BAB III PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
D. Penyajian Data
Untuk memperoleh beberapa hal yang berhubungan dengan tujuan penelitian, maka pada tanggal 30 Oktober 2013, peneliti membagikan sejumlah angket kepada siswa dengan ijin kepala sekolah. Kemudian untuk memperoleh data penulis deteksi dengan menggunakan sejumlah pertanyaan, selanjutnya penulis laporkan hasil angket yang telah penulis sebarkan.
1. Daftar Nama Responden
Dalam daftar responden berisi nama-nama siswa yang mewakili dari jumlah keseluruhan siswa dan dijadikan objek penelitian. Untuk lebih jelasnya penulis sajikan dalam bentuk tabel:
Tabel 3.7
Daftar Nama Siswa (Responden) MTs. Yakti Tegalrejo Tahun 2013
No. Kelas VII No. Kelas VIII No. Kelas IX
No. Kelas VII No. Kelas VIII No. Kelas IX
Jumlah Total Responden 45 Siswa Sumber: daftar siswa-siswi MTs. Yakti Tegalrejo Tahun Pelajaran 2012/2013
2. Data Angket tentang Kompetensi Paedagogik Guru Wiyata Bakti
Adapun kisi-kisi instrumen angket tentang kompetensi paedagogik guru wiyata bakti, dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.8 Kisi-kisi Instrumen
Angket Kompetensi Paedagogik Guru Wiyata Bakti Konsep
Dasar Komponen Indikator No.
Item
- Guru seharusnya memiliki kesesuaian antara latar belakang keilmuan dengan subjek yang dibina
- Guru memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam
- Guru memiliki pemahaman
akan psikologi perkembangan anak
- Guru memiliki pengetahuan dan pemahaman terhadap
2 9 sambung...
Konsep Dasar
Komponen Indikator No.
Item - Guru dapat membimbing
anak melewati masa-masa sulit dalam usia yang dialami anak
pembelajaran Guru memiliki merencanakan sistem pembelajaran yang belajar bagi anak yang kreatif, aktif dan menyenangkan 12
13
belajar Guru memiliki kemampuan
untuk mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan
meliputi perencanaan, respon anak, hasil belajar anak, metode dan pendekatan menciptakan wadah bagi anak untuk mengenali potensinya
3. Data tentang Prestasi Belajar Siswa MTs Yakti Tegalrejo Tahun 2013 Data diambil dari jumlah rata-rata nilai raport beberapa siswa yang mewakili dari keseluruhan jumlah siswa mulai dari kelas VII sampai dengan kelas IX, untuk lebih jelasnya berikut ini penulis sajikan data tersebut dalam bentuk tabel berikut ini:
sambungan...
Tabel 3.9
Data Prestasi Belajar Siswa MTs. Yakti Tegalrejo Tahun 2013 No
No
Nama Nilai Rata-rata Raport 31
Hari Suryanto 74
32 Joko Nur Faizin 78
33
Ahmad Mauhibur 80
34 M. Aji Panuntun 75
35 Bayu Aji Khasnafi 77
36
Azimatul Azizah 82
37
Khusnul Khotimah 84
38 Fatra Achmad Aqil 75
39 A. Munji Sabily 78
40
Fakhri Husaini 85
41
Fatna Suryani 86
42
Adi Setiawan 77
43
Afni Nurohmah 79
44 Bagas Dhamar Siswanto 81
45
Eka Larasati 85
sambungan...
BAB IV ANALISIS DATA
A. Variasi Tingkat Kompetensi Pedagogi Guru Wiyata Bakti
Langkah-langkah yang diambil untuk menemukan tentang hubungan kompetensi pedagogi guru wiyata bakti, sebagai berikut :
1. Membuat tabel daftar nilai dan nominasi hasil observasi dalam daftar rating scale pada variabel hubungan kompetensi pedagogi guru wiyata bakti.
2. Membuat tabel distribusi frekuensi jawaban dari angket dan 3. Memprosentasikan jawaban
4. Menginterprestasikan hasil persentase jawaban responden
Untuk menganalisis poin pertama digunakan persentase dengan rumus :
%
×100
= N P F
Keterangan : P = Persentase F = Frekuensi
N = Jumlah responden (Sudijono, 2000:40)
Tabel 4.1
Daftar Distribusi Frekuensi
Kompetensi Pedagogi Guru Wiyata Bakti MTs. Yakti Tegalrejo No.
