• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PAI

B. Kompetensi Guru dalam Pengelolaan Pembelajaran PAI

Di dalam apabila seorang pendidik tidak mendidik dengan keahlian atau kemampuannya, maka yang hancur adalah muridnya. Profesi keguruan merupakan profesi

yang paling mulia dan agung. Maka dari itu, guru guru harus memiliki kompoten yang tinggi.

Kompetensi guru dalam pengelolaan pembelajaran disebut sebagai kompetensi pedagogik yang merupakan kemampuan dalam mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi:

a. Pemahaman peserta didik.

b. Perancang dan pelaksanaan pembelajaran.

c. Evaluasi pembelajaran.

d. Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasi berbagai potensi yang dimilikinya.

Kompetensi pedagogik yaitu kemampuan seorang guru dalam mengelola proses pembelajaran peserta didik.

Selain itu kemampuan pedagogik ditujukan dalam membantu, membimbing, dan memimpin peserta didik. Di dalam proses belajar mengajar, tugas guru di dalam kelas sebagian besar adalah membelajarkan siswa dengan menyediakan kondisi belajar yang optimal. Kondisi belajar yang optimal dapat dicapai jika guru mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran, serta mengendalikannya dalam suasana yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pelajaran.Pengaturan tersebut salah satunya berkaitan dengan penyediaan kondisi belajar atau pengelolaan kelas.Pengelolaan pembelajaran dapat

dimulai dengan bagaimana guru mengelola kelas pembelajaran.Pengelolaan kelas merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau yang membantu dengan maksud agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan.

Pengelola kelas pembelajaran dilihat dari keterampilan seorang guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya ke kondisi yang optimal jika terjadi gangguan, baik dengan cara mendisiplinkan ataupun melakukan kegiatan perbaikan.

Kemampuan mengelola kelas pembelajaran yang harus dilakukan oleh guru dalam menciptakan proses belajar mengjar yang kondusif adalah :

a) Mengatur tata ruang kelas sebagai tempat berlangsungnnya proses belajar mengajar

Ruangan tempat belajar harus memungkinkkan semua bergerak leluasa tidak berdesak-desakan dan tidak saling mengganggu antara murid yang satu dengan murid yang lainnya pada saat melakukan aktivitas belajar. Besar kecil ruangan kelas ikut menentukan proses interaksi belajar mengajar. Ruang belajar yang terlalu besar dapat menyulitkan guru dalam mengelola interaksi belajar

mengajar yang kondusif. Begitu juga sebaliknya jika ruangan kelas yang kecil akan memudahkan guru dalam mengelola interaksi belajar mengajar yang kondusif.

b) Pengaturan tempat duduk

Dalam mengatur tempat duduk yang terpenting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka, dengan demikian guru sekaligus dapat mengontrol tingkah laku murid.

Menyangkut pengaturan tempat duduk, ada beberapa teknik yaitu :

1. Anggota kelompok (siswa) yang ditempatkan di tengah kemungkinan besar keluar sebagai pemimpin kelompok (siswa).

2. Pemimpin-pemimpin kelompok (siswa) mungkin muncul mungkin dari bagian muncul meja yang paling sidikit pesertanya.

3. Apabila komunikasi bebas, komunikasi terbanyak akan terjadi antara mereka yang duduk berhadapan.

c) Menciptakan atau menyediakan iklim belajar mengajar yang serasi

Dalam proses interaksi belajar-mengajar, seorang guru harus bisa menyediakan iklim yang serasi. Iklim belajar mengajar yang tidak serasi adalah bila ada

diantara tingkah laku anak didik yang tidak terlihat dalam aktivitas belajar. Gejala ini akan terlihat bila anak didik yang membuat keributan, mengantuk, menggannggu temannya yang sedang belajar, keluar masuk ruang kelas, dan sebagainya. Tingkah laku anak didik yang demikian harus diarahkan guru dengan cara menghentikannya dan memerintahkannya para perbuatan yang produktif dan bermakna.7

Berdasarkan pengertian di atas dengan kompetensi pedagogik, maka guru mempunyai kemampuan-kemampuan sebagai berikut:

a. Mengaktualisasi landasan mengajar.

b. Pemahaman terhadap peserta didik.

c. Menguasai ilmu mengajar.

d. Menguasai teori motivasi.

e. Mengenali lingkungan masyarakat.

f. Menguasai penyusunan kurikulum.

g. Menguasai teknik penyusunan RPP.

h. Menguasai pengetahuan evaluasi pembelajaran.8

Dalam UU guru dan dosen kompetensi pedagogik sebagaimana yang dimaksud pada ayat 2 merupakan

7 Imam Wahyudi, Panduan Lengkap Uji Setifikasi Guru, (Yogyakarta: Prestasi Pustaka, 2012), h. 2.

kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi:

a. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan.

b. Pemahaman terhadap peserta didik.

c. Pengembangan kurikulum atau silabus.

d. Perencanaan pembelajaran.

e. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidiik dan dialogis.

f. Pemanfaatan teknologi pembelajaran.

g. Evaluasi hasil belajar.

h. Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

Menurut Permendiknas No. 16 Tahun 2007 kompetensi pedagogik guru mata pelajaran terdiri atas 37 buah kompetensi yang dirngkum dalam 10 kompetensi inti seperti disajikan berikut ini:

a. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual.

b. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.

c. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu.

d. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.

e. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran.

f. Menfasilitasi pengembangan potensi yang mendidik.

g. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik.

h. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.

i. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran.

j. Melakukan tindakan reflektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.9

Jadi, dapat disimpulkan bahwa kompetensi pedagogik adalah cara guru dalam mengajar dan mengatur sistem pembelajaran di kelas dengan menjalin interaksi yang baik terhadap peserta didik.

