• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

2. Kompetensi pelayanan penerbitan SIUP

Kompetensi adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan

a. Tingkat pendidikan

Dalam rangka meningkatkan keberhasilan pelayanan penerbitan surat ijin usaha perdagangan adalah di pengaruhi oleh tingkat pendidikan aparat pemerintah atau pegawai.

Semakin tingginya kebutuhan masyarakat akan pelayanan ini perlu diimbagin dengan pelayanan yang maksimal dan cepat yang menuntut aparatur untuk cekatan dalam bekerja. Dalam menentukan sejauh mana kualitas dari suatu pelayanan penilaiannya berdasarkan hal yang menyangkut pengetahuan atau wawasan, kesopansantunan, dan respon terhadap konsum. Setiap aparatur pelayanan sudah seharusnya meiliki pengetahuan dan wawasan yang luas mengenai bidang pekerjaan yang dijalankanya. Semakin luas pengetahuan dan wawasan yang dimiliki seorang aparatur pelayanan, maka ia akan semakin menguasai bidang pekerjaanya dengan baik.

b. Keterampilan

Keterampilan pegawai sangat mempengaruhi pelaksanaan tugas karena suatu tugas dikerjakan dengan dasar keterampilan kerja yang dimiliki oleh pegawai, maka hasilnya akan berbeda dengan pegawai yang tidak mempunyai keterampilan.

2. Wawancara

Wawancara adalah proses interaksi antara peneliti dengan informan atau responden guna memperoleh data atau informasi untuk kepentingan tertentu.

Untuk memperoleh data dan informasi wawancara dalam penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan kepada informan. Wawancara ini dilakukan pada saat hari kerja di DPMPTSP Kabupaten Ende. Apabila informasi dianggap sudah memenuhi tujuan penelitian maka pengajuan pertanyaan atau penjaringan informasi akan diakhiri.

3. Dokumentasi

Menurut Moleong (2006: 162) Dokumen yaitu data-data yang bersumber dari non manusia, merupakan sesuatu yang sudah ada. Untuk memperoleh data-data yang di perlukan dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan data yang dibutuhkan dengan cara mengumpulkan dan mempelajari dokumen-dokumen yang memiliki keterkaitan dengan penlitian ini baik di pustaka maupun di DPMPTSP Kabupaten Ende, seperti buku jurnal, surat kabar, peraturan pemerintah dan lain sebagainya. Dokumen tersebut peneliti kumpul dari awal hingga berakhirnya penelitian.

G. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data

Agar data yang diperoleh dijamin keabsahannya sehingga dapat dipertanggung jawabkan hasil penelitiannya maka perlu melakukan triangulasi.

Menurut Moleong (2011: 330) Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk

keperluan pengecekan atau sebagai pembanding untuk data itu. Menurut Danzin dalam Moleong (2011: 330) membedakan Empat macam triangulasi sebagai teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan penggunaan sumber, metode, penyidik, dan teori.

Pada penelitian ini peneliti menggunakan trianggulasi dengan penggunaan sumber. Menurut Patton dalam Moleong (2011: 330) menyebutkan bahwa triangulasi dengan sember berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu atau alat yang membedakan dalam penelitian kualitatif. Pengecekan keabsahan data dengan sumber menurut Moleong (2011: 331) dapat diketahui dengan cara:

1. Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara.

2. Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi.

3. Membandingkan dengan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu.

4. Membandingkan keadaan dengan persfektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang seperti rakyat biasa, orang yang berpendidikan menengah atau tinggi, orang berada, orang pemerintahan.

5. Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.

Menurut Bogdan & Biklen dalam Moleong (2006: 248) analisis data yaitu:

Upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.

Proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, katagori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti disarankan oleh data.

Dengan demikian, data yang telah dikumpul dari hasil wawancara dan studi kepustakaan atau dokumentasi akan dianalisis dan ditafsirkan untuk mengetahui maksud dan serta maknanya, kemudian dihubungkan dengan masalah penelitian.

Data yang dikumpul, disajikan dalam bentuk narasi dan kutipan langsung hasil wawancara.

