Tinjauan Pustaka
2.1 Tinjauan Teoritis
2.1.6 Komponen laporan keuangan
Laporan keuangan terdiri dari beberapa komponen seperti neraca , laporan laba rugi , laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, laporan perubahan posisi keuangan dan catatan atas laporan keuangan. Berikut akan dijelaskan lebih lanjut mengenai komponen-komponen yang telah disebutkan diatas.
Neraca atau laporan posisi keuangan (balance sheet atau statement of financial position) adalah bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan entitas pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aset, liabilitas, dan ekuitas (Wikipedia).
Aset / aktiva
Aset adalah harta yang dimiliki perusahaan atau nilai dari sesuatu yang dimiliki oleh perusahaan. Aset sendiri terbagi kedalam beberapa beberapa kategori antara lain seperti :
aset lancar yaitu aset yang manfaatnya ekonominya diharapkan akan diperoleh dalam waktu satu atau kurang seperti kas , setara kas , piutang , persediaan, investasi jangka pendek , beban dibayar dimuka)
aset tetap yaitu aset yang memiliki substansi (wujud) fisik dan digunakan untuk operasi normal perusahaan ( bukan untuk dijual) dan memberikan manfaat ekonomi lebihd ari satu tahun. seperti bangunan, kendaraan bermotor,
aset tidak berwujud yaitu aset yang tidak memiliki substansi fisik dan biasanya dalam bentuk hak istimewa yang memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan biasanya lebih dari satu tahun seperti hak paten , goodwill dan royalti.
aset lain-lain yaitu aktiva yang tidak dimasukan ke dalam salah satu dari pembagian aset diatas seperti biaya pra-operasi, pabrik yang sedang dibangun dll.
Liabilitas / Kewajiban adalah
atau pelayanan yang harus dilakukan pada masa datang pada pihak lain. Liabilitas dapat diklasifikasikan lagi menjadi 2 yaitu :
Liabilitas lancar atau hutang jangka pendek Yaitu kewajiban yang jatuh temponya atau pelunasannya dalam krun waktu kurang dari satu tahun. Yang termasuk kedalam htang lancar adalah hutang dagang, hutang wesel, hutang pajajak, hutang biaya ( biaya yang masih harus dibayar).
Adalah kewajiban yang akan dilunasi dalam jangka waktu lebihd ari satu tahun. Yang termasuk dalam liabilitas jangka panjang adalah hutang obligasi, pinjaman jangka panjang dll.
Ekuitas
Ekuitas / modal adalah hak pemilik atas aktiva perusahaan yang merupakan kekayaan bersih ( jumlah aktiva dikurangi kewajiban). Ekuitas terdiri dari setoran pemilik dan sisa laba yang ditahan ( retained earnings)
• Laporan laba rugi komprehensif
Menurut Munawir (2010:26) laporan laba-rugi merupakan suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan, beban, laba-rugi yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama periode tertentu. Prinsip-prinsip yang umumnya diterapkan adalah sebagai berikut :
1. Bagian yang pertama menunjukan penghasilan yang diperoleh dari usaha pokok perusahaan ( penjualan barang dagangan atau memberikan service) diikuti dengan harga pokok dari barang yang dijual sehingga diperoleh laba kotor. 2. Bagian kedua menunjukan beban-beban operasional yang
3. Bagian ketiga menunjukan hasil-hasil yang diperoleh di luar operasi pokok perusahaan, yang diikuti dengan beban-beban yang terjadi di luar usaha pokok perusahaan
4. Bagian keempat menunjukan laba atau rugi yang insidentil ( Extraordinary) sehingga akhirnya diperoleh laba bersih sebelum pajak pendapatan
Tujuan pokok laporan laba rugi komphrehensif adalah melaporkan kemampuan riil perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Laporan laba rugi perusahaan disajikan sedemikian rupa yang menonjolkan berbagai unsur kinerja keuangan yang diperlukan bagi penyajian secara wajar. Menurut IAI (2009), laporan laba rugi komprehensif minimal mencakup pos-pos berikut dalam satu periode :
a. Pendapatan b. Biaya keuangan
c. Bagian laba rugi dari entitas asosiasi dan joint venture yang dicatat dengan metode ekuitas
d. Beban pajak
e. Suatu jumlah tunggal yang mencakup total dari laba rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan dan keuntungan setelah pajak diakui dengan pengukuran nilai wajar dikurangi biaya untuk
