• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DATA, ANALISIS DAN PEMBAHASAN

B. Analisis dan Pembahasan

2. Kompetensi Profesional

Di dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.74 tahun 2008 tentang guru didefinisikan bahwa:

“kompetensi profesional merupakan kemampuan guru dalam menguasai pengetahuan bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan /atau seni dan

budaya, yang diampunya”(PP th.2008:7).

Menurut Siregar (1998, dalam Anwar, 2010:web) mengartikan kompetensi profesional sebagai pengetahuan sains yang semestinya dikuasai oleh pengajar mencangkup dengan pemahaman fakta, konsep, prinsip, hukum, dan teori.

Kompetensi profesional tersebut terdiri dari 2 komponen penting meliputi: (a) penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai dengan mata pelajaran yang akan diampu; dan (b) konsep dan metode disiplin keilmuan pada mata pelajaran yang diampu.

Berikut ini adalah penjelasan masing-masing kompetensi profesional: a. Kemampuan guru dalam menguasai materi pelajaran secara luas

dan mendalam terhadap mata pelajaran yang diampu

Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (2006:88 dalam Musfah, 2011:43) kemampuan guru dalam memberikan materi pelajaran secara luas dan mendalam meliputi: pertama, luasnya konsep materi yang akan diajarkan, pemberian rumus secara detail, pemetaan SK dan

KD untuk mengidentifikasi materi pembelajaran yang dianggap guru penting atau kurang penting untuk diajarkan, dan struktur pengajaran yang sistematis;kedua,materi yang diajarkan disajikan dalam kurikulum sekolah; ketiga, konsep yang disajikan ada hubungan antar mata pelajaran yang terkait.

b. Kemampuan guru dalam menguasai konsep dan metode disiplin keilmuan pada mata pelajaran yang diampu

Kemampuan guru dalam memaparkan konsep dan disiplin keilmuan pada mata pelajaran yang diampunya yaitu: pertama,

kemapuan guru memaparkan sejarah dari suatu konsep yang diajarkan dengan memberikan pengantar berupa sejarah dari konsep yang akan diajarkan kepada siswa; kedua, kemampuan guru memaparkan dan menjelaskan mata pelajaran yang diampunya; ketiga kemampuan guru guru memaparkan mata pelajaran yang di ampunya terhadap mata pelajaran lain yang koheren.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini, merupakan penelitian kualitatif. Penelitian Kualitatif merupakan penelitian yang tidak menggunakan skor angka dan analisisnya tidak dengan statistik. Dengan penelitian kualitatif ini, peneliti ingin melihat dan mengerti gambaran secara umum apa yang terjadi dalam seting dan keadaan yang ada. Penelitian ini menggunakan sampel yang sedikit, dengan meneliti kasus tertentu saja (Suparno, 2010:8).

B. Waktu dan Tempat Penelitian

Kegiatan penelitian ini direncanakan memerlukan waktu dari bulan April sampai September 2012 di SMAN Z Yogyakarta.

C. Subyek Penelitian

Subyek penelitian merujuk kepada siapa penelitian ini dilakukan. Penelitian ini dilakukan pada satu guru fisika kelas XI SMAN Z Yogyakarta.

D. Obyek Penelitian

Obyek penelitian dalam penelitian ini merujuk pada apa yang diteliti. Pada penelitian ini, yang menjadi obyek penelitian adalah bentuk-bentuk kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru.

E. Instrumen Penelitian

Penelitian ini akan mengungkap bentuk-bentuk kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru serta pengaruhnya terhadap pengembangan persiapan dan pelaksanaan pembelajaran fisika kelas XI IPA.5 dalam materi termodinamika di SMAN Z Yogyakarta. Dalam penelitian ini, materi pokok bahasan ditentukan sepenuhnya oleh guru dengan alur pembelajaran sesungguhnya dikelas. Hal ini dilakukan agar yang tampak dalam rekaman video merupakan pengetahuan dari guru dan tidak ada campur tangan dari peneliti.

