BAB I. PENDAHULUAN …
4.1 Hasil Penelitian
4.2.1 Kompetensi Kepribadian
Sebagai seorang pendidik, guru di tuntut untuk memiliki kepribadian yang baik, dimana dalam segala tindakanya harus sesuai norma-norma yang ada di masyarakat dan dalam segala penampilanya harus mencerminkan pribadi yang jujur, berahklak mulia, stabil, dewasa, serta arif dan berwibawa sehingga dapat menjadi teladan bagi para siswa.
Secara umum berdasarkan hasil penelitian tentang kompetensi kepribadian guru Penjasorkes tingkat Sekolah Dasar di wilayah Gugus Ahmad Yani Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang diperoleh skor sebesar 1141 dengan persentase 95%, dengan rata-rata 22,82 terdiri dari 49 guru atau 98% yang masuk kategori baik, kategori cukup 1 guru (2%), dan 0 guru (0%) tidak ada yang menyatakan kepribadian kurang.
Unsur kepribadian guru yang mantab dan stabil, dewasa, arif dan berwibawa serta memiliki akhlaq mulia yang dapat menjadi teladan bagi para siswanya sangatlah penting dalam pelaksanaan proses belajar megajar, sebab tanpa adanya kepribadian yang baik dari guru, maka proses pembelajaran tidak akan dapat terlaksana dengan baik, dimana dalam pelaksanaan tugasnya guru dituntut memiliki berbagai keterampilan dan perilaku yang mulia agar dapat menjadi teladan bagi siswa.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 Tahun 2007 tanggal 4 Mei Tahun 2007 ditegaskan bahwa setiap guru dituntut untuk dapat bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial dan kebudayaan nasional Indonesia, menampilkan diri sebagi pribadi yang jujur, berakhlaq mulia dan teladan bagi
56
peserta didik dan masyarakat, menampilkan diri sebagai pribadi yang mantab, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga sebagi guru dan rasa percaya diri dan menjunjung tinggi kode etik guru.
4.2.2 Kompetensi Paedagogik
Kompetensi paedagogik seorang guru berkaitan secara langsung terhadap kualitas pembelajaran yang akan dilaksanakan, sebab tanpa dimilikinya kompetensi paedagogik yang baik dari setiap guru yang mencakup kemampuan guru dalam memahami peserta didik, merancang pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, melaksanakan evaluasi hasil belajar, dan mengembangkan kemampuan peserta didik secara optimal tidaklah mungkin proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan guru dapat mencapai hasil yang optimal.
Secara umum hasil penelitian tentang kompetensi paedagogik Guru Penjasorkes tingkat Sekolah Dasar di wilayah Gugus Ahmad Yani Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang diperoleh skor sebesar 1095 dengan persentase 91%, yang termasuk dengan kategori baik sebanyak 48 guru (96 %), kategori cukup 2 guru atau (4%), dan yang berkategori kompetensi kurang 0 guru (0%), dengan skor rata-rata 21,9.
Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 Tahun 2007 tanggal 4 Mei Tahun 2007 tentang standar kompetensi paedagogik yang harus dikuasai guru, dimana setiap guru dituntut untuk dapat menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial emosional dan intelelektual, menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, mampu mengembangkan
kurikulum yang terkait dengan bidang pengembangan yang diampu, menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik.
Guru harus juga mampu memanfatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik, mampu memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan potensi yang dimiliki, mampu berkomunikasi yang efektif, empatik dan santun dengan peserta didik, mampu memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran dan mampu melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.
4.2.3 Kompetensi Profesional
Profesional guru dapat tercermin dari menguasainya terhadap materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu, menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/ bidang pengembangan yang diampu, kemampuan mengembangkan keprofesionalannya secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi guna mengembangkan diri sehingga pada akhirnya guru tersebut mampu melanjutkan tugasnya secara profesional.
Pentingnya profesionalisme bagi seorang guru dikarenakan pekerjaan sebagai guru merupakan pekerjaan profesi yang dituntut tingkat profesionalisme yang tinggi terkait dengan profesi yang dijalaninya tersebut. Oleh karena itu, jabatan sebagai seorang guru menuntut penguasaan materi terhadap setiap bidang studi yang diampu secara luas dan menyeluruh.
