• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komite Audit

Dalam dokumen PT PRIMA LAYANAN NIAGA SUKU CADANG (Halaman 67-76)

2.13. Organ Pendukung Dewan Komisaris

2.13.2. Komite Audit

2.13.2.1. Persyaratan dan Keanggotaan Komite Audit 1. Dewan Komisaris wajib membentuk Komite Audit

192 Permen BUMN 12/2012 Pasal 7 ayat (1). 193 Permen BUMN 12/2012 Pasal 7 ayat (2). 194 Permen BUMN 12/2012 Pasal 7 ayat (3). 195 Permen BUMN 12/2012 Pasal 7 ayat (4). 196 Permen BUMN 12/2012 Pasal 8 ayat (2). 197 Permen BUMN 12/2012 Pasal 10.

- 60 -

yang terdiri dari Ketua dan Anggota.198

2. Ketua dan Anggota Komite diangkat dan diberhentikan oleh Dewan Komisaris dan dilaporkan kepada RUPS.199

3. Ketua Komite Audit adalah Anggota Dewan Komisaris yang merupakan Anggota Dewan Komisaris Independen atau Anggota Dewan Komisaris yang dapat bertindak independen.200

4. Seorang atau lebih anggota Komite berasal dari Anggota Dewan Komisaris.201

5. Anggota Komite Audit harus memenuhi persyaratan:202

a. Memiliki integritas yang baik dan pengetahuan serta pengalaman kerja yang cukup di bidang pengawasan/pemeriksaan;

b. Tidak memiliki kepentingan/keterkaitan pribadi yang dapat menimbulkan dampak negatif dan benturan kepentingan terhadap Perusahaan; c. Mampu berkomunikasi secara efektif;

d. Dapat menyediakan waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugasnya; dan

e. Persyaratan lain yang ditetapkan dalam piagam komite audit, jika diperlukan.

6. Komposisi keanggotaan yang mendukung pelaksanaan fungsi komite dan independensi dari masing-masing Komite Audit.203

a. Salah seorang dari Anggota Komite Audit harus memiliki latar belakang Pendidikan atau memiliki keahlian di bidang akuntansi atau keuangan, dan salah seorang harus memiliki industry/bisnis Perseroan.

b. Salah seorang Anggota Komite Audit memiliki pengetahuan dan pengalaman kerja yang cukup di bidang tugas masing-masing komite.

198 Permen BUMN 12/2012 Pasal 11 ayat (1). 199 Permen BUMN 12/2012 Pasal 11 ayat (2) dan (5). 200 Permen BUMN 12/2012 Pasal 11 ayat (3). 201 Permen BUMN 12/2012 Pasal 2 ayat (2). 202 Permen BUMN 12/2012 Pasal 15 ayat (1).

- 61 -

b. Anggota Komite Audit harus berasal dari pihak diluar Perusahaan dan tidak mempunyai kaitan dengan manajemen, kaitan kepemilikan dan dengan kegiatan usaha Perusahaan.

c. Jumlah keanggotaan masing-masing Komite yang berasal dari luar Dewan Komisaris sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2.13.2.2. Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota

Komite Audit

1. Ketua dan Anggota Komite Audit diangkat dan diberhentikan oleh Dewan Komisaris dan dilaporkan kepada RUPS.204

2. Anggota Komite Audit yang merupakan anggota Dewan Komisaris, berhenti dengan sendirinya apabila masa jabatannya sebagai anggota Dewan Komisaris berakhir.205

3. Dalam hal terdapat anggota Dewan Komisaris/Dewan Pengawas yang menjabat sebagai Ketua Komite Audit berhenti sebagai anggota Dewan Komisaris, maka Ketua Komite Audit wajib diganti oleh anggota Dewan Komisaris lainnya dalam waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari.206

2.13.2.3. Masa Jabatan Anggota Komite Audit

Masa jabatan anggota Komite yang bukan berasal dari anggota Dewan Komisaris Perseroan paling lama 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang satu kali selama 2 (dua) tahun masa jabatan, dengan tidak mengurangi hak Dewan Komisaris untuk memberhentikannya sewaktu-waktu.207

2.13.2.4. Tugas Komite Audit

Komite Audit memiliki tugas sebagai berikut:

1. Komite Audit bekerja secara kolektif dalam

204 Permen BUMN 12/2012 Pasal 11 ayat (2) dan (5). 205 Permen BUMN 12/2012 Pasal 11 ayat (6). 206 Permen BUMN 12/2012 Pasal 11 ayat (7). 207 Permen BUMN 12/2012 Pasal 14.