Instrumen penelitian didasarkan pada PP No.74 Tahun 2008 yang tertera pada Bab II dengan menggunakan observasi, dan diperkuat dengan pertanyaan terbuka yang diajukan melalui wawancara dengan guru serta pengambilan data pembelajaran guru dikelas dengan video rekam.

Tabel 3.1 Instrumen Penelitian

KOMPETENSI GURU

Kompetensi Pedagogik Kompetensi Profesional

1. Pemahaman guru tentang wawasan atau landasan

kependidikan, meliputi: - Arti pendidikan - Tujuan pendidikan

1. Kemampuan guru

dalam memberikan

materi pelajaran secara

luas dan mendalam,

meliputi: - luasnya materi

- pemberian rumus

secara detail

- pemilihan materi

yang dirasa guru

penting dan tidak

penting untuk

diajarkan

- materi ajar yang ada

dalam kurikulum

sekolah

- hubungan konsep

antar mata pelajaran 2. Pemahaman guru tentang peserta didik, meliputi:

- Tingkat kecerdasan - Nama peserta didik

- Kreatifitas siswa didalam kelas

- Kondisi fisik siswa (penglihatan, pendengaran, kemampuan berbicara, pelayanan yang baik untuk siswa dalam media, sarana dan prasarana)

- Pemberian kesempatan untuk siswa yang gagal - tingkat intelektual siswa

- Minat siswa pada mata pelajaran fisika

3. Pengetahuan guru dalam pengembangan Kurikulum /Silabus, meliputi:

- Tindakan yang dipilih guru mengenai kurikulum yang ada - Penerapan terhadap pembelajaran

KOMPETENSI GURU

Kompetensi Pedagogik Kompetensi Profesional

4.Kemampuan guru dalam perancangan pembelajaran, meliputi: - Buku panduan guru

- Pemilihan materi pembelajaran yang akan diajarkan mencangkup:

Materi yang penting untuk diajarkan

Materi yang dirasa sulit bagi siswa

Materi yang sering dirasa guru sulit untuk di jelaskan,

Penurunan rumus - RPP

terkait

5. Kemampuan guru tentang melaksanakan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, meliputi:

- Emosional guru (ramah, berwibawa, bersahabat dan perhatian)

- Keterampilan guru menjelaskan - Motivasi guru

- Partisipasi murid

2. Kemampuan guru

dalam memaparkan

konsep dan metode

disiplin keilmuan pada mata pelajaran yang diampu, meliputi:

- bedanya fisika

dengan ilmu lain - sejarah fisika

- sesuatu yang menarik dalam fisika

6. Pengetahuan guru dalam memanfaatkan teknologi

pembelajaran, meliputi: - terampil menulis

- Penggunaan media yang tepat, dan berfungsi dengan baik dalam pembelajaran

7. Pengetahuan guru dalam mengevaluasi hasil belajar, meliputi: - Alat yang digunakan untuk mengambil nilai

- Penggunaan soal yang bervariasi

- pemilihan tipe tes yang tepat untuk siswa - menentuka skor penilaian

8. Kemampuan guru dalam mengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki, meliputi: - Pendalaman materi

- KLINIK - Olimpiade

Kemudian data diperoleh dari observasi kemudian diperkuat dengan data wawancara

1. Observasi

Observasi difokuskan dalam peristiwa-peristiwa yang terkait dengan langkah guru dalam merencanakan pengajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan hasil dari pembelajaran. Observasi ini dilakukan untuk mendapatkan data yang memberikan sebuah gambaran mengenai bentuk-bentuk kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional.

2. Wawancara ke guru

Wawancara dilakukan dalam penelitian ini untuk mengetahui latar belakang yang nantinya dideskripsikan dalam hal mengapa guru melakukan sesuatu yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Bentuk wawancara bebas pemimpin yaitu peneliti bebas mengemukakan pertanyaan yang mendukung untuk penelitian kepada guru yang menjadi subyek dalam penelitian ini.

Wawancara dengan guru diluar kelas menggunakan media perekam, dan berdiskusi tentang perencanaan persiapan dan pelaksanaan pembelajaran dijadikan sebagai data yang mendasari dalam penelitian ini.

