3.1. Peserta didik dapat mencapai target akademis yang diharapkan
3.1.1. Peserta didik memperlihatkan kemajuan yang lebih baik dalam mencapai target yang ditetapkan SKL.
Bukti-bukti fisik:
1. Adanya KKM setiap mata pelajaran yg disepakati dewan guru dan disahkan Kepsek;
2. Adanya kumpulan nilai raport mata pelajaran per semester per tahun pelajaran;
3. Adanya Nilai Ujian Nasional dan Ujian Sekolah serta Nilai Ujian Kompetensi Kejuruan 3 tahun terakhir;
4. Adanya daftar ranking prestasi akademik peserta didik dikelasnya dan harapan yang tinggi untuk diterima diperguruan tinggi bagi yang memiliki prestasi akademik serendah-rendahnya berperingkat 25% terbaik dikelasnya (semester satu, dua, tiga, empat dan lima).
Deskripsi ringkasan indikator berdasarkan bukti fisik:
1. Peserta didik meraih nilai target minimal 7,5 bahkan melebihi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran dihampir setiap semester;
2. Kelengkapan dokumen penetapan KKM
3. Dokumen KKM disusun berdasarkan hasil analisis kompleksitas, intake peserta didik, daya dukung;
4. Disusun mulai dari KKM indicator, KKM KD, KKM SK, KKM mata pelajaran;
5. KKM disetujui dalam rapat Dewan Pendidik dan disahkan oleh Kepala Sekolah;
6. Nilai Akhir 100 % lulus memuaskan ( 40% Nilai Sekolah + 60 % Nilai UN );
7. Adanya harapan yang tinggi untuk diterima diperguruan tinggi bagi yang memiliki prestasi akademik serendah- rendahnya berperingkat 25% terbaik dikelasnya (semester satu, dua, tiga, empat dan lima).
Tahapan Pengembangan : 4 Rekomendasi:
-
3.1. Peserta didik dapat mencapai target akademis yang diharapkan 3.1.2. Peserta didik memperlihatkan kemajuan sebagai pembelajar yang mandiri.
Bukti-bukti fisik:
1. KKM ditetapkan 7,5 untuk mata pelajaran iptek;
2. Tersedianya modul;
3. Adanya ruang internet untuk belajar & mengerjakan tugas melalui pustaka maya (E-Lerning dan E-Library);
4. Adanya sertifikat kompetensi dari DU/DI;
5. Adanya sertifikat/Piala/Piagam Lomba Ketrampilan Siswa Tk.Propinsi;
6. Peserta didik memiliki Ijazah dan SKHUN.
Deskripsi ringkasan indikator berdasarkan bukti fisik:
1. Kriteria Ketuntasan belajar minimal 7,5 untuk mata pelajaran iptek (Bahasa Indonesia, Inggris, Matematika, IPA, IPS, Fisika, Kimia, KKPI, Kewirausahaan, Dasar kompetensi Kejuruan dan Kompetensi Kejuruan), dihitung rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pel. Iptek pada satu tahun terakhir;
2. 50 % Siswa menguasai materi pembelajaran melalui modul;
3. 50 % Siswa belajar menggunakan pustaka maya;
4. 100 % Siswa melakukan pembelajaran di DU/DI sewaktu Praktek Kerja Industri secara mandiri;
5. Beberapa siswa meraih Lomba Keterampilan Siswa (LKS) Tingkat Propinsi Jawa Tengah;
6. 100 % Siswa lulus dalam UN/ US dan Ujian Kompetensi Kejuruan.
Tahapan Pengembangan : 3 Rekomendasi:
1. Pembelajaran menggunakan modul harus ditingkatkan;
2. Perlu adanya Diklat E-learning bagi pendidik;
3.1. Peserta didik dapat mencapai target akademis yang diharapkan 3.1.3. Peserta didik memperlihatkan motivasi belajar dan rasa percaya diri yang tinggi.
Bukti-bukti fisik:
1. Adanya data jenis kegiatan yang tersedia dan diikuti peserta didik meliputi layanan konseling dan ekstrakurikuler;
2. Adanya catatan kemajuan siswa;
3. Adanya rekaman absensi siswa;
4. Adanya hasil portofolio tugas siswa;
5. Adanya kelompok belajar;
Deskripsi ringkasan indikator berdasarkan bukti fisik:
1. Kegiatan terprogram untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri yang tinggi, diikuti setidak-
tidaknya 90% siswa seperti layanan konseling (misal perencanaan karir, kehidupan pribadi, kemampuan social dll.) atau kegiatan ekstrakurikuler (misal kegiatan kepramukaan, PMR, olahraga, bakti sosial, pecinta alam dll.);