- 62 -

melaksanakan tugasnya membantu Dewan Komisaris.

2. Komite Audit bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugasnya maupun dalam pelaporan, dan bertanggungjawab langsung kepada Dewan Komisaris.

3. Komite Audit bertugas untuk:

a. Membantu Dewan Komisaris untuk memastikan efektivitas sistem pengendalian internal dan efektivitas pelaksanaan tugas eksternal auditor dan internal auditor;

b. Menilai pelaksanaan kegiatan serta hasil audit yang dilaksanakan oleh Satuan Pengawasan Internal maupun auditor ekstemal;

c. Memberikan rekomendasi mengenai penyempurnaan sistem pengendalian manajemen serta pelaksanaannya;

d. Memastikan telah terdapat prosedur evaluasi yang memuaskan terhadap segala informasi yang dikeluarkan Perusahaan;

e. Melakukan identifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris serta tugas-tugas Dewan Komisaris lainnya.

4. Selain tugas tersebut, Dewan Komisaris dapat memberikan penugasan lain kepada Komite Audit yang ditetapkan dalam Piagam Komite Audit. 5. Berdasarkan surat penugasan tertulis dari Dewan

Komisaris, Komite dapat mengakses catatan atau informasi tentang karyawan, dana, aset, serta sumber daya lainnya milik Perseroan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya dan wajib melaporkan secara tertulis hasil penugasan tersebut kepada Dewan Komisaris.208

6. Komite wajib menjaga kerahasian dokumen, data, dan informasi Perseroan, baik dari pihak internal maupun pihak eksternal dan hanya digunakan untuk kepentingan pelaksanaan tugasnya.209

208 Permen BUMN 12/2012 Pasal 27 ayat (1) dan (2) 209 Permen BUMN 12/2012 Pasal 28.

- 63 - 2.13.2.5. Piagam Komite Audit

Komite Audit memiliki piagam/charter dan program kerja tahunan.

1. Dewan Komisaris dan Direksi menetapkan Piagam Komite berdasarkan usulan Komite.210

2. Piagam untuk setiap Komite yang ditetapkan ditinjau dan dimutahirkan secara berkala.211

3. Muatan Piagam Komite Audit sesuai dengan ketentuan yang berlaku.212

4. Piagam Komite Audit paling sedikit memuat:213

a. Tugas dan tanggungjawab serta wewenang; b. Komposisi, struktur, dan persyaratan

keanggotaaan;

c. Tata cara dan prosedur kerja; d. Kebijakan penyelenggaraan rapat; e. Sistem pelaporan kegiatan;

f. Ketentuan mengenai penanganan pengaduan atau pelaporan sehubungan dugaan pelanggaran terkait pelaporan keuangan; dan g. Masa tugas Komite Audit.

5. Asli Piagam Komite disampaikan kepada Direksi untuk didokumentasikan.214

2.13.2.6. Program Kerja Komite Audit

1. Sebelum tahun buku berjalan, Komite wajib menyusun dan menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) kepada Dewan Komisaris untuk ditetapkan.215

2. Salinan RKAT Komite Audit disampaikan oleh Dewan Komisaris kepada Direksi untuk diketahui.216

3. Program kerja tahunan Komite Audit paling sedikit 210 Permen BUMN 12/2012 Pasal 23 ayat (1).

211 SK-16 BUMN Indikator Nomor 81 Poin (1). 212 SK-16 BUMN Indikator Nomor 81 Poin (2). 213 POJK 55/2015 Pasal 12 ayat (2).

214 Permen BUMN 12/2012 Pasal 23 ayat (2). 215 Permen BUMN 12/2012 Pasal 24 ayat (1). 216 Permen BUMN 12/2012 Pasal 24 ayat (2).

- 64 -

memuat telaah untuk memastikan:217

a. Efektivitas sistem pengendalian manajemen

dan memberikan rekomendasi

penyempurnaan sistem pengendalian manajemen beserta pelaksanaannya;

b. Efektivitas pelaksanaan tugas auditor eksternal dan SAI;

c. Menilai pelaksanaan kegiatan serta hasil audit yang dilaksanakan oleh auditor eksternal dan SAI;

d. Telah terdapat prosedur review yang memuaskan terhadap segala informasi yang dikeluarkan oleh Perusahaan;

e. Self assessment kinerja Komite Audit.