Kisi-kisi wawancara guru seperti pada Tabel 3.1 berikut ini: Tabel 3.2 Kisi-kisi wawancara guru

Kisi-kisi Wawancara guru

Pemahaman guru tentang wawasan atau landasan kependidikan

1. Menurut bapak, apa tujuan dari pendidikan untuk siswa?

Pemahaman guru tentang peserta didik

2. Bagaimana tingkat kecerdasan siswa bapak? 3. Apakah bapak paham dengan nama siswa? 4. Bagaimana bentuk kreatifitas siswa? 5. Bagaimana bapak menyikapi siswa yang

memiliki keterbatasan misalnya penglihatan, kemampuan berbicara?

6. Bagaimana bapak menyikapi kepada siswa yang gagal ulangan?

7. Bagaimana tingkat intelektual siswa? 8. Bagaimana minat siswa pada mata pelajaran

fisika? Pengetahuan guru dalam

pengembangan Kurikulum /Silabus

9. Menurut bapak, kurikulum yang ada saat ini seperti apa?

10.Apakah bapak menerapan terhadap pembelajaran?

Kemampuan guru dalam perancangan pembelajaran

11.Buku apa yang bapak pakai sebagai buku pegangan?

12.Menurut bapak, materi apa saja yang penting dalam termodinamika?

13.Menurut bapak materi apa yang dirasa sulit bagi siswa?

14.Menurut bapak materi yang dirasa guru sulit untuk di jelaskan?

Kisi-kisi Wawancara guru

melaksanakan pembelajaran yang mendidik dan dialogis

yang sulit. Bagaimana cara bapak melakukan pembelajaran, agar siswa bisa menyukai fisika? Pengetahuan guru dalam

memanfaatkan teknologi pembelajaran

16.Apakah bapak menggunaan media yang tepat, dan berfungsi dengan baik dalam pembelajaran

Pengetahuan guru dalam mengevaluasi hasil belajar

17.Bagaimana cara bapak untuk melihat bahwa siswa mamou menyerap pembelajaran dengan baik?

18.Bagaimana cara bapak untuk membuat soal ulangan?

19.Tipe tes seperti apa yang akan bapak berikan untuk ulangan?

Kemampuan guru dalam mengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki

20.Bagaimana cara bapak mengembangkan siswa yang berpotensi, atau siswa yang kurang? 21.Apa itu KLINIK?

Kemampuan guru dalam

menguasai materi pelajaran

secara luas dan mendalam

22.Menurut bapak, materi apa yang dirasa penting dan tidak penting untuk diajarkan?

23.Ketika bapak mengajar, adalah hubungan konsep antar mata pelajaran pak? Misalnya fisika dengan matematika.

Kemampuan guru dalam

menguasai konsep dan metode disiplin keilmuan pada mata pelajaran yang diampu

24.Bapak kan mengajar fisika, apakah bapak tahu sejarah dari fisika?

25. sesuatu yang menarik dalam fisika?

Pengambilan data pembelajaran guru dikelas dengan video rekam dan dalam penelitian ini, materi pokok bahasan ditentukan dan dilaksanakan sepenuhnya oleh guru sesuai dengan perencanaan yang sudah disiapkan. Hal ini dilakukan agar yang tampak dalam rekaman video merupakan pengetahuan guru dan tidak ada campur tangan dari peneliti.

