Publik yang informatif menjadi 90 Badan Publik
6. Komisi Informasi Pusat;
7.
Pemerintah Daerah Provinsi;8.
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.l0.Memperkuat...
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
-145-10.
Memperkuat lembaga-lembaga nasional yang relevan, termasuk melalui kerja samainternasional,
untuk
membangun kapasitas di semua tingkatan, khususnya di negara berkembang,
untuk
mencegah kekerasan serta memerangi terorisme dan keiahatan.10. 1 Terwujudnya penegakan hak asasi manusia dengan tersedianya lembaga hak asasi manusia nasional yang independen yang
sejalan dengan Paris Principles (Sumber data:
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia).
1.
Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan;2.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional3.
Kementerian Keuangan;4.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.11.
Menggalakkan dan menegakkan undang-undang dan kebijakan yangtidak diskriminatif untuk
pembangunan berkelanjutan.
11.1 Terbitnya rekomendasi harmonisasi kebijakan dan/ atau peraturan perundang-undangan
untuk
perlindungan dan pemajuan hak perempuan dengan perspektif korban sebanyak 40 rekomendasi padatahun
2024. Ta}r:undasar 2O2O:20
rekomendasi (Sumber data:
1.
Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan;2.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional;3.
Kementerian Keuangan;4.
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia;5.
Kementerian Dalam Negeri;6.
Kementerian Perindustrian;Komisi . . .
SK
No 004353 CPRESIDEN
REPUELIK INDONESIA _146_
TUJUAIT
GII'BAL
SASARAII GLOBAL SASARAIT TPts2o,24 IITSTAITSI/ LEMBAGA PELIII(SAI{A Komisi NasionalAnti
Kekerasan terhadap Perempuan).
7.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak;8.
Komisi NasionalAnti
Kekerasan terhadap Perempuan;9.
Pemerintah Daerah Provinsi;10. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.
X\III.
Menguatkan saranapelaksanaan dan
merevltallsasi kemitraan
globaluntuk
Pembangunan
berkelanjutan.
Memperkuat mobilisasi sumber daya domestik, termasuk melalui dukungan internasional kepada negara berkembang,
untuk
meningkatkan kapasitas lokal bagi pengumpulan pajak dan pendapatan lainnya.1 1. 1 Meningkatnya rasio
pendapatan negara menjadi
Ll,4
-12,O persen PDB (Dokumen KerangkaEkonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan
Fiskal/KEM-PPKF 2023).
Tahun dasar 2020: lO,68Yo PDB (Sumber data: Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2O2O Auditedl.
1.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian;2.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional;3.
Kementerian Keuangan;4.
Kementerian Dalam Negeri;5.
Pemerintah Daerah Provinsi;6.
Pemerintah Daerah Kabu ten Kota.1.2 Meningkatnya . .
PRES IOEN
REPUBLIK INDONESIA
-t47-l: i,
1.2 Meningkatnya rasio
perpajakan terhadap PDB menjadi 8,41-8,870/o (Dokumen Kerangka
Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebljakan
Fiskal / KEM-PPKF 2022).
Tahun dasar 2O2O: 8,33olo PDB (Sumber data: Laporan Keuangan Pemerintah Pusat
2O2O
Audited.
1.
Kementerian Koordinator Bidang2.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional;3.
Kementerian Keuangan;4.
Kementerian Dalam Negeri;5.
Pemerintah Daerah Provinsi;6.
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.2.
Memobilisasi tambahan sumber daya keuanganuntuk
negara berkembang dari berbagai macam sumber.2.1
Mendorong inovasipendanaan pembangunan dengan mengembangkan 161!egai pembiayaan, baik dari sisi
jumlah
maupun efisiensi dan efektivitas pemanfaatannya (Sumber data: RPJMN 2O2O-2O241.1
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian;2.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional;3.
Kementerian Keuangan;4.
Pemerintah Daerah Provinsi;Sl(
l.to 07i053 C5. Pemerintah . . .
REPUBLIK INOONESIA _148_
'ti
5.
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.3.