2. Siswa selalu aktif dan kreatif dalam mengikuti pelajaran di kelas;
3. Kehadiran siswa minimal 90%;
4. Masih kurang kegiatan mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya;
5. Masih kurang kegiatan memanfatkan lingkungan secara produktif.
Tahapan Pengembangan : 3 Rekomendasi:
1. Dibuatkan Rencana kegiatan siswa dalam rangka mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya;
2. Dibuatkan Rencana kegiatan belajar siswa dalam memanfatkan lingkungan secara produktif dan bertanggungjawab.
3.2. Peserta didik dapat mengembangkan potensi penuh mereka sebagai anggota masyarakat
3.2.1. Sekolah mengembangkan kepribadian peserta didik.Bukti-bukti fisik:
1. Adanya program dan jadwal kegiatan untuk mengembangkan kepribadian peserta didik;
2. Adanya data peserta dan pembimbingnya;
3. Adanya catatan kepribadian siswa dari Guru BP/wali kelas;
4. Tercipta budaya sehat, tertib, sosial dan rajin ibadah.
5. Sedikit yang melanggar disiplin;
6. Adanya laporan kegiatan.
Deskripsi ringkasan indikator berdasarkan bukti fisik:
1. Masih kurang kegiatan terprogram/ tidak terprogram untuk mengembangkan kepribadian peserta didik, melalui pembiasaan dan pengamalan yaitu antara lain mengunjungi panti sosial, panti jompo, panti asuhan, korban bencana alam dsb.
2. Sebagian besar terlaksana Program pengembangan diri dalam bentuk konseling atau kegiatan ekstrakurikuler seperti layanan koseling, upacara bendera, kebersihan, aktif dalam kegiatan keagamaan disekolah seperti memperingati Hari Besar Islam dll.
3. Aktif mengikuti berbagai kegiatan keagamaan, sosial dimasyarakat seperti kerja bakti kebersihan lingkungan RT, RW, masjid
4. Taat aturan seperti mematuhi Tata tertib sekolah.
Tahapan Pengembangan : 3 Rekomendasi:
Perlu adanya kegiatan sosial terprogram untuk mengembangkan kepribadian peserta didik.
3.2. Peserta didik dapat mengembangkan potensi penuh mereka sebagai anggota masyarakat
3.2.2. Sekolah mengembangkan keterampilan hidup.Bukti-bukti fisik:
1. Adanya program dan jadwal kegiatan untuk mengembangkan ketrampilan hidup peserta didik;
2. Adanya data peserta dan pembimbingnya (Pembina);
3. Adanya produk yang dihasilkan;
4. Adanya bukti pelaksanaan kegiatan (foto dll.) 5. Adanya laporan kegiatan.
Deskripsi ringkasan indikator berdasarkan bukti fisik:
1. Masih kurang kegiatan yang berkaitan dengan hasil karya kreatif baik individu maupun kelompok untuk
mengembangkan ketrampilan hidup peserta didik, seperti karya teknologi tepat guna, seni tari, seni pertunjukan dll.
2. Sebagian besar siswa mengikuti kegiatan ekstra kurikuler untuk meningkatkan keterampilan seperti kegiatan olah raga futsal, basket, volley, sepakbola, bela diri dll.
Tahapan Pengembangan : 3 Rekomendasi:
Perlu dibuatkan rencana kegiatan yang berkaitan dengan hasil karya kreatif baik individu maupun kelompok.
3.2. Peserta didik dapat mengembangkan potensi penuh mereka sebagai anggota masyarakat
3.2.3. Sekolah mengembangkan nilai-nilai agama, budaya, dan pemahaman atas sikap yang dapat diterima.Bukti-bukti fisik:
1. Adanya Daftar anggota siswa aktif / tidak dalam kegiatan organisasi keagamaan di sekolah / organisasi keagamaan yang ada dimasyarakat;
2. Adanya Proposal kegiatan Hari Besar Islam atau kegiatan Seni Budaya;
3. Adanya Daftar siswa & Pembina kegiatan seni budaya yang dapat merubah perilaku/ sikap seseorang;
Deskripsi ringkasan indikator berdasarkan bukti fisik:
1. Peserta didik aktif mengikuti kegiatan organisasi keagamaan di sekolah maupun di masyarakat;
2. Peserta didik kurang aktif mengikuti kegiatan organisasi seni budaya di sekolah maupun di masyarakat;
3. Guru dan Pembina Ekstrakurikuler selalu memberikan arahan dan pembinaan terhadp siswa agar selalu aktif mengikuti kegiatan keagamaan sesuai agama masing-masing dalam kehidupan bermasyarakat.
Tahapan Pengembangan : 3 Rekomendasi:
Perlu diadakan kegiatan pentas seni dan budaya untuk memberikan motivasi pada peserta didik;