Kisi-kisi pengambilan data pembelajaran guru dikelas seperti pada Tabel 3.3 berikut ini:

Kisi-kisi Peneliti mengamati, ketika guru:

Materi pembelajaran yang luas dan mendalam sesuai dengan standar isi, program satuan

pendidikan, mata

1. Konsep, struktur dan metode keilmuan /teknologi /seni yang menaungi /koheren dengan bahan ajar

2. Materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah 3. Hubungan konsep antar mata pelajaran yang terkait 4. Kompetensi secara professional dalam konteks global

Kisi-kisi Peneliti mengamati, ketika guru:

pelajaran dan /atau kelompok mata pelajaran yang diampu.

dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional

Sesuai dan rinci dalam menyajikan konsep

1. Menguraikan dengan suatu model dalam menyajikan konsep (dalam diagram-diagram atau material-material) Pelaksanaan

pembelajaran yang mendidik dan dialogis

1. Emosional guru

2. Keterampilan guru menjelaskan 3. Motivasi guru

4. Partisipasi murid 5. Peraturan dan penilaian

6. Pembelajaran yang tidak terkesan menegangkan Pemanfaatan teknologi

pembelajaran

1. Penggunaan multimedia

2. penggunaan media yang tepat, lancar dan berfungsi dengan baik

3. Percaya diri 4. Kreatifitas Mengevaluasi hasil

belajar

1. Soal yang bervariasi 2. sesuai KD yang dicapai

F. Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan melalui observasi proses pembelajaran dikelas dengan perekam video kemudian diperkuat dengan wawancara yang dilakukan dengan guru. Rekaman proses pembelajaran gu ru didahului dengan observasi sebanyak satu kali pertemuan kemudian selanjutnya diadakan pengambilan data dengan menggunakan media Handycam sebanyak lima kali pertemuan dan satu kali ulangan. Dengan alokasi waktu satu jam sama dengan empat puluh lima menit lamanya. Kelas yang dijadikan penelitian yaitu kelas XI IPA.5 sebanyak 25 siswa dengan sistem moving class. Kemudian data observasi didalam kelas akan diperkuat dengan wawancara.

G. Metode Analisis Data

Peneliti melakukan penelitian dengan proses analisis data dilakukan dengan mengkategorikan bentuk-bentuk pengetahuan guru dalam mempersiapkan dan melaksanakan pembelajaran, sebagai berikut:

1. Kompetensi Pedagogik yang meliputi:

a. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan b. Pengembangan dan karakterisik dari peserta didik c. Pengembangan kurikulum /silabus

d. Perencanaan pembelajaran

e. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis f. Pemanfaatan teknologi pembelajaran

g. Evaluasi hasil belajar siswa

h. Pengembangan untuk peserta didik dalam mengaktualisasikan potensi yang dimiliki

2. Kompetensi Profesional yang meliputi:

a. Materi pembelajaran yang sesuai dengan standar isi program satuan pendidikan

b. Konsep dan disiplin keilmuan, teknologi atau seni yang relevan, yang secara konseptual menaungi dengan program satuan pendidikan.

Tahap dalam proses analisis data meliputi:

1. Transkripsi data rekaman video dan rekaman wawancara

Proses transkripsi merupakan penyajian kembali bagian-bagian tertentu dari rekaman video yang sesuai dengan topik-topik data yang akan diteliti dalam hal ini tentang bentuk-bentuk pengetahuan guru dalam mempersiapkan dan melaksanakan pembelajaran yang terlihat dalam pembelajaran kedalam bentuk narasi.

2. Kategori data

Proses membandingkan topik-topik data satu sama lain. Sehingga menghasilkan suatu kategori-kategori data. topik-topik data yang mempunyai kesamaan makna kemudian dikumpulkan dan ditentukan suatu gagasan abstrak yang mewakili. Gagasan abstrak tersebut yang selanjutnya disebut kategori data. Pengelompokan topik-topik data akan menghasilkan kategori-kategori data yang bersesuaian.

3. Penarikan kesimpulan

Berdasarkan proses analisis data maka dapat ditarik suatu kesimpulan yang dapat menjawab masalah yang akan diteliti. Dalam hal ini, bentuk-bentuk yang terlihat dalam video kemudian diperkuat dan disimpulkan oleh data hasil wawancara.

BAB IV

DATA, ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. DATA

Dibawah ini akan dideskripsikan proses pelaksanaan penelitian serta hasil dari penelitian, sebagai berikut:

1. Pelaksanaan Penelitian

Penelitian dilaksanakan di salah satu sekolah negeri menengah atas di Yogyakarta yaitu SMAN Z Yogyakarta. Sekolah ini merupakan sekolah yang heterogen dengan mengambil sampel kelas XI IPA 5 yang berjumlah 25 siswa, dengan materi Termodinamika.