Secara persial prosedur analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis data dari Milles dan Huberman ( Sugiyono,2010:337) yaitu analisis interaktif dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Pengumpulan Informasi

Yaitu melalui wawancara terhadapkey informan yang compatible terhadap penelitian kemudian observasi langsung ke lapangan untuk menunjang penelitian yang dilakukan agar mendapatkan sumber data yang diharapkan.

2. Redukdensi Data

Yaitu proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, tranformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan di lapangan selama meneliti tujuan diadakan transkrip data (tranformasi data) untuk memilih informasi mana yang dianggap sesuai dengan masalah yang terjadi pusat penelitian lapangan. Data yang diperoleh di lokasi penelitian (data lapangan) dituangkan dalam uraian atau laporan yang lengkap dan terinci.Laporan lapangan tersebut oleh peneliti di reduksi, dirangkum dan dipilih hal-hal yang pokok, difokuskan pada hal-hal yang penting kemudian dicari tema atau polanya.

3. Penyajian Data

Penyajian data ( data display) yaitu kegiatan sekumpulan informasi dalam bentuk teks naratif dan tabel yang bertujuan mempertajam pemahaman penelitian terhadap informasi yang dipilih kemudian disajikan dalam tabel ataupun uraian penjelasan. Penyajian data atau display data dimaksudkan agar memudahkan bagi peneliti untuk melihat gambaran secara keseluruhan atau bagian-bagian tertentu dari penelitian. Oleh karena itu dalam penelitian ini peneliti menyajikan data dalam bentuk tabel-tabel dan uraian naratif.

4. Menarik Kesimpulan/Verifikasi

Menarik kesimpulan/Verifikasi yaitu mencari arti pola-pola penjelasan, konfigurasi yang mungkin, alur sebab akibat dan proposisi. Verifikasi dalam data penelitian kualitatif ini dilakukan secara terus menerus sepanjang proses penelitian berlangsung sejak awal memasuki lapangan dan selama proses pengumpulan data, peneliti berusaha untuk menganalisis dan mencari makna dari data yang dikumpulkan.

dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang berkedudukan dibawah dan bertangung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

1. Tugas Pokok dan Fungsi DPMPTSP Kabupaten Ende

Sesuai Peraturan Bupati Nomor 45 Tahun 2016 DPMPTSP, Sebagai lembaga teknis daerah yang bertanggung jawab kepada Bupati, maka Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu mempunyai tugas pokok dalam melaksanakan urusan pemerintahan bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu, meliputi:

Tugas pokok :

a. pengembangan iklim penanaman modal b. promosi penanaman modal

c. pelayanan penanaman modal

d. pengendalian pelaksanaan penanaman modal, data dan sistem informasi penanaman modal

e. serta pelayanan terpadu satu pintu.

Fungsi :

a. Penyusunan rumusan kebijakan teknis penyelenggaraan pelayanan perizinan dan penanaman modal

b. Penyusunan, perumusan dan penetapan program serta kebijakan di bidang pelayanan perizinan dan penanaman modal

c. Penyelenggaraan pelayanan di bidang penanaman modal dan pelayanan perizinan terpadu satu pintu

d. Pembinaan, pengawasan, pengendalian dan pelayanan perizinan dan non perizinan di bidang penanaman modal

e. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang perizinan dan non perizinan

f. Pembinaan dan pelaksanaan pelayanan informasi, pemrosesan atau pengolahan dan pelaporan penyelenggaran perizinan dan non perizinan g. Pelaksanaan pelayanan pengaduan dan melakukan penyelesaian atas

pengaduan

h. Penandatanganan perizinan dan non perizinan yang menjadikewenangan Badan Perizinan Terpadu dan Penananman Modal

i. Pelaksanaan koordinasi dalam penyelenggaraan pelayanan perizinan dan non perizinan, termasuk koordinasi pengkajian teknis perizinan melalui Tim teknis

j. Perumusan, pengembangan dan pengendalian penyelenggaraan pelayanan perizinan sesuai dengan kewenangannya

k. Pelaksanaan perencanaan dan pengendalian teknis operasional pengelolaan keuangan, kepegawaian dan pengurusan barang milikdaerah yang berada dalam penguasaannya

l. Pembinaan Unit Pelaksana teknis dan tenaga fungsional

2. Visi dan Misi DPMPTSP Kabupaten Ende

Adapun Visi Dan Misi DPMPTSP Kabupaten Ende yakni: “Terwujudnya Pertumbuhan Investasi Yang Tangguh Dan Berdaya Saing Serta Prima Dalam Pelayanan Perijinan Guna Menuju Masyarakat Yang Mandiri Sejahtera dan Berkeadilan”

Untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan maka dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu kabupaten ende merumuskan misi yang akan dilaksanakan yaitu :

a. Menciptakan iklim investasi yang kondusif

b. Mengembangkan sistim informasi investasi yang efektif dan muktahir c. Meningkatkan partisipasi masyarakat dan kemitraan investasi

d. Meningkatkan kapasitas sumber daya aparatur e. Meningkatkan sarana dan prasarana

f. Meningkatkan kualitas pelayanan dengan berpegang teguh pada prinsip pelayanan yang cepat, tepat, mudah, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel

g. Menyebarluaskan informasi pelayanan perijinan dalam rangka meningkatkan motifasi kepada masyarakat umum dan dunia usaha guna mengurus perijinan.

3. Struktur Organisasi DPMPTSP Kabupaten Ende

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu merupakan suatu badan pelaksana teknis, untuk dapat melaksanakan tugas tentu memerlukan uraian yang jelas tentang struktur susunan dan tugas serta tanggungjawab dari masing-masing anggota dalam suatu organisasi. Sehingga dengan adanya penetapan struktur organisasi ini jelas tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh setiap pegawainya guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Menurut Handayaningrat (2001:18) Struktur adalah kerangka kerjasama atas dasar pembagian kerja dalam organisasi. Pembagian kerja ini menentukan wewenang, tugas dan kegiatan orang-orang dalam rangka kesatuan arah dan tujuan. Sedangkan menurut Gie (2000: 97) Struktur organisasi yaitu hubungan antara fungsi-fungsi yang merupakan wewenang dan tanggungjawab tiap-tiap anggota yang memikul tugas pekerjaan.

Dari pengertian struktur organisasi yang dikemukakan di atas dapat kiranya diketahui bahwa struktur organisasi adalah kerangka segenap tugas pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi, hubungan antara fungsi-fungsi yang merupakan wewenang dan tanggungjawab dari tiap-tiap anggota yang melaksanakan tugas dalam organisasi.

Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa dengan adanya struktur organisasi maka dalam pelaksanaan pekerjaan guna mencapai pekerjaan organisasi yang telah ditentukan dapat berjalan tanpa adanya suatu penumpukan atau ketidak sesuaian dalam pelaksanaan tugas. Selain itu juga

mempermudah dalam melakukan penempatan anggota organisasi untuk melaksanakan tugas-tugas yang ada. Oleh karena itu seorang pimpinan organisasi harus benar-benar mengetahui dan memahami tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh masing-masing bagian dari organisasi. Sehingga jika terdapat tugas baru yang harus dilaksanakan, ia mengetahui bagian mana dalam organisasi yang harus melaksanakan tugas tersebut.

Oleh karena itu, dibentuk suatu struktur yang menggambarkan dengan jelas fungsi bagian masing-masingbagian.

Adapun tugas pokok, fungsi dan uraian tugas organisasi Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu sebagai berikut:

1. Kepala Dinas

Kepala Dinas mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok sesuai Kebijakan Bupati dan Peraturan perundang-undangan yang berlaku,

merumuskan kebijaksanaan, mengkoordinasikan, membina dan mengendaliakan tugas-tugas. Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala

Dinasmempunyai fungsi :

a) Penyusunan rumusan kebijaksanaan pelaksanaan bidang pelayanan administrasi perizinan dan peningkatan pelayanan izin-izin kepada masyarakat

b) Penyusunan rumusan kebijaksanaan teknis pelaksanaan bidang penerbitan izin-izin yang telah mendapat rekomendasi dari instansi terkait

c) Penyusunan rumusan kebijaksanaan pelaksanaan pengelolaan pungutan

biaya perizinan dan pembukuan

d) Penyusunan bimbingan dan pengendalian pelaksanaankoordinasian dan penyusunan program pendataan izin dan pembuatan laporan izin yang telah diterbitkan

e) Pengelolaan administrasi urusan tertentu 2. Sekertaris

Sekretaris mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif bagi seluruh satuan kerja di Lingkungan Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Dalam melaksanakan tugas, Sekretaris menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

1) pengelolaan ketatausahaan 2) pelaksanaan urusan kepegawaian 3) pelaksanaan urusan keuangan 4) pelaksanaan urusan perlengkapan

5) pelaksanaan urusan umum dan rumah tangga a. Subbagian Umum dan Kepegawaian

Mempunyai tugas menyusun rencana kerja, melaksanakan tugas teknis ketatausahaan, mengelola administrasi kepegawaian serta melaksanakan urusan rumah tangga

b. Subbagian Keuangan

Mempunyai tugas menyusun rencana kerja serta melaksanakan tugas teknis keuangan.

c. Subbagian program,evaluasi dan pelaporan

Mempunyai tugas menghimpun menyusun dan menganalisis laporan pelaksanaan tugas masing masing unit kerja dan satuan kerja

3. Bidang renbang dan pengembangan iklim & promosi PM

Mempunyai tugas merencanakan operasional, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan pengembangan iklim penanaman modal meliputi perencanaan dan pengembangan potensidaerah berdasarkan ketentuan yang berlaku agar terwujud iklim investasi yang kondusif

a. Seksi perencanaan PM

Penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan dan pengembangan iklim penanaman modal

b. Seksi pengembangan iklim PM

Penyiapan bahan pemberian petunjuk teknis di bidang di bidang perencanaan pengembangan iklim investasi penanaman modal

c. Seksi promosi PM

Merencanakan operasional, mengendalikan dan menevaluasi kegiatan pengembangan dan pelaksanaan promosi penanaman modal berdasarkan ketentuan yang berlaku guna peningkatan penanaman modal

4. Bidang pengaduan, kebijakan dan pelaporan layanan

Merencanakan, melaksanakan, menganalisis, mengevaluasi pengukuran terhadap mutu layanan, merumuskan dan melaksanakan kebijakan di

bidang pengaduan

a. Seksi pengaduan & informasi layanan perizinan dan non perizinan Merencanakan penanganan pengaduan, informasi dan kosultasi layanan dalam penyelenggaraan pelayanan perijinan dan non perijinan

b. Seksi kebijakan dan penyuluhan layanan

Menyiapkan bahan bahan kebijakan peraturan dan advokasi terkait dengan pelayanan perijinan dan non perijinan serta bahan penyuluhan kepada masyarakat

c. Seksi pelaporan dan peningkatan PM

Mengidentifikasi dan mengklarifikasi data dan bahan pelaporan yang meliputi pengembangan, pengendalian, mutu layana, standar layanan dan inovasi pelayanan perijinan dan non perijinan

5. Bidang penyelenggaraan pelayanan perizinan dan non perizinan

Merencanakan operasional, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan pemberian perizinan usaha dan non usaha kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku untuk memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat

a. Seksi pelayanan perizinan & non perizinan I

Merencanakan dan melaksanakan pelayanan analisis perijinan melalui pendataan, identifikasi, verifikasi, pengkajian analisis dan validasi kegiatan pelayanan perijinan usaha dan perijinan non usaha sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku guna terwujudnya pelayanan yang

berkualitas, terpadu, efektif dan efisien b. Seksi pelayanan perizinan & non perizinan II

Merencanakan dan melaksanakan kegiatan pengkajian perijinan dan non perijinan melalui pendataan, identifikasi analisis dan penyusunan perencanaan kegiatan penanganan pengaduan dan pelayanan informasi perijinan menanaman modal sesuai ketentuan dan prosedur guna peningkatan perekonomian daerah

c. Seksi pelayanan perizinan & non perizinan III

Merencanakan dan melaksanakan pelayanan analisis perijinan melalui pendataan, identifikasi, verifikasi, pengkajian analisis dan validasi kegiatan pelayanan perijinan usaha dan perijinan non usaha sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku guna terwujudnya pelayanan yang berkualitas, terpadu, efektif dan efisien

6. Bidang pengendalian pelaksanaan dan informasi PM

Merencanakan operasional, mengendalikan dan mengevaluasi pengendalian investasi dan pengolahan data informasi penanaman modal sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku guna meningkatkan iklim investasi daerah.