Pengelolaan pembelajaran perlu mendapatkan perhatian yang serius dari semua guru untuk merencanakan persiapan kegiatan proses belajar mengajar di lapangan dan menyiapkan segala perlengkapan administrasi guru, mulai dari merencanakan penbelajaran dan pelaksanaan.

Untuk menjamin efektivitas pengembangan kurikulum dan sistem pembelajaran, guru sebagai pengelola

pembelajaran bersama tenaga kependidikan lain harus dapat menjabarkan kurikulumsecara lebih rinci dan operasional ke dalam pembelajaran silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Tujuan dan kompetensi yang hendak dicapai harus operasional dan kompetensi makin mudah terlihat serta makin tepat program-program yang dikembangkan untuk mencapainya.

2. Program itu harus sederhana dan fleksibel.

3. Program-program yang disusun dan dikembangkan harus sesuai dengan tujuan dan kompetensi yang telah ditetapkan.

4. Program yang dikembangkan harus menyeluruh dan jelas pencapaiannya.

5. Harus ada koordinasi antar komponen pelaksana program pembelajaran.

Dalam mengelola pembelajaran peserta didik, kemampuan guru yang harus dikuasai yaitu:

a. Pemahaman terhadap Peserta Didik 1. Tingkat Kecerdasan

Guru harus mengetahui tingkat kecerdasan peserta didik secara psikologis, baik dalam pemahaman kata, bilangan, penalaran, penalaran, maupun kecepatan persepsi agar

dalam mengelola penbelajaran bisa menunjang keberhasilan proses belajar mengajar, karena setiap peserta didik mempunyai kecerdasan yang berdbeda.

b. Kreativitas

Kreativitas bisa dikembangkan dengan penciptaan proses pembelajaran yang memungkinkan peserta didik ke arah itu. Guru diharapkan menciptakan kondisi yang baik, yang memungkinkan setiap c peserta didik untuk mengembangkan kreativitasnya dalam proses pembelajaran.

c. Kondisi Fisik

Kondisi fisik merupakan kelainan yang dimiliki oleh peserta didik kalau dibandingkan dengan anak normal dan diperlukan layanan sikap yang berbeda dalam rangka membantu perkembangan pribadi peserta didik dalam mengikuti proses kegiatan-kegiatan belajar mengajar.

d. Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan dan Perkembangan dengan perubahan struktur dan fungsi karakteristik manusia, perubahan tersebut terjadi dalam kemajuan yang mantap dan merupakan suatu proses kematangan. William Stern

mengemukakan bahwa baik peserta didik yang cepat maupun yang lambatmemiliki kepribadian yang menyenangkan atau menggelisahkan,tinggi ataupun rendah, sebagian besar tergantung pada interaksi antara kecenderungan bawaan dan pengaruh lingkungan.

Terdapat beberapa prinsip-prinsip yang dapat dijadikan pelajaran bagi kta dalam menanamkan rasa keimanan dan akhlak terhadap anak, yaitu:

a. Motivasi, seperti contoh motivasi yaitu segala ucapan Rasulullah SAW mempunyai kekuatan yang dapat menjadi pendorong kegiatan individu untuk melakukan suatu kegiatan untuk mencapai suatu tujuan.Kebutuhan akan pengakuan sosial mendorong seseorang untuk melakukan berbagai upaya kegiatan sosial. Motivasi terbentuk oleh tenaga-tenaga yang bersumber dari dalam dan dari luar individu.

b. Fokus, ucapannya ringkas, langsung pada inti pembicaraan tanpa ada kata yang memalingkan dari ucapannya sehingga mudah dipahami.

c. Pembicaraannya tidak terlalu cepat sehingga dapat memberikan waktu yang cukup kepada anak untuk menguasainya.

d. Repetisi, senantiasa melakukan tiga kali pengulangan pada kalimat-kalimat yang penting supaya dapat diingat atau dihafal.

e. Analogi langsung, seperti pada contoh perumpamaan orang beriman dengan pohon kurma, sehingga dapat memberikan motivasi, hasrat ingin tahu, memuji atau mencela dan mengasah otak untuk menggerakkan potensi pemikiran atau timbul kesadaran untuk merenung dan tafakkur.

f. Memperhatikan keragaman anak, sehingga dapat melahirkanpemahaman yang berbeda dan tidak terbatas satu pemahaman saja, dan dapat memotivasi siswa untuk terus belajar tanpa dihinggapi perasaan jemu.

g. Memperhatikan tujuan moral yaitu kognitif, emosional, dan kinetik.

h. Memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak.

i. Menumbuhkan kreativitas anak dengan mengajukan pertanyaan kemudian mendapat jawaban dari anak yang diajak bicara.

j. Berbaur dengan anak-anak, masyarakat, dan sebagainya.

k. Aplikasi, memberikan pekerjaan kepada anak yang berbakat.

l. Do’a, setiap perbuatan diawali dan diakhiri dengan menyebut nama Allah.

m. Teladan, suatu kata antara ucapan dan perbuatan yang dilandasi dengan niat yang tulus karena Allah.

C. Kompetensi Guru Dalam Pengembangan Model,