Subjek dari penelitian ini adalah guru fisika sedangkan objeknya adalah kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru yang berpengaruh langsung dalam pengembangan persiapan dan pelaksanaan pembelajaran. Penelitian ini dilakukan hanya satu sekolah dengan satu guru supaya penelitian ini fokus dalam mengetahui bentuk-bentuk kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru dan pengaruhnya dalam pengembangan persiapan dan pelaksanaan pembelajaran.

Sebelum melakukan penelitian, pada tanggal 13 April 2012 pukul 07.15-08.45 peneliti melakukan observasi di sekolah tersebut dengan menggunakan Handycam. Hal ini dilakukan sebagai bentuk untuk melihat situasi kelas dan proses pembelajaran yang berlangsung serta untuk

membiasakan siswa dengan keberadaan Handycam dan peneliti di dalam kelas.

Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada tanggal 20, 23, 24, 27, 30 April dan 1 Mei 2012. Penelitian tersebut dilakukan di dalam kelas (dengan sistem kelas yang bersifatmoving class) yang telah dilakukan oleh peneliti sendiri sebagai pengamat sekaligus merekam proses pembelajaran. Lebih dari pada itu, guru pengampu mata pelajaran fisika tidak menetap oleh satu guru, tetapi dalam satu kelas terlaksana dua guru pengampu. Oleh karena itu, terkadang ketika mengajar guru harus saling berkompromi untuk membagi materi supaya jam mengajar yang diinginkan guru tercapai. Hal ini dikarenakan terdapat empat guru fisika dan semuanya harus diberikan jam untuk mengajar, sehingga diputuskan untuk kelas XI IPA dalam materi fisika diampu oleh dua guru.

Setelah proses perekaman data di dalam kelas selesai, peneliti kemudian memutar rekaman video secara berulang-ulang untuk mendeskripsikan dan menemukan bentuk-bentuk pengetahuan guru dalam mempersiapkan dan melaksanakan pembelajaran, kemudian mentranskripnya.

2. Data Penelitian

Berdasarkan pengamatan selama pengambilan data dari video dan wawancara dari persiapan sampai pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru, hasil penelitian telah terangkum sebagai berikut:

Data video pembelajaran dan wawancara guru telah dipaparkan dalam tabel dibawah ini:

Tabel 4.1 Data penelitian

Kegiatan Observasi

Pertemuan I Membahas tentang hukum I dan II Termodinamika.

Jumat, 20 April 2012 pukul 07.15 WIB

Pertemuan II Membahas PR

Senin, 23 April 2012 pukul 08.00 WIB

Pertemuan III Mengulas kembali materi hukum hukum II Termodinamika (konsep mesin carnot), latihan soal hukum II termodinamika dan membahas materi entropi

Selasa, 24 April 2012 pukul 07.15 WIB

Pertemuan IV Membahas PR entropi kemudian dilanjutkan dengan latihan soal Jumat, 27 April 2012 pukul 07.15 WiB

Pertemuan V Memberikan rangkuman materi hukum I termodinamika

Senin, 30 April 2012 pukul 08.00 WIB

Pertemuan VI Ulangan materi Termodinamika Selasa, 1 Mei 2012 pukul 07.15 WIB

Kegiatan Wawancara

Sesi I Sabtu, 11 April 2012 pukul 13.01

WIB

Sesi II Sabtu, 13 April 2012 pukul 09.05

WIB

Sesi III Sabtu, 19 April 2012 pukul 13.29

WIB

Sesi IV Sabtu, 1 Mei 2012 pukul 10.00 WIB

Sesi V Sabtu, 19 Mei 2012 pukul 10.35 WIB

Sesi VI Sabtu, 15 September 2012 pukul

09.44 WIB

Guru yang dijadikan subyek dalam penelitian ini merupakan guru yang sudah berpengalaman mengajar dalam waktu yang cukup lama yaitu lima tahun di SMA tersebut.

Dari awal, guru sudah bercita-cita menjadi seorang pendidik. Sebagai guru yang mendidik siswa, guru juga harus punya pengetahuan yang mendasar mengenai arti guru. Diawah ini merupakan bentuk guru memaparkan arti seorang pendidik seperti dalam transkrip (wawancara 11 April 2012, lamp.5) dibawah ini:

G:…Setiap peran itu merupakan guru, yang pengen mengajari orang lain. Cuma subtansinya berbeda-beda. Mungkin dulu kita punya adik kemudian kita ajarkan apa misalnya? itu juga disebut guru. Hanya kalau guru yang dimaksud ini beda karena kita bukan hanya mendidik segi psikologis saja tapi mengajarkan ilmu pengetahuan yang tidak semua orang mempunyai kompetensi itu.

G:…Menurut saya, guru itu ya orang yang mempunyai

kemampuan, skill, keahlian yang khusus untuk kita memberikan ilmu (mentransfer ilmu) kepada orang lain misalnya murid yang mendidik. Dan mendidik itu lebih sulit karena kita harus membimbing, memberikan contoh perilaku yang baik juga.

b. Transkripsi

Pembuatan transkripsi dilakukan sendiri oleh peneliti dengan mengamati rekaman video pembelajaran dan rekaman wawancara dengan guru yang bersangkutan. Peneliti mengamati aktifitas dan tutur kata guru yang merupakan bentuk-bentuk kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru dalam mempersiapkan dan melaksanakan pembelajaran. Kemudian video pembelajaran tersebut disalin dalam bentuk tulisan.

B. ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Pada bagian ini akan dibahas bentuk-bentuk kompetensi yang dimiliki guru sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 74 Tahun 2008. Sumber data rekaman video yang digunakan meliputi rekaman data pembelajaran dari pertemuan pertama sampai pertemuan kelima, serta rekaman wawancara dengan guru untuk memperkuat data.

Keterangan : G: Guru; S: Seorang siswa S1: Siswa pertama; S2: Siswa kedua;SS: Beberapa siswa atau semua siswa.

Sebagaimana disebutkan pada Bab 2, kinerja guru dalam melaksanakan tugas profesi sebagai guru dipengaruhi oleh 4 kompetensi yaitu, (a) kompetensi pedagogik; (b) kompetensi profesional yang ditentukan melalui pendidikan profesi; (c) kompetensi kepribadian; dan (d) kompetensi sosial. Penelitian ini difokuskan untuk mempelajari kompetensi yang mempengaruhi langsung terhadap pengembangan persiapan dan pelaksanaan pembelajaran yaitu kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional.

Penelitian ini tidak memuat penilaian kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional dari seorang guru. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru dan pengaruhnya dalam pengembangan persiapan dan pelaksanaan pembelajaran melalui wawancara dan observasi guna menambah wawasan bagi peneliti sebagai seorang calon guru.

1. Kompetensi Pedagogik

a. Pemahaman guru tentang wawasan dan landasan pendidikan Menurut guru “tujuan pendidikan itu mencerdaskan anak. Cerdas dalam arti cerdas kognitif, afektif dan psikomotorik” (wawancara tanggal 19 Mei 2012, lamp 5).Guru memaparkan pengertian ketiga aspek tersebut adalah:

“afektif itu moral dan karakter (sifat-sifat) anak harus kita olah menjadi yang lebih baik. Kognitifnya pengetahuan yang supaya lebih baik misalnya

berfikir atau mengingat suatu konsep yang pernah diberikan.

Psikomotoriknya yaitu kepercayaan diri dan kemandirian” (wawancara

tanggal 19 Mei 2012, lamp. 5).