58
Namun pada kenyataanya berdasarkan hasil penelitian ternyata kompetensi profesional guru Penjasorkes tingkat Sekolah Dasar di wilayah Gugus Ahmad Yani Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang diperoleh skor sebesar 1446 dengan persentasi 88%. Yang memiliki persepsi berkategori baik sebanyak 48 orang atau 96%, kategori cukup sebanyak 2 orang atau 4% dan 0 orang atau 0% yang menyatakan kurang , dengan rata-rata 28,92.
Kondisi tersebut tentunya akan bedampak lebih baik dalam meningkatkan kinerja tugas guru sebagai tenaga profesi yang profesional yang pada akhirnya berimbas pada pencapaian hasil belajar yang akan akan dicapai oleh siswa.
Sebab dimana digariskan dalam peraturan menteri pendidikan nasional No. 16 Tahun 2007 tanggal 4 Mei tahun 2007, bahwa guru sebagai tenaga profesional dituntut untuk mampu menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu, menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu, mampu mengembangkan materi pelajaran yang diampu secara kreatif, mampu mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif, dan mampu memanfaatkan tehnologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri
4.2.4 Kompetensi Sosial
Selain dituntut memiliki kompetensi kepribadian, kompetensi paedagogik dan kompetensi profesional yang baik, seorang guru juga harus memiliki kompetensi sosial yang baik. Batasan–batasan kompetensi sosial yang harus dikuasai guru.
Menurut Peraturan Menteri Pendidikan No. 16 Tahun 2007 tanggal 4 Mei Tahun 2007 adalah guru harus mampu besikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif, karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga dan status sosial ekonomi, mampu berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua dan masyarakat, mampu beradaptasi ditempat bertugas diseluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya, dan mampu berkomunikasi dengan komunitas profesi.
Hasil penilaian pada aspek kompetensi sosial guru Penjasorkes tingkat Sekolah Dasar di wilayah Gugus Ahmad Yani Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang diperoleh skor sebesar 799 dengan persentase 89%, dengan rata-rata skor 16. Yang memiliki persepsi berkategori baik sebanyak 47 orang dengan persentase 94%, berkategori cukup 2 orang dengan persentase 4%, dan berkategori kurang 1 orang dengan persentase 2%.
Ada salah satu guru penjasorkes yang memiliki kompetensi sosial yang kurang, karena responden tidak begitu mengenal guru olahraga yang diobservasi ketika mengisi kuisioner, namun demikian guru Penjasorkes tingkat Sekolah Dasar di wilayah Gugus Ahmad Yani Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang tahun ajaran 2008/2009 masih mampu memanfaatkan berbagai potensi yang ada dalam dirinya maupun potensi yang ada dalam lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat secara optimal, kompetensi guru dalam melaksakan tugas profesinya sebagai guru yang efisien dan efektif dapat tercapai karena guru memiliki kompetensi sosial yang baik.
60
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5. 1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
5.1.1 Kompetensi kepribadian guru Penjasorkes tingkat Sekolah Dasar di wilayah Gugus Ahmad Yani Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang diperoleh skor sebesar 1141 dengan persentase 95%, dengan rata-rata 22,82 dengan pencapaian distribusi 49 guru atau 98% yang masuk kategori baik, kategori cukup 1 guru (2%) , memiliki kompetensi dalam kategori baik, dan 0 guru atau 0% juga tidak ada yang menyatakan kurang baik.
5.1.2 Kompetensi paedagogik guru Penjasorkes tingkat Sekolah Dasar di wilayah Gugus Ahmad Yani Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang diperoleh skor sebesar 1095 dengan persentase 91% dengan skor rata-rata 21,9 dengan pencapaian distribusi yang termasuk dengan kategori baik sebanyak 48 guru (96%), kategori cukup 2 guru atau (4%), dan yang berkategori kompetensi kurang 0 guru (0%).
5.1.3 Kompetensi profesional guru Penjasorkes tingkat Sekolah Dasar di wilayah Gugus Ahmad Yani Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang diperoleh skor sebesar 1446 dengan persentasi 88%. Yang memiliki persepsi berkategori baik sebanyak 48 orang atau 96%, kategori cukup
sebanyak 2 orang atau 4% dan 0 orang atau 0% yang menyatakan kurang, dengan rata-rata 28,92
5.1.4 Kompetensi sosial guru Penjasorkes tingkat Sekolah Dasar di wilayah Gugus Ahmad Yani Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang diperoleh skor sebesar 799 dengan persentase 89%, dengan rata-rata skor 16. Yang memiliki persepsi berkategori baik sebanyak 47 orang dengan persentase 94%, berkategori cukup 2 orang dengan persentase 4% dan berkategori kurang 1 orang dengan persentase 2%.
