Akun ini merupakan komisi yang diperoleh dari aktivitas perantara perdagangan efek (saham) untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2011 dan 31 Maret 2010 masing-masing sebesar Rp. 2.439.110.395 dan Rp. 5.132.181.952.
31. KEUNTUNGAN (KERUGIAN) PERDAGANGAN EFEK YANG TEREALISASI
Akun ini merupakan realisasi keuntungan (kerugian) dari transaksi perdagangan efek untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2011 dan 31 Maret 2010 masing-masing sebesar Rp. 30.000 dan Rp. (39.377.564)
32. JASA PENJAMIN EMISI
Akun ini merupakan pendapatan dari aktivitas Perusahaan sebagai penjamin emisi untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2011 dan 31 Maret 2010 masing-masing sebesar Rp. 18.406.073 dan Rp. 17.032.030.
33. JASA PENASEHAT KEUANGAN
Akun ini merupakan pendapatan sehubungan dengan kegiatan Perusahaan sebagai penasehat keuangan untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2011 dan 31 Maret 2010 masing-masing sebesar Rp. 250.000.000 dan Rp. 285.000.000.
34. PENDAPATAN MARGIN
Akun ini merupakan pendapatan yang diterima Perusahaan dari transaksi margin untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2011 dan 31 Maret 2010 masing-masing sebesar Rp. 267.852.169 dan Rp. 228.235.275.
35. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI LAINNYA
31 Maret 2011 31 Maret 2010
Penyusutan Aset Tetap 277.997.032 279.613.252
Jasa Informasi Pasar On-Line 241.516.037 250.021.352
Perbaikan dan Pemeliharaan 148.689.665 121.072.163
Promosi dan Iklan 145.702.048 357.500
PPH pasal 21 92.773.067 64.125.114
Jamuan 48.961.542 5.073.995
Utilities 48.619.086 38.281.608
Asuransi 48.013.946 42.990.541
Iuran dan Lisensi 33.159.750 33.903.910
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
PT HD CAPITAL Tbk dan ANAK PERUSAHAAN
Untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2011 (Angka disajikan dalam Rupiah)
36
35. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI LAINNYA (Lanjutan)
Telekomunikasi 26.811.417 21.627.112
Transportasi 19.424.638 15.113.060
Perjalanan Dinas 16.127.160 15.444.875
Pemasaran dan Pengembangan 8.420.423 -
Administrasi Kantor 8.325.347 16.611.052
Perijinan - 1.400.000
Profesional 3.500.000 11.000.000
Majalah dan Surat Kabar 3.186.200 3.496.727
Hadiah dan Sumbangan 1.200.000 23.802.000
Pendidikan dan Latihan 1.607.000 -
Lain-Lain 35.889.406 133.447.297
Jumlah 1.239.062.803 1.100.394.901
36. PENDAPATAN LAIN-LAIN
31 Maret 2011 31 Maret 2010
Pendapatan Deposito 168.149.821 141.954.881
Pendapatan Jasa Giro 49.436.653 54.439.792
Laba Selisih Kurs - 11.284.204
Lain-Lain 35.984.083 1.356.637.405
Jumlah 253.570.557 1.564.316.281
37. BEBAN LAIN-LAIN
31 Maret 2011 31 Maret 2010
Bunga Pinjaman Bank 36.237.195 -
Rugi Penjualan Aset Tetap - 202.278.081
Beban Administrasi Bank 7.706.889 9.847.471
Rugi Selisih Kurs 8.315.872 -
Beban Leasing 376.128 5.338.810
Bagian Rugi Anak Perusahaan 55.750 1.062.250
Jumlah 52.691.834 218.526.612
38. LABA PER SAHAM
Pada tanggal 10 Desember 1999, Institut Akuntan Publik Indonesia mengeluarkan PSAK 56 tentang Laba Per Saham. PSAK 56 efektif berlaku untuk penyajian laporan keuangan yang berakhir 31 Desember 2000.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
PT HD CAPITAL Tbk dan ANAK PERUSAHAAN
Untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2011 (Angka disajikan dalam Rupiah)
38. LABA PER SAHAM (Lanjutan)
31 Maret 2011 31 Maret 2010
Laba (Rugi) Usaha 1.814.717.250 3.356.809.349
Laba (Rugi) Usaha per Saham Dasar 1 2
Laba (Rugi) Bersih 1.835.435.041 4.702.622.697
Laba (Rugi) Bersih per Saham Dasar 1 2
39. MODAL KERJA BERSIH YANG DISESUAIKAN
Dalam rangka memperkuat kondisi keuangan dan kemampuan operasional Perusahaan Efek sehingga dapat meningkatkan kinerja Perusahaan Efek seperti kualitas pelayanan, sumber daya manusia, ketaatan terhadap peraturan dan kualitas sistem back office maka dilakukan peningkatan modal disetor dan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) Perusahaan Efek. Dimana telah dikeluarkan 2 keputusan yang terkait dengan peningkatan modal disetor dan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) Perusahaan Efek yaitu:
Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 179/KMK.010/2003 tentang Kepemilikan Saham dan Permodalan Perusahaan Efek.
Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor: Kep-20/PM/2003 tentang Pemeliharaan dan Pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan.
Peningkatan modal disetor dan MKBD bagi Perusahaan Efek yang telah memperoleh ijin usaha dari Bapepam-LK sebelum diberlakukannya Keputusan ini wajib menyesuaikan dengan ketentuan permodalan yang baru melalui dua tahap pelaksanaan yaitu:
Tahap I Tahap II
(31 Desember 2003) (31 Desember 2004)
Jenis Kegiatan Usaha Modal Disetor MKBD Modal Disetor MKBD
Penjamin Emisi Efek dan
Manajer Investasi 25.000.000.000 10.200.000.000 50.000.000.000 25.200.000.000
Perusahaan berkewajiban untuk memenuhi persyaratan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) berdasarkan Peraturan Bapepam-LK No. KEP-20/PM/2003. Berdasarkan peraturan tersebut, Perusahaan Efek yang menjadi anggota Lembaga Kliring dan Penjaminan, memberikan fasilitas pembiayaan bagi nasabahnya atau mengadministrasikan rekening Efek nasabah wajib memiliki Modal Kerja Bersih Disesuaikan sekurang-kurangnya sebesar Rp. 25.000.000.000 (dua puluh lima miliar Rupiah).
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
PT HD CAPITAL Tbk dan ANAK PERUSAHAAN
Untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2011 (Angka disajikan dalam Rupiah)
38
39. MODAL KERJA BERSIH YANG DISESUAIKAN (Lanjutan)
Jumlah MKBD yang disajikan telah memenuhi jumlah yang dipersyaratkan dan telah didasarkan dengan informasi yang benar serta dihitung dan dilaporkan dengan benar. Pada tanggal 31 Maret 2011 dan 31 Desember 2010 jumlah MKBD Perusahaan adalah sebesar Rp. 99.961.373.771 dan Rp. 84.398.677.438.
40. KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Kebijakan manajemen risiko keuangan Perusahaan bertujuan untuk memastikan bahwa tercapai sumber daya keuangan yang memadai, untuk pengembangan usaha Perusahaan serta dapat mengelola risiko nilai tukar mata uang asing.
a. Risiko Likuiditas.
Risiko likuiditas untuk pengelolaan dana jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan cadangan yang memadai, fasilitas perbankan dan fasilitas pinjaman dengan terus memantau rencana dan realisasi arus kas.
b. Risiko Kredit
Risiko kredit timbul dari risiko kegagalan dari konsumen atas kewajiban kontraktual yang mengakibatkan kerugian keuangan pada Perusahaan.
c. Risiko Modal
Resiko ini ditujukan untuk memastikan kemampuan Perusahaan melanjutkan usaha secara berkelanjutan dan memaksimalkan imbal hasil kepada pemegang saham melalui optimalisasi saldo hutang dan ekuitas
d. Risiko Tingkat Suku Bunga
Risiko tingkat suku bunga Perusahaan terutama timbul dari pinjaman untuk tujuan modal kerja dan investasi pinjaman pada berbagai tingkat suku bunga variabel menunjukan Perusahaan kepada nilai wajar risiko tingkat suku bunga.
e. Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing
Mata uang pelaporan Perusahaan adalah Rupiah. Perusahaan dapat menghadapi risiko nilai tukar mata uang asing karena pinjaman, pendapatan usaha dan biaya beberapa pembelian utamanya dalam mata uang Dollar AS atau harga yang signifikan di pengaruhi oleh tolak ukur perubahan harganya dalam mata uang asing (terutama Dollar AS).
41. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA
Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan mempunyai transaksi-transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan rincian sebagai berikut:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
PT HD CAPITAL Tbk dan ANAK PERUSAHAAN
Untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2011 (Angka disajikan dalam Rupiah)
41. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA 31 Maret 2011 31 Desember 2010 Aset
a. Piutang Lain-lain
PT Maxima Investido Utama 3.600.000.000 300.000.000
Karyawan 125.429.648 125.429.648 Jumlah 3.724.449.374 425.429.648 b. Penyertaan Saham PT HD Art Vision 2.532.832.400 2.532.888.150 Jumlah 2.532.832.400 2.532.888.150 Jumlah 6.257.281.774 2.958.317.798
Persentase Terhadap Jumlah Aset 1,2% 1%
Piutang karyawan merupakan pinjaman yang dilakukan karyawan dan tidak berhubungan dengan kegiatan utama Perusahaan. Piutang ini tidak dikenakan bunga, jaminan dan jangka waktu pengembalian yang pasti.
Piutang lain-lain PT. Maxima Investindo Utama merupakan pemakaian fasilitas pinjaman bank. Penyertaan saham merupakan tindakan korporasi Perusahaan dalam rangka diversifikasi usaha.
Semua transaksi Perusahaan dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa dikenakan harga dan syarat sama dengan kebijakan harga dan syarat dengan pihak ketiga.
42. DAMPAK KONDISI EKONOMI
Indonesia masih mengalami kesulitan ekonomi yang berkelanjutan sebagai akibat ketidakstabilan perekonomian global, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, perubahan suku bunga dan harga minyak dunia serta ketidakpastian iklim sosial dan politik di Indonesia. Lambatnya pemulihan kondisi ekonomi di Indonesia telah mengakibatkan terbatasnya penyediaan kredit dan lapangan kerja serta berkurangnya investasi dari inventor asing.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
PT HD CAPITAL Tbk dan ANAK PERUSAHAAN
Untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2011 (Angka disajikan dalam Rupiah)
40
42. DAMPAK KONDISI EKONOMI (Lanjutan)
Perbaikan dan pemulihan ekonomi tergantung pada beberapa faktor antara lain kebijakan fiscal dan moneter yang terus menerus diupayakan oleh Pemerintah, suatu tindakan yang berada diluar kendali Perusahaan, sehingga kinerja (hasil operasi) Perusahaan dimasa mendatang masih akan terpengaruh oleh kondisi tersebut. Kondisi ekonomi di Indonesia tersebut juga mungkin dapat mempengaruhi kemampuan Perusahaan dalam memenuhi kewajibannya. Pada tanggal penyusunan laporan keuangan Manajer Investasi berkeyakinan bahwa ketidakpastian tersebut diatas tidak berdampak secara khusus terhadap kemampuan Perusahaan untuk memenuhi kewajibannya.
43. PENERBITAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU
Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan, Ikatan Akuntan Indonesia telah menerbitkan revisi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PASK) serta mencabut beberapa beberapa PSAK tertentu. Standar-standar akuntansi keuangan (PSAK) dan ISAK yang akan berlaku efektif setelah 1 Januari 2011 sebagai berikut:
PSAK
1. PSAK 1 (Revisi 2009),Penyajian Laporan Keuangan 2. PSAK 2 (Revisi 2009), Laporan Arus Kas
3. PSAK 4 (Revisi 2009), Laporan Keuangan Konsolidasi dan Laporan Keuangan Tersendiri 4. PSAK 5 (Revisi 2009), Segmen Operasi
5. PSAK 7 (Revisi 2009), Pihak-pihak yang Berelasi
6. PSAK 12 (Revisi 2009), Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama 7. PSAK 15 (Revisi 2009), Investasi pada Entitas Asosiasi
8. PSAK 19 (Revisi 2010), Aset Tidak Berwujud 9. PSAK 22 (Revisi 2010), Kombinasi Bisnis 10. PSAK 23 (Revisi 2010), Pendapatan
11. PSAK 25 (Revisi 2009), Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan
12. PSAK 48 (Revisi 2009), Penurunan Nilai Aset
13. PSAK 57 (Revisi 2009), Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi
14. PSAK 58 (Revisi 2009), Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan
ISAK :
1. ISAK 7 (Revisi 2009): Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus
2. ISAK 9 “Perubahan atas Liabilitas Purna Operasi,Liabilities Restorasi, dan Liabilities Serupa”
3. ISAK 10 : Program Loyalitas Pelanggan
4. ISAK 11 : Distribusi Aset Nonkas Kepada Pemilik
5. ISAK 12 : Pengendalian Bersama Entitas Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer. Berlaku untuk laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2012 : PSAK 10 (Revisi 2010), Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing