BAB II KAJIAN TEOR
B. Pengembangan Kompetensi Profesional Guru
1. Kompetensi Profesional Guru
Dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, kompetensi
adalah seperangkat pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku yang harus dimiliki,
dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas
keprofesionalan. Sebelum menjelaskan pengertian kompetensi professional, perlu
dipahami 4 (empat) kompetensi guru yaitu kompetensi pedagodik, kepribadian,
13
Menurut Standar Kompetensi Guru dalam Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional RI Nomor 16 Tahun 2007, yakni:
a. Kompetensi Pedagogik
1) Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual.
2) Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.
3) Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu.
4) Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.
5) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran.
6) Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.
7) Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik.
8) Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. 9) Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan
pembelajaran.
10)Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.
b. Kompetensi Kepribadian
1) Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia.
2) Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulai, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat.
3) Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa.
4) Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri.
5) Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. c. Kompetensi Sosial
1) Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi.
2) Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat.
3) Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya.
4) Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.
d. Kompetensi Profesional
1) Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu:
14
a) Memahami penguasaan materi mata pelajaran yang diampu b) Memahami penguasaan struktur mata pelajaran yang diampu c) Memahami penguasaan konsep mata pelajaran yang diampu d) Memahami pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran
yang diampu
2) Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu:
a) Memahami standar kompetensi mata pelajaran yang diampu b) Memahami kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu c) Memahami tujuan pembelajaran yang diampu
3) Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif: a) Memilih materi pembelajaran yang diampu sesuai dengan tingkat
perkembangan peserta didik
b) Mengolah materi yang diampu secara kreatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik
4) Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif:
a) Melakukan refleksi terhadap kinerja sendiri secara terus menerus b) Memanfaatkan hasil refleksi dalam rangka peningkatan
keprofesionalan
c) Melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan keprofesional
d) Mengikuti kemajuan zaman dengan belajar dari berbagai sumber
5) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk
mengembangkan diri:
a) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam berkomunikasi
b) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan diri
Menurut Harsono dan Sofyan Arif (2010: 3), kompetensi professional
merupakan kemampuan atas penguasaan materi pelajaran secara luas dan
mendalam, dalam hal ini dituntut untuk menguasai ilmu di bidang studi serta
langkah kritis pendalaman isi bidang studi berdasarkan Standar Kompetensi dan
Kompetensi Dasar. Seseorang dikatakan memiliki kompetensi professional
apabila memenuhi 2 (dua) syarat minimal:
a. Memahami materi, konsep keilmuan yang mendalam, dan mampu menerapkan
15
b. Memahami metode pengembangan ilmu, telaah kritis, kreatif, dan inovatif
terhadap bidang studi.
Menurut E. Mulyasa (2007: 136-138), beberapa kompetensi professional
guru dapat dijabarkan sebagai berikut:
1) Mengembangkan materi berdasarkan kurikulum, yang meliputi: a) Mengembangkan silabus
b) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
c) Melaksanakan pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik
d) Menilai hasil belajar
e) Menilai dan memperbaiki kurikulum sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemajuan zaman
2) Menguasai materi standar, yang meliputi:
a) Menguasai bahan pembelajaran (bidang studi) b) Menguasai bahan mendalam (pengayaan)
3) Menguasai pembelajaran berdasarkan SK dan KD, yang meliputi: a) Merumuskan tujuan
b) Menjabarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar c) Memilih dan menggunakan metode pembelajaran d) Memilih dan menyusun prosedur pembelajaran e) Melaksanakan pembelajaran
4) Menggunakan media dan sumber pembelajaran dalam pengembangan materi, yang meliputi:
a) Memilih dan menggunakan media pembelajaran b) Membuat alat-alat pembelajaran
c) Menggunakan dan mengelola laboratorium dalam rangka
pembelajaran
d) Mengembangkan laboratorium
e) Menggunakan perpustakaan dalam pembelajaran f) Menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar
5) Memahami penelitian pembelajaran dalam pengembanagn
keprofesionalan, yang meliputi:
a) Menggunakan rancangan penelitian b) Melaksanakan penelitian
c) Menggunakan hasil penelitian untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
Kompetensi guru berkaitan dengan profesionalisme, yaitu guru yang
16
professional guru dapat diartikan sebagai kemampuan dan kewenangan guru
dalam menjalankan profesi keguruannya dengan kemampuan tinggi.
Berdasarkan beberapa penjelasan di atas dan juga penelitian dari Guntur
Gunawan (Skripsi UNY, 2012), kompetensi professional guru sekolah menengah
atas dapat dirumuskan sebagai berikut:
1) Menguasai materi, struktur konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung
mata pelajaran yang diampu, meliputi:
a) Memahami penguasaan materi mata pelajaran yang diampu
b) Memahami penguasaan struktur mata pelajaran yang diampu
c) Memahami penguasaan konsep mata pelajaran yang diampu
d) Memahami pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang
diampu
2) Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang
diampu, meliputi:
a) Memahami standar kompetensi yang diampu
b) Memahami kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu
c) Memahami tujuan pembelajaran yang diampu
d) Memilih dan menggunakan metode pembelajaran
3) Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif, meliputi:
a) Memilih materi pembelajaran yang diampu sesuai dengan tingkat
perkembangan peserta didik
b) Mengolah materi pelajaran yang diampu secara kreatif sesuai dengan
17
c) Menggunakan dan mengelola laboratorium dalam rangka pembelajaran
d) Menggunakan perpustakaan dalam pembelajaran
e) Menggunakan lingkungan sebagai pengembangan sumber belajar
f) Mengembangkan silabus
g) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
4) Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan
tindakan reflektif, meliputi:
a) Melakukan refleksi terhadap kinerja sendiri secara terus menerus
b) Memanfaatkan hasil refleksi dalam rangka meningkatkan keprofesionalan
c) Melakukan penelitian tindakan kelas untuk peningkatan keprofesionalan
d) Mengembangkan rancangan penelitian
5) Memanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri,
meliputi:
a) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam berkomunikasi
b) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan
diri