• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

3. Kompetensi Pedagogik Guru SKI

Pedagogik adalah kajian tentang pendidikan anak. Pedagogik berasal dari bahasa yunani “paedos” yang berarti laki-laki atau “agogos” artinya mengantar

21 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 24 tahun 2007 tentang

21

atau membimbing. Jadi secara harfiah , pedagogik adalah ilmutentang mendidik anak.22

Berdasarkan paparan sebelumnya yakni dalam Peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan disebutan bahwa Kompetensi Pedagogis adalah kemampuan dalam pengelolaan peserta didik yang meliputi a) pemahaman wawasan atau landasan kependidikan; b) pemahaman tentang peserta didik; c) pengembangan kurikulum/silbus; d) perancangan pembelajaran; e) pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis; f) evaluasi hasil belajar; g) pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

Menurut E. Mulyasa, Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pegebangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.23

Menurut A. Fatah Yasin kompetensi pedagogik adalah kemampan seseorang pendidik dalam mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi 1. Kemampuan dalam memahami peserta didik, dengan indikator antara lain

a. Memahami karakteritik pengembangan peserta didik, seperti memahami tingkat kognisi peserta didik sesuai dengan usianya

b. Memahami prinsip-prinsip perkembangan kepribadian peserta didik, seperti mengenali tipe tipe kepribadian peserta didik, mengenali tahapan-tahapan perkembangan kepribadian peserta didik dan lainnya.

22 Uyoh Sadulloh, Ilmu Mendidik Bandung: Alfabeta, 2010

23 E Mulyasa Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan.

22

c. Mampu mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik, mengenali perbedaan potensi yang dimiliki peserta didik dan lain sebagainya.

2. Kemampuan dalam membuat perancangan pembelajaran dengan indikator a. Merencanakan pengorganisasian bahan pembelajaran, seperti mampu

menelaah dan menjabarkan materi yang tercantum dalamkurikulum, mampu memilih bahan ajar yang sesuai dengan materi, mampu menggunakan sumber belajar dengan memadai dan lainnya.

b. Mampu merencanakan pengelolaan pembelajaran, seperti merumuskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai, memilih jenis strategi atau metode pembelajaran yang cocok, menentukan langkahlangkah pembelajaran, menentukan cara yang dapat digunakan untuk memotivasi peserta didik, menentukan bentuk-bentuk pertanyaan yang akan diajukan kepada pesera didik dan lainnya

c. Mampu merencanakan pengelolaan kelas, seperti penataan ruang tempat duduk peserta didik, mengalokasi waktu, dan lainnya;

d. Mampu merencanakan penggunakan media dan sarana yang bisa digunakan untuk mempermudah pencapaian kompetensi, dan lainnya

e. Mampu merencanakan model penilaian proses pembelajaran, seperti menentukan bentuk, prosedur, dan alat penilaian

3. Kemampuan melaksanakan pembelajaran, dengan indikator antara lain

a. Mampu menerapkan ketrampilan dasar mengajar, seperti membuka pelajaran, menjelaskan, pola variasi, bertanya, memberi penguatan, dan menutup pelajaran

23

b. Mampu menerapkan berbagai jenis model pendekatan, strategi atau metode pembelajaran, seperti aktif learning, pembelajaran portofolio, pembelajaran kontekstual dan lainnya

c. Mampu menguasai kelas, seperti mengaktifkan peserta didik dalam bertanya, mampu menjawab dan mengarahkan pertanyaan siswa, kerja kelompok, kerja mandiri, dan lainnya

d. Mampu mengukur tingkat ketercapaian kompetensi peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung

4. Kemampuan dalam mengevaluasi hasil belajar, dengan indikator antara lain a. Mampu merancang dan melaksanakan asesment, seperti memahami

prinsip-prinsip asesment, mampu menyusun macammacam instrumen evaluasi pembelajaran, mampu

b. Mampu menganalisis hasil assesment, seperti mampu mengolah hasil evaluasi pembelajaran, mampu mengenali karakteristik instrumen evaluasi c. Mampu memanfaatkan hasil asesment untuk perbaikan kualitas

pembelajaran selanjutnya, seperti memanfaatkan hasil analisisn instrumen evaluasi dalam proses perbaikan instrumen evaluasi, dan mampu memberikan umpan balik terhadap perbaikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran.

5. Kemampuan dalam mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya, dengan indikator antara lain

a. Memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan potensi akademik, seperti menyalurkan potensi akademik peserta didik sesuai dengan Teknologi Pembelajaran Yang Digunakan MAN Bondowoso dalam

24

perencanan, proses, dan evaluasi pada mata pelajaran PAI kemampuannya, mampu mengarahkan dan mengembangkan potensi akademik peserta didik b. Mampu memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan potensi

non-akademik, seperti menyalurkan potensi nonakademik peserta didik sesuai dengan kemampuannya, mampu mengarahkan dan mengembangkan potensi non-akademik peserta didik24

Peningkatan motivasi belajar dibutuhkan kompetensi guru yang baik dalam menggunakan teknologi dalam pembelajaran agar tercipta kelas yang kondusif dan motivatif,

Berdasarkan seminar nasional PPPPTK pada hari Sabtu tanggal 11 Mei 2013, Dra. Sri Wardhani menyampaikan tentang tentang kewajiban guru dalam memanfaatkan Teknologi bahwa pemerintah telah mengatur dalam Permenneg PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dalam pasal 6 yang menguraikan kewajiban guru diantaranya adalah: 1. Merencanakan pembelajaran atau bimbingan, melaksanakan pembelajaran atau

bimbingan yang bermutu, menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran/bimbingan, serta melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan.

2. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

Tentang kewajiban memanfaatkan Teknologi bagi guru, Dra. Sri Wardhani juga menggaris bawahi dengan mengambil dasar dari Permendiknas Nomor 16

24 A. Fatah Yasin, Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam, (Malang: UIN Malang Press, 2008), hlm.

25

Tahun 2007 mengenai Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru yang merupakan salah satu dari standar pendidik dan tenaga kependidikan. Standar tersebut memuat daftar kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial yang terintegrasi dalam kinerja guru. Dalam daftar kompetensi tersebut, kompetensi memanfaatkan Teknologi terdaftar dalam kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional untuk semua kelompok guru (Guru PAUD/TK/RA, guru kelas SD/MI, guru mata pelajaran), seperti berikut ini:

NO GURU KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI PEDAGOGIK

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI PROFESIONAL 1 GURU PAUD/T K /RA 5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan

penyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik 5.1 Memanfaatkan teknologi informasi dankomunikasi untuk meningkatkan kualitas kegiatan pengembangan yang mendidik

24. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri 24.1 Memanfaatkan teknologi

informasi dan komunikasi dalam

berkomunikasi. 24.2 Memanfaatkan teknologi

informasi dan komunikasi untuk pengembangan diri 2 GURU KELAS SD/MI 5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan

24. Memanfaatkan teknologi

26

pembelajaran 5.1 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran

untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri 24.1 Memanfaatkan teknologi informasi dankomunikasi dalam berkomunikasi. 24.2 Memanfaatkan teknologi

informasi dan komunikasi untuk pengembangan diri 3 GURU MATA PELAJA RAN 5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran 5.1 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran yang diampu

24. Memanfaatkan teknologi

informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri 24.1 Memanfaatkan teknologi

informasi dan komunikasi dalam berkomunikasi. 24.2 Memanfaatkan teknologi

informasi dan komunikasi untuk pengembangan diri

Daftar kompetensi tersebut dapat dikatakan bahwa salah satu kewajiban semua guru adalah memanfaatkan Teknologi, dan pelaksanaannya dikategorikan dalam dua kelompok, yaitu:

(1).memanfaatkan Teknologi untuk kepentingan pengelolaan pembelajaran (kompetensi pedagogik), dan

27

(2).memanfaatkan Teknologi untuk berkomunikasi dan mengembangkan keprofesian berkelanjutan (kompetensi profesional).25 Kompetensi ini berintegrasi dengan Pengelolaan Sekolah yang Sudah berstandar Rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI)

Pelaksanaan Kurikulum dan Proses Pembelajaran RSBI Menggunakan Asas-asas Sebagai berikut :

1) Menggunakan kurikulum yang berlaku secara nasional dengan mengadabtasi kurikulum sekolah di negara lain.

2) Mengajarkan bahasa asing, terutama penggunaan bahasa Inggris, secara terintegrasi dengan mata pelajaran lainnya. Metode pengajaran dwi bahasa ini dapat dilaksanakan dengan 2 kategori yakni Subtractive Bilingualism (beri penjelasan oleh penulis) dan Additive Bilingualism, yang menekankan pendekatan Dual Language.

3) Pengajaran dengan pendekatan Dual Language menekankan perbedaan adanya Bahasa Akademis dan Bahasa Sosial yang pengaturan bahasa pengantarnya dapat dialokasikan berdasarkan Subjek maupun Waktu (beri penjelasan oleh penulis).

4) Menekankan keseimbangan aspek perkembangan anak meliputi aspek kognitif (intelektual), aspek sosial dan emosional, dan aspek fisik.

5) Mengintegrasikan kecerdasan majemuk (Multiple Intelligence) termasuk Emotional Intelligence dan Spiritual Intelligence ke dalam kurikulum.

6) Mengembangkan kurikulum terpadu yang berorientasi pada materi, kompetensi, nilai dan sikap serta prilaku (kepribadian ).

25 Mulyasa, E. 2009. Standar Kompetensi Guru Dan Sertifikasi Guru. Bandung: PT

28

7) Mengarahkan siswa untuk mampu berpikir kritis, kreatif dan analitis , memiliki kemampuan belajar (learning how to learn) serta mampu mengambil keputusan dalam belajar. Penyusunan kurikulum ini didasarkan prinsip ”Understanding by Design” yang menekankan pemahaman jangka panjang (”Enduring Understanding”). Pemahaman (Understanding) dilihat dari 6 aspek: Explain, Interpret, Apply, Perspective, Empathy, Self Knowledge.

8) Kurikulum tingkatan satuan pendidikan dapat menggunakan sistem paket dan kredit semester.

9) Dapat memberikan program magang untuk siswa SMA, MA dan SMK.

10) Menekankan kemampuan pemanfaatan teknologi yang terintegrasi dalam setiap mata pelajaran.26

Namun setelah RSBI dihapus pada selasa tanggal 1 januari 2013 tidak mengurangi kualitas sekolah sekolah di Indonesia dalam Standarnya, karena Standar Nasional Indonesia sudah cukup dan baik.

26 adanfa makalah perbandingan sekolah RSBI dan SNI.html (diunduh pada tanggal 21 september

29

B. Kajian Tentang Teknologi Pembelajaran