Sasaran Pembelajaran:
Setelah melalui proses pembelajaran ini, mahasiswa peserta mata kuliah mampu memahami cara membuat pembukuan usaha yang baik dan cara menyusun laporan keuangan suatu usaha.
Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan dan fisik yang meliputi Harta, Kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi pada setiap tahun pajak berakhir.
Pembukuan dilakukan untuk memantau perkembangan usaha yang dilakukan dan posisi keuangan. Pembukuan dilakukan untuk mengetahui perbandingan antara rencana kegiatan dan pelaksanaannya. Pembukuan juga dilakukan dalam rangka memudahkan penyusunan pelaporan yang diperlukan sebagai pertanggung jawaban atas penggunaan anggaran yang disediakan untuk keperluan informasi management dalam proses pemantauan, evaluasi, pengendalian dan penyusunan anggaran yang akan datang. Pembukuan akan memudahkan
stakeholders untuk mengawasi dan mengendalikan pelaksaan kegiatan usaha.
Terdapat sejumlah tips yang dapat dilakukan untuk menyusun pembukuan usaha yang baik.
a. Menyusun proyeksi aliran kas sebelum usaha mulai dikerjakan. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan usaha secara “mental” agar ketika usaha beroperasi para pelaku usaha dapat melakukan antisipasi dini terhadap aliran kas yang terdapat pada bisnis yang ditekuni. Pelaku usaha perlu memperkirakan modal, pengeluaran, pemasukan, dan laba yang akan diperolehnya.
b. Mencatat setiap transaksi yang terjadi. Pencatatan merupakan rutinitas wajib yang mesti dibudayakan oleh pelaku usaha. Disiplin dalam pencatatan setiap transaksi yang terjadi akan memudahkan pelaku usaha untuk melacak setiap transaksi yang terjadi. Pencatatan yang baik dan disiplin akan memudahkan pelaku usaha untuk melakukan pemilahan terhadap setiap transaksi ke dalam bentuk laporan keuangan lebih lanjut.
c. Memisahkan rekening usaha dengan rekening pribadi. Percampuran uang pribadi dengan uang usaha akan menyulitkan pertanggungjawaban usaha dan membuat gerak usaha akan terhambat jika uang usaha digunakan tidak untuk peruntukan yang semestinya.
d. Menyimpan setiap bukti transaksi. Setiap bukti transaksi diperlukan sebagai kontrol dalam proses pencatatan dan penyusunan pembukuan yang baik dan kredibel. Bukti transaksi dapat dipergunakan sewaktu-waktu oleh pelaku usaha sekiranya terjadi sesuatu hal yang menuntut pelaku usaha untuk menunjukkan bukti transaksi.
Proses pencatatan dalam suatu pembukuan adalah suatu hal yang mutlak dipahami oleh calon pelaku usaha yang ingin memiliki usaha yang terkelola dengan baik. Ada tiga hal yang harus dipelajari untuk menguasai ilmu tata kelola pembukuan dan pencatatan usaha, yaitu cash- flow (aliran kas), prof it and loss (rugi laba), serta neraca.
Pencatatan yang dapat dilakukan pada bisnis baru diawali dengan pencatatan di buku kas harian. Buku ini
bertujuan untuk mencatat semua transaksi yang mempengaruhi seluruh harta, hutang piutang perusahaan. Bagan dari buku ini contohnya seperti ini:
UD. SAHABAT BUKU KAS HARIAN 01 MARET – 31 MARET 2018
Tanggal No.
Bon Uraian Debit Kredit saldo
Keterangan tabel:
* Kolom tanggal adalah kolom yang mencatat tanggal transaksi dicatat.
* Kolom No. Bon berisikan nomor yang dibuat pemilik sebagai tanda pada setiap transaksi.
* Kolom debit merupakan kolom yang berisikan semua uang yang masuk yang diterima perusahaan.
* Kolom kredit berisikan sejumlah uang yang dikeluarkan untuk mendanai kegiatan sehari-hari perusahaan.
* Kolom saldo adalah kolom yang berisikan selisih antara debit dan kredit.
Pencatatan transaksi berikutnya juga dilakukan dengan mencatat hutang di buku hutang.
UD. SAHABAT BUKU HUTANG 01 MEI – 31 MEI 2018 Tgl No. Faktur Nama Pelanggan Total
Laporan Arus Kas
Arus kas atau aliran kas adalah catatan harian mengenai pengeluaran dan pemasukan keuangan dari usaha yang dijalankan. Pada prinsipnya setiap pengeluaran dan pemasukan haruslah dicatat. Catatan arus kas merupakan bahan dasar untuk membuat laporan keuangan yang lain. Dari catatan sederhana inilah suatu usaha bisa dianalisis. Sebaiknya buku untuk pos pengeluaran dibedakan dengan pos pendapatan. Dari catatan harian ini bisa dibuat rekapitulasi per bulan yang kemudian disebut laporan arus kas (cash-f low).
Laporan Arus Kas menggambarkan arus masuk kas dan keluar yang terjadi selama periode anggaran. Laporan Arus Kas memberi informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan melalui Laporan Arus Kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi, maupun pendanaan (financing) selama suatu periode akuntansi.
Pelaku usaha dapat membuat proyeksi aliran kas terlebih dahulu sebelum memulai suatu usaha.proyeksi aliran kasi adalah perkiraan aliran kas berdasarkan asumsi-asumsi pengeluaran dan pemasukan dari usaha yang akan dijalankan. Proyeksi aliran kas bermanfaat untuk mengetahui berapa banyak modal yang harus disetor di awal dan dicadangkan selama usaha berjalan, serta berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan modal yang diinvestasikan dalam usaha yang dijalankan tersebut.
Susunan dan isi dari Laporan Arus Kas dibagi menjadi empat bagian penting yaitu :
1.Arus kas yang berasal dari aktivitas operasi (operating activities)
2.Arus kas yang berasal dari aktivitas investasi (investing
activities) atau aktivitas transaksi aktiva tetap dan aset
lainnya.
3.Arus kas yang berasal dari aktivitas pembiayaan (f inancing activities)
4.Transaksi-transaksi yang tidak mempengaruhi anggaran
Sebagai contoh pada tanggal 01 Desember, Ibu Azkia memutuskan memulai usaha dengan membeli waralaba merk makanan tertentu. Berdasarkan proyeksi aliran kas yang ditawarkan pewaralaba, waralaba Ibu Azkia diasumsikan bisa memperoleh pendapatan sebesar Rp 90.000.000 tiap bulan. Kondisi ini menunjukkan bahwa dalam tempo enam bulan pendapatan Ibu Azkia seharusnya mencapai Rp 540.000.000. Modal ibu Azkia diperkirakan bisa kembali dalam tempo sekitar 11 bulan. Untuk memulai usaha, Ibu Azkia mengeluarkan dana segar sebesar Rp 140.000.000 dari modal sendiri, dan Rp 120.000.000 dia dapatkan dari berutang. Ternyata ketika bisnis dijalankan ternyata omzetnya tidak mencapai Rp 90 juta sebulan. Catatan arus kas usaha Ibu Azkia dapat diilustrasikan seperti pada tabel berikut.
Arus Kas
Dalam Juta rupiah
Juli Agustu
s Sept Okt Nov Des Total
MASUK