Dari data di atas dapat di cari skor tertinggi dan terendah kemudian dicari intervalnya dengan menggunakan rumus :
Ki
Ki : Kelas interval (tinggi, sedang, rendah). (Sudijono, 2000) Dari data hasil angket kompetensi pedagogi guru wiyata baktis, diperoleh nilai tertinggi adalah 110, dan nilai terendah adalah 64. Dengan menggolongkan data tersebut ke dalam 3 kelas maka dapat diketahui inteval kelasnya, yaitu:
Jadi jelas bahwa variabel ini dapat dikategorikan variasi tinggi, sedang, rendah sebagai berikut :
1. Untuk kategori tinggi dengan jawaban A mendapat nilai 98 – 114 2. Untuk kategori sedang dengan jawaban B mendapat nilai 81 – 97 3. Untuk kategori rendah dengan jawaban C mendapat nilai 64 – 80
Kemudian dicari prosentasi tentang kompetensi pedagogi guru wiyata bakti MTs Yakti Tegalrejo Magelang. Hal ini menggunakan rumus Persentase, sebagai berikut :
% 100 N X P= F
1. Untuk kategori tinggi tentang kompetensi pedagogi guru wiyata ada 12 responden :
12 ×
2. Untuk kategori sedang tentang kompetensi pedagogi guru wiyata ada 14 responden :
% 45 100
14 × = 31,1 %
3. Untuk kategori rendah tentang kompetensi pedagogi guru wiyata ada 19 responden :
% 45 100
19 × = 42,2 %
Untuk lebih jelas sampaikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi kompetensi pedagogi guru wiyata bakti MTs Yakti Tegalrejo Magelang.
Tabel 4.2
Distribusi Frekuensi Jawaban Kompetensi Pedagogi Guru Wiyata Bakti
MTs Yakti Tegalrejo Magelang No Kompetensi Pedagogi
Guru Wiyata Bakti Interval Frekuensi Persentase 1
Dari perhitungan persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa kompetensi pedagogi guru wiyata bakti tinggi adalah 26,7 % dengan jumlah 12 siswa, kompetensi pedagogi guru wiyata bakti sedang sebanyak 14 siswa dengan persentase 31,1 %, kompetensi pedagogi guru wiyata bakti dengan kategori rendah 42,2 % dengan jumlah 19 siswa. Dengan demikian kompetensi pedagogi guru wiyata bakti adalah rendah.
B. Variasi Tingkat Prestasi Belajar Siswa
Dalam menganalisis data prestasi belajar siswa yang diambil dari observasi tidak langsung (mengambil nilai rata-rata raport). Untuk mengetahui tentang prestasi belajar siswa. Adapun langkah-langkah yang diambil adalah sebagai berikut :
1. Membuat tabel daftar nilai raport dalam daftar rating scale tentang prestasi belajar siswa.
2. Membuat tabel distribusi frekuensi tentang prestasi belajar siswa.
3. Memprosentasikan prestasi belajar siswa.
4. Menginterprestasikan hasil persentase prestasi belajar responden.
Tabel 4.3
Daftar Distribusi Frekuensi
Prestasi Belajar Siswa MTs. Yakti Tegalrejo Semester I Tahun Pelajaran 2012-2013 No.
No.
