• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

4.2. Pembahasan Hasil Penelitian

4.2.1. Komponen Biaya Lingkungan dalam Penerapan Green

RSUD Ngudi Waluyo Wlingi

RSUD Ngudi Waluyo Wligi mulai menerapkan prinsip-prinsip green

hospital sejak tahun 2018. Sebagai rumah sakit yang baru merintis green hospital,

terdapat 10 kriteria operasional yang harus dipenuhi pihak rumah sakit, yaitu

(Kementerian Kesehatan, 2018):

1) Efisiensi energi

Efisiensi energi berarti rumah sakit melakukan efisiensi energi dengan

menerapkan program penghematan/efisiensi energi. Dalam hal ini RSUD Ngudi

Waluyo Wlingi memiliki program penghematan sumber daya energi, dengan

kegiatan yang dilakukan meliputi: pemantauan penggunaan AC (Air Conditioner),

pemantauan penggunaan lampu pada siang hari, penempatan saklar yang mudah

dijangkau pada saat membuka atau menutup pintu, dan penggunaan peralatan

elektronik hemat energi.

2) Tata udara

Kriteria tata udara, berarti rumah sakit memiliki prosedur pemeliharaan

dan pemantauan tata udara ruangan sesuai dengan persyaratan yang berlaku dan

melaksanakannya secara konsisten. Dalam hal ini RSUD Ngudi Waluyo Wlingi

memiiki program pengendalian kualitas udara, dengan rincian kegiatan:

pemeriksaan udara ambien minimal 1 tahun sekali dan pemeriksaan kualitas udara

3) Pengelolaan limbah

Pengelolaan limbah berarti rumah sakit menerapkan pengelolaan limbah

medis dan non medis sesuai ketentuan, menerapkan upaya pengurangan,

penggunaan kembali, daur ulang, dan komposting dari limbah yang dihasilkan.

Dalam hal ini RSUD Ngudi Waluyo Wlingi memiiki program pengendalian

lingkungan dengan rincian kegiatan: pemantauan ketepatan pembuangan limbah

sesuai jenisnya, melakukan pencatatan dan pelaporan jumlah limbah medis dan

B3 di dalam logbook harian, pemantauan jenis limbah medis dan Bahan

Berbahaya dan Beracun (B3) yang dihasilkan dan dikirim ke pihak pengelola

limbah, pemeriksaan kualitas air limbah ke laboratorium terakreditasi minimal

sebulan sekali, pengukuran suhu air limbah, pengukuran Ph air limbah, pencatatan

debit air limbah, serta upaya daur ulang limbah dengan pelaksanaan pengelolaan

limbah plastik (Pengelolaan jurigen bekas hemodialisa, botol infus dan kemasan

B3 lainnya).

4) Efisiensi dan konservasi air

Efisiensi dan konservasi air berarti rumah sakit melakukan tindakan

efisiensi penggunaan air dengan menyediakan alat monitoring, sarana penyuluhan

penghematan air, menggunakan sumber air alternatif seperti air daur ulang air

limbah, melakukan konservasi air, menggunakan peralatan plumbing yang hemat

air, serta melakukan daur ulang air limbah. Dalam hal ini RSUD Ngudi Waluyo

Wlingi memiiki program penghematan air (save the water), dengan kegiatan:

pemantauan sistem plumbing/sistem instalasi air bersih dan air limbah rumah

sanitair yang hemat air, pemanfaatan kembali sisa air hasil reverse osmosis serta

melakukan pengolahan limbah cair.

5) Transportasi

Transportasi berarti rumah sakit menyediakan fasilitas dan kemudahan

akses menuju transportasi umum dengan menyediakan fasilitas jalur

pedestrian/akses pejalan kaki. Selain itu, rumah sakit menggunakan kendaraan

rendah emisi dan efisien dalam penggunaan bahan bakar dan menyediakan

fasilitas parkir sepeda. Dalam hal ini RSUD Ngudi Waluyo Wlingi telah

menyediakan akses pejalan kaki menuju ke transportasi umum dan juga

meyediakan fasilitas parkir untuk sepeda motor dan mobil.

6) Pendidikan ramah lingkungan

Pendidikan ramah lingkungan berarti rumah sakit melakukan pendidikan

ramah lingkungan melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, seminar, dan lain-lain.

Dalam hal ini RSUD Ngudi Waluyo Wlingi memiliki program promosi kesehatan

dengan kegiatan: penyuluhan kesehatan terkait program green hospital dengan

cara melakukan kampanye dengan pemasangan stiker maupun poster di

lingkungan rumah sakit. Selain itu, RSUD Ngudi Waluyo Wlingi juga melakukan

sosialisasi dan pelatihan-pelatihan yang berwawasan lingkungan.