4. Program kerja tahunan komite lainnya paling sedikit sesuai dengan piagam komite lainnya dan

self-assessment kinerja komite lainnya.218

5. Pelaksanaan RKAT Komite Audit dilaporkan kepada Dewan Komisaris.219

2.13.2.7. Rapat Komite Audit

1. Komite mengadakan rapat sekurang-kurangnya sama dengan ketentuan minimal rapat Dewan Komisaris yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar.220

2. Komite Audit megadakan rapat secara berkala paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan.221

3. Rapat Komite Audit dapat diselenggarakan apabila dihadiri oleh lebih dari ½ (satu per dua) jumlah anggota.222

4. Keputusan rapat Komite Audit diambil berdasarkan musyarawah untuk mufakat.223

5. Jumlah pertemuan berkala dan agenda yang

217 SK-16 BUMN Indikator Nomor 81 Poin (3) huruf a. 218 SK-16 BUMN Indikator Nomor 81 Poin (3) huruf b. 219 Permen BUMN 12/2012 Pasal 24 ayat (3). 220 Permen BUMN 12/2012 Pasal 25 ayat (1). 221 POJK 55/2015 Pasal 13.

222 POJK 55/2015 Pasal 14. 223 POJK 55/2015 Pasal 15.

- 65 -

dibahas sesuai dengan program kerja tahunan serta melakukan kegiatan lain yang ditugaskan Dewan Komisaris.224

6. Setiap rapat Komite dituangkan dalam risalah rapat yang ditandatangani oleh seluruh Anggota Komite yang hadir.225

7. Risalah Rapat Komite Audit harus dibuat untuk setiap rapat, memuat hasil-hasil analisis, telaahan, dan evaluasi atas acara yang diagendakan, serta risalah asli dari setiap Rapat Komite Audit diserahkan kepada Sekretaris Dewan komisaris untuk disimpan di Perseroan.226

8. Risalah rapat disampaikan secara tertulis oleh Komite kepada Dewan Komisaris.227

9. Kehadiran Anggota Komite dalam rapat, dilaporkan dalam triwulanan dan laporan tahunan Komite.228

2.13.2.8. Remunerasi Komite Audit

1. Penghasilan Anggota Komite Audit ditetapkan oleh Dewan Komisaris dengan memperhatikan kemampuan Perseroan.229

2. Penghasilan Anggota Komite Audit berupa honorarium maksimal sebesar 20% (dua puluh persen) dari gaji Direktur Utama Perseroan, dengan ketentuan pajak ditanggung Perseroan, dan tidak diperkenankan menerima penghasilan lain selain honorarium tersebut.230

3. Anggota Dewan Komisaris yang menjadi Ketua/Anggota Komite tidak diberikan penghasilan tambahan dari jabatan tersebut selain penghasilan sebagai Anggota Dewan Komisaris.231

224 SK-16 BUMN Indikator Nomor 82 Poin (1). 225 Permen BUMN 12/2012 Pasal 25 ayat (2). 226 SK-16 BUMN Indikator Nomor 82 Poin (2). 227 Permen BUMN 12/2012 Pasal 25 ayat (3) 228 Permen BUMN 12/2012 Pasal 25 ayat (4) 229 Permen BUMN 12/2012 Pasal 16 ayat (1). 230 Permen BUMN 12/2012 Pasal 16 ayat (2). 231 Permen BUMN 12/2012 Pasal 16 ayat (3).

- 66 -

2.13.2.9. Pelaporan dan Evaluasi Kinerja Komite Audit 1. Komite bertanggung jawab kepada Dewan

Komisaris dan wajib menyampaikan laporan kepada Dewan Komisaris atas setiap pelaksanaan tugas, disertai dengan rekomendasi jika diperlukan.232

2. Komite membuat laporan triwulanan dan laporan tahunan kepada Dewan Komisaris, minimal memuat perbandingan realisasi kegiatan dengan program kerja tahunan serta substansi hasil kegiatan dan rekomendasinya 233

3. Laporan Komite ditandatangani oleh Ketua Komite dan Anggota Komite.234

4. Evaluasi terhadap kinerja Komite dilakukan setiap 1 (satu) tahun dengan menggunakan metode yang ditetapkan oleh Dewan Komisaris.235

232 Permen BUMN 12/2012 Pasal 26 ayat (1) & SK-16 BUMN Indikator Nomor 83 Poin (1). 233 Permen BUMN 12/2012 Pasal 26 ayat (2) & SK-16 BUMN Indikator Nomor 83 Poin (2). 234 Permen BUMN 12/2012 Pasal 26 ayat (3).

- 67 -

BAB III

DIREKSI

- 68 -

Dalam dokumen PT PRIMA LAYANAN NIAGA SUKU CADANG (Halaman 67-76)

Dokumen terkait