menjual atau dari pelepasan aset dalam rangka operasi yang dihentikan
f. Laba rugi
g. Total laba rugi komprhensif
Laporan laba rugi pada umumnya terdiri dari 2 bentuk yaitu a. Bentuk single step
Bentuk laporan keuangan ini menggabungkan semua penghasilan menjadi satu kelompok dan semua biaya menjadi satu kelompok sehingga untuk menghitung laba rugi bersih hanya memerlukan satu langkah saja
b. Bentuk multiple step
Komponen-komponen perhitungan laba rugi disajikan secara lebih terperinci sesuai dengan prinsip penyusunan laba rugi sehingga memberikan informasi yang lebih lengkap untuk kepentingan analisis laporan keuangan
• Laporan perubahan ekuitas
Laporan perubahan ekuitas menggambarkan peningkatan atau penurunan aktiva bersih dari kekayaan selama periode yang bersangkutan. Perusahaan harus menyajikan laporan perubahaan ekuitas sebagai komponen utama laporan keuangan. Menurut IAI 2009, :
a. Total laba atau rugi bersih selama suatu peride yang menunjukan secara terpisah total jumlah yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepada kepentingan pengendali
b. Untuk setiap komponen ekuitas, pengaruh penerapan retrospektif atau penyajian kembali secara retrospektif yang diakui oleh PSAK 25
c. Untuk setiap komponen ekuitas, rekonsiliasi antara jumlah tercatat pada awal dan akhir periode, secara terpisah mengungkapkan masing-masing perubahan yang timbul dari
Laba rugi
Masing-masing pendapatan komprehensif lain, dan
Transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik, yang menunjukan secara terpisah kontribusi dari pemilik dan distribusi kepada pemilik dan perubahan hak kepemilikan pada entitas anak yang tidak menyebabkan hilangnya pengendalian
• Laporan arus kas
Laporan arus kas adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntasi yang
menunjukan aliran masuk dan keluar uang (kas) perusahaan. Laporan arus kas terdiri dari tiga bagian yaitu:
a. Aktivitas operasi, berupa penerimaan / pengeluaran uang yang didapat dari jual/beli barang atau jasa, juga pembayaran kas untuk pemasok, karyawan, dll.
b. Aktivitas investasi, berupa penerimaan / pengeluaran uang dari komponen yang dianggap sebagai unsur investas. Unsur yang dianggap investasi biasanya kegiatan keuangan lain guna mendapatkan imbal balik baik langsung atau tidak langsung. Kegiatan investasi misalnya pembelian tanah, pembangunan pabrik, atau juga penyertaan modal di perusahaan lain
c. Aktivitas pendanaa, berupa penerimaan / pengeluaran uang dari komponen yang dianggap sebagai pendanaan ( financing) Manfaat laporan arus kas antara lain adalah :
a. Sebagai indikator jumlah arus kas di masa yang akan datang, serta berguna untuk menilai kecermatan atas taksiran arus kas yang telah dibuat sebelumnya
b. Laporan arus kas juga menjadi alat pertanggungjawaban arus kas masuk dan arus kas keluar selama periode pelaporan
c. Laporan arus kas memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengguna laporan dalam mengevaluasi perubahan kekayaan
bersih / ekuitas dana suatu entitas pelaporan dan struktur keuangan pemerintah ( termasuk likuiditas dan solvabilitas)
• Catatan atas laporan keuangan
Catatan atas laporan keuangan berisi informasi tambahan atas apa yang disajikan dalam laporan posisi keuangan, laporan pendapatan komprehensif, laporan laba rugi terpisah ( apabila disajikan). Laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas. Catatan atas laporan keuangan memberikan penjelasan atau rincian dari pos-pos yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut dan informasi mengenai pos-pos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan.
Catatan atas laporan keuangan mengungkapkan (IAI, 2009) : a. Menyajikan informasi tentang dasar penyusunan laporan
keuangan dan kebijakan akuntansi tertentu yang digunakan dan diterapkan terhadap peristiwa dan transaksi yang penting
b. Mengungkapkan informasi yang disyaratkan dalam Standar Akuntansi Keuangan yang tidak disajikan dibagian manapun dalam laporan keuangan
c. Memberikan informasi yang tidak disajikan dibagian manapun dalam laporan keuangan keuangan, tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan.