a. Seksi pemantauan & pengawasan PM

Merencanakan dan melaksanakan pemantauan dan pengawasan penanaman modal melalui pendataan, pengkajian, analisis dan penyusunan perencanaan kegiatan penanaman modal daerah sesuai

ketentuan dan prosedur yang berlaku guna peningkatan perekonomian daerah

b. Seksi pembianan pelaksanaan PM

Penyiapan bahan pemberian petunjuk teknis di bidang pelaksanan penanaman modal dan perjinan

c. Seksi pengelolahan data & sistem informasi PM

Penyiapan bahan perumusan dan penyusunan kebijakan di bidang pengelolaan data dan informasi penanaman modal

4. Keadaan Sumber Daya Manusia DPMPTSP Kabupaten Ende

Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting guna menunjang terlaksananya tugas dan fungsi dalam suatu organisasi. Dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, maka diperlukan sumber daya yang memadai dan terampil dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat (costumer). Pada dasarnya kebijaksanaan dan keaktifan yang dimiliki pegawai mencerminkan pelaksanaan tugas pekerjaan yang baik pada suatu kantor, dimana kelancaran dan keberhasilan tugas menjadi hak dan tanggungjawab kantor tersebut, yang ditentukan oleh kesungguhan dan kemampuan para pegawainya dalam melaksanakan tugas.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi tersebut, DPMPTSP Kabupaten Ende dibantu oleh beberapa pegawai. Tahun 2018 total pegawai yang dipekerjakan ialah sebanyak 36 orang. Jumlah tersebut 34 orang pegawai negeri sipil dan 2 orang pegawai kontrak.

Adapun rincian pegawai di DPMPTSP Kabupaten Ende, dikelompokkan berdasarkan tingkat pendidikan dan berdasarkan golongan yakni sebagai berikut:

a. Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Guna menunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, DPMPTSP Kabupaten Ende membutuhkan pegawai tidakhanya dari segi kuantitas namun juga dari segi kualitasnya. Oleh karena itu pegawai tentunya perlu memiliki kemampuan, berkompeten di bidangnya, serta berpendidikan.

Adapun tingkat pendidikan yag dimiliki oleh pegawai DPMPTSP Kabupaten Ende dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.1 Persentase Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan

No Jenis pendidikan Laki-laki Perempuan Jumlah

1 S2 1 1 2

2 S1 11 10 21

3 D3 2 2 4

4 SMA 3 4 7

Jumlah 17 17 34

Sumber: DPMPTSP Kabupaten Ende 2018

Dari tabel di atas, terlihat bahwa pegawai DPMPTSP Kabupaten Ende terbanyak memiliki pegawai dengan tingkatpendidikan S1 yang berjumlah 21 orang, kemudian pegawai dengan tingkatpendidikan SLTA yang berjumlah 7 orang, tingkat pendidikan S2 berjumlah 2orang,tingkat pendidikan D3 dengan jumlah 4 orang.

b. Pegawai Berdasarkan Golongan

Pegawai DPMPTSP Kabupaten Ende selanjutnya dikelompokkan berdasarkan golongannya.

Adapun pengelompokkan tersebut terdiri dari beberapa golongan yaitu golongan II, III, dan golongan IV. Secara rinci dijabarkan sebagai berikut:

Tabel 4.2 Klasifikasi Tingkat Pangkat/Golongan Pegawai DPMPTSP Kabupaten Ende

No Pangkat Golongan Laki-laki Perempuan Jumlah

1 Pembina utama muda IV/c 1 - 1

2 Pembina Tingkat 1 IV/b 3 1 4

3 Pembina IV/a - 1 1

4 Penata Tingkat 1 III/d 2 4 6

5 Penata III/c 4 4 8

6 Penata muda tingkat 1 III/b 1 2 3

7 Penata muda III/a 4 2 6

8 Pengatur II/c 2 1 3

9 Pengatur muda tingkat 1

II/b - 2 2

Jumlah 17 17 34

Sumber: DPMPTSP Kabupaten Ende 2018

Berdasarkan tabel diatas,dapat dilihat bahwa pegawai DPMPTSP Kabupaten Ende yang berpangkat/golongan IV berjumlah 6 orang, pegawai berpangkat/golongan III berjumlah 23 orang, pegawai berpangkat/golongan II berjumlah 5 orang.