5.1.5 Dengan jumlah reponden sebanyak 50 orang yang berasal dari guru non Penjasorkes Sekolah Dasar yang berada di wilayah Gugus Ahmad Yani Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang tahun 2008 / 2009. Berdasarkan penyebaran angket tersebut memperoleh skor 4455 dengan persentase 90% termasuk kategori baik, dengan skor rata-rata 89,1.
5.1.6 Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru Penjasorkes di wilayah Gugus Ahmad Yani Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang memiliki kompetensi yang baik. Terbukti bahwa sebagian besar guru non Penjasorkes di wilayah tersebut memiliki persepsi yang baik terhadap kompetensi guru Penjasorkes di wilayah tersebut.
5. 2 Saran
Beberapa saran yang dapat peneliti berikan berkaitan dengan hasil penelitian diantaranya :
5.2.1 Mengingat peranan guru sangat penting dalam proses pembelajaran bagi siswa, maka kompetensi guru penjasorkes yang sudah baik harus
62
ditingkatkan peran dan tugasnya, supaya proses pembelajaran di sekolah semakin lebih baik.
5.2.2 Mengharap kepada segenap jajaran Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga kiranya hasil penelitian ini perlu ditindaklanjuti untuk melakukan penelitian sejenis guna meningkatkan tugas profesional guru.
5.2.3 Sebagai seorang guru merupakan tanggung jawab yang besar untuk itu perlu adanya pembinaan di bidang kepribadian dan sosial sehingga di lingkungan masyarakat bisa tercipta persepsi yang baik.
5.2.4 Untuk para pembaca dengan adanya penelitian ini dapat menjadi awal bagi perubahan tentang rumor di sekitar bahwa tidak semua guru Penjasorkes memiliki kompetensi yang tidak baik.
DAFTAR PUSTAKA
Bimo Walgito. 2001. Psikologi Sosial. Yogyakarta: Andi Offset
Burhan Bungin. 2005. Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik seta Ilmu–Ilmu Sosial lainnya. Jakarta : Kencana
Chatarina Tri Anni,dkk. 2006. Psikologi Belajar. Semarang : UPT MKK UNNES
Danim, Sudarwan.2000. Metode Penelitian Untuk Ilmu-Ilmu perilaku. Jakarta: Bumi Aksara
Depdiknas. 2003. Kurikulum 2004 Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah.
Jakarta
G:\PERSEPSI Five Harmony.htm G:\PUTU PANJI SUDIRA » GURU.htm
Hamzah B. Uno.2008.Model Pembelajaran.Jakarta: PT Bumi Aksara
http://www.dikmenum.go.id
Jalaluddin rakhmat. 2001. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya
Martinis Yamin.2005.Strategi Pembelajran Berbasis Kompetensi.Jakarta: Gaung Persada Pers
M. Dimyati Mahmud.1989. Psikologi suatu Pengantar. Jakarta: Depdikbud Nana Sudjana.1996. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah.
Bandung: Sinar Baru
Petra Cristian Uniersity Library G:\viewer.php.htm
Poerwodarminto. 2004. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Save M. Dagun. 1997. Kamus Besar Ilmu Pengetahuan. Jakarta: Lembaga Pengkajian kebudayaan Nusantara (LPKN)
Soenardi Soemosamita.1988. Dasar, Proses dan Efektivitas Belajar Mengajar Pendidikan Jasmani. Jakarta: Depdikbud
64
Suharsimi Arikunto.2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta Suparlan.2006. Guru Sebagai ProfesiI. Jakarta: Hikayat
Sutrisno Hadi. 2004. Statistik Jilid 2. Yogyakarta: Andi
Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
Wina Sanjaya. 2002. Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum berbasis Kompetensi. Jakarta: Kencana
PERSEPSI GURU NON PENJASORKES SEKOLAH DASAR TERHADAP KOMPETENSI GURU PENJASORKES SEKOLAH DASAR
DI WILAYAH GUGUS AHMAD YANI KECAMATAN BERGAS KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2009
skripsi
disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan
Jurusan Pendidikan Jasmani Dan Rekreasi
Oleh
DESTI HAYUNINGTYAS 6101907119
PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN JASMANI SEKOLAH DASAR PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
ii
ABSTRAK
Hayuningtyas, Desti. 2009. Persepsi Guru Non Penjasorkes Sekolah Dasar Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes Se- Gugus Ahmad Yani Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang.
Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana persepsi Guru Non Penjasorkes Sekolah Dasar terhadap kompetensi Guru Penjasorkes. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana persepsi guru non Penjasorkes Sekolah Dasar terhadap kompetensi guru Penjasorkes.
Metode penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik penyebaran angket yang berisi sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah Purpose Total Sampling yaitu pengambilan sampel sesuai dengan jumlah populasi yang ada dengan ketentuan tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah guru-guru yang ada di Gugus Ahmad Yani Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang Tahun 2008 / 2009. Sedangkan sampelnya adalah guru-guru non Penjasorkes di Gugus Ahmad Yani sebanyak 50 orang, terdiri dari 4 Sekolah dasar negeri, 1 Sekolah dasar katholik dan 1 Madrasah I’tibadiah (MI). Metode analisis hasil penelitian menggunakan ”Deskriptif Persentase”.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru non Penjasorkes terhadap kompetensi guru Penjasorkes memperoleh skor 4455 dengan persentase 90%.termasuk kategori baik, dengan skor rata–rata 89,1. Dengan distribusi frekuensi sebagai berikut : persepsi tentang kompetensi kepribadian guru Penjasorkes diperoleh skor sebesar 1141 dengan persentase 95%, rata-rata 22,82. Persepsi tentang kompetensi paedagogik diperoleh skor sebesar 1095 dengan persentase 91%, rata-rata 21,9. Persepsi tentang kompetensi profesional diperoleh skor sebesar 1446 dengan persentasi 88%, rata-rata 28,92. Kompetensi sosial diperoleh skor sebesar 799 dengan persentase 89%, dengan rata-rata skor 16.
Kesimpulan yang diperoleh penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar Guru Penjasorkes di wilayah Gugus Ahmad Yani Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang memiliki kompetensi yang baik. Saran dari peneliti mengingat peranan guru sangat penting dalm proses pembelajaran bagi siswa, maka kompetensi guru penjasorkes yang sudah baik harus ditingkatkan, supaya proses pembelajaran di sekolah semakin lebih baik dan bisa mewujudkan anak didik dengan SDM yang baik.
iii
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama Penyusun : DESTI HAYUNINGTYAS Nomor Induk Mahasiswa : 6101907119
Fakultas : Ilmu Keolahragaan
Program Studi : Pendidikan Guru Pendidikan Jasmani Transfer S1 ( PKG )
Judul Skripsi : PERSEPSI GURU NON PENJASORKES
SEKOLAH DASAR TERHADAP KOMPETENSI GURU PENJASORKES SEKOLAH DASAR SE- GUGUS AHMAD YANI KECAMATAN BERGAS KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2009
Menyatakan bahwa skripsi ini adalah hasil karya sendiri, apabila dikemudian hari ditemukan adanya bukti plagiasi, manipulasi dan/atau pemalsuan data maupun bentuk-bentuk kecurangan lain, saya bersedia menerima sanksi dari Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang.
Ungaran 9 September 2009
iv
LEMBAR PERSETUJUAN
PERSEPSI GURU NON PENJASORKES SEKOLAH DASAR TERHADAP KOMPETENSI GURU PENJASORKES SEKOLAH DASAR DI WILAYAH GUGUS AHMAD YANI KECAMATAN BERGAS KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2009
Skripsi ini telah disetujui di hadapan sidang Pembimbing Skripsi Fakultas Ilmu Keolahragaan UNNES pada :
Hari :
Tanggal :
Mengetahui,
PEMBIMBING I PEMBIMBING II
Tommy Soeyoto, S.Pd., M.Pd. Drs. Tri Rustiadi, M.Kes. NIP. 19770303 200604 1 003 NIP. 19641023 199002 1 001
Mengesahkan, KETUA JURUSAN PJKR
Drs. Hermawan Pamot Raharjo, M.Pd. NIP. 19651020 199103 1 002
v
PENGESAHAN
Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Keolahragaan UNNES pada:
Hari : Sabtu Tanggal : 12 September 2009 Ruang : Meja 3 Panitia : Ketua Sekretaris
Drs. M. Nasution, M.Kes. Drs. Cahyo Yuwono, M.Pd. NIP. 19640423 199002 1 001 NIP. 19620425 198601 1 001 Dewan Penguji: Ketua Drs. Kriswantoro, M.Pd. NIP. 19610630 198703 1 003 Anggota : Penguji I Penguji II
Tommy Soeyoto, S.Pd., M.Pd. Drs. Tri Rustiadi, M.Kes. NIP.19770303 200604 1 003 NIP. 19641023 199002 1 001
vi
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO
Hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin dan hari esok harus jauh lebih baik dari hari ini.
