BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
LANDASAN TEORI A. Intellectual Capital
2. Komponen Intellectual Capital
Para praktisi menyatakan bahwa Intellectual Capital terdiri dari tiga elemen utama (Stewart 1998, Sveiby 1997, Saint-Onge 1996, Bontis 2000) yaitu Human Capital, Structural Capital, dan Relational Capital/ Customer Capital7.
4 Jay Chactkzel, Intellectual Capital, (United Kingdom : Capstone Publishing, a Wiley Company, 2002), h.10
5 Tjiptohadi Sawarjuwono dan Agustine Prihatin Kadir, Intellectual Capital : Perlakuan, Pengukuran dan Pelaporan (Sebuah Library Research), Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol.5 No.1 (Mei 2003),h.37
6Mariya Anatolievna Molodchik, et.al, Intellectual Capital Transformation Evaluating Model, Journal of Intellectual Capital, Vol. 13 Iss: 4 (September 2012), h.3.
7 Tjiptohadi Sawarjuwono dan Agustine Prihatin Kadir, Intellectual Capital : Perlakuan, Pengukuran dan Pelaporan (Sebuah Library Research), Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol.5 No.1 Mei 2003 h.38-39
a. Human Capital (modal manusia)
Menurut Mariya Anatolievna Molodchik et.al, Human Capital adalah sesuatu yang dapat diberikan oleh seorang karyawan dalam proses penambahan nilai.8 Sementara itu, Sawarjuwono dan Kadir mengatakan bahwa Human Capital merupakan lifeblood dalam modal intelektual. Disinilah sumber inovasi dan improvement, tetapi Human Capital merupakan komponen yang sulit untuk diukur. Human Capital juga merupakan tempat bersumbernya pengetahuan yang sangat berguna, keterampilan, dan kompetensi dalam suatu organisasi atau perusahaan. Human Capital mencerminkan kemampuan kolektif perusahaan untuk menghasilkan solusi terbaik berdasarkan pengetahuan yang dimiliki oleh orang-orang yang ada dalam perusahaan tersebut.9
Menurut Bontis dalam Ulum (2013), secara sederhana, Human Capital merepresentasikan Individual Knowledge Stock suatu organisasi yang direpresentasikan oleh karyawannya. Human Capital merupakan kombinasi dari warisan genetik; pendidikan; pengalaman; dan perilaku tentang kehidupan dan bisnis.10
Human Capital akan meningkat jika perusahaan mampu menggunakan pengetahuan yang dimiliki oleh karyawannya. (Brinker 2000) memberikan
8 Mariya Anatolievna Molodchik, et.al, Intellectual Capital Transformation Evaluating Model, Journal of Intellectual Capital, Vol. 13 Iss: 4 (September 2012), h.14.
9 Tjiptohadi Sawarjuwono dan Agustine Prihatin Kadir, Intellectual Capital : Perlakuan, Pengukuran dan Pelaporan (Sebuah Library Research), Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol.5 No.1 Mei 2003 h.38-39
10 Ihyaul Ulum, Model Pengukuran Kinerja Intellectual Capital dengan IB-VAIC di Perbankan Syariah, INFERENSi, Vo.7, No.1 (Juni 2013)h.189
beberapa karakteristik dasar yang dapat diukur dari modal ini, yaitu training programs, credential, experience, competence, recruitment, mentoring, learning programs, individual potential and personality.11 Sementara itu, Molodchik,et.al menyatakan bahwa beberapa indikator dari Human Capital adalah Pendapatan yang dihasilkan per karyawan, jumlah posisi senior yang diisi oleh staf junior, biaya training per karyawan, rata-rata lama bekerja karyawan, perputaran karyawan, tingkat pendidikan karyawan, ide baru yang dihasilkan karyawan, dan Value Added per karyawan.12
b. Structural Capital atau Organizational Capital (Modal Organisasi)
Menurut Edvinson dalam Barathi (2010), Structural Capital mengacu kepada struktur organisasi, Intellectual property yang dimiliki perusahaan, dan sejenisnya.13 Sementara, menurut Petty dan Guthrie, Structural Capital mengacu kepada hal-hal seperti hak kepemilikan atas system perangkat lunak, jaringan distribusi, dan rantai suplai.14
Bontis dalam Uniriany (2012), Structral Capital meliputi seluruh non human storehouse of knowledge dalam organisasi termasuk diantaranya adalah database, organizational charts, process manuals, strategies, routines, dan
11 Tjiptohadi Sawarjuwono dan Agustine Prihatin Kadir, Intellectual Capital : Perlakuan, Pengukuran dan Pelaporan (Sebuah Library Research), Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol.5 No.1 (Mei 2003), h.38
12 Mariya Anatolievna Molodchik, et.al, Intellectual Capital Transformation Evaluating Model, Journal of Intellectual Capital, Vol. 13 Iss: 4 (September 2012), h.14.
