• Tidak ada hasil yang ditemukan

Committees responsible to the Board of Commissioners

2. komite Pemantau risiko

Komite Pemantau Risiko dibentuk untuk memastikan kerangka kerja manajemen risiko telah memberikan perlindungan yang memadai terhadap seluruh risiko Bank. Komite Pemantau Risiko bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris dan bertugas melakukan evaluasi tentang kesesuaian kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaan kebijakan tersebut serta melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko guna memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris. Hasil kerja Komite Pemantau Risiko berupa pendapat profesional yang independen dan rekomendasi kepada Dewan Komisaris terhadap pelaksanaan manajemen risiko Bank Artha Graha Internasional.

Guidelines and Work Procedure of Audit Committee Audit Committee has the Guidelines and Work Procedure speciied in the Guidelines of Company Policy No. 0003.01.1 dated 22 April 2010. Such Guidelines specify matters related to the implementation of task and responsibility as well as ethics of Audit Committee members. The Guidelines and Work Procedure for Audit Committee is prepared under the regulation effective in Indonesia and reviewed periodically. 2. Risk Monitoring Committee

Risk Monitoring Committee is established to ensure that the structure of risk management has provided adequate protection to all of the Bank’s risks. Risk Monitoring Committee is responsible to the Board of Commissioners and has the duty to evaluate the suitability of risk management policy and the implementation of such policy, and to monitor and evaluate the task implementation of Risk Management Committee and Risk Management Unit, in order to give recommendation to the Board of Commissioners. The work result of Risk Monitoring Committee is provided in form of professional yet independent opinion and recommendation to the Board of Commissioners against the implementation of risk management of Bank Artha Graha Internasional.

susunan komite Pemantau risiko

Susunan Komite Pemantau Risiko dalam tahun 2011 adalah sebagai berikut:

Reggie Harjadi Ketua (Komisaris Independen) / Chairman (Independent Commissioner) Andry Siantar Anggota (Komisaris Independen) / Member (Independent Commissioner) Wim Hero Kurniawan Anggota (Pihak Independen) / Member (Independent Party)

Hengki Kusuma Anggota (Pihak Independen) / Member (Independent Party) Tugas dan Tanggung jawab

Komite Pemantau Risiko antara lain bertugas untuk melakukan evaluasi tentang kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaan kebijakan tersebut serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko. Komite Pemantau Risiko bertanggungjawab kepada Dewan Komisaris atas pelaksanaan tugas yang telah ditentukan dan melaporkan kepada Dewan Komisaris secara periodik atau insidentil apabila terdapat hal-hal penting yang dapat mengganggu jalannya perusahaan.

rapat komite Pemantau risiko

Dalam tahun 2011, Komite Pemantau Risiko telah menyelenggarakan 4 (empat) rapat. Kehadiran masing- masing anggota dalam rapat Komite adalah sebagai berikut:

nama Name Jumlah Kehadiran / Number of Attendance

Reggie Harjadi 4

Andry Siantar 3

Wim Hero Kurniawan 4

Hengki Kusuma 4

Agenda penting yang dibahas dalam rapat-rapat Komite Pemantau Risiko selama tahun 2011 adalah sebagai berikut:

Tanggal | Date Agenda/ Agenda 10 Mei 2011

10 May 2011

1. Perkembangan proil risiko Bank per 31 Maret 2011. 2. Pengelolaan risiko kredit.

3. Pengelolaan risiko likuiditas. 4. Pengelolaan risiko reputasi. 5. Sertiikasi Manajemen Risiko.

1. Development of the Bank’s risk proile as of 31 March 2011. 2. Management of credit risk.

3. Management of liquidity risk. 4. Management of reputation risk. 5. Risk Management Certiication.

Composition of Risk Monitoring Committee

The composition of Risk Monitoring Committee in 2011 was as follows:

Task and Responsibility

Risk Monitoring Committee has the duty, among others, to evaluate the suitability of risk management policy and the implementation of such policy, and to monitor and evaluate the task implementation of Risk Management Committee and Risk Management Unit. Risk Monitoring Committee is responsible to the Board of Commissioners for the implementation of task that has been determined and to report to the Board of Commissioners on periodic or incidental basis, in case of important matters that may interrupt the company’s operation.

Risk Monitoring Committee Meeting

During 2011, Risk Monitoring Committee has held four (4) meetings. The attendance of each member in the Committee meeting is listed as follows:

Important agendas discussed in Risk Monitoring Committee meetings during 2011 are as follows:

28 Juli 2011

28 July 2011

1. Perkembangan proil risiko Bank per 30 Juni 2011. 2. Pengelolaan risiko kredit.

3. Pengelolaan risiko likuiditas. 4. Pengelolaan risiko reputasi.

5. Proil risiko lainnya (risiko operasional, pasar, hukum, kepatuhan, dan stratejik).

6. Pembahasan terkait dengan ketentuan baru Bank Indonesia, yaitu Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/01/PBI/2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum, perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 5/21/DPNP perihal Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum, dan rencana penerbitan surat edaran tentang Pengaturan Penilaian Kecukupan Modal Internal Bank.