Dengan ilmu kehidupan lebih mudah, dengan seni kehidupan lebih halus, dengan agama kehidupan lebih bermakna dan dengan cinta kehidupan akan terasa lebih hidup.
PERSEMBAHAN
Dengan penuh rasa hormat dan segala kerendahan hati, skripsi ini saya persembahkan untuk :
1. Suamiku tercinta “ ANDI PRASETYO “. 2. Anak–anakku tersayang.
3. Seluruh Keluarga Besar Bpk SUHARNO dan Bpk. SUGENG PAMBUDI. 4. Untuk sahabat–sahabatku terkasih.
5. Untuk teman–teman PGPJSD S1 Transfer (PKG) Tahun 2007- 2009 6. Almamater dan teman–teman FIK UNNES.
vii
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan YME yang telah memberikan nikmat, akal budi dan pengetahuan kepada penulis, sehingga dapat menyusun dan menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
Untuk menyusun skripsi ini, penulis banyak mendapatkan bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis banyak mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Prof. Dr. H. Sudijono Sastroatmodjo,M.Si., selaku Rektor Universitas Negeri Semarang.
2. Bapak Drs. Harry Pramono,M.Si., selaku Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang yang telah memberi motivasi dan pengarahan dalam penulis skripsi ini.
3. Bapak Drs. Hermawan Pamot,M.Pd., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi yang telah memberikan bimbingan dalam menyusun skripsi ini.
4. Bapak Drs. Tri Rustiadi,M.Kes., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Jasmani yang telah memberikan arahan serta bimbingan kepada penulis dalam menyusun skripsi ini.
5. Bapak Tommy Soenyoto,S.Pd.,M.Pd., selaku Pembimbing Utama dan Bapak Drs. Tri Rustiadi,M.Kes., selaku Pembimbing Pendamping yang telah memberikan pengarahan dan membimbing penulis sampai terselesaikannya skripsi ini.
viii
6. Seluruh dosen dan staff Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ilmu pengetahuan serta membimbing penulis selama mengikuti perkuliahan di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang.
7. Drs. Nurhadi, selaku Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian di Gugus Ahmad Yani.
8. Seluruh kepala sekolah serta bapak dan ibu guru sekolah dasar se- Gugus Ahmad Yani Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang yang telah berkenan memberikan izin dan membantu dalam mengadakan riset guna menyusun skripsi ini.
9. Bapak dan Ibu tercinta , suami dan anak–anakku tercinta dan tersayang yang telah memberikan semangat, motivasi, dan doa dalam penyusuan skripsi ini. 10.Pihak–pihak lain yang tidak sempat penulis sebutkan yang turut membantu
dan memberikan petunjuk serta saran–saran dalam menyusun skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik dari semua pihak sangat penulis harapkan dan akan dijadikan sebagai bahan masukan demi kesempurnaan skripsi.
Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan dapat digunakan bagi semua pihak yang berkepentingan.
Penulis
ix
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ……….... i
ABSTRAK ……….... ii PERNYATAAN KEASLIAN ... iii
HALAMAN PERSETUJUAN ………... iv
HALAMAN PENGESAHAN ………... v
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ……….... vi
KATA PENGANTAR ………... vii
DAFTAR ISI ………. ix
DAFTAR TABEL ………. xii
DAFTAR GAMBAR ……….... xiii
DAFTAR LAMPIRAN ………. xiv
BAB I. PENDAHULUAN ….………... 1 1.1 Latar Belakang Masalah………... 1.2 Permasalahan ………... 1.3 Penegasan Istilah ………... 1.4 Tujuan Penelitian ………... 1.5 Manfaat Penelitian ………... 1.5.1 Manfaat Akademis ... 1.5.2 Manfaat Praktis ... 1 8 8 10 10 10 10 BAB II. LANDASAN TEORI ………... 11 2.1 PERSEPSI ………... 11
2.1.1. Pengertian Persepsi ………... 2.1.2. Proses Terjadinya Persepsi ………... 2.1.3. Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi ………... 2.1.4. Fungsi Persepsi ………... 2.1.5. Macam–Macam Bentuk Persepsi …...……...
