• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

2. Kompetensi Guru dalam Permendiknas No.16 Tahun 2007

a. Kompetensi pedagogik

Dalam Peraturan Pendidikan Nasional RI No. 16 Tahun 2007 yang berbicara tentang sebuah Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi, dijelaskan bahwa kompetensi-kompetensi yang harusnya dimiliki oleh guru atau pendidik haruslah dimiliki dengan sempurna, seperti kompetensi social, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, serta kompetensi spiritual.

Kompetensi pedagogik memiliki dasar dimana dasar tersebut didasarkan pada kapasitas seorang pendidik dalam pengelolaan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas dengan segenap peserta didik yang ada. Detailnya penulis berusaha memberikan penjelasan terkait apa-apa saja yang mesti dipunyai seorang guru ketika berusaha

memahami ataupun mengaplikasikan Pedagogik sebagai salah satu kompetensi yang harus ada pada setiap pendidik .34

1) Setiap guru dibebani oleh tanggung jawab agar memiliki penguasaan dalam memahami karakter-karakter peserta didik baik dari aspek intern maupun ekstern baik itu sosialnya, fisiknya, sipiritualnya, moralnya, intelektualitasnya, maupun emosionalnya.

2) Setiap guru dibebani oleh tanggung jawab agar memiliki penguasaan dalam memahami teori belajar yang benar serta berbagai macam prinsip pembelajaran yang mendidik.

3) Setiap guru dibebani oleh tanggung jawab agar memiliki penguasaan dalam memahami dan pengembangan kurikulum yang memiliki hubungan dengan mata pelajaran yang diajarkannya baik langsung maupun tidak langsung.

4) Setiap guru dibebani oleh tanggung jawab agar memiliki penguasaan dalam memahami untuk menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.

5) Setiap guru dibebani oleh tanggung jawab agar memiliki penguasaan dalam memahami dan mengerti pemanfaatan

34

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 Tahun 2007 tentang Standar

teknologi, informasi serta komunikasi untuk kepentingan kegiatan belajar dan mengajar.

6) Untuk pengaktualisasian potensi atau kompetensi peserta didik, Setiap guru dibebani oleh tanggung jawab agar memiliki penguasaan dalam memahami serta memberikan fasilitas apa saja yang memang dibutuhkan bagi potensi peserta didik.

7) Setiap guru dibebani oleh tanggung jawab agar bertutur kata yang santun, efektif, efisien serta empatik.

8) Setiap guru dibebani oleh tanggung jawab agar memiliki penguasaan dalam memahami dan melakukan penyelenggaraan terhadap penilaian serta evaluasi berkaitan dengan proses belajar dan hasilnya.

9) Setiap guru dibebani oleh tanggung jawab agar memiliki penguasaan dalam memahami dan memanfaatkan hasil dari evaluasi untuk keperluan pembelajaran baik yang sekarang ataupun yang akan datang.

10) Setiap guru dibebani oleh tanggung jawab agar memiliki penguasaan dalam memahami dan melakukan peningkatan pada

sektor kualitas pembelajaran dengan dilakukannya tindakan yang reflektif.35

b. Kompetensi kepribadian

Kepribadian tidak lepas dari pembahasan terkait kedewasaan, mantabnya budi pekerti, stabilnya emosi, berwibawanya tindak tanduk serta arif dalam pengambilan keputusan, dan juga keteladanan yang dapat diamati dan ditiru oleh setiap muridnya, berakhlak yang agung merupakan ciri-ciri dari keberadaan kompetensi kepribadian dari seorang pendidik/guru. Kepribadian sebagai salah satu kompetensi yang harus ada pada setiap pendidik akan diuraikan seperti berikut ini:

1) Melakukan segenap rangkaian tindakan atau kelakuan yang selaras dengan adanya norma hukum, norma sosial, serta mempunyai komitmen dalam melakukan segala bentuk tindakan yang disesuaikan dengan keberadaan norma-norma yang ada merupakan indikator yang mantab dan stabil dari sebuah kepribadian.

2) Mandirinya guru dalam menyikapi dan menindaki segala permasalahan serta tingginya semangat bekerja dan berkarya merupakan salah satu hal yang dapat mengindikasikan seorang

35

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi

guru memiliki kedewasaan dalam menyikapi suatu hal baik yang bersifat personal maupun universal.

3) Seorang guru melakukan serangkaian tindakan dan kegiatan dengan dasar kegiatan yang dapat diambil manfaatnya oleh peserta didik, masyarakat maupun dalam suatu lembaga pendidikan dengan memperlihatkan pemikiran yang sangat terbuka dalam melakukan setiap tindakan serta berfikir merupakan indikator dari arifnya sebuah kepribadian.