5. Sarana Dan Prasarana Dikelola DPMPTSP Kabupaten Ende

Guna menunjang penyelenggaraan pelayanan publik, diperlukan sarana dan prasarana penunjang kegiatan pelayanan.

Kalau kita berbicara masalah sarana dan prasarana, maka yang dimaksud di sini adalah sarana dan prasarana yang dapat menunjang kelancaran dalam memberikan pelayanan itu sendiri. Sarana dan prasarana merupakan suatu ukuran tentang tingkat pelayanan yang diberikan oleh suatu instansi karena tanpa adanya sarana yang memadai mustahil rencana-rencana kegiatan yang telah ditetapkan dapat tercapai, oleh sebab itu DPMPTSP Kabupaten Ende harus memperhatikan mengenai kubutuhan akan perlengkapan kantor yang digunakan dalam operasional.Adapun peralatan yang dikelola oleh DPMPTSP Kabupaten Endepada Tahun 2018, rincian tersebut dijabarkan dalam tabel berikut:

Tabel 4.3 Rincian Aset yang Dikelolah DPMPTSP Kabupaten Ende

No Sarana yang dikelolah Jumlah

1 AC 3

2 Almari 5

3 Computer 15

4 Dispenser 4

5 Camera digital 2

6 Telepon permanen 5

7 Kipas angin 6

8 Kursi kerja 35

9 Kursi tamu 20

10 Lemari arsip 2

11 Meja kerja 34

12 Mobil 1

13 Motor 11

14 Printer 7

15 Televise 3

16 Kursi panjang pemohon 2

17 Anjungan informasi 2

18 Kalkulator 6

Sumber: DPMPTSP Kabupaten Ende

Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa, semua peralatan yang dimiliki umumnya dalam keadaan baik. Dengan peralatan yang baik ini akan memberi hasil kerja yang baik pula apabila disertai dengan pegawai dan tenaga pengajar yang cukup serta mempunyai keahlian yang memadai. Dengan demikian, para pegawai juga akan merasa bergairah dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan sehari-hari.

6. Jenis-jenis perizinan di DPMPTSP Kabupaten Ende

Berdasarkan peraturan No 4 tahun 2011 tentang standar operasional prosedur (SOP) izin dan standar pelayanan pada DPMPTSP Kabupaten Ende, menyusun beberapa aturan teknis perizinan dari tahap penerimaan hingga penyelesaian perizinan. Terdapat 19 jenis pelayanan perizinan yang dikelola oleh DPMPTSP Kabupaten Ende, yakni:

1. Ijin Usaha Angkutan

2. Ijin Usaha Pendirian Apotek 3. Tanda Daftar Gudang 4. Ijin Gangguan (IG) 5. Ijin Lokasi

6. Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) 7. Ijin Usaha Industri(IUI)

8. Ijin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) 9. Ijin Usaha Perikanan (IUP)

10. Ijin Usaha Perluasan Penanaman Modal Bagi Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN)

11. Ijin Pengelolaan Tower/Menara Tower 12. Ijin Usaha Pariwisata

13. Ijin Penyelenggaraan / Pemasangan Reklame 14. Surat Ijin Penangkapan Ikan (SIPI)

15. Surat Ijin Usaha Penjualan Minuman Beralkohol (SiUP-MB) 16. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)

17. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) 18. Ijin Trayek

19. Tanda Daftar Usaha Warabala

7. Waktu dan biaya pelayanan perizinan di DPMPTSP Kabupaten Ende

Berkenaan dengan waktu dan biaya yang digunakan dalam penyelenggaraan pelayanan, DPMPTSP mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diatur dalam Perda No. 4 tahun 2011.Adapun jangka waktu dan biaya pelayanan pada DPMPTSP dijabarkan pada tabel berikut:

Tabel 4.4 Waktu dan Biaya Pelayanan Perizinan di DPMPTSP Kabupaten Ende

No Jenis izin Waktu Biaya

1 Izin angkutan 3 hari kerja Ket. 1

2 Izin Mendirikan Bangunan (IMB) 8 hari kerja Ket. 1

3 Izin Trayek 6 hari kerja Ket. 1

4 Surat Ijin Usaha Penjualan Minuman Beralkohol (SiUP-MB)

10 hari kerja Ket. 2

5 Izin Gangguan (IG) 5 hari kerja Ket.1

6 Surat Ijin Penangkapan Ikan (SIPI) 5 hari kerja Ket.1 7 Ijin pengelolaan tower menara 5 hari kerja Ket. 1 8 Izin usaha jasa konstruksi (IUJK) 10 hari kerja Ket 1 9 Tanda daftar perusahaan (TDP) 5 hari kerja Gratis 10 Ijin Penyelenggaraan/Pemasangan Reklame 3 hari kerja Gratis

11 Ijin Usaha Peternakan 5 hari kerja Ket 1

12 Tanda daftar gudang 3 hari kerja Gratis

13 Ijin Usaha Industri(IUI) 5 hari kerja Ket 1

14 Ijin Prinsip Perluasan Penanaman Modal Bagi Penanam Modal Negeri(PMDM)

5 hari kerja Gratis 15 Surat ijin usaha perdagangan (SIUP) 5 hari kerja Gratis 16 Tanda daftarusaha warlaba 3 hari kerja Gratis

17 Ijin usaha pariwisata 3 hari kerja Ket 1

18 Ijin usaha pendirian apotek 5 hari kerja Ket 1

19 Ijin lokasi 3 hari kerja Gratis

Sumber: DPMPTSP Kabupaten Ende

Keterangan:

1. Pengenaan tarif berdasarkan Perda Kabupaten Ende Nomor 27 Tahun 2017 tentang Retribusi Perizinan Tertentu.

2. Struktur dan besarnya retribusi Izin tempat penjualan minuman beralkohol ditetapkan (Biaya/tarif retribusi sesuai perhitungan dicantumkan dinaskah izin) sebagai berikut :

a. Hotel, Café, Bar Rp. 25.000.000, b. Diskotik, Karaoke Rp. 20.000.000

3. Tempat penjualan lain yang tidak termasuk angka 1 dan 2 sebesar Rp.15.000.000

B. Hasil Penelitian

1. Proses Penerbitan SIUP di DPMPTSP Kabupaten Ende

Efektifitas dipahami sebagai rasio antara input dan output artinya perbandingan sejauh mana upaya yang dilakukan dengan hasil yang diperoleh dalam periode tertentu. dalam penelitian ini konsep efektifitas dibahas mengenai sejauh mana pelaksanaan pelayanan public dalam penerbitan SIUP yang dilakukan oleh pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Ende berjalan dengan semestinya dan bagaimana hasil layanan dirasakan masyarakat.

Dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat DPMPTSP Kabupaten Ende mempunyai tujuan yang ingin dicapai yaitu meningkatkan

kualitas kinerja DPMPTSP Kabupaten Ende dalam penyelenggaraan perijinan dan non perijinan serta penanaman modal. Guna mencapai tujuan tersebut ada juga sasaran- sasaran yang hendak dicapai yaitu meningkatkan kepuasan masyarakat dalam pelayanan perijinan dan nonperijinan, serta terciptanya iklim investasi yang menarik dan kondusif serta kemudahan berusaha.

Untuk mewujudkan tujuan dan sasaran tersebut, maka DPMPTSP Kabupaten Ende menyusun beberapa program kegitan dalam meningkatkan kualitas pelayanan perijinan. Seperti pelaksanaan kebijakan penyederhanaan pelayanan yaitu dengan mempersingkat pengurusan ijin baik dari segi waktu, proses, prosedur yang harus dilengkapi dan meminimalisir biaya pengurusan perijinan.

Dengan pembentukan DPMPTSP memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan dengan sistem pelayanan terpadu satupintu dimana pelayanan perizinanan yang dilakukan oleh masyarakat diselenggarakan pada satu tempat dari proses pendaftaran hingga proses izin tersebut selesai atau diterbitkan.

a. Kelengkapan Berkas

Dalam penyelenggaraan pelayanan penerbitan surat ijin usaha perdagangan di DPMPTSP Kabupaten Ende terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi serta prosedur yang harus dilewati hingga suatu proses perizinan selesai. Dengan adanya persyaratan dan prosedur tersebut, diharapkan mampu menjadi pedoman dalam pelaksanaan pelayanan. Serta

Dokumen terkait