• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komponen Rangkaian

Dalam dokumen BAB II LANDASAN TEORI (Halaman 29-35)

Komponen rangkaian yang digunakan dalam perancangan prototype auto spray robot yaitu:

Saklar (switch)

Lampu tanda (pilot lamp)  Sensor

 Solenoid valve, dan  Relay

2.5.1. Saklar (Switch)

Saklar atau switch adalah sebuah alat yang berfungsi sebagai penghubung dan pemutus arus listrik. Dalam rangkaian elektronika dan rangkaian listrik saklar berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan arus listrik yang mengalir dari sumber tegangan menuju beban (output) atau dari sebuah sistem ke sistem lainnya.

Berikut ini adalah bebarapa saklar yang digunakan dalam perancangan prototype auto spray robot:

a) Saklar putar (Selector switch) b) Saklar tekan (Push button)

c) Saklar darurat (Emergency push button)

a) Saklar putar (Selector switch)

Pada dasarnya Selector Switch adalah kontak/saklar yang digerakkan oleh tombol atau tuas putar untuk memilih satu dari dua atau lebih posisi. Ada yang berlaku seperti toggle switch dimana selektor dapat berhenti pada satu posisi, dan ada yang berlaku seperti push button, dimana setelah melakukan pemilihan maka seletor akan kembali ke posisi semula atau posisi netral.

Gambar.2.20. Selector Switch.

Ada model selector switch yang disesuaikan dengan pengunaannya, seperti selector switch untuk mengukur tegangan fasa atau arus fasa yang terhubung dengan voltmeter dan ampermeter. Dan masih banyak lagi.

b) Saklar tekan (Push button)

Swich Push Button adalah saklar tekan yang berfungsi untuk menghubungkan atau memisahkan bagian-bagian dari suatu instalasi listrik satu sama lain (suatu sistem saklar tekan push button terdiri dari saklar tekan start. Stop reset dan saklar tekan untuk emergency. Push button memiliki kontak NC (normally close) dan NO (normally open).

Gambar.2.21. Push Button.

Prinsip kerja Push Button adalah apabila dalam keadaan normal tidak ditekan maka kontak tidak berubah, apabila ditekan maka kontak NC akan berfungsi sebagai stop dan kontak NO akan

berfungsi sebagai start biasanya digunakan pada sistem pengontrolan motor–motor induksi untuk menjalankan mematikan motor pada industri–industri.

c) Saklar darurat (Emergency push button)

Emergency switch digunakan untuk memutuskan listrik pada saat darurat, kontaknya selalu menggunkana normaly close. Biasanya jika ditekan dia mengunci terbuka, dan di normalkan dengan cara di putar.

Gambar.2.22. Emergency Push Button. 2.5.2. Pilot Lamp

Pilot Lamp adalah sinyal indikator berupa lampu/cahaya dengan warna tertentu pada sebuah sistem kontrol. Misalnya motor sudah running, sinyal lsitrik R,S,T sudah masuk, sinyal bahaya, dan lain-lain. Pada umumnya berbentuk lingkaran dan berwarna RED, GREEN dan YELLOW. Dalam perkembangannya ada yang dibuat berbentuk kotak.

2.5.3. Proximity Switch

Proximity Switch atau Sensor Proximity adalah alat pendeteksi yang bekerja berdasarkan jarak obyek terhadap sensor. Karakteristik dari sensor ini adalah menditeksi obyek benda dengan jarak yang cukup dekat, berkisar antara 1 mm sampai beberapa centimeter saja sesuai tipe sensor yang digunakan. Proximity Switch ini mempunyai tegangan kerja antara 10-30 Vdc dan ada juga yang menggunakan tegangan 100-200VAC.

Gambar.2.24. Proximity switch.

Hampir di setiap mesin mesin produksi sekarang ini menggunakan sensor jenis ini, sebab selain praktis sensor ini termasuk sensor yang tahan terhadap benturan ataupun goncangan, selain itu mudah pada saat melakukan perawatan ataupun perbaikan penggantian.

2.5.4. Relay

Relay adalah saklar elektronik yang dapat membuka atau menutup rangkaian dengan menggunakan kontrol dari rangkaian elektronik lain. Sebuah relay tersusun atas kumparan, pegas, saklar (terhubung pada pegas) dan 2 kontak elektronik (normally close dan normally open).

a. Normally close (NC) : saklar terhubung dengan kontak saat relay tidak aktif atau dapat dikatakan saklar dalam kondisi terbuka.

b. Normally open (NO) : saklar terhubung dengan kontak saat relay aktif atau dapat dikatakan saklar dalam kondisi tertutup.

Berdasarkan pada prinsip dasar cara kerjanya, relay dapat bekerja karena adanya medan magnet yang digunakan untuk menggerakkan saklar. Saat kumparan diberikan tegangan sebesar tegangan kerja relay maka akan timbul medan magnet pada kumparan karena adanya arus yang mengalir pada lilitan kawat. Kumparan yang bersifat sebagai elektromagnet ini kemudian akan menarik saklar dari kontak NC ke kontak NO. Jika tegangan pada kumparan dimatikan maka medan magnet pada kumparan akan hilang sehingga pegas akan menarik saklar ke kontak NC.

2.5.5. Solenoid Valve

Solenoid valve merupakan sebuah komponen pneumatik yang bekerja berdasarkan input tegangan dan arus, yang mana saat solenoid valve ini bekerja tegangan yang diterima pada solenoidnya kurang lebih 24 volt dengan syarat tidak ada pembebanan dan arus yang diterima kurang lebih 0,2 ampere.

Jadi berdasarkan data tersebut solenoid dapat menjadi suatu input yang dapat merubah keadaan switch bagian dalam dari valve dengan menggunakan tegangan dan arus tersebut bukan lagi menggunakan input trigger tekanan pneumatik.

Dalam solenoid valve sistem kerjanya berdasarkan tegangan dan arus yang mengakibatkan menarik konstruksi khusus bagian dalam dari valve yang mempunyai saluran untuk mengeluarkan output berupa tekanan pneumatik dan pada solenoid itu sendiri mendapat arus dan tegangan yang mengakibatkan terjadinya induksi dalam solenoid ini. Solenoid ada yg menggunakan LED sebagai indikator, adapula yang tanpa indikator LED. Jenis solenoid dengan LED berdasarkan katupnya diantaranya :

a. 3/2-Way Single Solenoid Valve With LED

Gambar.2.25. 3/2-Way single solenoid valve

Solenoid jenis ini mempunyai satu solenoid dan dan spring, yang mana fungsi dari spring itu sendiri sebagai penarik batang plat yang ada pada valve agar pada saat tidak ada arus ada tegangan supply yang masuk pada sumber tidak dapat menyalurkan supplynya pada output dan pada saat ada arus dan tegangan yang masuk pada solenoidnya input ini akan menarik batang plat yang ada dalam valve yang mempunyai gaya tarikan lebih besar dari pada gaya spring, yang akibatnya output pada solenoid valve ini akan aktif. Pengaktifan solenoid valve ini dutunjukkan oleh indikator yang berupa LED (Light Emitting Dioda) yang cara kerjanya pada saat solenoid ini aktif maka LED tersebut akan menyala dan memberikan indikator bahwa output berupa tekanan pneumatik telah aktif.

Gambar.2.26. 5/2-Way single solenoid valve

Solenoid jenis ini mempunyai bagian dalam yang terdiri dari lima saluran dan dua ruangan. Dalam solenoid valve ini terdapat dua output yang mana kesalah satu outputnya bekerja sebelum solenoidnya mendapat tegangan dan arus dan system solenoid valve ini terdapat spring yang mempunyai fungsi sebagai penarik kembali batang plat yang ada dalam valvenya untuk menyalurkan tekanan pneumatik pada fungsi output yang bekerja pada saat solenoid tidak mendapat tegangan dan arus, waktu solenoidnya mendapat tegangan dan arus, induksi yang terjadi dalam solenoid tersebut menarik batang plat yang mempunyai gaya tarik lebih besar dari gaya spring dan akibatnya sumber supply input menyalurkan supplynya pada output yang lainnya, akibatnya output yang satunya dapat aktif.

Dalam dokumen BAB II LANDASAN TEORI (Halaman 29-35)

Dokumen terkait