4) Seorang guru harus membawa aurah positif yang dapat menghipnotis baik dalam lingkungan lembaga pendidikan maupun diluar lembaga pendidikan, seperti di dalam masyarakat maupun khalayak umum, hal ini merupakan indikator dari wibawanya sebuah kepribadian.

5) Melakukan segenap rangkaian tindakan atau kelakuan yang sesuai dengan norma yang bernuansa religi yaitu bagusnya iman serta taqwa, jujur dalam setiap tindakan, suka menolong dalam setiap kesempatan, ikhlas dalam setiap amalan, dan memiliki perilaku yang dapat diteladani serta ditiru oleh anak ajarnya merupakan indikator dari mulianya akhlak.36

c. Kompetensi professional

36

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 Tahun 2007 tentang Standar

Kompetensi profesional memiliki tujuan dalam eksistensinya ntuk seorang guru agar memiliki kedalaman ilmu dalam menguasai materi pembelajaran baik yang berkaitan dengan kurikulum, materi pelajaran, juga mata pelajaran, serta penguasan dari segi model dan metode pembelajaran yang nantinya dapat sangat menunjang pendidik dalam mencapai target tujuan pendidikan nasional. Profesional sebagai salah satu kompetensi yang harus ada pada setiap pendidik akan diuraikan seperti berikut ini:

1) Setiap guru dibebani oleh tanggung jawab agar memiliki penguasaan dalam memahami dan kemampuan penguasaan materi, struktur isi, konsep materi, dan cara atau teknik berfikir keilmuan yang mensupport segala jenis pelajaran yang sedang dipegang.

2) Setiap guru dibebani oleh tanggung jawab agar memiliki penguasaan dalam memahami serta menguasai Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar sebuah mata pelajaran atau bidang pendidikan yang dapat ia ampu.

3) Setiap guru dibebani oleh tanggung jawab agar memiliki penguasaan dalam memahami dan melakukan pengembangan isi materi pembelajaran secara kreatif dan inovatif.

4) Setiap guru dibebani oleh tanggung jawab agar memiliki penguasaan dalam memahami dan melakukan tindakan reflektif sebagai salah satu cara pengembangan keprofesionalan guru.

5) Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai alat dalam pengembangan potensi diri.

d. Kompetensi sosial

Pembahasan selanjutnya berkaitan dengan social sebagai salah satu kompetensi yang harus dimiliki serta kuasai oleh setiap pendidik di seluruh pelosok negeri ini, dimana beban yang didapat oleh seorang guru adalah dimana keberadaannya harus bisa baik dalam segi kemunikasi baik dengan teman sesame pendidik, terhadap siswa siswinya, maupun dengan khalayak umum, sehingga guru benar-benar dapat dipandang baik oleh seluruh elemen masyarakat dari segi cerdas sosial. Sosial sebagai salah satu kompetensi yang harus ada pada setiap pendidik akan diuraikan seperti berikut ini:

1) Setiap guru dibebani oleh tanggung jawab agar memiliki penguasaan dalam bersikap komprehensif, obyektif, serta tidak menbeda-bedakan antara yang satu dengan yang lainnya dalam hal persoalan jenis kelamin, Negara asal, kondisi keluarga, ataupun status social di dalam masyarakat.

2) Setiap guru dibebani oleh tanggung jawab agar memiliki penguasaan dalam memahami dan melakukan interaksi secara langsung maupun tidak langsung baik ketika melakukan aktivitas tersebut dengan seorang teman di lembaga pendidikan yang sedang berlangsung, para wali siswa dan siswi, masyarakat di sekitar lingkungan lembaga pendidikan maupun yang berada di lingkungan guru tinggal dengan memperhatikan kalimat demi kalimat yang dilontarkan ketika melangsungkan komunikasi dengan tiap-tiap elemen masyarakat.

3) Setiap guru atau pendidik dibebani oleh tanggung jawab agar memiliki penguasaan dalam memahami serta dapat beradaptasi dengan baik ketika mendapatkan tugas Negara untuk ditempatkan di berbagai daerah di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia yang notabennya memiliki budaya dan adat yang berbeda-beda.

4) Setiap guru dibebani oleh tanggung jawab agar memiliki penguasaan dalam melakukan kegiatan komunikasi dengan setiap elemen masyarakat baik secara lisan maupun non lisan dengan tetap memperhatikan tata cara berkomunikasi yang sopan dan komunikatif.37

Dokumen terkait