2.1.7 Analisis laporan keuangan
Menurut Munawir (2010:35), analisis laporan keuangan adalah analisis laporan keuangan yang terdiri dari penelaahan atau mempelajari daripada hubungan dan tendensi atau kecenderungan untuk menentukan posisi keuangan dan hasil operasi serta perkembangan perusahaan yang bersangkuat. Menurut Harahap (2009:190), analisis lapoaran keuangan berarti menguraikan akun-akun laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau yang mempunyai makna antara yang satu dengan yang lain baik antara data kuantitatif maupun data non-kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebihd alam yang sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan yang tepat, Sedangkan menurut Sundjaja dan Barlian ( 2001:37), analisis laporan keuangan perusahaan pada dasarkan merupakan perhitungan rasio-rasio untuk menilai keadaan keuangan perusahaan disama lalu, saat ini, dan kemungkinannya di masa depan.
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa analisis laporan keuangan merupakan proses menelaah informasi-informasi keuangan untuk memahami posisi serta kondisi keuangan, hasil operasi dan perkembangan suatu perusahaan dengan cara mempelajari hubungan antara data-data keuangan dalam suatu laporan keuangan, dengan kata lain analisis laporan keuangan dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan bagi
Analisis laporan keuangan dapat digunakan untuk mengambil keputusan-keputusan manajemen, seperti :
• Melanjutkan atau tidak melanjutkan operasional suatu usaha atau bagian dari suatu usaha
• Melakukan pembuatan atau pembelian bahan baku dalam proses produksi
• Melakukan pembelian atau menyewa mesin-mesin produksi
• Melakukan penerbutan saham atau melakukan negosiasi untuk memperoleh pinjaman bank guna meningkatkan modal kerja perseroan
• Berbagai keputusan lainnya yang memungkinkan manajemen melakukan pilihan yang tepat terhadap berbaga alternatif yang ada dalam mengelola perusahaan
Dari sudut lain tujuan analisis laporan keuangan menurut Bernstein (1983) adalah sebagai berikut :
1. Screening
Analisis dilakukan dengan melihat secara analitis laporan keuangan dengan tujuan untuk memilih kemungkinan investasi atau merger
2. Forecasting
Analisis digunakan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan dimasa yang akan datang
3. Diagnosis
Analisis dimaksudkan untuk melihat kemungkinan adanya masalah- masalah yang terjadi baik dalam manajemen, operasi , keuangan atau masalah lain
4. Evaluation
Analisis dilakukan untuk menilai prestasi manajeme, operasional, efisiensi dan lain-lain.
5. Understanding
Dengan melakukan analisis laporan keuangan, informasi mentah yang dibaca dari laporan keuangan akan menjadi lebih luas dan lebih dalam Ada beberapa jenis analisa yang dapat digunakan dalam melakukan analisis terhadap laporan keuangan, (Supardi dan Mastuti, 2003 :78) yaitu : 1. Analisis Internal
Analisis internal merupakan analisis yang dilakukan oleh pihak manajemen untuk mengukur efisiensi usaha dan menjelaskan perubahan yang terjadi dalam kondisi keuangan perusahaan. Selain menghasilkan laporan yang baisa diumumkan pada pihak diluar perusahaan, analisa ini juga menghasilkan laporan yang tidak untuk diumumkan atau dipublikasikan tetapi hanya dipakai untuk maksud-maksud internal saja. 2. Analisa eksternal
calon kreditur lain yang mana dalam melakukan analisa mereka tidak bisa memperoleh data secara terperinci, hanya informasi yang sifatnya diterbitkan untuk umum. Analisa ini juga ditujukan untuk menilai kinerja perusahaan sebelum pihak eksternal melakukan kerjasama finansial dengan perusahaan tersebut
3. Analisis horizontal ( analisis dinamis)
Analisis horizontal merupakan analisa perkembangan data keuangan dan data operasi perusahaan dari tahun ke tahun atua dengan kata lain mengadakan pembandingan laporan keuangan untuk beberapa periode waktu tertentu dengan menetapkan salah satu periode sebagai periode dasar pembanding. Dari analisa ini akan dapat terlihat perkembangan maupun penurunan operasional perusahaan
4. Analisis vertikal ( Analisis statis)
Analisis vertikal merupakan analisis laporan keuangan yang terbata pada satu periode akuntansi saja, sehingga hanya membandingkan antara pos yang satu dengan pos yang lainnya dalam laporan keuangan tersebut untuk mengetahui keadaan keuangan atau hasil usaha pada periode itu saja