7) Kebersihan ramah lingkungan

Kebersihan ramah lingkungan berarti rumah sakit selalu menjaga

kebersihan ruangan, halaman serta sarana prasarana dan peralatan rumah sakit

dengan menggunakan prosedur yang aman bagi lingkungan dan menggunakan

Dalam hal ini RSUD Ngudi Waluyo Wlingi memiiki program pengendalian

lingkungan dengan rincian kegiatan: pemantauan kebersihan seluruh ruangan di

area rumah sakit dengan melakukan supervisi ke ruangan secara langsung,

melakukan penilaian kebersihan ruangan dengan menggunakan checklist

kebersihan lingkungan, pemantauan ketepatan pembuangan limbah sesuai

jenisnya, dan pengendalian binatang pengganggu.

8) Makanan yang sehat

Makanan yang sehat berarti rumah sakit menyediakan makanan bagi

pasien dan karyawan dengan sumber bahan makanan lokal organik yang segar,

tidak mengandung bahan toksik dan menerapkan prinsip-prinsip sanitasi dan

higenis makanan pada semua aspek dalam penanganan makanan di rumah sakit

dan menggunakan peralatan.material penyajian makanan yang aman dari bahan

toksik dan bahan beracun berbahaya. RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dalam

menyediakan makanan baik kepada pasien maupun kepada karyawan

menggunakan makanan dari bahan organik dengan komposisi 4 sehat, yang

meliputi nasi, sayur, lauk dan buah. Selain itu pihak rumah sakit juga

memperhatikan kebersihan dari peralatan yang digunakan untuk memasak dan

menyajikan makanan.

9) Pengadaan material ramah lingkungan

Pengadaan material ramah lingkungan berarti rumah sakit menerapkan

prosedur pengadaan barang dan jasa yang memenuhi prinsip-prinsip ramah

10) Manajemen ramah lingkungan

Manajemen ramah lingkungan berarti rumah sakit melaksanakan sistem

manajemen rumah sakit ramah lingkungan dengan mengacu pada standar

manajemen sesuai sistem maanajemen lingkungan, dengan melaksanakan

tahapan-tahapan: kebijakan, perencanaan, implementasi dan operasi, pengecekan

dan upaya perbaikan, serta mengkaji kembali pelaksanaan manajemen. Dalam hal

ini RSUD Ngudi Waluyo Wlingi memiliki program pengembangan kebijakan,

dengan kegiatan: penyusunan kebijakan Rumah Sakit tentang green hospital,

penyusunan program kerja green hospital, penyusunan panduan tentang kesehatan

lingkungan rumah sakit, penyusunan panduan tentang kegiatan Kesehatan dan

Keselamatan Kerja (K3) pada renovasi atau pembangunan gedung, penyusunan

panduan pengelolaan bahan kimia atau Bahan Beracun dan Berbahaya,

Penyusunan SOP (Standar Operasional Prosedur) tentang green hospital atau

kegiatan lain yang berkaitan dengan penerapan green hospital, serta penyusunan

pelaporan tindak lanjut Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau

Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) maupun Rencana Pemantauan

Lingkungan (RPL) minimal kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH) setempat.

Berdasarkan 10 kriteria operasional di atas dapat disimpulkan bahwa

RSUD Ngudi Waluyo Wlingi telah memenuhi kriteria operasional untuk

menerapkan green hospital. Dalam pelaksanaannya, penerapan green hospital

akan berimplikasi pada kebutuhan pembiayaan, teknis operasional dan juga

kebutuhan sosial. Sehingga dalam pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut akan

rumah sakit. Akan tetapi, di sisi lain beban tersebut akan terbayarkan dengan

manfaat yang lebih besar.

Biaya yang dikeluarkan untuk aktivitas lingkungan RSUD Ngudi Waluyo

Wlingi dalam rangka menerapkan green hospital, meliputi:

a. Biaya pengadaan sarana pengelolaan limbah.

b. Biaya pemeliharaan

c. Biaya untuk pengolahan limbah, yang meliputi:

i. Biaya pengolahan limbah di pihak ketiga.

ii. Biaya pengoperasian IPAL untuk pengolahan limbah cair, yang

terdiri dari: biaya listrik, biaya pembelian bahan bakar dan

pelumas.

d. Biaya pengujian kualitas air limbah.

e. Biaya untuk pengujian kualitas udara ruang.

f. Biaya kebersihan. Biaya ini meliputi biaya pembelian peralatan dan

bahan pembersih serta biaya air.

g. Biaya gaji dan tunjangan pengelola lingkungan. Pengelola lingkungan

yang dimaksud adalah petugas IPL (Instalasi Penyehatan Lingkungan)

dan petugas cleaning service.

h. Biaya pelatihan yang berwawasan lingkungan.

Dokumen terkait