7. Sertiikasi Manajemen Risiko.

8. Rencana Kerja Komite Pemantau Risiko.

1. Development of the Bank’s risk proile as of 30 June 2011. 2. Management of credit risk.

3. Management of liquidity risk. 4. Management of reputation risk.

5. Other risk proiles (operational, market, legal, compliance and strategic risks).

6. Discussion related to new provisions of Bank Indonesia, i.e. Bank Indonesia Regulation No. 13/01/ PBI/2011 regarding Evaluation of the Level of Soundness of Commercial Bank, amendment to Bank Indonesia Circular No. 5/21/DPNP regarding Application of Risk Management to Commercial Bank, and plan for issuing the circular regarding Arrangement for the Evaluation of Adequacy of Bank’s Internal Capital.

7. Risk Management Certiication.

8. Work Plan of Risk Monitoring Committee.

4 Agustus 2011

4 August 2011

1. Rencana Kerja Komite Pemantau Risiko. 2. Tindak lanjut atas pembinaan Bank Indonesia.

1. Work Plan of Risk Monitoring Committee. 2. Follow up the fostering of Bank Indonesia.

14 November 2011

14 November 2011

1. Perkembangan proil risiko Bank per 30 September 2011. 2. Pengelolaan risiko reputasi.

3. Implementasi teknologi chip dan penggunaan PIN kartu ATM dan/atau kartu debet. 4. Pengelolaan risiko kredit.

5. Pengelolaan risiko likuiditas.

6. Proil risiko lainnya (risiko operasional, pasar, hukum, kepatuhan, dan stratejik). 7. Sertiikasi Manajemen Risiko.

8. Penelaahan Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Pemantau Risiko.

9. Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Berdasarkan Risiko (Risk Based Bank Rating) sesuai dengan PBI No. 13/1/PBI/2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum.

1. Development of the Bank’s risk proile as of 30 September 2011. 2. Management of reputation risk.

3. Implementation of chip technology and the use of PIN for ATM card and/or debit card. 4. Management of credit risk.

5. Management of liquidity risk.

6. Other risk proile (operational, market, legal, compliance and strategic risks). 7. Risk Management Certiication.

8. Reviewing the Guidelines and Work Procedure of Risk Monitoring Committee.

9. Evaluation System of Bank’s Level of Soundness based on Risk (Risk Based Bank Rating) pursuant to PBI No. 13/1/PBI/2011 regarding Evaluation of the Level of Soundness for Commercial Banks.

Pedoman dan Tata Tertib kerja komite Pemantau risiko

Komite Pemantau Risiko memiliki Pedoman dan Tata Tertib Kerja yang diatur dalam Pedoman Kebijakan Perusahaan Nomor 0004.01.1 tanggal 22 April 2010. Pedoman tersebut mengatur hal-hal yang terkait dengan pelaksanaan tugas dan kewajiban serta etika anggota Komite Pemantau Risiko. Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Pemantau Risiko disusun berdasarkan peraturan yang berlaku dan akan ditinjau ulang secara berkala.

Guidelines and Work Procedure of Risk Monitoring Committee

Risk Monitoring Committee has the Guidelines and Work Procedure speciied in the Guidelines of Company Policy No. 0004.01.1 dated 22 April 2010. Such Guidelines specify matters related to the implementation of task and responsibility as well as ethics of Risk Monitoring Committee members. The Guidelines and Work Procedure for Risk Monitoring Committee is prepared under the effective regulation and reviewed periodically.

3. komite remunerasi dan nominasi

Komite Remunerasi dan Nominasi dibentuk dan bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris serta bertugas antara lain untuk mengevaluasi kebijakan remunerasi dan nominasi, menyusun dan merekomendasikan kepada Dewan Komisaris mengenai sistem dan prosedur pemilihan dan/ atau penggantian anggota Dewan Komisaris dan Direksi untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham, dan merekomendasikan pihak independen calon anggota Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko.

susunan komite remunerasi dan nominasi

Susunan Komite Remunerasi dan Nominasi dalam tahun 2011 adalah sebagai berikut:

Andry Siantar Ketua (Komisaris Independen) / Chairman (Independent Commissioner)

Suryani Purwita (Inge) Anggota (Komisaris Independen) / (Independent Commissioner)

Henny A. Nangoi *) Anggota / Member

*) Rudolf Kurnia The mengundurkan diri sebagai Kepala Divisi Sumber Daya Manusia terhitung sejak 26 September 2011. Tugas dan tanggung jawab serta wewenang Kepala Divisi Sumber Daya Manusia dilaksanakan oleh Direktur yang membawahi bidang Sumber Daya Manusia.

*) Rudolf Kurnia The resigned from the position as Head of Human Resources Division as of 26 September 2011. The task, responsibility and authority as Division Head are carried out by the Director in charge of Human Resources. Tugas dan Tanggung jawab

Komite Remunerasi dan Nominasi bertugas antara lain untuk: 1. Terkait dengan kebijakan remunerasi

a. Melakukan evaluasi terhadap kebijakan remunerasi; dan b. Memberikan rekomendasi kepada Dewan

Komisaris mengenai:

1) Kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham;

2) Kebijakan remunerasi bagi Pejabat Eksekutif dan pegawai secara keseluruhan untuk disampaikan kepada Direksi.

2. Terkait dengan kebijakan nominasi

a. Menyusun dan memberikan rekomendasi mengenai sistem serta prosedur pemilihan dan/atau penggantian anggota Dewan Komisaris dan Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham;

b. Merekomendasikan calon anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham;

c. Merekomendasikan Pihak Independen yang akan menjadi anggota Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko kepada Dewan Komisaris; d. Merekomendasikan usulan penggantian dan/atau

pengangkatan anggota Dewan Komisaris kepada Rapat Umum Pemegang Saham;