Sejauh dari pengamatan peneliti, terlihat di dalam proses pembelajaran peneliti melihat bahwa upaya guru untuk mengembangkan aspek kognitif melalui pembelajaran. Guru mengajak siswa berfikir untuk mengingat-ingat konsep seputar isotermis, isokorik, isobarik, dan adiabatik, yaitu konsep yang dibahas sebelum libur UAN. Seperti dalam transkrip (vid. 20 April 2012, menit ke 03:15, lamp. 5) dibawah ini:

G: ..sekarang dibuka bukunya. Sebelum libur sudah disinggung sama ibu Tri sekilas mengenai hk. Thermodinamika I, barangkali perlu diperdalam lagi, diingatkan lagi..

G: .. Apa yang dimaksud dengan isotermis,mbak lisa?

S: Suhunya konstan

G: Iya betul

G: Isotermis adalah apa, proses?

SS: Perubahan keaadaan gas

G: Yang suhunya bagaimana?

SS: Suhunya yang tetap

G: Betul

G: … kemudian isobarik, isobarik itu apa?

SS: Tekanannya yang tetap

G: Kalau isokorik?

S1: Volumenya tetap!

G: Bagus, betul sekali paling keras ya, mas bangkit?

G: Kalau adiabatik, ayo mbak?

S1: Tidak terjadi perubahan kalor

G: Tidak terjadi perubahan kalor atau tekanan tetap volume tetap, energinya tetap. Itu namanya proses adiabatik!!

Sehingga dapat disimpulkan bahwa guru memahami tujuan pendidikan yaitu mencerdaskan anak didik dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Namun didalam pembelajaran peneliti melihat, guru terfokus pada kognitif saja dan tidak terlihat pembelajaran pada aspek afektif dan aspek psikomotorik. Selain itu pengertian guru tentang aspek kognitif dan

psikomotorik tidak sesuai dengan teori yang ada yaitu menurut buku Perencanaan dan Desain Pembelajaran (Wina Sanjaya, 2008, hal:125-133). Dipaparkan bahwa a) aspek afektif (hal:130) berkenaan dengan sikap, nilai dan apresiasi; b) aspek psikomotorik (hal:132) adalah tujuan yang berhubungan dengan kemampuan keterampilan atauskillseseorang.

b. Pengetahuan guru tentang pemahaman peserta didik

Guru mengungkap karakter siswa kelas XI IPA 5“bersifat heterogen,

artinya ada yang pintar,sedang dan rendah”(wawancara tanggal 11 April

2012, lamp. 5). Tingkatan tersebut ditentukan dari “nilai rata-rata NEM

masuk adalah 8” (wawancara tanggal 1 Mei 2012, lamp. 5) dan “nilai

pelajaran siswa bagus, tidak pernah remidi” (wawancara tanggal 11 April

2012, lamp. 5).

Disetiap kategori tersebut guru mengetahui nama-nama siswa yaitu untuk yang:

“pintar misalnya aruni, fenanda, ratih, lusia, lutfi kemudian teres, kalau

yang cowok itu agustinus, fabian, Daniel. Untuk bagian tengah, itu reza, harits, anjani, adam, dan bagian ranting yang bawah itu agung dan yesaya, itu alasannya karena dia selalu duduk dibelakang dan jika saya

suruh duduk didepan tidak mau. Dan sisanya dalam kategori sedang”.

(wawancara guru tanggal 19 April 2012, lamp. 5).

Dari pernyataan guru tersebut, peneliti menduga bahwa secara umum guru mengenal 15 nama dari 25 siswa. Hal ini berpengaruh pada pembelajaran bahwa terlihat ketika guru melakukan kegiatan tanya jawab dengan siswa, guru bertanya dengan menunjuk siswa dan menyebut nama siswa sesuai dalam transkrip (vid. tanggal 30 April 2012, lamp. 4) seperti dibawah ini:

G: Apa yang ada dipikiran mengenai adiabatik Arumni?

(bertanya kepada seorang siswa dengan cara menghampiri) S1: Kalor nya tidak berubah

G: Agung gimana gung kalau kamu?

S2: Tidak terjadi perubahan kalor

G: Mbak Teres?

S3: Tidak terjadi perubahan kalor.

G: Jadi bisa disimpulkan bahwa untuk proses adiabatik ini

Dokumen terkait