• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber : PSAK No. 1 (Revisi 2009)

2.6.6 Komponen-komponen Neraca

Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) Tahun 2009 Bab 4 paragraf 6 halaman 20 menyatakan tentang klasifikasi Aset dan Kewajiban adalah sebagai berikut :

1. Aset Lancar (Current Assets) diklasifikasikan entitas jika:

a. Diperkirakan akan direalisasi atau dimiliki untuk dijual digunakan, dalam jangka waktu siklus operasi normal entitas.

b. Dimiliki untuk diperdagangkan.

c. Diharapkan akan direalisasi dalam jangka waktu 12 bulan setelah akhir periode pelaporan; atau

d. Berupa kas atau setara kas, kecuali jika dibatasi penggunanya dari pertukaran atau digunakan untuk menyelesaikan kewajiban setidaknya 12 bulan setelah akhir periode pelaporan.

2. Aset Tidak Lancar (Non-Current Assets) diklasifikasikan entitas jika siklus operasi normal entitas tidak dapat diidentifikasi dengan jelas, maka siklus operasi diasumsikan 12 bulan.

a. Diperkirakan akan diselersaikan dalam jangka waktu siklus normal operasi entitas

b. Dimiliki untuk diperdagangkan

c. Kewajiban akan diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulan setelah akhir periode pelaporan.

d. Entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda penyelesaian kewajiban setidaknya 12 bulan setelah akhir periode pelaporan.

4. Kewajiban Jangka Panjang (Long-Term Lialibilities) diklasifikasikan oleh entitas jika tidak memenuhi criteria sebagai Kewajiban Jangka Pendek Menurut Donald E.Kieso, Weygandt dan Warfield (terjemahan Emil Salim,2008:192), menyataka bahwa :

“Akun Neraca diklasifikasikan sedemikian rupa sehingga pos- pos serupa dikelompokan bersama untuk mendapatkan subtotal yang signifikan. Selain itu, penempatan juga diatur sedemikian rupa sehingga hubungan yang penting dapat terlihat”.

Untuk Neraca diklasifikasikan pos-pos dalam laporan keuangan, perusahaan mengelompokan pos-pos yang memiliki karakteristik serupa dan memisahkan pos-pos yang memiliki karakteristik berbeda. Perusahaan harus melapoirkan secara terpisah :

1. Aktiva yang berbeda jenis atau fungsi yang diharapkan dalam operasi sentral atau aktivitas lainnya.

2. Aktiva dan kewajiban yang memiliki implikasi berbeda atas fleksibilitas keuangan perusahaan.

Menurut Donald E.Kieso,Weygandt,dan Warfield (terjemahan Emil Salim,2008:193-203) menyatakan bahwa terdapat tiga kelompok pos yang umum terdapat dalam neraca adalah :

A. Aktiva (Asset) adalah manfaat ekonomi yang mungkin diperoleh dimasa depan atau dikendalikan oleh entitas tertentu sebagai hasil dari transaksi atau kejadian masa lalu.

1. Aktiva Lancar (Current Asset) adalah kas dan aktiva lainnya yang diharapkan akan datang dikonversi menjadi kas, dijual atau konsumsi dalam satu tahun atau dalam satu siklus operasi, tergantung mana yang paling lama. Jika suatu aktiva akan diubah menjadi kas atau digunakan untuk membayar kewajiban lancar dalam satu tahun atau satu siklus operasi, amna yang lebih panjang, maka aktiva ini diklasifikasikan sebagai aktiva lancar.

a) Kas (Cash) pada umumnya terdiri atas mata uang dan giro atau demand deposit (uang yang tersedia untuk memenuhi permintaan di institusi keuangan).

b) Ekuivalen Kas (Cash Ekuivalent) adalah investasi jangka pendek yang sangat likuid dan akan jatuh tempo dalam jangka tiga bulan atau kurang atau biasa disebut juga dengan Setara Kas.

c) Investasi Jangka Pendek (Short Term Investment) adalah investasi dalam sekuritas utang dan ekuitas dikelompokan kedalam tiga portofolio terpisah untuk tujuan penilaian dan pelaporan, terdiri dari:

 Sekuritas yang dipegang hingga jatuh tempo (Held to Matururity Securities) yaitu sekuritas utang perusahaan yang memiliki nilai positif dan kemampuan untuk dipegang sampai jatuh tempo.

