B. Hakikat Proses Pembelajaran 1. Pengertian proses pembelajaran
3. Komponen-Komponen Proses pembelajaran
Adrian (2000:25) dalam artikelnya yang berjudul “metode mengajar berdasarkan tipologi belajar siswa”, menjelaskan kegiatan belajar mengajar melibatkan beberapa komponen yaitu guru (pendidik), peserta didik, tujuan pembelajaran, isi pembelajaran, metode mengajar, media dan evaluasi pembelajaran. Penjabarannya sebagai berikut:
a. Guru ( Pendidik )
Tugas utama sebagai pendidik adalah membantu mendewasakan anak. Dewasa secara psikologis, sosial, dan moral. Dewasa secara psikologis berarti individu telah bisa berdiri sendiri, tidak bergantung pada orang lain serta sudah mampu bertanggung jawab atas segala perbuatan dan mampu bersikap obyektif. Dewasa secara sosial berarti telah mampu menjalin hubungan sosial dan kerja sama dengan orang dewasa lainnya.
Dewasa secara moral yaitu telah memiliki seperangkat nilai yang ia akui kebenarannya dan mampu berprilaku sesuai dengan nilai-nilai yang menjadi pegangannya.
b. Peserta Didik
Dimyati dan Mudjiono (2006: 22) dalam bukunya belajar dan pembelajaran, mendefenisikan peserta didik atau siswa adalah subyek yang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar disekolah. Sedangkan menurut Aminuddin Rasyad (2000: 105 ), peserta didik (siswa) adalah seseorang atau
sekelompok orang yang bertindak sebagai pelaku, pencari, penerima, dan penyimpan isi pelajaran yang dibutuhkannya untuk mencapai tujuan.
c. Tujuan Pembelajaran
Pada hakekatnya tujuan pembelajaran adalah perubahan prilaku dan tingkah laku yang positif dari peserta didik setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar, seperti perubahan secara psikologis akan tampil dalam tingkah laku (over behavior) yang dapat diamati melalui alat indra oleh orang lain baik tutur kata, motorik, dan gaya hidup.
d. Isi Pembelajaran
Untuk menjamin efektivitas pengembangan kurikulum dan program pembelajaran, maka kepala sekolah beserta guru-guru lainya untuk menjabarkan isi kurikulum secara lebih rinci dan oprasional kedalam program tahunan, semesteran, dan bulanan. Mulyasa (2006 :41) mengemukakan bahwa program mingguan atau program satuan pelajaran wajib di kembangkan guru sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar. Berikut prinsip-prinsip yang harus diperhatikan :
1) Tujuan yang dikehendaki harus jelas, oprasional mudah terlihat, ketepatan program-program yang dikembangkan untuk mencapai tujuan.
2) Program ini harus sederhana atau fleksibel.
3) Program-program yang disusun dan dikembangkan harus sesuai dengan tujuan yang telah diterapkan
4) Program yang dikembangkan harus menyeluruh dan jelas pencapaiannya
5) Harus ada koordinasi antara kompone pelaksana program disekolah.
e. Metode Mengajar
Metodologi mengajar dalam dunia pendidikan perlu dimiliki oleh pendidik, karena keberhasilan Proses pembelajaran (PBM) bergantung pada cara mengajar gurunya. Jika cara mengajar gurunya enak menurut siswa, maka siswa akan tekun, rajin, antusias menerima pelajaran yang diberikan, sehingga diharapkan akan terjadi peribahan tingkah laku pada siswa baik tutur katanya, sopan santunnya, motorik dan gaya hidup.
f. Media
Pengajaran yang baik perlu ditunjang oleh pengunaan media pengajaran. Berkenaan dengan media pengajaran ada yang mengartikan secara sempit, terbatas pada alat bantu pengajaran atau alat peraga. Tapi ada pula yang mengartikan secara luas termasuk juga sumber-sumber belajar selain buku, jurnal, adalah perpustakaan, laboratorium, kebun sekolah, dan sebagainya.
g. Evaluasi
Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sampai bentuk akuntabilitas penyelengaraan pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan (UU Sisdiknas 2003, pasal 57).
Sedangkan evaluasi hasil belajar peserta didik untuk membantu aktivitas, kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan ( pasal 58 ).
Kegiatan proses pembelajaran selalu melibatkan dua pelaku aktif, yaitu guru dan siswa. Guru sebagai pengajar merupakan pencipta kondisi belajar siswa yang didesain secara sengaja, sistematis dan bersikenbambungan. Sedangkan anak sebagai subyek pembelajaran merupakan pihak yang menikmati kondisi belajar yang diciptakan guru.
Perpaduan dari kedua unsur manusiawi ini melahirkan intraksi edukatif dengan memanfaatkan bahan ajar sebagai mediumnya. Pada kegiatan belajar, keduanya (guru-murid) saling mempengaruhi dan member masukan.
Karena itulah kegiatan belajar mengajar harus merupakan aktivitas yang hidup, sarat nilai dan senantiasa memiliki tujuan.
Slameto (2003: 2) menyatakan bahwa:
“Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dan interaksi dengan lingkungannya”.
Perubahan dalam proses belajar bertujuan atau terarah; ini berarti bahwa perubahan tingkah laku itu terjadi karena ada tujuan yang akan dicapai. Perubahan belajar terarah kepada perubahan tingkah laku yang benar-benar disadari.
Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku; perubahan yang diperoleh seseorang setelah melalui suatu proses belajar meliputi perubahan keseluruhan tingkah laku. Jika seseorang belajar sesuatu,
sebagai hasilnya ia akan mengalami perubahan tingkah lalu secara menyeluruh dalam sikap keterampilan, pengetahuan, dan sebagainya.
Berdasarkan hal tersebut, dapat dijelaskan bahwa belajar merupakan suatu proses yang memberikan perubahan, sedangkan perubahan itu diperoleh dari hal-hal yang menyangkut penguasaan setiap keterampilan, pengetahuan dan sikap. Belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar dan mempunyai tujuan serta sasaran. tujuan dalam belajar yakni mengubah tingkah laku ke arah yang lebih berkualitas.
37 A. Jenis Penelitian
Adapun jenis penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan survey yang digunakan dengan mengeksplorasi data di lapangan dengan metode analisis deskriptif yang bertujuan memberikan gambaran secara cepat tepat tentang pengaruh administrasi wali kelas terhadap kelancaran proses pembelajaran di SD Negeri Lariangbangi III Kecamatan Makassar Kota Makassar.
Bogdan dan Taylor (1993: 33) mendefinisikan bahwa metode kualitatif sebagai prosedur peneliti yang menghasilkan data kualitatif yang berupa ungkapan atau catatan orang itu sendiri atau tingkah laku mereka yang terobsesi. Pada sisi lain, Kirk dan Miller (Maleong, 1995:60) mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengatahuan sosial yang secara fundamental tergantung pada pengamatan manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasa dan peristilahannya.