IV PENUTUP (BAB IV) IV.1. Ringkasan Capaian Kinerja
IV.3. Komitmen Langkah Perbaikan Ke Depan
Penyusunan laporan kinerja ini diharapkan agar dapat menjadi umpan balik dalam peningkatan kinerja organisasi, langkah-langkah perbaikan serta peningkatan kinerja yang harus dilakukan oleh Setjen DEN antara lain:
Penataan Organisasi Setjen DEN
Seiring dengan bertambahnya tugas Setjen DEN dalam rangka pengawasan dan asistensi setelah RUEN ditetapkan, Setjen DEN memerlukan pengembangan organisasi untuk menunjang tugas dan fungsinya. Pada 22 Februari 2016 Setjen DEN menyampaikan usulan penataan organisasi melalui surat Sekjen DEN kepada Sekjen KESDM nomor 115/70/SJP.U/2016, beberapa point yang disampaikan antara lain:
Penambahan 1 (satu) Biro Ketahanan Energi dalam rangka penguatan (peningkatan kapasitas) terhadap unit yang menjalankan tugas pencegahan dan penanggulangan kondisi krisis energi dan darurat energi untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi serta penyusunan kebijakan terkait masalah cadangan penyangga energi.
Perubahan nomenklatur Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan menjadi Biro Kebijakan Energi, sedangkan tugas dan fungsi Humas dan Persidangan dipindahkan ke Biro Umum karena sifat tugasnya yang lebih tepat berada di bawah Biro Umum.
Perubahan nomenklatur Biro Fasilitasi Penanggulangan Krisis dan Pengawasan Energi menjadi Biro Pengawasan Energi, sedangkan tugas dan fungsi penanggulangan krisis energi dipindahkan ke Biro Ketahanan Energi.
74 L A P O R A N K I N E R J A S E T J E N D E N 2 0 1 6 Penambahan tugas dan fungsi kehumasan dan persidangan serta penguatan tugas dan fungsi pengelolaan kerjasama, pengelolaan IT pada Biro Umum.
Setelah menyampaikan usulan tersebut, pada tanggal 3 Maret 2016 dilaksanakan rapat pembahasan penataan organsisasi Setjen DEN antara Kementerian PAN dan RB, Biro Kepegawaian dan Organisasi dan Setjen DEN, hasil rapat pembahasan penataan organisasi tersebut disampaikan melalui surat Sekjen KESDM kepada Sekjen DEN nomor 3230/08/SJN.P/2016 adalah sebagai berikut:
Bahwa berdasarkan surat dimaksud, Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional mengusulkan penambahan 1 (satu) Biro Ketahanan Energi dan penataan struktur, tugas, dan fungsi pada organisasi di bawahnya.
Berdasarkan konsultasi Biro Kepegawaian dan Organisasi dengan Asisten Deputi Asesmen dan Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Kelembagaan II, Kementerian PAN dan RB pada tanggal 11 April 2016, Kementerian PAN dan RB saat ini tengah melakukan penataan terhadap Lembaga Non Struktural. Penataan dimaksud merupakan salah satu kebijakan Kementerian PAN dan RB dalam melaksanakan perintah Presiden RI untuk mengevaluasi struktur pemerintah.
Dewan Energi Nasional merupakan salah satu Lembaga Non Struktural, yang bertanggung jawab atas kebijakan energi nasional dan dibentuk sebagai amanat Undang-Undang Nomor 30 tentang Energi. Berdasarkan uraian sebagaimana dimaksud pada pain 2 dan pain 3, maka usulan penataan organisasi di lingkungan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional belum dapat dipenuhi oleh Kementerian PAN dan RB, mengingat penataan Lembaga Non Struktural merupakan bagian kebijakan moratorium penataan kelembagaan Pemerintah.
Dengan belum dapat dipenuhinya penataan organisasi Setjen DEN sebagaimana usulan yang telah disampaikan, dalam rangka penguatan kapasitas kelembagaan, Setjen DEN melakukan optimalisasi kapasitas/kompetensi SDM, perbaikan proses bisnis dan pemenuhan infrastruktur yang mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi.