 Sekuritas Perdagangan (Trading Securities) yaitu sekuritas utang dan ekuitas yang terutama dibeli dan dipegang untuk dijual dalam waktu dekat untuk mendapatkan laba atas selisih harga jangka pendek.

 Sekuritas yang Tersedia untuk Dijual (Available for sale

securities) adalah sekuritas utang dan ekuitas yang tidak diklasifikasikan sebagai sekuritas yang dipegang hingga jatuh tempo dan sekuritas perdagangan.

d) Piutang (Receivable) memungknkan terjadinya kerugian yang diantisipasi akibat piutang tak tertagih, jumlah dan sifat dari setiap piutang non-dagang, serta setiap piutang yang digunakan sebagai

e) Persediaan (Inventory) harusdilaporkan berdasarkan dasar penilaian (yaitu mana yang lebih rendah antara biaya atau harga pasar) dan metode penetapan harga (FIFO atau LIFO) harus diungkapkan.

f) Beban dibayar dimuka (Prepaid Expense) adalah pengeluaran yang telah dilakukan untuk manfaat (biasanya jasa) yang akan diterima dalam satu tahun atau satu siklus operasi, tergantung mana yang lebih panjang.

B. Aktiva Tidak Lancar (Non Current Assets) adalah aktiva yang tidak memenuhi definisi Aktiva Lancar

1. Investasi jangka panjang (Long Term Investment) yang sering disebut investasi saja, biasanya terdiri dari satu diantara empat jenis berikut :

a) Investasi dalam sekuritas (Investment on securities) seperti obligasi, saham biasa atau wesel jangka panjang.

b) Investasi dalam Aktiva Tetap Berwujud yang saat ini tidak digunakan dalam operasi, seperti tanah yang ditahan untuk spekulasi.

c) Investasi yang disisihkan dalam dana khusus, seperti dana pelunasan, dana pensiunan atau dana ekspansi pabrik. d) Investasi dalam anak perusahaan atau afiliasi yang tidak

dikonsolidasikan.

2. Properti, Pabrik dan Perlatan (Property, Plant and Equipment) Adalah kekayaan yang bersifat tahan lama yang digunakan dalam operasi regular perusahaan. Terdiri dari property atau kekayaan fisik seperti tanah, bangunan, mesin , perbotan , perkakas dan sumber daya lain yang tidak dapat diperbaharui (hutan,mineral) kecuali tanah, sebagian aktiva ini dapat disusutkan.

3. Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Assets) tidak memiliki substansi fisik dan bukan merupakan instrument keuangan.

Meliputi Paten (Patent), Hak Cipta (Right Copy), Waralaba (Franchise), Nama baik (Goodwill), Merk dagang, Nama dagang, dan Daftar Pelanggan.

4. Aktiva lainnya (Other Assets) meliputi beban dibayar dimuka jangka panjang, Biaya Pensiunan Dibayar Dimuka Jangka Panjang, Piutang Tidak Lancar , Aktiva Dalam Dana Khusus, Pajak Penghasilan yang ditangguhkan (Deffered Tax Income ), Properti yang dipegang untuk dijual dan kas atau sekuritas yang dibatasi. C. Kewajiban (Lialibilities) adalah pengorbanan manfaat ekonomi yang

mungkin terjadi dimasa depan yang berasal dari kewajiban berjalan entitas tertentu untuk mentransfer aktiva atau menyediakan jasa kepada entitas tertentu untuk mentransfer aktiva atau menyedikan jasa kepada entitas lainnya dimasa yang depan sebagai hasil dari transaksi atau kejadian dimasa lalu.