Dari data di atas dapat di cari skor tertinggi dan terendah kemudian dicari intervalnya dengan menggunakan rumus :
Ki
ki : Kelas interval (tinggi, sedang, rendah). (Sudijono, 2000) Dari data prestasi belajar siswa, diperoleh nilai tertinggi adalah 87, dan nilai terendah adalah 68. Dengan menggolongkan data tersebut ke dalam 3 kelas maka dapat diketahui inteval kelasnya, yaitu:
3
Jadi jelas bahwa pada variabel ini dapat dikategorikan variasi tinggi, sedang, rendah sebagai berikut :
1. Untuk kategori tinggi dengan jawaban A mendapat nilai 84 – 91
2. Untuk kategori sedang dengan jawaban B mendapat nilai 76 – 83 3. Untuk kategori rendah dengan jawaban C mendapat nilai 65 – 75
Kemudian dicari prosentasi frekuensi prestasi belajar siswa. Hal ini menggunakan rumus Persentase sebagai berikut :
% 100 N X P= F
1. Untuk kategori tinggi tentang prestasi belajar siswa antara ada 5 responden:
% 45 100
5 X
P= = 11,1 %
2. Untuk kategori sedang tentang prestasi belajar siswa ada 25 responden:
% 45 100 25X
P= = 55,5 %
3. Untuk kategori rendah tentang prestasi belajar siswa ada 15 responden:
% 45 100 15X
P= = 33,3 %
Untuk lebih jelas peneliti sampaikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi tentang prestasi belajar siswa.
Tabel 4.4
Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar Siswa MTs. Yakti Tegalrejo
Semester I Tahun Pelajaran 2012-2013
No Prestasi Belajar Siswa Interval Frekuensi Persentase 1
Dari perhitungan persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa tinggi adalah 11,1% dengan jumlah 5 siswa, prestasi belajar siswa sedang sebanyak 25 siswa dengan persentase 55,5%, prestasi belajar siswa dengan kategori rendah 33,3% dengan jumlah 15 siswa. Dengan demikian hubungan kompetensi pedagogi guru wiyata bakti dengan prestasi belajar siswa adalah sedang.
C. Analisis Uji Hipotesis
Dalam analisis ini bertujuan untuk embuktikan apakah hipotesis yang telah diajukan dapat diterima atau ditolak. Adapun hipotesis yang akan dibuktikan adalah “Adakah hubungan antara kompetensi pedagogi guru wiyata bakti dengan prestasi belajar siswa, semakin baik kompetensi guru wiyata bakti yang dimilikinya, maka akan semakin baik pula prestasi belajar siswa MTs Yakti Tegalrejo Magelang”.
Untuk menguji hipotesis tersebut peneliti menggunakan rumus korelasi product moment angka kasar. Selanjutnya untuk lebih memudahkan penganalisaan peneliti membuat tabel persiapan sebagai berikut :
Tabel 4.5
Daftar Nilai Variabel X dan Variabel Y
No. Responden x y Σ
Tabel 4.6
Persiapan Untuk Mencari Korelasi Antara Nilai Kompetensi Pedagogi Guru Wiyata Bakti dan Prestasi Belajar Siswa
No. Resp X y x2 y2 xy
x = 3943
{
15886395 15547249}{
12262320 12222016}
13784728 D. Analisis Korelasi Product Moment
Setelah r (koefisien korelasi) dari kedua variabel x dan y diketahui, maka untuk mengetahui dapat dan tidaknya hipotesis diterima atau tidak harus dikonsultasikan nilai rxy hasil dari perhitungan dengan nilai r yang terdapat dalam tabel nilai r product moment sehingga dapat diketahui bahwa rhitung
dengan rtabel signifikan atau tidak.
Hal ini dikarenakan bila rhitung sama dengan atau lebih besar dari rtabel, maka rhitung dapat dikatakan signifikan. Sesuai dengan data responden sebanyak 45 orang maka dapat dilihat dalam tabel nilai-nilai r product moment adalah pada taraf 5 % = 0,294. Sehingga diperoleh perbandingan berdasar tabel nilai yang diperoleh ialah : 0,296 > 0,294 pada taraf signifikan 5 % (dikarenakan bila rhitung sama dengan atau lebih kecil dari rtabel sesuai dengan
kerja (Ha) yang berbunyi "ada hubungan positif dan signifikan antara hubungan kompetensi pedagogi guru wiyata bakti dengan prestasi belajar siswa di MTs. Yakti Tegalrejo, Kec. Tegalrejo, Kab. Magelang Tahun 2013”, diterima. Pada taraf 1 % = 0,380 diperoleh perbandingan berdasarkan tabel nilai yang diperoleh ialah : 0,294 < 0,380 maka hipotesis nol (Ho) yang berbunyi : "Tidak ada hubungan positif dan signifikan antara kompetensi pedagogi guru wiyata bakti dengan prestasi belajar siswa di MTs. Yakti Tegalrejo, Kec. Tegalrejo, Kab. Magelang Tahun 2013", sehingga Ho ditolak.
Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa Ha ada hubungan positif dan signifikan antara kompetensi pedagogi guru wiyata bakti dengan prestasi belajar siswa di MTs. Yakti Tegalrejo, Kec. Tegalrejo, Kab.
Magelang Tahun 2013", dan Ho tidak ada hubungan positif dan signifikan antara kompetensi pedagogi guru wiyata bakti dengan prestasi belajar siswa di MTs. Yakti Tegalrejo, Kec. Tegalrejo, Kab. Magelang Tahun 2013. Jadi semakin tinggi kompetensi pedagogi guru maka semakin tinggi pula prestasi belajar siswa dan sebaliknya.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Variasi tingkat kompetensi pedagogi guru wiyata bakti di MTs. Yakti Tegalrejo, Kabupaten Magelang Tahun 2012/2013 adalah kategori tinggi sebesar 26,7 %; kategori sedang sebesar 31,1 %; kategori rendah sebesar 42,2 %.
2. Variasi tingkat prestasi belajar siswa di MTs. Yakti Tegalrejo, Kabupaten Magelang Tahun 2012/2013 adalah kategori tinggi sebesar 11,1 %;
kategori sedang sebesar 55,5 %; kategori rendah sebesar 33,3 %.
3. Ada hubungan yang signifikan antara kompetensi pedagogi guru wiyata bakti dengan prestasi belajar siswa. Hal ini berdasarkan hasil data perhitungan statistika bila rhitung sama dengan atau lebih besar dari r tabel
maka r hitung dapat dikatakan signifikan, dengan tingkat kepercayaan sesuai dengan data responden sebanyak 45 orang maka dapat di lihat dalam tabel nilai-nilai r product moment adalah pada taraf 5 % = 0,294 dan pada taraf 1 % = 0,380. Sehingga diperoleh perbandingan berdasar tabel nilai yang diperoleh ialah 0,296 > 0,294 pada taraf signifikan 5 % sdan 0,380 < 0,294 pasda taraf 1 %. Hal ini berarti, semakin tinggi variasi kompetensi pedagogi guru wiyata bakti ada hubungannya secara signifikan dengan prestasi belajar siswa.
B. Saran 1. Guru
Hendaklah para guru baik yang berstatus wiyata bakti maupun
pembelajaran lebih baik, berusaha meningkatkan segala kemampuan dengan selalu menambah ilmu pengetahuan serta berwawasan yang luas agar dapat melayani siswa untuk meraih prestasi belajar dengan nilai yang baik.
2. Siswa
Dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas hendaknya para siswa dapat berperan aktif dan terkontrol senantiasa tekun dalam mengikuti proses belajar mengajar sehingga prestasi belajar memperoleh nilai yang baik.
3. Sekolah
a. Untuk meningkatkan kualitas peserta didik, hendaknya pihak sekolah, guru/pendidik harus mampu meningkatkan dan menanamkan sikap, mental yang baik kepada anak didik (standar kompetensi). Di samping itu pihak sekolah harus mampu memberikan sarana dan prasarana yang dibutuhkan peserta didik untuk lebih meningkatkan semangat belajarnya.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 1991. Prosedur Penelitian Suatu pendekatan praktis, Jakarta : Bina Aksara
Arikunto, Suharsimi. 1999. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Crow, Lester D. and Alice. 1985. Educational Psichology and Teaching. New York : Departement of Educational Brooklyn College.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Direktorat Profesi Pendidik Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan. 2007. Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru (Sertifikasi Guru). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Djohar ed. Istianingsih. 2006. Guru, Pendidikan dan Pembinannya ( Penerapannya dalam Pendidkan dan UU Guru ). Yogyakarta: Grafita Indah.
Echols, John M. dan Hasan Shadly. 1987. Kamus Inggris Indonesia. Jakarta : Gramedia.
Hadi, Sutrisno. 1995. Metodologi Research I. Yogyakarta : Fakultas Psikologi UGM.
_________________. Metodologi Research II. Yogyakarta : Fakultas Psikologi UGM.
Hamalik, Oemar. 1991. Pendidikan Guru Konsep dan Strategi. Bandung:
Mandar Maju.