13 Kamath G.Bharathi, The Intellectal Capital Performance of Banking Sector in Pakistan, Pak.J.Commer.Soc.Sci Vo..4 No.1 (2010), h.85
14 Richard Petty dan James Guthrie, Intellectual Capital Literature Review ; Measurement, Reporting, and Management, Journal of Intellectual Capital Vo.1 No.2, (2010), h.158,
segala hal yang membuat nilai perusahaan leih besar daripada nilai materialnya.15 Structural Capital merupakan kemampuan organisasi atau perusahaan dalam memenuhi proses rutinitas perusahaan dan strukturnya yang mendukung usaha karyawan untuk menghasilkan kinerja intelektual yang optimal serta kinerja bisnis secara keseluruhan, misalnya: sistem operasional perusahaan, proses manufakturing, budaya organisasi, filosofi manajemen dan semua bentuk intellectual property yang dimiliki perusahaan. Seorang individu dapat memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi, tetapi jika organisasi memiliki sistem dan prosedur yang buruk maka intellectual capital tidak dapat mencapai kinerja secara optimal dan potensi yang ada tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.16 c. Relational Capital atau Costumer Capital (Modal Pelanggan).
Elemen ini merupakan komponen modal intelektual yang memberikan nilai secara nyata. Relational capital merupakan hubungan yang harmonis/association network yang dimiliki oleh perusahaan dengan para mitranya, baik yang berasal dari para pemasok yang andal dan berkualitas, berasal dari pelanggan yang loyal dan merasa puas akan pelayanan perusahaan yang bersangkutan, berasal dari hubungan perusahaan dengan pemerintah maupun dengan masyarakat sekitar. Relational capital dapat muncul dari berbagai bagian diluar lingkungan perusahaan yang dapat menambah nilai bagi
15 Uniriany, “Pengaruh stuktur Modal dan Modal Intelektual terhadap nilai perusahaan sector perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2010”,( Skripsi S1 Program Ilmu Administrasi Niaga konsentrasi keuangan, FISIP, Universitas Indonesia, 2012), hal.36
16 Tjiptohadi Sawarjuwono dan Agustine Prihatin Kadir, Intellectual Capital : Perlakuan, Pengukuran dan Pelaporan (Sebuah Library Research), Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol.5 No.1 Mei 2003 h.38
perusahaan tersebut. Edvinsson seperti yang dikutip oleh Brinker (2000) menyarankan pengukuran beberapa hal berikut ini yang terdapat dalam modal pelanggan, yaitu17:
1. Customer Profile. Siapa pelanggan-pelanggan kita, dan bagaimana mereka berbeda dari pelanggan yang dimiliki oleh pesaing. Hal potensial apa yang kita miliki untuk meningkatkan loyalitas, mendapatkan pelanggan baru, dan mengambil pelanggan dari pesaing.
2. Custumer Duration. Seberapa sering pelanggan kita berbalik pada kita? Apa yang kita ketahui tentang bagaimana dan kapan pelanggan akan menjadi pelanggan yang loyal? Serta seberapa sering frekuensi komunikasi kita dengan pelanggan.
3. Customer Role. Bagaimana kita mengikutsertakan pelanggan ke dalam desain produk, produksi dan pelayanan.
4. Customer Support. Program apa yang digunakan untuk mengetahui kepuasan pelanggan.
5. Customer Success. Berapa besar rata-rata setahun pembelian yang dilakukan oleh pelanggan.
Ketiga Unsur Intellectual Capital tersebut terdiri dari beberapa komponen. Tabel 2.1 menyajikan komponen Intellectual Capital.
17 Tjiptohadi Sawarjuwono dan Agustine Prihatin Kadir, Intellectual Capital : Perlakuan, Pengukuran dan Pelaporan (Sebuah Library Research), Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol.5 No.1 Mei 2003 h.38
Tabel 2.1
Komponen Intellectual Capital18
Human Capital Customer Capital Organisational Capital
Knowledge Customer Relationship Information
Skills Customer Retention Research &Development
Competence Customer Satisfactiom Patent
Expertise Favourable Contracts Copyrights
Motivation Reputation Trademarks
Innovation Brand Image Licences
Entrepreneurial spirit Sales Channels Processes Leadership qualities Distribution Channels
Adaptability Supplier Reationship Manual of Standard Operational Procedures Intellectual Agility Business Collabrations Best Practices
Values Franchising Agreements Databases
Employee Satisfaction Market Intelligence IT System
Employee turnover Management Information
System
Vocational Qualification Networking System
Education Management Philosophy
Training Corporate Culture