1. Kewajiban Lancar (Current Lialibilities) adalah kewajiban yang diperkirakan secara memadai akan dilikuidasi melalui penggunaan Aktiva Lancar atau penciptaan Kewajiban Lancar Lainnya. Konsep ini meliputi :

a) Utang yang berasal dari akuisisi barang jasa seperti utang usaha, utang gaji, utang pajak, dan lain-lain.

b) Penagihan yang diterima dimuka sebelum barang dikirimkan atau jasa diberikan seperti pendapatan sewa yang belum dihasilkan.

c) Kewajiban lain yang likuidasinya akan dilakukan dalam siklus operasi seperti bagian obligasi jangka panjang yang harus dibayarkan dalam periode berjalan atau kewajiban jangka pendek yang berasal dari pembelian peralatan.

2. Kewajiban Jangka Pendek (Long Term Liabilities) adalah kewajiban yang diperkirakan secara memadai tidak akan dilikuidasi dalam siklus operasi yang normal , melainkan akan pada suatu tanggal diluar waktu itu. Seperti Utang Obligasi (Bonds Payable), Wesel Bayar (Notes Payable), Sebagian Pajak Penghasilan yang ditangguhkan , Kewajiban Lease (Leasing) dan Kewajiban pensiun merupakan contoh dari Kewajiban Jangka Panjang. Kewajiban Jangka Panjang terdiri dari tiga jenis yaitu :

a) Kewajiban yang berasal dari situasi pembayaran khusus seperti penerbitan Obligasi, Kewajiban Lease Jangka Panjang dan Wesel Bayar Jangka Panjang.

b) Kewajiban yang bersal dari operasi normal perusahaan seperti kewajiban pensiun dan kewajiban pajak penghasilan yang ditangguhkan.

c) Kewajiban yang tergantung pada terjadi atau tidaknya satu kejadian atau lebih dimasa depan untuk memgkonfirmasi jumlah yang harus dibayar atau pihak yang harus dibayar atau tanggal pembayaran seperti jaminan atau produk dan kontijensi

D. Ekuitas (Equity) adalah kepentingan residu dalam aktiva sebuah entitas setelah dikurangi dengan kewajiban –kewajibannya. Dalam sebuah entitas bisnis, ekuitas merupakan kepentingan kepemilikan, terdiri dari :

1) Modal Saham (Equity Stock) adalah nilai par atau ditetapkan atas saham yang diterbitkan.

2) Modal Disetor Tambahan (Paid in Capital) adalah kelebihan jumlah yang dibayarkan diatas nilai par atau yang ditetapkan. 3) Laba Ditahan (Retained Earnings) adalah laba korporasi yang

tidak didistribusikan. 2.6.7 Contoh Format Neraca

Table 2.5 Format Neraca

CV REKANANDA UTAMA Laporan Posisi Keuangan

Untuk Bulan yang Berakhir 31 Maret 2013 ASET

Aset Lancar

Kas dan setara kas Rp xxx Pesediaan Rp xxx Piutang Rp xxx Perlengkapan Rp xxx Aset lancar lainnya Rp xxx

Total aset lancar Rp xxx Aset Tetap

Tanah Rp xxx Bangunan Rp xxx

Total aset tetap Rp xxx Aset Tak Berwujud

Total aset tak berwujud Rp xxx Total ASET Rp xxx KEWAJIBAN DAN EKUITAS

Kewajiban Lancar

Utang usaha Rp xxx Utang pajak Rp xxx Pendapatan diterima di muka Rp xxx

Total kewajiban lancar Rp xxx Kewajiban Jangka Panjang

Utang obligasi x %, 5 tahun Rp xxx

Total kewajiban jangka panjang Rp xxx Ekuitas

Modal disetor

Saham preferen x%, nilai par Rp xxx Rp xxx Saham biasa nilai par Rp xxx Rp xxx

Modal disetor tambahan Rp xxx Rp xxx Laba ditahan Rp xxx

Total ekuitas Rp xxx Total kewajiban dan ekuitas Rp xxx

Sumber : Donald E.Kieso.Akuntansi Intermediate( 2011:203)

Dokumen terkait