Morgan, Cliford T. 1961. Intreduciton to Psycology, New York : Mc. Graw Hill Book Company Inc.
Mulyasa, Enco. 2007. Standar Kompetensi dan Sertisikasi Guru. Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya Offset.
Nasution, S. 1982. Didaktik Asas-asas Mengajar. Bandung : Jemmars.
Nata, Abuddin. 1997. Filsafat Pendidikan Islam I. Jakarta : Logos Wacana Ilmu.
Poerwadarminto, WJS. 1991. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai
Purwanto, M. Ngalim. 1985. Psikologi Pendidikan. Bandung : Remaja Karya.
Roestiyah. 1986. Masalah-masalah Ilmu Keguruan. Jakarta : Bina Aksara.
Sabri, Alisuf. 1996. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya.
Sahertian, Piet A. dan Ida Alaida Sahertian. 1990. Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Program inservice Education. Jakarta : Rifa Cipta.
Sardiman. 1998. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar Pedoman Bagi Guru.
Jakarta : Rajawali.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.
Sudijono, Anas. 2000. Pengantar Statistik. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sujana, Nana. 1989. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru.
Sujanto, Agus. 2004. Psikologi Umum. Jakarta: Bumi Aksara.
Surahmad, Winarno. 1984. Pengantar Interaksi Belajar Mengajar. Bandung : Tarsito.
Surya, Muhammad. 2004. Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung:
Pustaka Bani Quraisy.
Suryabrata, Sumardi. 1969. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru. Bandung:
Remaja Rosdakarya.
Usman, Muh. User 1990. Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya..
Wijaya, Cece dan A Tabrani Rusyan. 1991. Kemampuan Dasar Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya
Yunus, Mahmud. 1989. Terjemah Al-Qur'an. Bandung : Al Ma'arif.
http://www.google.com/guru/wiyatabakti.html : konsistensi guru wiyata bakti
http://mahmuddin.wordpress.com/2008/03/19/kompetensi-pedagogik-guru-indonesia/
http://dewigusti.blogspot.com/
Lampiran 7
ANGKET PENELITIAN
KOMPETENSI PEDAGOGI GURU WIYATA BAKTI
Nama : ……… No. Responden : ………….
Kelas : ……… Jenis Kelamin : (P/L) Petunjuk Pengisian:
Bacalah pernyataan di bawah ini dan berilah tanda centang (√) pada kolom jawaban sesuai dengan pendapat saudara. Alternatif jawaban yang disediakan adalah:
Sangat Tinggi (ST) : 4 Rendah (R) : 2 Tinggi (T) : 3 Sangat Rendah (SR) : 1
No. Penyataan ST T R SR
1 Guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar menguasai materi yang diajarkan.
2 Guru memberikan perlakuan kepada siswa sesuai dengan usia perkembangan siswa.
3 Guru dalam menyampaikan materi pelajaran disesuaikan dengan konteks kekinian.
4 Guru memiliki pengalaman dalam menerapkan metode pembelajaran aktif di kelas.
5 Guru memiliki rencana pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.
6 Guru menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan materi yang disampaikan.
7 Guru membuat alat evaluasi sesuai dengan materi yang sudah dikembangkan sdalam proses belajar mengajar.
8 Guru menginformasikan tentang materi yang akan disampaikan pada setiap pertemuan.
9 Guru memperhatikan keperbedaan tingkat kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik.
10 Guru menginformasikan kalender akademik yang akan dilewati satu semester.
11 Guru menginformasikan waktu pelaksanaan ujian
No. Penyataan ST T R SR yang dilaksanakan oleh sekolah.
12 Guru memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk bertanya tentang materi pelajaran.
13 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan tentang kesulitan-kesulitan belajar.
14 Guru menggunakan multi media dalam proses belajar mengajar.
15 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan media elektronik yang disediakan oleh sekolah.