Mendorong pelaksanaan sidang sesuai Perpres No. 26 tahun 2014
Berdasarkan Perpres nomor 26 tahun 2008 tentang Pembentukan Dewan Energi Nasional dan Tata Cara Penyaringan Calon Anggota Dewan Energi Nasional, pada pasal 19 diamanatkan Dewan Energi Nasional melakukan sidang paripurna secara berkala yang dihadiri Pimpinan dan Anggota DEN sekurang-kurangnya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun atau sewaktu-waktu jika diperlukan. Selain sidang paripurna, DEN juga melakukan Sidang Anggota secara berkala yang dipimpin oleh Ketua Harian DEN dan dihadiri Anggota DEN sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 2 (dua) bulan atau sewaktu-waktu jika diperlukan. Berikut disampaikan pelaksanaan sidang sepanjang tahun 2016.
Tabel IV.2 Realisasi pelaksanaan Sidang
Pelaksanaan Sidang Perpres 26 tahun 2008 Realisasi
Sidang Paripurna 2 sidang 1 Sidang
75 L A P O R A N K I N E R J A S E T J E N D E N 2 0 1 6
Berdasarkan tabel diatas, realisasi pelaksanaan sidang paripurna dan sidang anggota pada tahun 2016 tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Setjen DEN selaku fasilitator dalam pelaksanaan sidang paripurna dan sidang anggota selalu mempersiapkan pelaksanaan sidang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, akan tetapi terdapat kendala atas ketersediaan waktu dari pihak-pihak terkait dan stakeholders lainnya dalam melaksanakan sidang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pada tahun 2017 Setjen DEN akan meningkatkan koordinasi kepada para Anggota DEN unsur Pemerintah dalam rangka mendapatkan komitmen pelaksanaan sidang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melakukan reviu Renstra, IKU, PK, dan RKT Setjen DEN secara berkala
Renstra 2015-2019 Setjen DEN masih memerlukan penyempurnaan berupa penajaman pada sasaran, outcome, kegiatan dan output dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Perencanaan Pembanguan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 5 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyusunan dan Penelaahan Rencana Strategis Kementerian/Lembaga (Renstra K/L) 2015 – 2019. Pada tahun 2017, Setjen DEN telah mengagendakan pelaksanaan reviu Renstra serta akan menyusun Perjanjian Kinerja Eselon II kepada Eselon I sebagai wujud penajaman target kinerja untuk mendukung sasaran, tujuan serta indikator kinerja organisasi.
Peningkatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Perjanjian Kinerja (PK)
Penyusunan PK Eselon II kepada Eselon I dalam rangka penajaman target kinerja untuk mendukung sasaran, tujuan serta indikator kinerja organisasi akan mempermudah pengukuran kinerja organisasi, dimana PK Eselon II kepada Eselon I akan lebih spesifik terhadap target-target kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menunjang/mencapai target kinerja Eselon I kepada Menteri ESDM. Setelah penetapan PK Eselon II kepada Eselon I, maka langkah selanjutnya adalah memantau kemajuan pekerjaan yang dijadikan target capaian dalam mencapai target kinerja Eselon II kepada Eselon I melalui sistem monitoring kinerja internal Setjen DEN yang dilaporkan secara berkala (per triwulan).
Konsistensi pelaksanaan SOP
Dalam pelaksanaan kegiatan di lingkungan Setjen DEN, dilakukan dengan berpegang kepada ketentuan/aturan yang berlaku, serta standar kerja (SOP) yang sudah ditetapkan. Sampai dengan saat ini Setjen DEN masih melakukan review terhadap beberapa SOP yang sudah ditetapkan, dengan memperhatikan perkembangan dan aturan yang berlaku. Di lain sisi Setjen DEN juga melakukan penyusunan dan melengkapi beberapa SOP untuk beberapa kegiatan yang sebelumnya belum disusun.
76 L A P O R A N K I N E R J A S E T J E N D E N 2 0 1 6
LAMPIRAN
78 L A P O R A N K I N E R J A S E T J E N D E N 2 0 1 6
80 L A P O R A N K I N E R J A S E T J E N D E N 2 0 1 6
82 L A P O R A N K I N E R J A S E T J E N D E N 2 0 1 6