Membantu negara berkembanguntuk
mendapatkankeberlanjutan utang
jangka
panjang melalui kebij akan-kebiiakan yang terkoordinasi yangditqiukan untuk
membantu pembiayaan utang, keringanan utang danrestrukturisasi
utang, yang sesuai, dan menyelesaikan utangluar
negeri dari negara miskin yang berutang besaruntuk
mengurangi tekanan utang.3.
I
Mendukung pertumbuhan dan menjaga stabilitas ekonomi, dengan tetap memperhatikankesinambungan frskal j angka menengah dengan perkiraan rasio utang sebesar
42,80-43,59o/o PDB (Sumber data:
Dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebij akan Fiskal/ KEM-PPKF 20221.
1.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian;2.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional;3.
Kementerian Keuangan;4.
Pemerintah Daerah Provinsi;5.
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.4. Meningkatkan . . .
, !
PRESIDEN
REPUELIK INOONESIA
-t49-4.
I
Meningkatnya persentase pelanggan terlayanijaringan
internet akses tetap pitalebar terhadap total rumah tangga (kumulatif) menjadi 30%.Tahun dasar 2O2O: 14,3o/o
(Sumber data: Kementerian Komunikasi dan
Informatika).
1.
Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan;2.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangu.nan Nasional;3.
Kementerian Keuangan;4.
Kementerian Komunikasi dan Informatika;5.
Pemerintah Daerah Provinsi;6.
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.4.
Meningkatkan kerja sama Utara-Selatan, Selatan-Selatan dan kerja samatriangular
secara regional dan internasionalterkait
dan akses terhadap sains,teknologi dan inovasi, dan meningkatkan
berb"g
pengetahuan berdasar kesepakatan timbal balik,termasuk melalui koordinasi yang lebih baik antara mekanisme yang telah ada, khususnya
di tingkat
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan melalui mekanisme fasilitasi teknologi global.4.2 Meningkatnya persentase kecamatan yang terjangkau
infrastruktur jaringan
seratoptik
(kumulatif) menjadi 6O%. Tahun dasar2O2O:.58% (Sumber data:
Kementerian Komunikasi dan Informatika).
Si(
No 071051 C5, Mengoperasionalisasikan . . .
i
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
-150-5. 1 Meningkatnya persentase pengguna
intemet
menj adi82,3Oo/o. Tahun dasar 2O19:
73,7Oo/o (Sumber data:
l,aporan Survei Internet APJil 2Ot9-202O (Q2)).
1.
Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan;2.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional;3.
Kementerian Keuangan;4.
Kementerian Komunikasi dan Informatika;5.
Pemerintah Daerah Provinsi;6.
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.5.
Mengoperasionalisasikan secara penuh bank teknologi dan sains, mekanisme pembangunankapasitas teknologi dan inovasi
untuk
negara kurangberkembang pada
tahun
2017 dan meningkatkan penggunaan teknologi yang memampukan, khususnya teknologi informasi dan komunikasi.6. Meningkatkan dukungan
internasional
untuk
melaksanakan pembangunan kapasitas yang efektif dan sesuai target di negara berkembanguntuk
mendukung rencana nasional gunauntuk
melaksanakan seluruh
tduan
pembangunan berkelanjutan, termasuk melalui kerja sama Utara-Selatan, Selatan-Selatan, dan
triangular.
6. 1 Meningkatnya persentase pemanfaatan kerja sama pembangunan internasional termasuk Kerja Sama
Selatan-Selatan dan
Ttiangular
(KSST).l.
Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan;2.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangu.nan Nasional;3.
Kementerian Keuangan;4.
Kementerian Luar Negeri;5.
Kementerian Sekretariat Negara;6.Badan...
.:;) .,lr.l:.r.,r,r Lil'
PRESIOEN
REPUBLIK INOONESIA
-
151-i li$!l{
6.
Badan Pengawas Obat dan Makanan;7.
Kementerian Kelautan dan Perikanan;8.
Kementerian Pertanian;9.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi;10. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat;
1
l.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika;12. Semua Kementerian/Lembaga teknis pelaksana KSST.
6.2 Meningkatnya
jumlah
program / kegiatan kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) menjadi 152 kegiatan. Tahun dasar 2019: 8O kegiatan (Sumber data: Laporan Keria Sama
1.
Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan;2.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional;Sl(
l'lo 07 1043 CSelatan-Selatan . . .
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
-152-Selatan-Selatan dan Triangular).