16 Guru menyusun alat evaluasi sesuai dengan materi yang disampaikan pada saat proses belajar mengajar di kelas.
17 Guru memberikan penilaian hasil belajar sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh siswa.
18 Guru menyampaikan laporan hasil belajar kepada peserta didik.
19 Guru memberikan kesempatan untuk mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa.
20 Guru memberikan apresiasi bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa.
Lampiran 8
Distribusi Frekuensi Kompetensi Pedagogi Guru Wiyata Bakti MTs. Yakti Tegalrejo
Jawaban Angket
No No. Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Score Total
Nominasi
29 029 4 2 3 3 2 3 3 2 3 4 4 2 3 3 2 3 3 2 3 4 87 B 30 030 4 3 2 2 2 3 3 3 3 3 4 3 2 2 2 3 3 3 3 3 86 B 31 031 4 2 2 3 2 3 3 3 3 3 4 2 2 3 2 3 3 3 3 3 87 B 32 032 4 3 4 2 3 2 3 3 4 2 4 3 4 2 3 2 3 3 4 2 92 B 33 033 4 2 2 3 4 2 3 4 4 4 4 2 2 3 4 2 3 4 4 4 97 B 34 034 4 3 2 3 4 4 3 4 4 4 4 3 2 3 4 4 3 4 4 4 104 A 35 035 4 3 3 3 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 4 105 A 36 036 4 3 2 3 4 4 3 4 4 4 4 3 2 3 4 4 3 4 4 4 106 A 37 037 4 3 2 3 4 4 3 4 2 3 4 3 2 3 4 4 3 4 2 3 101 A 38 038 4 4 2 3 4 3 3 4 2 3 4 4 2 3 4 3 3 4 2 3 102 A 39 039 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 105 A 40 040 4 3 2 2 4 3 3 3 3 4 4 3 2 2 4 3 3 3 3 4 102 A 41 041 4 3 2 2 4 4 3 4 3 3 4 3 2 2 4 4 3 4 3 3 105 A 42 042 4 3 3 3 4 3 3 4 2 3 4 3 3 3 4 3 3 4 2 3 106 A 43 043 4 3 3 3 4 3 3 2 3 4 4 3 3 3 4 3 3 2 3 4 107 A 44 044 4 4 2 3 4 4 3 3 3 3 4 4 2 3 4 4 3 3 3 3 110 A 45 045 4 3 2 3 4 4 3 3 3 3 4 3 2 3 4 4 3 3 3 3 109 A
Lampiran 9
Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar Siswa MTs. Yakti Tegalrejo, Magelang No No. Resonden Nilai Nominasi
Tabel Nilai-nilai r Product Moment
Taraf Signif Taraf Signif Taraf Signif
N 5% 1% N 5% 1% N 5% 1%
1 … … 26 0.388 0.496 55 0.266 0.345
2 … … 27 0.381 0.487 60 0.254 0.330
3 0.997 0.999 28 0.374 0.478 65 0.244 0.317 4 0.950 0.990 29 0.367 0.470 70 0.235 0.306 5 0.878 0.959 30 0.361 0.463 75 0.227 0.296 6 0.811 0.917 31 0.355 0.456 80 0.220 0.286 7 0.754 0.874 32 0.349 0.449 85 0.213 0.278 8 0.707 0.834 33 0.344 0.442 90 0.207 0.270 9 0.666 0.798 34 0.339 0.436 95 0.202 0.263 10 0.632 0.765 35 0.334 0.430 100 0.195 0.256 11 0.602 0.735 36 0.329 0.424 125 0.176 0.230 12 0.576 0.708 37 0.325 0.418 150 0.159 0.210 13 0.553 0.684 38 0.320 0.413 175 0.148 0.194 14 0.532 0.661 39 0.316 0.408 200 0.138 0.181 15 0.514 0.641 40 0.312 0.403 300 0.113 0.148 16 0.497 0.623 41 0.308 0.398 400 0.098 0.128 17 0.482 0.606 42 0.304 0.393 500 0.088 0.115 18 0.468 0.590 43 0.301 0.389 600 0.080 0.105 19 0.456 0.575 44 0.297 0.384 700 0.074 0.097 20 0.444 0.561 45 0.294 0.380 800 0.070 0.091 21 0.443 0.579 46 0.291 0.376 900 0.065 0.086 22 0.423 0.537 47 0.288 0.372 1000 0.062 0.081 23 0.413 0.526 48 0.284 0.368
24 0.404 0.515 49 0.281 0.364 25 0.396 0.505 50 0.279 0.361