• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

3. Komponen Pembelajaran PAI

Menurut Ulbert Silalahi perencanaan merupakan kegiatan menetapkan tujuan serta merumuskan dan mengatur pendayagunaan manusia, informasi, finansial, metode dan waktu untuk memaksimalisasi efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan.42 Sedangkan Willian H. Newman dalam Abdul Majid mengemukakan bahwa “perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Perencanaan mengandung rangkaian-rangkaian putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan dari tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, penentuan metode-metode dan prosedur tertentu serta penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari.43

Perencanaan menurut kedua tokoh di atas adalah uraian yang paling tepat menggambarkan makna perencanaan itu sendiri. Dari pengertian di atas perencanaan dapat diartikan sebagai kegiatan menentukan tujuan serta merumuskan serta mengatur pendayagunaan sumber-sumber daya: informasi, finansial, metode dan waktu yang diikuti dengan pengambilan keputusan serta penjelasannya tentang

42 Ulbert Silalahi, Asas-asas Manajemen. (Bandung: Mandar Maju, 1996), hlm. 135-136.

43 Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1982), hlm. 16.

pencapaian tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, penentuan metode-metode serta prosedur tertentu dan penentuan jadwal pelaksanaan kegiatan.

Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (5K), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar.44 Kesemua aspek tersebut harus dimiliki dan dikuasai oleh setiap guru yang mengampu mata pelajarannya. Guru sebelum mengajar hendaknya menjadi sutradara yang baik, yakni menulis skenario untuk besok ketika ia akan mengajar. Penulisan skenario yang baik sama halnya dengan perencanaan yang matang, dilihat dari kesiapan guru saat mengajar. b. Pelaksanaan

a) Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelajaran 1. Rombongan Belajar

Jumlah maksimal peserta didik dalam setiap rombongan belajar adalah:

a. SD/MI : 28 peserta didik b. SMP/MTs : 32 peserta didik c. SMA/MA : 32 peserta didik d. SMK/MAK : 32 peserta didik

44 Sofan Amri, Pengembangan Dan Model Pembelajaran Dalam kurikulum 2013. (Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher, 2013), hlm. 49.

e. Sekolah LB : Disesuaikan Jenjang 2. Beban kerja minimal guru

a. Beban kerja guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan;

b. Beban kerja guru sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas adalah sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka dalam satu minggu.

3. Buku teks pelajaran

a. Buku teks pelajaran yang akan digunakan oleh sekolah/madrasah dipilih melalui rapat guru dengan pertimbangan komite sekolah/madrasah dari buku-buku teks pelajaran yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan;

b. Rasio buku teks pelajaran untuk peserta didik adalah 1:1 per mata pelajaran;

c. Selain buku teks pelajaran, guru menggunakan buku panduan guru, buku pengayaan, buku referensi dan sumber belajar lainnya;

d. Guru membiasakan peserta didik menggunakan buku-buku dan sumber belajar lain yang ada di perpustakaan sekolah atau madrasah.45

4. Pengelolaan Kelas

a. Guru mengatur tempat duduk sesuai dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, serta aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan;

b. Volume dan intonasi suara guru dalam proses pembelajaran harus dapat didengar dengan baik oleh peserta didik;

c. Tutur kata guru santun dan dapat dimengerti oleh peserta didik; d. Guru menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan

kemampuan belajar peserta didik;

e. Guru menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, keselamatan dan kepatuhan para peraturan dalam menyelenggarakan proses pembelajaran;

f. Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respon dan hasil belajar peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung;

g. Guru menghargai peserta didik tanpa memandang latar belakang agama, suku, jenis kelamin, dan status sosial ekonomi;

h. Guru menghargai pendapat peserta didik;

i. Guru memakai pakaian yang bersih, sopan, dan rapi;

j. Pada tiap awal semester, guru menyampaikan silabus mata pelajaran yang diampunya; dan

k. Guru memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan waktu yang dijadwalkan.

c. Pelaksanaan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.46

1. Kegiatan Pendahuluan

Dalam kegiatan pendahuluan, guru:

a. Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;

b. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari; c. Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang

akan dicapai;

d. Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

Dalam kegiatan pendahuluan juga merupakan ketrampilan dasar mengajar yang harus dikuasai dan dilatihkan bagi calon guru agar dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektif, efisien dan menarik.47 Ketrampilan membuka pelajaran merupakan upaya guru dalam memberikan pengantar atau pengarahan mengenai materi yang

46 Sofan Amri, Pengembangan Dan Model, ...hlm. 54

47 Wahid Murni, dkk, Keterampilan Dasar Mengajar. (Malang: UIN PRESS - Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maliki Malang, 2014), hlm. 3.

akan dipelajari siswa sehingga mereka siap mental dan tertarik untuk mengikutinya.

2. Kegiatan Inti

Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

3. Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

a. Bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman atau simpulan pelajaran;

b. Melakukan penilaian dan rrefleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;

c. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; d. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran

remedi, program pengayaan, layanan konseling atau memberikan tugas baik tugas individual maupun tugas kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

e. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Kegiatan menutup pelajaran adalah kegiatan guru untuk mengakhiri pelajaran dengan mengemukakan kembali pokok-pokok pelajaran supaya siswa memperoleh gambaran yang utuh tentang pokok-pokok materi dan hasil belajar yang telah dipelajari.48

d. Evaluasi

Evaluasi atau penilaian hasil belajar dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran.

Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematik, dan terprogram dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan atau produk, portofolio, dan penilaian diri. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok.49 Evaluasi adalah kegiatan terakhir dalam proses pembelajaran, untuk mengukur tingkat keberhasilan dari proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran.

B. Konsep Kecakapan Hidup (Life Skills)

Dokumen terkait