11 12 12 14 14 2.2 GURU ………... 15
2.2.1. Pengertian Guru Secara Luas ………... 2.2.2. Peran Guru Dalam Pembelajaran ………... 2.2.3. Fungsi Guru ... 2.2.4. Pengertian Guru Penjasorkes ... 2.2.5. Pengertian Guru Non Penjasorkes ..………...
15 16 18 21 22 2.3 PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN
KESEHATAN ………... 22 2.3.1. Pendidikan Jasmani ………... 2.3.2. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan ……... 2.3.3. Tujuan Penjasorkes ………... 2.3.4. Ruang Lingkup Penjasorkes ………...
22 22 24 24 2.4 KOMPETENSI ………... 26 2.4.1. Kompetensi ………... 26
x
2.4.2. Profesionalisme Guru ………... 2.4.3. Kompetensi Guru ………...
26 29 BAB III. METODE PENELITIAN ………. 32 3.1. Populasi ………... 3.1.1. Pengertian Populasi ………... 3.1.2. Penentuan Populasi ………... 3.2. Sampel ………... 3.2.1. PengertianSampel ………... 3.2.2. Penentuan Sampel ………... 3.3. Teknik Pengumpulan Data ………... 3.3.1. Data dan Sumber Data ………... 3.3.2. Metode Pengumpulan Data ………... 3.4. Variabel Penelitian ………... 3.4.1. Pengertian Variabel Penelitian ………... 3.4.2. Variabel yang Digunakan ………... 3.4.3. Batasan Masalah ………... 3. 4.3.1 Kompetensi Kepribadian ... 3. 4.3.2 Kompetensi Paedagogik... 3. 4.3.3 Kompetensi Profesional... 3. 4.3.4 Kompetensi Sosial Kemasyarakatan... 3.5. Prosedur Penelitian ………... 3.5.1. Menentukan Jumlah Responden ………... 3.5.2. Menyusun Kuisioner ...………... 3.5.3. Menyiapkan Peralatan ………... 3.5.4. Menyusun Jadwal Pengiriman Kuisioner ………... 3.5.5. Mencoba Kuisioner………... 3.6. Instrumen Penelitian ………... 3.6.1. Uji Validitas ………... 3.6.2. Uji Reliabilitas ………... 3.7. Teknik Analisis Data ………...
32 32 32 33 33 34 34 34 35 35 35 36 36 36 37 37 38 38 39 39 39 40 41 41 41 42 43 BAB IV.HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ………... 46 4.1 Hasil Penelitian ………...
4.1.1 Validitas ... 4.1.2 Reliabilitas ... 4.1.3 Hasil Analisis Data ... 4.1.3.1 Analisis Deskriptif Per Responden... 4.1.3.2 Analisis Deskriptif Per Aspek………...
4.1.3.2.1 Aspek Kompetensi Kepribadian ….... 4.1.3.2.2 Aspek Kompetensi Paedagogik …... 4.1.3.2.3 Aspek Kompetensi Profesional …... 4.1.3.2.4 Aspek Kompetensi Sosial ... 4.1.4 Analisis Kuantitatif ………... 46 47 47 47 47 49 51 52 54 56 57 4.2 Pembahasan ………... 4.2.1 Kompetensi Kepribadian ………... 58 60
xi 4.2.2 Kompetensi Paedagogik ………... 4.2.3 Kompetensi Profesional ………... 4.2.4 Kompetensi Sosial ………... 61 62 63 BAB V.SIMPULAN DAN SARAN ………... 65 5.1 Simpulan ………... 5.2 Saran ………... 65 67 DAFTAR PUSTAKA ………... 68 LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 70
xii
DAFTAR TABEL
Tabel
Halaman
1.1 Tabel Penilaian Kinerja Guru Penjasorkes ... 5