinol) vit.E (tokoferol), vit.C, Zn, Se (as.askorbat)
Omasum abomasum usus halus : (Asam-asam amino), (VFA),(triasil gliserol, fosfolipid,kolesterol), Zn, Se
Darah: asam amino, urea,β-hidroksibutirat,asam asetat, asam laktat, vit.A (retinol), vit.E (tokoferol), vit.C (as.askorbat), Zn, Se
Kelenjar assesoris Pembentukan Plasma Semen:
Libido dan Kualitas Semen
+ Daun kelor
Omasum abomasum usus halus : (Asam-asam amino), (VFA),(triasil gliserol, fosfolipid,kolesterol), Zn, Se
Testes (Tubulus seminiferous)
Pembentukan Spermatozoa
Metionon, sistein, Arginin
α-linolenic
A. Kualitas Semen Segar Pejantan Sapi Bali dengan Suplementasi